• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Dalam dokumen problematika perwalian nikah pasangan antar (Halaman 40-49)

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Desa Suradadi Kecamatan Terara Lombok Timur

Desa Suradadi yang tergolong tua ini sudah tersebut di dalam sejarah sebagai desa sejak kepemerintahan raja Bali Anak Agung Gede Ngurah Cakranegara. Telah disejajarkan dalam babat, bersamaan dengan desa Kopang, Batukliang, Praya, dan desa tua lainnya yang kini menjadi kota, kecamatan, bahkan kabupaten.

Nama suradadi dari berbagai sumber antara lain:

a. Suradadi berasal dari kata proe dedi. Konon pada zaman rarudan banyak orang proe (yang sekarang wilayah Sakra) yang datang dan menetap di desa ini. Zaman dahulu ada dua orang puta mahkota kembar yang diutus untuk memerintah di desa ini yang bernama Nek Sura dan Nek Dadi, karena diperintah oleh nek Sura dan Nek Dadi maka desa ini diberi nama Suradadi.46

b. Sura (surau) atau tempat ibadah, Dadi (Jadi). Ini bisa dibuktikan dengan berdirinya sebuah masjid tua pertama di desa ini 250 tahun yang lalu.Karena surau adalah berarti masjid. Terdapat pula pemakaman yang bernama pemakaman Keramat yang dipercaya sebagai pemakaman nenek moyang mereka yang tidak pernah di ganggu gugat dipagar hanya menggunakan bambu dan masih dikunjungi oleh orang di luar Suradadi misalnya orang yang dari Kota Raja, Sakra, dan masyarakat desa lain yang mempunyai hubungan dengan keturunan masyarakat Suradadi. Suradadi juga diartikan (Suara yang menggema yang menjadi tanda). Ini dibuktikan dengan terdapatnya sebuah pentungan besar (kul-kul) yang pada zamannya digunakan untuk memanggil (memberi tanda) kepada rakyat tentang suatu pengumuman.47

c. Desa Suradadi merupakan salah satu desa tua yang ada di Lombok Timur, nama Suradadi sudah ada sejak berdirinya Kerajaan Pertama di Lombok yakni "Kedatuan Desa Laek" yang disinyalir

46 http://www.suradadi.net/index.php/artikel/2021/9/16/sejarah-desa

47 Ibid,…

PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

berlokasi di Sembalun. Pada masa itu nama Suradadi sudah disebut dengan nama "Swaradadi", Kedatuan Desa Laek berdiri sekitar abad VIII-XI (diketahui dari Kentongan Perunggu di Pujungan Tabanan). Bentuk dan susunan pemerintah Kedatuan ini tidak diketahui dengan pasti, justru Kentongan tersebut merupakan peringantan Kemenangan Negara Sasak atas Bali yang kira-kira dibuat setelah Jaman Anak Wungsu (1077). Kedatuan Desa Laek pecah menjadi beberapa Kedatuan lainnya seperti Kedatuan Bayan, Perigi, Sugian, Selaparan Hindu. Pada masa kedatuan Selaparang, Sambalia, Sugian, dan Swaradadi yang lambat laun menjadi wilayah Kerajaan Langko, Parwa, Sakra dan beberapa kedatuan lainnya.48

d. Suradadi berarti Sura yang diartikan tiga dan dadi berarti pemimpin, karena zaman dahulu ada tiga orang abdi kerajaan majapahit yaitu: Raden Masjeti, Raden Masjeni, dan Raden Saparse, yang tinggal di desa Suradadi, sebelum munculnya nama Suradadi itu sendiri. Suradadi resmi disebut Desa Suradadi pada tahun 1882 saat Suradadi di perintah oleh seorang kepala Desa pertama yaitu Jero Gede. Memerintah selama 10 tahun dan diganti oleh Jero Emet (adiknya Jero Gede), yang juga memerintah selama 8 tahun. Kepala desa ketiga yang memerintah desa ini Jero Ule (Adik dari Jero Emet yang mulai memimpin sejak tahun 1902.

Kemudian di angkatlah H. Seneng yang bisa dibilang diluar dari keluarga Jero.49

Karena sebagai pemerintah pada zaman kolonial Belanda penuh dengan peraturan pemerintah baru, dan pada saat itu wilayah desa ini sangat luas. Di wilayah selatan mencapai kawasan Sukarara, sebelah utara mencapai Terara, dan di sebelah timur mencapai Kaproe (saat ini wilayah desa Sakra), dan sebelah barat yaitu desa Rarang. Bapak Siwan adalah kepala desa Suradadi yang ke-5 beliau digantikan oleh adiknya Bapak Isne. Karena situasi pada saat itu yang kacau pemerintahan Bapak Isne hanya sebentar.

Maka desa Suradadi dipimpin oleh kepala desa dari luar desa yaitu

48 https://brainly.co.id/tugas/1276952

49 Ibid,…

PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

kota raja. Setelah masa jabatan kepala desa dari kotaraja berakhir diadakan pemilihan lagi dan naiklah H. Jabbar (pemegak tampuk kekuasaan ke-7).Pada saat ini wilayah desa Suradadi dipecah menjadi 2 yang di batasi oleh sungai yang melintas di wilayah Keremit ke hilir.Pemecahan ini terjadi pada tahun 1917.Sekarang telah menjadi 2 desa yaitu desa Suradadi Timur dan Desa Suradadi Barat. Setelah dilakukan peninjauan ternyata Desa Suradadi Timur lebih luas dari desa induk, maka pada tahun 1927 desa Suradadi Timur di pecah lagi menjadi desa baru dan menjadi desa Montong Baan. Ini berarti wilayah Suradadi Sudah dipecah (di mekarkan) menjadi 3 desa.Ketika masa pendudukan Hindia Belanda mau berakhir terpilihlah mamiq Mustawan memimpin desa Suradadi sebagai kepala desa ke-8.Pada masa beliau pemerintah Hindia Belanda memerlukan seorang distrik (sekarang camat) untuk menduduki kedistrikan sikur.Beliau diangkat oleh pemerintah kolonial menjadi distrik di Sikur namun karena jatuh sakit, tidak dapat memerintah karena meninggal dunia.

Akhirnya Jepang datang pada tahun 1942.Pada waktu itu pemerintahan Desa Suradadi sudah memilih kepala desa yang ke-9 yaitu T.G.H. Muhammad. Setelah beliau terpilih Mamiq Bakti (Tahun 1961).Pada tahun 1965 AQ. Ranita terpilih memimpin sebagai kepala Desa ke-11 menggantikan Mamiq Bakti. Pada masa pemerintahan Amaq Ratnita desa Suradadi di mekarkan menjadi 3 desa yaitu Suradadi, Terara, dan Santong. Pada tahun itu juga desa baru enjadi 2 dengan Desa Sukarara, dan Montong Baan menjadi 2 dengan Semaya (Lintek).50

Selanjutnya pada tahun 2009-2010 desa Suradadi di mekarkan lagi menjadi 3 desa yaitu: Desa Leming dan Desa Selagik, begitulah sedikit sejarah kepemerintahan Desa Suradadi.

Berikut Urutan pecahan Desa suradadi:

1. Desa Montong Baan 2. Desa suangi

3. Desa semaya 4. Desa sukarara

50 Ibid,…

PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

5. Desa terara 6. Desa santong 7. Desa leming 8. Desa selagk

9. Desa Embung Raja

10. Desa Montong Baan Selatan 11. DesaPandan Duri

12. Desa Suangi Timur 13. Pecahan desa Semaya 14. Pecahan Desa Suangi 15. Pecahan desa Sukarara.

Sejarah kepemimpinan desa Suradadi dari awal sampai akhir:

Tabel 2.1

No Nama Tahun Jabatan

1 Jero Gede 1882-1892 2 Jero Emet 1892-1902

3 Jero Ule 1902-1912

4 Haji Seneng 1912-1922 5 Bapak Siwan 1922-1930 6 Bapak Isne 1930 7 Haji Jabar 1930-1938 8 Mamiq Mustawan 1938-1944

2. Kondisi Umum Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur

a. Aspek Geografi

Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur secara geografis terletak di 8.6390 LS dan terletak di 116.3546 BT. Secara tofografi Desa Suradadi termasuk dalam kategori daratan tinggi dengan ketinggian 350 meter dari permukaan laut (MDPL) dengan curah hujan rata-rata 500 mm/tahun dan suhu udara rata-rata sebesar 25-32 C. Merupakan bagian dari 16 desa yang berada di kecamatan Terara dan terletak di sekitar 1.1 (1.1 kilo meter) kilo meter ke arah barat dari kota kecamatan dan 18.00 kilo meter ke arah timur menuju Ibu Kota Kabupaten Lombok PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR

STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

Timur di Selong, dan 38 kilo ke arah barat menuju Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara barat di Mataram.51

Secara geografis Desa Suradadi terletak pada posisi yang sangat strategis, dimana letaknya berada ditengah-tengah dengan jalan Desa Suradadi Kecamatan Terara Lombok Timur. Sedangkan batas wilayah Desa Suradadi sebagai berikut:

b. Batas Wilayah

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Terara

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa santong/Desa Leming 3. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Terara/Pandan Duri 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Selagik/Desa Rarang .52 c. Kondisi Demografi

1) Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Tabel 2.2 a) Luas wilayah: 331,33 Ha terdiri dari

Luas tanah sawah 247,00Ha Luas tanah kering 44,43Ha Luas tanah basah 0,00Ha

Luas perkebunan 15,00Ha

Luas pasilitas umum 24,91Ha Luas tanah hutan 0,00Ha

Total 331,33

b) Iklim

Curah hujan 115,00

Jumlah bulan hujan 4,00

Kelembapan 23,00

Suhu rata-rata harian 30,00 Tinggi tempat dari permukaan

laut

350,00 MDPL

c) Tofografi

51 Profil Desa Suradadi Dikutip Tanggal 15 April 2021.

52 Profil Desa Suradadi, dikutip tanggal 20 april 2021.

PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

Dataran rendah 240,70 Ha

Berbukit-bukit 0,00 Ha

Dataran tinggi/pegunungan 0,00 Ha Tepi pantai/pesisir 0,00 Ha

Kawasan rawa 0,00 Ha

Kawasan gambut 0,00 Ha

Bantaran sungai 0,00 Ha

Lain-lain 0,00 Ha

d) Orbitasi

Jarak ke ibu kota kecamatan 1,1 km Lama jarak tempuh ibu kota kecamatan

dengan kendaraan bermotor

03 menit Lama jarak tempuh ke ibu kota dengan

berjalan kaki

15 menit Jarak ke ibu kota kabupaten 20,00 km Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten

dengan kendaraan bermotor

38 menit Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten

dengan berjalan kaki

3 jam 39 menit

Jarak ke ibu kota provinsi 38,00 km Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi

dengan kendaraan bermotor

53 menit Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi

dengan berjalan kaki

8 jam 40 menit

2) Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) a) Jumlah penduduk

Jumlah penduduk desa Suradadi 6.566 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 1.919

- Laki-laki :3.265 jiwa - Perempuan : 3.301 jiwa - Jumlah KK : 1.919 KK

- Kepadatan penduduk : 1.981,69 per KM b) Usia penduduk

PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

No Usia Laki- laki

perempuan Jumlah

1 0-12 bulan 11 19 30

2 1-5 tahun 194 196 390

3 5-10 tahun 194 191 385

4 11-30 tahun 858 885 1.743

5 31-50 tahun 1.023 973 1.996 6 50 tahun ke atas 931 1.377 2.308 c) Jenis pekerjaan

Tabel 2.3: penduduk dengan usia kerja adalah penduduk usia 18 tahun ke atas. Jenis pekerjaan mayoritas yang digeluti oleh penduduk desa Suradadi adalah di bidang pertanian yakni sebagai petani dan buruh tani.53

No Jenis pekerjaan Laki-laki perempuan

1 Petani 699 489

2 Buruh tani 485 554

3 PNS 69 88

4 Pedagang 70 44

5 Guru Swasta 26 19

6 Pedagang keliling 51 46

7 Tukang kayu 6 0

8 Pembantu rumah tangga

0 41

9 Wiraswasta 270 170

10 Tidak bekerja tetap 280 275

11 Belum kerja 369 255

12 Pelajar 401 662

13 Ibu rumah tangga 0 987

Total 6.356

53 Lalu Sukri (Sekertaris Desa Suradadi) , Wawancara, Suradadi 14 mei 2021

PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

Tingkat Pendidikan Penduduk

Tabel 2.4: tarap tingkat pendidikan penduduk Desa Suradadi

No Tingkat pendidikan Laki-laki perempuan

1 Tidak sekolah 1.800 1.700

2 SD/Sederajat 1.249 1.330

3 SMP/ Sederajat 180 185

4 SMA/sederajat 195 223

5 Perguruan Tinggi 22 25

Total 3.536 3.472

d) Agama dan kepercayaan.

Rata-rata masyarakat Suradadi memeluk Agama Islam dengan total 3.250 jiwa dengan jenis kelamin laki-laki, sedangkan 3.301 jiwa perempuan dengan total keseluruhan 6.551 jiwa sebagai pemeluk Agama Islam di Desa Suradadi.

e) Etnis.

Etnis yang ada di Desa Suradadi yaitu ada 2 etnis yaitu Sasak dan Jawa, yang menjadi mayoritas yaitu etnis Sasak berjumlah 6.511 jiwa. Sedangkan Etnis Jawa hanya berjumlah 40 jiwa.

f) Data Perkawinan 2020 di KUA Kecamatan Terara Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.54

No Nama Pasangan Suami-Istri

Alamat Desa Status Wali 1 Mulyadi dan Eka

Novita Y

Otak Desa

Suradadi Hakim 2 Agus Nurwetra dan Suradadi Suradadi Hakim

54 Arsip KUA Kecamatan Terara, Lombok Timur, Diakses pada 18 Oktober 2021

PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

Bq. Nurisa Cintia 3 Kawan Efendi dan

Bq. Delfia Aulia

Suradadi Suradadi Nasab 4 Zaenal dan Bq.

Humaini

Otak Desa

Suradadi Hakim 5 Suriadi dan Bq.

Sumiati

Suradadi Suradadi Hakim 6 L. Dwi Oktana dan

Silfia Rasmi

Suradadi Suradadi Nasab 7 Kawan Efendi dan

Bq. Delfia Aulia

Suradadi Suradadi Nasab 8 Suhirman dan Bq.

Ayuriah

Direq Suradadi Hakim 9 Ahmad Fahmi K.

dan Bq. Fajar Muliani

Suradadi Suradadi Nasab

10 Hendrawan dan Bq Ningsih Indriani

Otak Desa

Suradadi Nasab 11 Banjar Kupa dan

Isti Muliani

Otak Desa

Suradadi Hakim 12 Irwan Efendi dan

Bq. Delfia Aulia

Suradadi Suradadi Hakim 13 Dwi Oktafiana S.

dan Baiq. Silfia Rasmi

Suradadi Suradadi Hakim

14 Agus Nur Putra dan Baiq. Nurisa Untia

Suradadi Suradadi Hakim 15 Agung Leo S. dan

Baiq. Nita Ayuliani

Suradadi Suradadi Nasab 16 Muh. Padli dan

Baiq. Mirna yanti

Otak Desa

Suradadi Hakim 17 Mahmud Yasin dan

Fitriatul Janah

Otak Desa

Suradadi Nasab 18 Amiranto dan

Nurhasanah

Otak Desa

Suradadi Nasab PROBLEMATIKA PERWALIAN NIKAH PASANGAN ANTAR

STRATA SOSIAL

(Studi Kasus Pernikahan Bangsawan dan Non Bangsawan Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur)

Oleh :

MUHAMMAD ANDI KAMAYA NIM : 160202100

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM (HKI) FAKULTAS SYARIAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM

2021

B. Praktik Perwalian Nikah Pasangan Bangsawan Dengan Non

Dalam dokumen problematika perwalian nikah pasangan antar (Halaman 40-49)

Dokumen terkait