BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
A. Gambaran Objek Penelitian
1. Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
a. Sejarah Singkat Berdirinya Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Kebun Kertosari sebelumnya merupakan salah satu Kebun Ex.
PTP XXVII yang terus dikelola oleh seorang Belanda sehingga menjadi perusahaan tembakau yang memiliki kualitas yang baik dan menghasilkan produk unggulan yang banyak di minati oleh masyarakat khususnya masyarakat luar.
PTP XXVII adalah salah satu perusahaan perkebunan di Jember dimana pada era Pra Nasionalisasi merupakan Onderneming milik Belanda antara lain : 1) Landbouw Maatschappij Oud Djember (LMOD), 2) Landbouw Maatschappij Soekowono (LMS). 1
Pada tahun 1957 perkebunan ini ditetapkan menjadi perusahaan perkebunan Negara (PPN) baru yang kemudian pada tahun 1957 setelah Nasionalisasi ditetapkan menjadi Perusahaan Perkebunan Negara (PPN ) Baru. Kemudian pada tahun 1959 nama perkebunan ini di ubah menjadi “PRAE UNIT TEMBAKAU” yaitu sebagai pusat
1 Sumber Data: Dokumentasi S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten
Jember.
pengolah tembakau yang di jadikan sebagai rokok Cerutu yang banyak diminati oleh konsumen luar Negeri. Pada tahun 1961 diubah menjadi Perusahaan Perusahaan Perkebunan (PPN) Kesatuan IX.
Pada tahun 1964 perusahaan ini dipecah menjadi 2 bagian yaitu: Perusahan Perkebunan Tembakau Negara (PPTN) Besuki V di Jember & Perusahan Perkebunan Tembakau Negara (PPTN) Besuki VI di Bondowoso. Pada Tahun 1968 disatukan kembali menjadi Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) XXVII, tahun 1972 diubah menjadi Perusahaan Terbatas Perkebunan (Persero) XXVII. Tahun 1996 bergabung menjadi PTPN X (Persero), tahun 2004 Kebun Kertosari menjadi salah satu unit usaha dari Strategi Bisnis Unit (SBU) Tembakau PTPN X (Persero).2
b. Visi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember adalah sebagai berikut:3 “Menjadi Perusahaan Agribisnis Penghasil Tembakau Yang Terkemuka Di Dunia Yang Tumbuh Berkembang Bersama Mitra”
c. Misi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember adalah sebagai berikut:4 1) Berkomitmen menghasilkan produk berbasis bahan baku tembakau
yang berdaya saing tinggi untuk pasar internasional.
2 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
3 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
4 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
2) Meningkatkan komitmen dan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan.
3) Mendedikasikan diri untuk selalu meningkatkan nilai-nilai perusahaan bagi kepuasan stakeholder melalui kepemimpinan, inovasi dan kerjasama tim, serta organisasi yang efektif.5
d. Letak Geografis Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember ini terletak di Dusun Ajung Oloh Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
Adapun batas lokasi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kalisat adalah:6
1) Sebelah Barat: Jalan Raya 2) Sebelah Timur: Rel Kereta Api.
3) Sebelah Selatan: Masjid Bitur Rahman 4) Sebelah Utara: Perumahan Warga
5Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
6 Sumber Data: Observasi Hari Senin 21 November 2016.
DODY KRISTANTO
MAIMUNAH ASISTEN MUDA
SUGENG TT / BIR
Jurtul Fermentasi Jurtul Sortasi Jurtul MUSAROFAH
SARPOS / ANALISA
A. FAUZAN FERMENTASI
SANDY TAHAP I / IA
SULIS TAHAP-II / IIA
MUSARROFAH SORTASI
III / IV
SUMARYATI NAZ- PENGEBALAN
NANING JURTUL ADMIN
KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL
PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA
Gambar 4.1
Adapun tugas-tugas Manajer, staf, pekerja diantaranya:7 1) Asisten Manajer
Memberitahu cara memilih tembakau dengan baik dan benar dan memantau orang yang bekerja.
2) Asisten Muda
Wakil asisten manajer, apabila asisten manager tidak masuk maka tugas di gantikan kepada asisten muda.
3) TT/BIR
Menjaga para pekerja yang berada di tahap BIR dan apabila dan memberitahu cara TT/BIR.
4) Sarpos/Analisa
Memberitahu cara menganalisa atau memilih tembakau yang masih bagus atau yang robek dalam satu ikat.
5) Fermentasi
Menjaga dan memberitahu cara memanaskan tembakau yang sudah kering yaitu dalam satu ikat tembakau dipanaskan sesuai dengan yang dibutuhkan.
6) Tahap I/ A
Menjaga dan memberitahu cara memilih tembakau sesuai dengan warna yaitu kuning, merah, biru, terang.
7Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
7) Tahap II/ IIA
Menjaga dan memberitahu cara memilih terang yaitu dengan simbol L1-L3, L1 terang campur gelap, L2 Terang campur gelap akan tetapi lebih banyak gelap, L3 lebih banyak terang dari pada gelap.
8) Sortasi/ III/IV
Menjaga dan memberitahu cara memilih kuning pucat, kuning kemerahan, kekuningan, merah muda, merah tua, merah campur ungu, hijau, biru, biru campur ungu.
9) Pengebalan
Menjaga dan memberitahu cara pengebalan tembakau ke dalam kardus yang baik dan benar.
10) Administrasi
Mencatat pekerja yang masuk setiap harinya dan mencatat gagi para pekerja setiap minggu.
11) Kontrol
Melihat hasil para pekerja, sudah sesuai dengan yang diinginkan atau tidak.
12) Pekerja
Mengerjakan atau memilih tembakau sesuai tempat yang sudah ditentukan fermentasi, tahap I, tahap II, tahap III, sortasi sampai Pengebalan.
e. Jam Kerja
Jam kerja terbagi 2 shift dengan waktu normal Hari Senin s/d Sabtu Shit pertama mulai dari jam 07.00 s/d 15.00 Shift kedua mulai jam 13.00 s/d 20.00 Gudang Tembakau PTPN X menetapkan pada hari minggu libur. Untuk peraturan – peraturan tertulis lainnya sesuai peraturan pemerintah dan Undang – Undang Ketenagakerjaan yang berlaku. Setiap karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan tata tertib perusahaan serta merugikan perusahaan akan diberikan surat peringatan sampai 3 kali, dan apabila tetap tidak ada tanggapan atau perubahan dari pihak karyawan itu sendiri maka akan dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja dengan Gudang Tembakau PTPN X.8
f. Jumlah Buruh atau Pekerja di Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari di Desa Ajung Kalisat9
Jumlah pekerja di Gudang Tembakau total keseluruhan laki- laki dan perempuan mencapai 1522, 1550 orang pekerja perempuan dan 28 pekerja laki-laki. Para perempuan yang bekerja di Gudang Pengola Tembakau tidak semua memilki keluarga ada sebagiain orang yang masih belum berkeluarga tetapi sudah ikut bekerja di Gudang tersebut.
8 Data Di peroleh Dari Wawancara Ke Dua Dengan Bapak Dodik Selaku Asisten Manajer, Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09:00.
9 Data Diperoleh Dari Wawancara Ke Dua Dengan Bapak Dodik, Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09:00.
1) Batas usia para pekerja
Semua perusahaan memilki kebijakan tersendiri dalam menjalankan usahanya seperti pada Gudang Tembakau memilki batasan usia untuk merekrut pekerja yaitu dari usia 15 tahun sampai usia 50 tahun yang bisa bekerja di Gudang. Dari total keseluruhan perempuan bekerja yaitu 1522 orang di kelompokkan dari usia paling muda hingga usia paling tua dikelompokkan sebagai berikut:10
15 - 20 tahun = 35 orang 21 - 25 tahun = 95 orang 26 - 30 tahun = 150 orang 31 - 35 tahun = 167 orang 36 - 40 tahun = 325 orang 41 - 45 tahun = 450 orang 46 - 50 tahun = 300 orang 2) Pendidikan pekerja
Pendidikan para pekerja tidak diprioritaskan dalam gudang karena di gudang membebaskan para pekerjanya dalam menggunakan tenaganya tanpa harus menempuh pendidikan yang tinggi karena di gudang siapa saja boleh bekerja asalkan mampu dan mau bekerja. Namun, perempuan yang bekerja di gudang ada yang berpendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah
10 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
Menengah Atas bahkan ada yang tidak lulus Sekolah Dasar dikelompokkan sebagai berikut:11
a) Tidak Lulus Sekolah Dasar 635 orang b) Lulus Sekolah Dasar (SD) 450 orang
c) Lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) 335 orang d) Lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) 102 orang 3) Status Pernikahan
Para pekerja di gudang tidak semua menyandang status pernikahan akan tetapi ada sebagian yang belum menikah. Pekerja yang sudah memiliki status menikah membantu suaminya dalam mencari nafkah, akan tetapi bagi perempuan yang masih belum menikah beralasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri bahkan bisa membantu orang tuanya. Alasan perempuan bekerja namun masih belum menikah karena orang tuanya kurang mampu untuk membiayai jika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dari pada menganggur di rumah tanpa melakukan sesuatu lebih baik melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Sekitar 20 orang yang belum menyandang status menikah dan itu masih berumur di bawah rata-rata biasanya masih duduk di
11 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
bangku Sekolah akan tetapi berhenti dan lebih memilih untuk bekerja di Gudang sebagai buruh.12
4) Jenis Kelamin
Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari lebih banyak merekrut perempuan di bandingkan dengan laki-laki karena cara kerja perempuan lebih telaten dan lebih halus di bandingkan dengan pekerja laki-laki. Namun ada sebagian pekerja laki-laki yang di rekrut di Gudang karena ada pekerjaan yang harus di kerjakan oleh tenaga kerja laki-laki seperti turun truk dan mengangkut hasil yang sudah di packing. Maka dari itu, tenaga kerja laki-laki dibutuhkan meskipun hanya sebagian orang saja sekitar 28 pekerja laki-laki, jauh berbeda dengan pekerja perempuan yang mencapai 1522 orang.13
g. Daftar Gaji
Semua perusahaan pasti menginginkan pekerjanya sejahtera dengan adanya lapangan pekerjaan yang disediakan, maka pihak perusahaan mengupayakan agar para pekerjanya nyaman dan sejahtera.
Gaji yang di keluarkan oleh pihak perusahaan ialah setiap satu minggu sekali tepat pada hari kamis melalui ATM Mandiri sebesar Rp. 70.500 total keselurahan setiap minggu upah yang diberikan sebesar Rp 490.000 dan setiap minggu upah dipotong oleh pihak perusahaan
12 Data Di peroleh Dari Wawancara Ke Tiga Dengan Elmi Selaku Buruh, Hari Jum’at tanggal 25
November 2016 pada jam 09:00
13 Data Di peroleh Dari Wawancara Ke Dua Dengan Bapak Dodik Selaku Asisten Manajer, Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09:00.
sebesar Rp.50.000 untuk dijadikan sebagai tabungan untuk hari raya, potongan setiap bulan Rp. 35.000 untuk membayar tabungan hari tua atau ketika sudah berhenti bekerja (jamsostek). Jadi, pihak perusahaan setiap bulannya memberikan upah kepada buruh sebesar Rp. 1.865.000 pihak perusahaan menyiasati agar para buruh memiliki tabungan dengan memotong upah mereka.14
2. Desa Ajung
a. Sejarah Berdirinya Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Di awal tahun 1883, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Besluit Residen Besuki tertanggal 18 Januari 1883 No 9/42 Sumber dari ANRI 1884 untuk pembentukan Desa baru. Besluit itu juga menandai lepasnya jember dari Bondowoso dan menjadi Afdeling tersendiri, Afdeling Jember.15
Pemecahan Desa seperti di atas, berdasarkan Besluit residen Besuki juga terjadi di Kalisat. Pemecahan Desa-Desa di Kalisat terjadi lagi di era 1890 an setelah George Birnie dan rekan-rekannya sesama pengusaha, mereka berhasil menyulap Jember menjadi wilayah metropolitan di bidang perkebunan. Kerlap-kerlip kemakmuran ekonomi di Jember saat itu mengundang datangnya para migran.
14 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Kedua Dengan Bapak Dodik Selaku Asisten Manajer,
Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09.00.
15 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
Mereka ingin merubah nasibnya disini Kalisat semakin ramai oleh pendatang.16
Secara teritorial, migran asal Madura lebih senang tinggal di wilayah Jember bagian utara, sedangkan migran asal Jawa lebih memilih tinggal di wilayah Jember selatan. Suku yang lain lebih terpusat di wilayah kota, sekitar alun-alun. Jadi, para migran yang ada di wilayah Kalisat rata-rata memang dari Madura. Hingga hari ini, Bahasa ibu dari warga Kalisat di dominasi oleh bahasa Madura.
Menurut penuturan Mustafa, seorang warga Desa Ajung Kecamatan Kalisat, di akhir tahun 1990 an hingga di awal 1990 an saat itu banyak orang yang melakukan penggalian di lapangan Ajung.
Mereka sedang mencari manik-manik peninggalan kerajaan.
Lapangan itu dulu berlubang-lubang. Banyak yang melakukan penggalian dan tidak menutup kembali lubang yang terlanjur menganga.”
Dari situlah Desa Ajung Kalisat terbentuk hasil babatan dari bapak Musthafa dan bapak Har hingga menjadi Desa Ajung yang asal mulanya hanya ada 2 Dusun yaitu Dusun Ajung Tengah dan Ajung Oloh akan tetapi sekarang sudah menjadi 4 Dusun karena bagitu banyaknya penduduk yang berada di Desa Ajung.
Desa Ajung Kalisat sekarang ada 14 RW dan 74 RT dan ada 4 Dusun yaitu: 1) Dusun Ajung Krajan yang terletak di bagian selatan
16 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Desa Ajung hingga ke perbataan Desa Plalangan , 2) Dusun Ajung Oloh terletak di sebelah utara Desa Ajung hingga ke perbatasan Sumber Ketempa, 3) Dusun Ajung Tengah tepat berada di tengah Desa Ajung perbatasan denga Dusun Sumber Malang, 3) Dusun Sumber Malang terletak di sebelah Timur Desa Ajung hinnga ke perbatasan Desa Sumber Anget.17
b. Letak Geografis Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Desa Ajung terletak di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
Adapun batas lokasi Desa Ajung adalah:18 1) Sebelah Barat : Desa Kalisat
2) Sebelah Timur : Desa Sumber Anget 3) Sebelah Selatan : Desa Plalangan 4) Sebelah Utara: Desa Sumber Ketempa
c. Jumlah Penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Jumlah penduduk yang berada di Desa Ajung baik laki-laki maupun perempuan dengan rincian sebagai berikut: a) 9.311 jiwa, b) 3.357 KK, c) 3.237 jiwa laki-laki usia produktif, d) 3.120 jiwa perempuan usia produktif, e) 120 laki-laki usia lanjut, f) 150 perempuan usia lanjut, g) 1200 anak Sekolah Dasar, h) 504 anak Sekolah Menengah Pertama, i) 380 Sekolah Menengah Atas, j) 125
17 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
18 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
orang melanjutkan ke perguruan tinggi, k) 98 Balita, i) 378 anak putus sekolah. Data tersebut ialah jumlah keseluruhan penduduk Desa Ajung. Rincian Desa Ajung berdasarkan Usia, Agama, Pendidikan, dan Profesi sebagai berikut:19
1) Jenis kelamin
Laki-laki = 4.354 orang Perempuan = 4.957 orang
2) Usia Keseluruhan Warga Desa Ajung20 0 – 10 tahun = 750 orang
11 – 20 tahun = 1.250 orang 21 – 30 tahun = 1.962 orang 31 – 40 tahun = 2.098 orang 41 – 50 tahun = 1.950 orang 51 – 60 tahun = 1.087 orang 61 – 70 tahun = 150 orang 71 – 80 tahun = 45
81 – 90 tahun = 14 91 - 100 tahun = 5
19 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
20 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
3) Agama
Berdasarkan Agama yang dianut oleh penduduk Desa Ajung Kalisat ialah mayoritas Agama Islam hanya sebagian saja yang menganut Agama Kristen dan itu semua merupakan pendatang dari luar yaitu pendatang dari China. Dengan rincian sebagai berikut:21 a) Islam = 9256 orang
b) China = 40 orang c) Kristen = 15 orang
4) Pendidikan
Berdasarkan pendidikan yang di tempuh oleh penduduk Desa Ajung Kalisat ialah mayoritas sampai di bangku Sekolah Dasar hanya sebagian kecil saja yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan banyak orang yang putus Sekolah Dasar karena pada zaman dahulu sebagian kecil saja yang melanjutkan sekolah karena biaya kurang mampu dan memang sudah menjadi tradisi di Desa Ajung dari Sekolah Dasar langsung mencari kerja tanpa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.22 5) Profesi
Berdasarkan profesi yang dilakukan oleh warga Desa Ajung Kalisat bisa dikategorikan sebagai berikut:23
21 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
22 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Dengan IbuYusri Irawati Selaku Kepala Desa, Hari Senin tanggal 3 Maret 2017 pada jam 09.00.
23 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Total keseluruhan penduduk Desa Ajung Kalisat 9.311 orang
a) Pegawai Negeri = 577 orang b) Pedagang = 1050 orang
c) Petani = 1750 orang
d) Buruh tani = 550 orang e) Buruh pabrik atau gudang = 1850 orang f) Ibu rumah tangga = 275 orang g) Merantau = 300 orang
Total usia produktif penduduk desa Ajung Kalisat 6.352 orang d. Pendapatan Perkapita Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten
Jember
Berdasarkan pendapatan yang didapat oleh penduduk Desa Ajung ialah berkisar antara Rp 1000.000 – 2000.000, Rp. 1000.000 – 5000.000 karena profesi yang dilakukan berbeda dan pendapatannya juga berbeda.24
e. Kondisi Perekonomian Masyarakat Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
1) Sebelum Berdirinya Gudang Pengola Tembakau
Kondisi perekonomian Desa Ajung sebelum berdirinya Gudang Pengola Tembakau masih tidak memadai bahkan masih belum dikatakan sejahtera karena warga Desa mendapatkan
24 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Dengan Ibu Yusri Irawati Selaku Kepala Desa, Hari
Rabu tanggal 3 Maret 2017 pada jam 09.00.
penghasilan dari bercocok tanam, buruh tani, dan berjualan, mencari rumput, banyak anak yang putus sekolah karena tidak memilki biaya untuk melanjutkan sekolah akibatnya banyak warga Desa Ajung banyak yang tidak berpendidikan dan akhirnya tidak memilki pekerjaan yang layak dan banyak yang bekerja ke luar Daerah hingga keluar Negeri. Bagi orang yang sudah kaya dan sudah berpendidikan sejak zaman dahulu maka kehidupannya sudah dapat memenuhi kebutuhan pokoknya karena meskipun kaya perekonomian pada zaman dahulu tidak semewah pada zaman sekarang ini. Meskipun kaya dan berpendidikan kehidupannya biasa saja akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan pokok dan biaya pendidikan sudah ada dan tersedia. Bagi orang yang miskin kebutuhan pokok banyak yang tidak terpenuhi seperti makan nasi sering tdak terpenuhi dan akhirnya mengkonsumsi ketela pohon, jagung, dan sagu sebagai pengganti asupan nasi.25
Pada awal berdirinya Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari sekitar pada tahun 1960 para perempuan mulai bekerja di tempat tersebut, tapi tidak banyak yang bekerja di tempat tersebut karena pemimpin gudang diduduki oleh orang Belanda yang pada zaman dahulu orang Belanda terkenal dengan orang yang araogan dan diktator. Maka dari itu, yang melamar menjadi buruh di tempat tersebut sedikit dan hanya sebagina orang saja. Lambat laun sejak
25 Sumber Data: Dokumen Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
gudang dikelola oleh orang Indonesia yaitu berasal dari Surabaya maka para buruh semakin bertambah, dengan seiring bergantinya para pemimpin yang berasal dari Indonesia sendiri maka para pekerja semakin bertambah setiap tahunnya yang bekerja di Gudang Tembakau tersebut hingga sekarang.26
2) Sesudah Berdirinya Gudang Tembakau
Perekonomian di Desa Ajung sejak berdirinya Gudang sudah semakin meningkat dan bisa dibilang sejahtera karena kesempatan bagi para perempuan yang tidak berpendidikan bekerja di Gudang dan bisa memilki penghasilan sendiri dan dari penghasilan itu dapat membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidupnya seperti kebutuhan pokoknya saja karena awal berdirinya Gudang tersebut masih jauh sebelum perekonomian maju dan meningkat seperti saat ini. Awal berdirinya Gudang tersebut para buruh hanya diberi upah Rp 250 perhari, dan setiap tahun berubah- ubah upah yang di berikan mulai dari Rp. 250, 300, 500, 750, 1500, 3000. 7500, 12.500, 15.000, 21.000, 25.000, 35.000, 50.000.
65.000 hingga mencapai Rp. 71.500 hingga sekarang.27
Dengan berjalannya waktu dan perekonomian semakin meningkat upah buruh gudang setiap tahun naik hingga mencapai Rp.71.500. perhari dan upah tersebut dapat memenuhi kebutuhan
26 Data Diperoleh Dari Wawancara Dengan Ibu Misnatun Tokoh Masyarakat Hari Selasa Tanggal
7 Maret 2017 pada jam 09:00
27 Data Diperoleh Dari Wawancara Dengan Ibu Misnatun Tokoh Masyarakat Hari Selasa Tanggal
7 Maret 2017 pada jam 09:00
para buruh mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, ibadah, psikologis dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Kehidupan para buruh bisa dikatakan sejahtera karena upah yang diberikan saat ini semakin besar meskipun tidak semua merasa sejahtera,
28akan tetapi mayoritas para buruh yang bekerja sejahtera karena kesejahteraan hanya dapat di alami oleh diri seorang sendiri dan kesejahteraan setiap orang berbeda.29 Jadi, kesejahteraan penduduk Desa Ajung Kalisat Kabupaten Jember dengan berprofesi sebagai buruh dikatakan sejahtera dengan upah yang diberikan pihak Gudang Pengola Tembakau karena mayoritas buruh berasal dari Desa Ajung sendiri berjumlah 687 orang.