• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian dan Analisis Data

Dalam dokumen partisipasi perempuan pekerja tembakau (Halaman 95-126)

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

B. Penyajian dan Analisis Data

para buruh mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, ibadah, psikologis dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Kehidupan para buruh bisa dikatakan sejahtera karena upah yang diberikan saat ini semakin besar meskipun tidak semua merasa sejahtera,

28akan tetapi mayoritas para buruh yang bekerja sejahtera karena kesejahteraan hanya dapat di alami oleh diri seorang sendiri dan kesejahteraan setiap orang berbeda.29 Jadi, kesejahteraan penduduk Desa Ajung Kalisat Kabupaten Jember dengan berprofesi sebagai buruh dikatakan sejahtera dengan upah yang diberikan pihak Gudang Pengola Tembakau karena mayoritas buruh berasal dari Desa Ajung sendiri berjumlah 687 orang.

makan dengan lauk seadanya, kebutuhan akan pendidikan, kebutuhan akan kesehatan dan kebutuhan akan hal ibadah.

Terpenuhinya kebutuhan pokok tidak seperti masyarakat semestinya karena setiap hari hanya makan dengan lauk tahu tempe, asupan gizi seperti daging, buah, susu tidak terpenuhi karena penghasilan yang didapat hanya cukup untuk membeli beras dan lauk seadanya.

Kebutuhan akan pendidikan sering tertinggal karena rata-rata dalam satu kepala keluarga memili 2 sampai 5 anak. Maka dari itu kebutuhan akan pendidikan sering tidak tepenuhi atau putus sekolah sampai Sekolah Dasar karena anak yang akan dibiayai banyak dan tidak sesuai dengan penghasilan yang didapat. Kebutuhan akan hal kesehatan sering juga tidak terpenuhi karena biaya yang mahal sedangkan penghasilan yang didapat hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Kebutuhan akan hal ibadah juga sering terbengkalai seperti menyumbang ke masjid, membantu orang hajatan, bangunan masjid sering ada yang rusak dan tidak dihiraukan karena uang yang mau dibuat sumbangan ke masjid tidak ada dan itu semua masih mengadakan penarikan iuran kepada orang lain yang biasanya bertempat di pinggir jalan. Kendala dalam meminta iuran itu terletak pada sumber daya manusianya yang sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.30

30 Data Diperoleh Dari Wawancara ke Tiga Dengan Ibu Tosiya Selaku Buruh, Hari Jum’at

tanggal 25 November 2016 pada jam 09:00

Oleh karena itu, bisa dibilang kondisi perekonomian di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember masih tidak memadai bahkan masih tidak sejahtera. Maka dari itulah, para perempuan memutuskan untuk ikut serta bekerja mencari nafkah guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya, jika mengandalkan penghasilan suami yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya maka para keluarga yang berada di Desa Ajung kalisat kurang sejahtera karena hampir semua perempuan yang berada di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember hanya menempuh pendidikan maksimal SMP. Jadi, para perempuan ini tidak memiliki banyak pengalaman di dunia pendidikan sedangkan yang terjadi di Indonesia sekarang ini kebanyakan orang yang berpendidikan yang memiliki gelar tinggi.

Para perempuan yang berada di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember biasanya bekerja menjadi TKW dan sekarang beralih menjadi buruh di Gudang tembakau. Keberadaan Gudang tembakau disini sangat membantu kondisi perekonomian keluarga di Desa Ajung karena dengan adanya Gudang peluang besar bagi para perempuan untuk bekerja. Dengan adanya Gudang sedikit demi sedikit perekonomian berubah meskipun bukan jalan satu-satunya meningkatnya perekonomian keluarga Desa Ajung Kalisat terletak pada Gudang Tembakau. Namun,

dengan adanya Gudang sudah banyak membantu karena para perempuan bisa mendapatkan penghasilan dari jerih payahnya sendiri.31

Dari wawancara yang dilakukan terdapat beberapa pengetahuan terkait kondisi perekonomian keluarga di Desa Ajung Kalisat Kecamatan Kabupaten Jember khususnya para perempuan yang ikut serta dalam mencari nafkah membantu suami dengan dorongan memenuhi kebutuhan pokok keluarganya beserta kebutuhan yang lain. Kebutuhannya terpenuhi sedikit demi sedikit dengan cara ikut bekerja di Gudang tembakau dan bahkan mereka bisa menabung untuk kebutuhan yang mendesak seperti kebutuhan akan pendidikan, kebutuhan akan kesehatan, kebutuhan akan hal ibadah, hari Raya dan hari besar lainnya agar kebutuhannya dapat terpenuhi secara maksimal.

Dengan adanya Gudang tembakau ini para perempuan bisa membantu suaminya dalam mencari nafkah karena di Gudang tidak mensyaratkan ijazah untuk ikut bekerja. Jadi, kesempatan buat para perempuan di Desa Ajung kalisat untuk bekerja karena sebagian besar para perempuan di Desa Ajung Ajung Kalisat hanya tamat Sekolah Dasar.

Pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember karena dengan adanya Gudang perempuan tersebut bisa mendapatkan penghasilan. Yang semula gudang tersebut masih belum berdiri para perempuan hanya menjadi buruh borongan seperti menanam cabe punya orang, mencari rumput, menanam

31 Data Diperoleh Dari Wawancara Dengan Ibu Misnatun Selaku Tokoh Mayarakat Hari Selasa

Tanggal 7 Maret 2017 Pada Jam 09:00.

padi dan lain sebagainya. Berikut kondisi perekonomian pekerja di gudang peneliti mengambil beberapa informan untuk mengetahui kesejahteraan dilihat dari segi tingkatan kesejahteraan.32

a. Keluarga sejahtera tahap I

Keluarga sejahtera tahap I yaitu yang bisa memenuhi kebutuhannya minimal kebutuhan pokok terpenuhi seperti makan dua kali sehari. Berikut orang yang tergolong keluarga sejahtera tahap I diantaranya:

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja sudah 25 Tahun sejak masih belum berkeluarga sampai sekarang, saya bekerja karena tuntutan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Suaminya sebagai seorang buruh cangkul yang tidak selamanya pekerjaan tersebut bisa dilakukan. Hanya musiman saja pekerjaan tersebut dilakukan. Dengan memiliki 3 orang anak yang harus di biayai jika mengandalkan upah suami maka tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan. Anak saya yang paling tua berumur 20 tahun dan sudah bekerja tidak melanjutkan sekolah hanya sampai SMP karena kurang mampu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan anak yang kedua dan ketiga masih duduk di bangku SMP.

Dengan ikut bekerja maka bisa membantu membayar pendidikan anaknya. Biasanya makan dua kali sampai tiga kali sehari”.33

“Saya adalah seorang buruh yang sudah 21 tahun bekerja sejak baru nikah saya sudah mulai bekerja sampai sekarang. Suami saya seorang pekerja serabutan dan mencari rumput, dikaruniai dua orang anak yang harus di biayai. Namun, anak yang pertama sudah berkeluarga dan anak yang kedua masih sekolah dan duduk di bangku SMP. Selain biaya sekolah anaknya, ibu ini masih membiayai orang tuanya karena ibu tersebut kumpul bersama orang tuanya yang sudah sangat tua. Ibu tersebut merasa

32 Data di peroleh dari wawancara ke tiga Ibu Tosiya Selaku Buruh , Hari Jum’at Tanggal 25

November 2016 pada jam 10:00.

33 Data di peroleh dari wawancara ke empat Di Rumah Ibu Nisi Selaku Buruh, Hari Sabtu Tanggal

26 November 2016 Pada Jam 18:00.

tercukupi dengan upah yang diberikan oleh pihak perusahaan meskipun kadang hanya terpenuhi kebutuhan pokoknya saja.”34

“Saya adalah seorang buruh yang sudah 15 tahun bekerja di Gudang tersebut, suaminya sebagai kuli bangunan dan mencari rumput. Dikaruniai 4 orang anak tidaklah mudah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dua orang anaknya sudah bekerja dan yang dua lainnya masih ada yang berada di bangku SMP dan SD. Saya bekerja untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidupnya agar kebutuhannya terpenuhi dan bisa memenuhi memenuhi pendidikan anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD. Dengan ikut bekerja sedikit kebutuhannya terpenuhi.”35

“Saya adalah seorang buruh yang sudah 10 tahun bekerja membantu suaminya, suaminya sebagai petani dan pencari rumput. Dikaruniai 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Yang pertama duduk di bangku SMA dan yang kedua masih di bangku Sekolah Dasar atau (SD), selain bisa memenuhi kebutuhan pokoknya hasil upah yang didapat masih cukup untuk memenuhi uang saku anak-anaknya setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang lainnya seperti membeli buku, tas, dan membayar uang sekolah bisa di penuhi dengan hasil dari sawah yang dia miliki.36

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja 25 tahun membantu perekonomian keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Suaminya sebagai kuli bangunan dan bekerja serabutan. Dikaruniai 3 orang anak yang satu diantaranya masih duduk di bangku SMP. Dengan biaya pendidikan anaknya yang semakin meningkat maka bisa membantu suaminya dalam memenuhi biaya pendidikan anaknya. Apabila bisa memenuhi kebutuhan yang lainnya seperti kesehatan dan kebutuhan akan hal ibadah seperti menyumbang hajatan keluarga atau tetangga karena hidup di Desa hal demikian sudah menjadi tradisi atau budaya.”37

34 Data Diperoleh Dari wawancara Ke Empat Di Rumah Ibu Suhermi Selaku Buruh , Hari Sabtu Tanggal 26 November 2016 Pada Jam 18:00.

35 Data Diperoleh Dari Wawancara Ke Tiga Dengan Ibu Sadi Selaku Buruh, Hari Jum’at Tanggal

25 November 2016 Pada Jam 10:15.

36 Data Diperoleh Dari Wawancara Ke Tiga Dengan Ibu Nurhayati Selaku Buruh , Hari Jum’at Tanggal 25 November 2016 Pada Jam 10:15.

37 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Kelima Dengan Mili, Hari Senin 28 November 2016 Pada Jam 11:00.

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 20 tahun di Gudang tembakau, suaminya seorang penjual cilok keliling, dikaruniai 3 orang anak yang masih sama-sama duduk di bangku sekolah, yang pertama duduk di bangku SMA, kedua dan ketiga duduk di bangku SMP, saya sedikit membantu suaminya untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya dan terkadang memberikan uang saku kepada anak-anaknya, jika masih ada sisa maka ditabung buat kebutuhan yang mendesak seperti kebutuhan akan kesehatan dan pendidikan.”38

“Saya adalah seorang buruh yang sudah bekerja selama 28 tahun, saya bekerja karena untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

suaminya bekerja sebagai kuli cangkul yang sewaktu-waktu tenaganya dibutuhkan, memiliki 3 orang anak akan tetapi sudah berkeluarga semua. Saya masih mengurus kedua orang tuanya yang sudah tua renta jadi kebutuhannya masih banyak yang harus di penuhi. Terkadang kebutuhan akan kesehatan orang tuanya, suami dan dirinya sendiri yang sewaktu-waktu sakit.”39

“saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 20 tahun, saya bekerja untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin meningkat, suaminya sebagai petani yang hasil panennya masih menunggu berbulan-bulan. Dikarunia 3 orang anak yang pertama sudah menikah dan yang kedua duduk di bangku SMP dan yang terakhir masih duduk dibangku SD. Kebutuhan pokok, pendidikan dan kebutuhan lainnya dapat terpenuhi dengan upah yang di dapat dari bekerja. Hasil panen yang di dapat ditabung untuk kebutuhan yang sangat mendesak lainnya seperti kebutuhan akan pendidikan, sumbangan pernikahan, dan hajatan lainnya.”40

“Saya adalah seorang buruh yang sudah bekerja selama 18 tahun, saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang setiap hari semakin meningkat, suaminya sebagai pedagang kerupuk yang penghasilannya tidak menentu, jadi saya ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dikaruniai 2 orang anak yang pertama suudah memiliki keluarga dan yang kedua masih duduk di bangku SMP. Upah dari bekerja tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan pokonya juga digunakan sebagai biaya

38 Data Diperoleh Dari Wawancara Ke Tiga Dengan Ibu Nurhasanah Selaku buruh , Hari Jum’at tanggal 25 November 2016 Pada Jam 10:15.

39 Data di peroleh dari wawancara ke Empat Di Rumah Ibu Tutik Selaku Buruh, Hari Sabtu

Tanggal 26 November 2016 Pada Jam 18:00.

40 Data Diperoleh Dari wawancara Ke Empat Di Rumah Ibu Supiati Selaku Buruh , Hari Sabtu

Tanggal 26 November 2016 Pada Jam 18:30.

pendidikan anaknya, biaya kesehatan di saat sakit dan biaya lainnya yang mendesak tanpa direncanakan.”41

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 12 tahun, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, saya ikut bekerja mencari nafkah membantu suaminya karena upah dari suaminya terkadang hanya cukup memenuhi kebutuhan pokok saja, karena suaminya hanya sebagai tukang becak yang sewaktu waktu ada penumpang yang bisa memperoleh upah. Meskipun tidak ada tanggungan akan kebutuhan pendidikan akan tetapi masih memiliki tanggungan dan kebutuhan yang lain yang masih harus di penuhi. Dengan ikut bekerja menjadi buruh di gudang tembakau kebutuhannya sedikit terpenuhi.”42

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 15 tahun, saya bekerja karena tuntutan ekonomi yang semakin meningkat, terlahir dari keluarga yang sederhana membuat saya ikut berpartisipasi dalam mencari nafkah. Suaminya seorang kuli di perusahaan beras apabila mengandalkan upah dari suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sedangkan saya masih memiliki anak yang masih dalam tanggung jawabnya yang masih duduk di bangku SMA. Jadi, kebutuhan keluarganya semakin meningkat.”43

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja sekitar 23 tahun, saya bekerja membantu suaminya mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. kebutuhan yang semakin banyak dan biaya yang semakin meningkat maka saya harus membantu suaminya dalam mencari nafkah. Jika mengandalkan gaji suaminya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja tanpa memenuhi kebutuhan lainnya seperti pendidikan dan kesehatan. Sedangkan kebutuhan akan pendidikan sangat penting karena masih memiliki anak yang duduk di bangku sekolah dan kebutuhan akan kesehatan, kebutuhan yang berkaitan dengan ibadah dan lain sebagainya. Maka dari itu, saya ikut bekerja yang hasilnya bisa membantu memenuhi kebutuhan hidupnya dan bisa memenuhi kebutuhan pedidikan anaknya dan kebutuhan yang lain.”44

41 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Kelima Dengan Ibu Farida Selaku Buruh , Hari Senin 28

November 2016 Pada Jam 11:00

42 Data diperoleh dari hasil wawancara kelima Dengan Ibu Hayani Selaku Buruh, Hari Senin 28

November 2016 Pada Jam 11:00.

43 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Kelima Dengan Ibu Misnaya Selaku Buruh, Hari Senin

28 November 2016 Pada Jam 11:00

44 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Keempat Di Rumah Ibu Halila Dengan Buruh, Hari Sabtu Tanggal 26 November 2016 Pada Jam 18:30.

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 25 tahun, dia bekerja karena tuntutan ekonomi yang semakin meningkat, mengingat kebutuhan dan biayanya yang semakin banyak menuntut saya ikut bekerja dalam memenuhi kebutuahn hidupnya. Suaminya sebagai pedagang sayur keliling yang penghasilannya tidak seberapa sedangkan yang harus di penuhi kebutuhannya begitu banyak seperti kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, ibadah dan lain sebagainya. Memiliki 2 petak tanah yang panennya masih menunggu berbulan-bulan maka saya ikut menopang kebuthan keluarganya agar kebutuhannya dapat terpenuhi.”45

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 23 tahun, dia bekerja karena tuntutan ekonominya yang kurang memadai karena kebutuhan yang semakin meningkat, kebutuhan pokok, kebutuhan Ibadah, kebutuhan kesehatan, kebutuhan psikologi, dan kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi menuntut saya ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Suaminya hanya seorang buruh serabutan jika mengandalkan upah dari suaminya semua kebutuhannya tidak akan maksimal di penuhi.”46

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 15 tahun, saya bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Hidup seorang diri tanpa seorang suami dan masih memilki 2 orang anak yang masih menjadi tanggung jawabnya dan masih duduk di bangku sekolah, anak yang pertama masih duduk di bangku SMA dan yang kedua masih duduk di bangku SMP menghidupi 2 orang anak sekaligus tanpa bantuan seorang suami tidaklah mudah karena tanggung jawabnya di tanggung sendiri. Dari harta yang dimiliki dan dengan bekerja dapat memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan pokok, kebutuhan pendidikan, kebutuhan kesehatan dan kebutuha-kebutuhan lainnya.”47

“Saya adalah seorang buruh yang sudah bekerja selama lima belas tahun, saya bekerja membantu perekonomian keluarga yang kebutuhannya semakin banyak karena biaya kebutuhan sekarang semakin mahal, Kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan yang semakin mahal. saya dikaruniai 2 orang anak yang pertama sudah menikah dan yang kedua masih duduk di bangku SMP. Saya bekerja agar kebutuhannya bisa terpenuhi

45 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Kelima Dengan Ibu Siti Rohemah Buruh, Hari Senin 28 November 2016 Pada Jam 11:00.

46 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Keempat Di Rumah Ibu Amina Selaku Buruh, Hari Sabtu Tanggal 26 November 2016 Pada Jam 18:45.

47 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Kelima Dengan Ibu Sakwati Selaku Buruh, Hari Senin 28 November 2016 pada jam 11:00.

karena kebutuhannya yang semakin banyak seperti kebutuhan akan pendidikan, dan kebutuhan kesehatan apabila ada yang sakit maka tidak bingung untuk membayarnya karena memiliki upah sendiri, penghasilan dari suaminya ditabung untuk kebutuhan yang tidak terduga.”48

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 3 tahun, setelah lulus SMP saya langsung melamar bekerja di Gudang tidak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi karena di lingkungan sekitarnya banyak yang tidak melanjutkan sekolah lebih memilih bekerja dari pada sekolah. Jadi, saya memutuskan untuk ikut bekerja di Gudang untuk memenuhi keinginannya sendiri karena masih belum memilki keluarga dan tanggungan yang harus di tanggung dan bisa membantu kedua orang tuanya untuk memenuhi kebutuhannya karena orang tuanya masih memilki tanggungan akan pendidikan adiknya yang masih duduk di bangku SD.”49

Kondisi perekonomian para buruh yang semula belum bekerja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok kini dapat memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan serta kebutuhan lainnya. Rata-rata penduduk di Desa Ajung di zaman dahulu tidak ada yang taman Sekolah Dasar (SD) karena faktor ekonomi yang tidak memungkinkan karena tidak ada lowongan pekerjaan dan pengalaman yang memadai.

Akan tetapi, dengan berdirinya Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember banyak para perempuan yang ikut bekerja karena di Gudang membutuhkan tenaga kerja untuk menjalani proses produksinya, dengan adanya Gudang Tembakau sangat terbantu perekonomian keluarganya karena antara suami istri sama-sama memiliki penghasilan atau upah, karena para

48 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Ketujuh Dengan Ibu Suki Selaku Buruh , Hari Senin 4

Desember 2016 pada jam 11:00

49 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Ketujuh Dengan Ibu Armani Selaku Buruh, Hari Senin 4 Desember 2016 pada jam 11:00

keluarga tersebut memiliki harta yang tidak banyak seperti memiliki sawah hanya satu petak yang hasil panennya masih menunggu berbulan-bulan sedangkan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari.

Kesejahteraan keluarga sangat bervariasi karena ukuran sejahtera tegantung pada dirinya sendiri, pada kesejahteraan tahap I rata-rata dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Keluarga sejahtera tahap I ini mencapai 70% .

b. Keluarga sejahtera tahap II

Ada beberapa orang yang tergolong keluarga sejahtera tahap II diantaranya:

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama kurang lebih 21 tahun, saya bekerja membantu perekonomian keluarganya. selain kebutuhan pokok kebutuhan pendidikan harus dipenuhi, kebutuhan kesehatan, kebutuhan akan ibadah dan lainnya. Selain bekerja menjadi buruh, saya menjual baju kepada sesama pekerja dengan sistem kredit yang di bayarnya setiap menerima upah yaitu setiap seminggu sekali. Jadi dengan adanya pekerja di Gudang ibu Sama dapat memiliki 2 penghasilan sekaligus yaitu upah dari bekerja dan upah dari hasil menjual baju. Jadi kebutuhannya sangat terpenuhi karena jika tidak ada pekerja, saya tidak bisa menjual baju karena di Gudang tempat yang strategis dalam menjual.”50

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama kurang lebih 27 tahun, karena bekerja sudah sangat lama maka jabatan saya beda dengan yang lainnya yaitu sebagai ketua dalam regunya jadi upahnya selisih Rp. 10.000 jadi lebih banyak dari para buruh yang lainnya. Ibu tersebut dapat membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan sudah tidak memilki tanggungan dalam memenuhi kebutuhan anak-anaknya.”51

50 Data diperoleh dari hasil wawancara ketujuh di Rumah Wiwik Andiani, Hari Senin 4

Desember 2016 pada jam 11:00

51 Data diperoleh dari hasil wawancara keenam di Rumah Toyani, Hari Jum’at 2 Desember 2016 pada jam 19:00.

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 25 tahun membantu suaminya mencari nafkah, saya harus memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin banyak dan biaya yang semakin meningkat. Selain bekerja menjadi buruh ibu tersebut menjual alat-alat dapur dengan sistem pembayaran kredit, jadi saya memilki 2 penghasilan sekaligus. Biaya pendidikan anaknya semakin meningkat karena ada yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah) dan ada yang masih duduk di bangku SMA.

Jadi, ibu tersebut meskipun sudah terbilang cukup akan kebutuhan pokoknya aka tetapi kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat, kebutuhan akan kesehatan, kebutuhan akan Ibadah dan kebutuhan lainnya yang mendesak.”52

“Saya dalah seorang buruh yang bekerja selama 17 tahun dalam membantu suaminya, kebutuhannya terpenuhi karena selain bekerja saya menjual gorengan yang setiap harinya dari hasil gorengan mencapai Rp.20.000 jadi sama dengan ibu-ibu yang lain yang bekerja dan memilki usaha sampingan. Suaminya juga bekerja di tempat tersebut menjadi penjaga pintu gerbang (SATPAM) yang gajinya melebihi istrinya. Kebutuahn poko, pendidikan anaknya, kesehatan terpenuhi bahkan sampai ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah).”53

“Saya adalah seorang buruh yang bekerja selama 23 tahun membantu suaminya memcari nafkah. Kebutuhannya sudah terpenuhi dari kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, kebutuhan ibadah dan kebutuhan lainnya karena ibu tersebut memilki banyak sawah dan masih ikut bekerja di Gudang. Tidak memilki tanggungan anak karena anak-anaknya sudah berkeluarga. Jadi, kebutuhannya sangat tercukupi.”54

“Saya adalah seorang buruh yang sudah 15 tahun bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi saya bekerja bukan hanya memenuhi kebutuhan hidupnya karena kebutuhannya sudah terbilang terpenuhi pendidikan anak-anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi karena suamiya seorang mandor di tempat dia bekerja, saya bekerja ingin memenuhi keinginannya seperti membeli aksesoris, alat-alat dapur yang lebih canggih, dan keinginan-keinginan lainnya. Ibu Halima bekerja hanya menjadi

52 Data diperoleh dari hasil wawancara kelima dengan Nima, Hari Senin 28 November 2016 pada

jam 11:15.

53 Data diperoleh dari hasil wawancara keenam di Rumah Yusi Hermawati, Hari Jum’at 2 Desember 2016 pada jam 19:00.

54 Data di peroleh dari wawancara ke tiga dengan Sundari , Hari Jum’at tanggal 25 November 2016 pada jam 10:15.

Dalam dokumen partisipasi perempuan pekerja tembakau (Halaman 95-126)

Dokumen terkait