BAB II KAJIAN PUSTAKA
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.4 Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi merupakan dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta yang mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi secara non-partisipatif, artinya pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan. Peneliti hanya beperan mengamati kegiatan, tidak ikut dalam kegiatan.
Data yang diperoleh dengan cara observasi meliputi:
a. Letak lokasi penelitian.
b. Situasi dan kondisi geografis obyek penelitian.
3 Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif, (Yogyakarta: GRAHA ILMU, 2006), 16.
4 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif, Dan R&D), 224.
c. Proses dalam bekerja yang dilakukan pekerja atau buruh di Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
d. Jumlah pekerja
e. Jam kerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kalisat f. Batas usia pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa
Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
g. Pendidikan pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
h. Status pernikahan pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
i. Jenis kelamin pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
j. Pembagian kerja karyawan dan pekerja
k. Kondisi perekonomian para pekerja sebelum dan sesudah berdirinya PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
l. Partisipasi perempuan pekerja untuk meningkatkan perekonomian m. Faktor pendukung perempuan bekerja di Gudang Tembakau PTPN X
Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember n. Faktor penghambat perempuan bekerja di Gudang Tembakau PTPN X
Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember o. Sejarah berdirinya Desa Ajung Kalisat Kabupaten Jember
p. Pendidikan penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
q. Pendapatan perkapita penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
r. Kondisi perekonomian penduduk Desa Ajung Kalisat sebelum dan sesudah berdirinya Gudang Pengola Tembakau S.K Ajung Kalisat.
2. Wawancara
Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi atau keterangan- keterangan.5Percakapan itu dilakukan oleh kedua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yaitu yang memberi jawaban atau pertanyaan itu yang diajukan.6
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur, yaitu peneliti sudah menyiapkan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada manajer Gudang atau Perusahaan dan pertanyaan yang diajukan kepada para pekerja. Akan tetapi, peneliti masih memperdalam pertanyaan yang sudah tersedia agar lebih jelas semua data yang dikumpulkan yang berkaitan dengan penelitian tersebut.
Adapun data yang diperoleh dari hasil wawancara antara lain:
5 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D, (Bandung: Alfabeta,2011), 218.
6Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 186.
a. Proses dalam bekerja yang dilakukan pekerja atau buruh di Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
b. Data pekerja atau buruh Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
c. Daftar gaji pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
d. Jam kerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
e. Batas usia pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
f. Pendidikan pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
g. Status pernikahan pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
h. Jenis kelamin pekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
i. Pembagian kerja karyawan dan pekerja
j. Kondisi perekonomian para pekerja sebelum dan sesudah berdirinya Gudang Tembakau PTPN X Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
k. Partisipasi perempuan pekerja untuk meningkatkan perekonomian
l. Faktor pendukung perempuan bekerja Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember m. Faktor penghambat perempuan bekerja di Gudang Tembakau PTPN X
Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember n. Pendidikan penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten
Jember
o. Pendapatan perkapita penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
3. Dokumenter
Dokumenter merupakan sebagai data baik fakta yang terkumpul berbentuk surat-surat, catatan harian, cinderamata, laporan, artefak, foto dan sebagainya maupun data dalam bentuk yang lainya, perlu disimpan dalam bentuk dokumentasi. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi waktu yang lalu.7
Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan penelitian.8
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwasanya metode dokumenter adalah metode yang digunakan oleh peneliti untuk mencari data-data yang sudah didokumentasikan yang berupa buku-buku, foto-
7 Triswonto, Trik Menulis Skripsi & Menghadapi Presentasi Bebas Stres (Yogyakarta: Tugu
Publisher, 2010), 74.
8 Ridwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru Karyawan Dan Peneliti Pemula, (Bandung:
Alfabeta, 2010), 74.
foto, laporan-laporan, arsip, majalah, dan sebagainya. Adapun data yang diperoleh dari metode penelitian ini adalah:
a. Profil Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan KalisatKabupaten Jember.
b. Visi dan misi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
c. Letak Geografis Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
d. Struktur organisasi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
e. Data pekerja atau buruh Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
f. Daftar Gaji para pekerja g. Kontrak Kerja para pekerja
h. Sejarah berdirinya Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember i. Letak geografis Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember j. Jumlah penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember k. Usia penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember l. Jenis kelamin penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupateb
Jember
m. Agama penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember n. Pendidikan penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten
Jember
o. Profesi penduduk Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
E. Analisis Data
Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.9
Milles dan Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam menganalisis data kualitatif dilakukan dengan cara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verification/ penarikan kesimpulan.
1. Reduksi Data
Yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transparasi data yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan atau suatu bentuk yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengkoordinasikan dengan cara yang sedemikian rupa, sehingga kesimpulan akhirnya dapat ditarik kesimpulan/diverifikasi.
9 Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, 248.
2. Penyajian Data
Setelah dapat direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat (teks yang bersifat naratif).
3. Verification/Penarikan
Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif dimungkinkan dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, kesimpulan ini merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskriptif atau gambaran objek yang sebelumnya masih remang-remang sehingga setelah diteliti menjadi jelas10
F. Keabsahan Data
Pada penelitian ini, peneliti dalam hasil pengujian keabsahan data yang diperoleh menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan dan pembandingan terhadap data itu.
Ada tiga teknik triangulasi, pertama, triangulasi sumber, kedua, triangulasi teknik, ketiga, triangulasi waktu.
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber adalah untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber.
10 Tim Revisi Buku Pedoman Karya Ilmiah STAIN Jember, Penulisan Karya Ilmiah, (Jember:
STAIN Press, 2414), 48.
2. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.11
Adapun dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Triangulasi sumber berarti untuk mendapatkan data yang bersumber dari informan yang berbeda dengan teknik yang sama. Sedangkan triangulasi Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Peneliti menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi untuk sumber data yang sama.
G. Tahap-tahap Penelitian
Menurut Bogdan dalam bukunya Basrowi dan Suwandi, tahap-tahap penelitian terbagi menjadi tiga tahap yaitu:
1. Pra Lapangan
a. Menyusun rancangan penelitian b. Mengurus perizinan
c. Menjajaki dan menilai keadaan lapangan
11 Moleong, Metodologi PenelitianKualitatif ,330.
d. Menyiapkan perlengkapan penelitian, instrumen pengumpulan data.
2. Tahap Pekerja Lapangan
Setelah persiapan atau tahap pra-lapangan telah dianggap matang, maka tahap selanjutnya adalah peneliti.
a. Memahami latar belakang penelitian dan persiapan diri b. Memasuki lapangan
c. Berperan serta dan mengumpulkan data dengan menggunakan metode yang telah dipersiapkan.
3. Tahap analisis data
Setelah semua data terkumpul, menganalisis keseluruhan data dan kemudian mendeskripsikan dalam bentuk sebuah laporan serta dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Laporan yang sudah selesai, siap dipertanggungjawabkan di depan penguji yang kemudian digandakan untuk diserahkan kepada semua pihak terkait.
A. Gambaran Objek Penelitian
1. Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
a. Sejarah Singkat Berdirinya Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Kebun Kertosari sebelumnya merupakan salah satu Kebun Ex.
PTP XXVII yang terus dikelola oleh seorang Belanda sehingga menjadi perusahaan tembakau yang memiliki kualitas yang baik dan menghasilkan produk unggulan yang banyak di minati oleh masyarakat khususnya masyarakat luar.
PTP XXVII adalah salah satu perusahaan perkebunan di Jember dimana pada era Pra Nasionalisasi merupakan Onderneming milik Belanda antara lain : 1) Landbouw Maatschappij Oud Djember (LMOD), 2) Landbouw Maatschappij Soekowono (LMS). 1
Pada tahun 1957 perkebunan ini ditetapkan menjadi perusahaan perkebunan Negara (PPN) baru yang kemudian pada tahun 1957 setelah Nasionalisasi ditetapkan menjadi Perusahaan Perkebunan Negara (PPN ) Baru. Kemudian pada tahun 1959 nama perkebunan ini di ubah menjadi “PRAE UNIT TEMBAKAU” yaitu sebagai pusat
1 Sumber Data: Dokumentasi S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten
Jember.
pengolah tembakau yang di jadikan sebagai rokok Cerutu yang banyak diminati oleh konsumen luar Negeri. Pada tahun 1961 diubah menjadi Perusahaan Perusahaan Perkebunan (PPN) Kesatuan IX.
Pada tahun 1964 perusahaan ini dipecah menjadi 2 bagian yaitu: Perusahan Perkebunan Tembakau Negara (PPTN) Besuki V di Jember & Perusahan Perkebunan Tembakau Negara (PPTN) Besuki VI di Bondowoso. Pada Tahun 1968 disatukan kembali menjadi Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) XXVII, tahun 1972 diubah menjadi Perusahaan Terbatas Perkebunan (Persero) XXVII. Tahun 1996 bergabung menjadi PTPN X (Persero), tahun 2004 Kebun Kertosari menjadi salah satu unit usaha dari Strategi Bisnis Unit (SBU) Tembakau PTPN X (Persero).2
b. Visi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember adalah sebagai berikut:3 “Menjadi Perusahaan Agribisnis Penghasil Tembakau Yang Terkemuka Di Dunia Yang Tumbuh Berkembang Bersama Mitra”
c. Misi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember adalah sebagai berikut:4 1) Berkomitmen menghasilkan produk berbasis bahan baku tembakau
yang berdaya saing tinggi untuk pasar internasional.
2 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
3 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
4 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
2) Meningkatkan komitmen dan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan.
3) Mendedikasikan diri untuk selalu meningkatkan nilai-nilai perusahaan bagi kepuasan stakeholder melalui kepemimpinan, inovasi dan kerjasama tim, serta organisasi yang efektif.5
d. Letak Geografis Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember ini terletak di Dusun Ajung Oloh Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
Adapun batas lokasi Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari Di Desa Ajung Kalisat adalah:6
1) Sebelah Barat: Jalan Raya 2) Sebelah Timur: Rel Kereta Api.
3) Sebelah Selatan: Masjid Bitur Rahman 4) Sebelah Utara: Perumahan Warga
5Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
6 Sumber Data: Observasi Hari Senin 21 November 2016.
DODY KRISTANTO
MAIMUNAH ASISTEN MUDA
SUGENG TT / BIR
Jurtul Fermentasi Jurtul Sortasi Jurtul MUSAROFAH
SARPOS / ANALISA
A. FAUZAN FERMENTASI
SANDY TAHAP I / IA
SULIS TAHAP-II / IIA
MUSARROFAH SORTASI
III / IV
SUMARYATI NAZ- PENGEBALAN
NANING JURTUL ADMIN
KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL KONTROL
PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA PEKERJA
Gambar 4.1
Adapun tugas-tugas Manajer, staf, pekerja diantaranya:7 1) Asisten Manajer
Memberitahu cara memilih tembakau dengan baik dan benar dan memantau orang yang bekerja.
2) Asisten Muda
Wakil asisten manajer, apabila asisten manager tidak masuk maka tugas di gantikan kepada asisten muda.
3) TT/BIR
Menjaga para pekerja yang berada di tahap BIR dan apabila dan memberitahu cara TT/BIR.
4) Sarpos/Analisa
Memberitahu cara menganalisa atau memilih tembakau yang masih bagus atau yang robek dalam satu ikat.
5) Fermentasi
Menjaga dan memberitahu cara memanaskan tembakau yang sudah kering yaitu dalam satu ikat tembakau dipanaskan sesuai dengan yang dibutuhkan.
6) Tahap I/ A
Menjaga dan memberitahu cara memilih tembakau sesuai dengan warna yaitu kuning, merah, biru, terang.
7Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
7) Tahap II/ IIA
Menjaga dan memberitahu cara memilih terang yaitu dengan simbol L1-L3, L1 terang campur gelap, L2 Terang campur gelap akan tetapi lebih banyak gelap, L3 lebih banyak terang dari pada gelap.
8) Sortasi/ III/IV
Menjaga dan memberitahu cara memilih kuning pucat, kuning kemerahan, kekuningan, merah muda, merah tua, merah campur ungu, hijau, biru, biru campur ungu.
9) Pengebalan
Menjaga dan memberitahu cara pengebalan tembakau ke dalam kardus yang baik dan benar.
10) Administrasi
Mencatat pekerja yang masuk setiap harinya dan mencatat gagi para pekerja setiap minggu.
11) Kontrol
Melihat hasil para pekerja, sudah sesuai dengan yang diinginkan atau tidak.
12) Pekerja
Mengerjakan atau memilih tembakau sesuai tempat yang sudah ditentukan fermentasi, tahap I, tahap II, tahap III, sortasi sampai Pengebalan.
e. Jam Kerja
Jam kerja terbagi 2 shift dengan waktu normal Hari Senin s/d Sabtu Shit pertama mulai dari jam 07.00 s/d 15.00 Shift kedua mulai jam 13.00 s/d 20.00 Gudang Tembakau PTPN X menetapkan pada hari minggu libur. Untuk peraturan – peraturan tertulis lainnya sesuai peraturan pemerintah dan Undang – Undang Ketenagakerjaan yang berlaku. Setiap karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan tata tertib perusahaan serta merugikan perusahaan akan diberikan surat peringatan sampai 3 kali, dan apabila tetap tidak ada tanggapan atau perubahan dari pihak karyawan itu sendiri maka akan dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja dengan Gudang Tembakau PTPN X.8
f. Jumlah Buruh atau Pekerja di Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari di Desa Ajung Kalisat9
Jumlah pekerja di Gudang Tembakau total keseluruhan laki- laki dan perempuan mencapai 1522, 1550 orang pekerja perempuan dan 28 pekerja laki-laki. Para perempuan yang bekerja di Gudang Pengola Tembakau tidak semua memilki keluarga ada sebagiain orang yang masih belum berkeluarga tetapi sudah ikut bekerja di Gudang tersebut.
8 Data Di peroleh Dari Wawancara Ke Dua Dengan Bapak Dodik Selaku Asisten Manajer, Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09:00.
9 Data Diperoleh Dari Wawancara Ke Dua Dengan Bapak Dodik, Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09:00.
1) Batas usia para pekerja
Semua perusahaan memilki kebijakan tersendiri dalam menjalankan usahanya seperti pada Gudang Tembakau memilki batasan usia untuk merekrut pekerja yaitu dari usia 15 tahun sampai usia 50 tahun yang bisa bekerja di Gudang. Dari total keseluruhan perempuan bekerja yaitu 1522 orang di kelompokkan dari usia paling muda hingga usia paling tua dikelompokkan sebagai berikut:10
15 - 20 tahun = 35 orang 21 - 25 tahun = 95 orang 26 - 30 tahun = 150 orang 31 - 35 tahun = 167 orang 36 - 40 tahun = 325 orang 41 - 45 tahun = 450 orang 46 - 50 tahun = 300 orang 2) Pendidikan pekerja
Pendidikan para pekerja tidak diprioritaskan dalam gudang karena di gudang membebaskan para pekerjanya dalam menggunakan tenaganya tanpa harus menempuh pendidikan yang tinggi karena di gudang siapa saja boleh bekerja asalkan mampu dan mau bekerja. Namun, perempuan yang bekerja di gudang ada yang berpendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah
10 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
Menengah Atas bahkan ada yang tidak lulus Sekolah Dasar dikelompokkan sebagai berikut:11
a) Tidak Lulus Sekolah Dasar 635 orang b) Lulus Sekolah Dasar (SD) 450 orang
c) Lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) 335 orang d) Lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) 102 orang 3) Status Pernikahan
Para pekerja di gudang tidak semua menyandang status pernikahan akan tetapi ada sebagian yang belum menikah. Pekerja yang sudah memiliki status menikah membantu suaminya dalam mencari nafkah, akan tetapi bagi perempuan yang masih belum menikah beralasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri bahkan bisa membantu orang tuanya. Alasan perempuan bekerja namun masih belum menikah karena orang tuanya kurang mampu untuk membiayai jika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dari pada menganggur di rumah tanpa melakukan sesuatu lebih baik melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Sekitar 20 orang yang belum menyandang status menikah dan itu masih berumur di bawah rata-rata biasanya masih duduk di
11 Sumber Data: Dokumentasi Gudang Pengola Tembakau S.K PTPN X Kebun Kertosari Ajung
Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.
bangku Sekolah akan tetapi berhenti dan lebih memilih untuk bekerja di Gudang sebagai buruh.12
4) Jenis Kelamin
Gudang Tembakau PTPN X Kebun Kertosari lebih banyak merekrut perempuan di bandingkan dengan laki-laki karena cara kerja perempuan lebih telaten dan lebih halus di bandingkan dengan pekerja laki-laki. Namun ada sebagian pekerja laki-laki yang di rekrut di Gudang karena ada pekerjaan yang harus di kerjakan oleh tenaga kerja laki-laki seperti turun truk dan mengangkut hasil yang sudah di packing. Maka dari itu, tenaga kerja laki-laki dibutuhkan meskipun hanya sebagian orang saja sekitar 28 pekerja laki-laki, jauh berbeda dengan pekerja perempuan yang mencapai 1522 orang.13
g. Daftar Gaji
Semua perusahaan pasti menginginkan pekerjanya sejahtera dengan adanya lapangan pekerjaan yang disediakan, maka pihak perusahaan mengupayakan agar para pekerjanya nyaman dan sejahtera.
Gaji yang di keluarkan oleh pihak perusahaan ialah setiap satu minggu sekali tepat pada hari kamis melalui ATM Mandiri sebesar Rp. 70.500 total keselurahan setiap minggu upah yang diberikan sebesar Rp 490.000 dan setiap minggu upah dipotong oleh pihak perusahaan
12 Data Di peroleh Dari Wawancara Ke Tiga Dengan Elmi Selaku Buruh, Hari Jum’at tanggal 25
November 2016 pada jam 09:00
13 Data Di peroleh Dari Wawancara Ke Dua Dengan Bapak Dodik Selaku Asisten Manajer, Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09:00.
sebesar Rp.50.000 untuk dijadikan sebagai tabungan untuk hari raya, potongan setiap bulan Rp. 35.000 untuk membayar tabungan hari tua atau ketika sudah berhenti bekerja (jamsostek). Jadi, pihak perusahaan setiap bulannya memberikan upah kepada buruh sebesar Rp. 1.865.000 pihak perusahaan menyiasati agar para buruh memiliki tabungan dengan memotong upah mereka.14
2. Desa Ajung
a. Sejarah Berdirinya Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Di awal tahun 1883, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Besluit Residen Besuki tertanggal 18 Januari 1883 No 9/42 Sumber dari ANRI 1884 untuk pembentukan Desa baru. Besluit itu juga menandai lepasnya jember dari Bondowoso dan menjadi Afdeling tersendiri, Afdeling Jember.15
Pemecahan Desa seperti di atas, berdasarkan Besluit residen Besuki juga terjadi di Kalisat. Pemecahan Desa-Desa di Kalisat terjadi lagi di era 1890 an setelah George Birnie dan rekan-rekannya sesama pengusaha, mereka berhasil menyulap Jember menjadi wilayah metropolitan di bidang perkebunan. Kerlap-kerlip kemakmuran ekonomi di Jember saat itu mengundang datangnya para migran.
14 Data Diperoleh Dari Hasil Wawancara Kedua Dengan Bapak Dodik Selaku Asisten Manajer,
Hari Senin Tanggal 21 November 2016 Pada Jam 09.00.
15 Sumber Data: Dokumentasi Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.