• Tidak ada hasil yang ditemukan

problematika perwalian nikah pasangan antar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "problematika perwalian nikah pasangan antar"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Meski saat ini banyak masyarakat yang meninggalkan aturan adat, namun masih ada masyarakat yang masih mempertahankan adat istiadat yang masih berlaku, salah satunya di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur, ketika seorang wanita bangsawan menikah dengan pria non bangsawan. . hal tersebut dianggap melanggar aturan adat yang telah ditetapkan dan telah berlaku secara turun-temurun.7. Apalagi jika anaknya menikah dengan laki-laki yang bukan bangsawan, maka ia tidak akan dibiarkan menitipkan anaknya pada saat prosesi akad nikah.

Rumusan Masalah

Analisis proses perwalian nikah antar strata sosial di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Praktek perwalian pada perkawinan pasangan bangsawan dengan non bangsawan di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Telaah Pustaka

Studi kasus perkawinan bangsawan dan non bangsawan di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur). Sedangkan fokus penelitian peneliti disini membahas tentang permasalahan perwalian perkawinan antar strata sosial di Desa Suradadi Kecamatan Terara.

Kerangka Teori

  • Wali Nikah

Lokasi penelitian ini berada di Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Praktek perwalian perkawinan antara pasangan bangsawan dan non bangsawan di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Bangsawan di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan yang Terjadi Usai Pernikahan Adat Sasak di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.

Alternatif solusi permasalahan perwalian perkawinan antar strata sosial di Desa Suradadi Kecamatan Terara Strata Sosial di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Analisis Praktik Perwalian Pernikahan Pasangan Bangsawan dan Non Bangsawan di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Bangsawan di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Analisis Permasalahan yang Timbul Pasca Pernikahan Adat Sasak di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.

Alternatif solusi permasalahan perwalian suami istri antar strata sosial di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Wawancara dengan pelaku kawin campur di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur di KUA Kecamatan Terara. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM MATARAM. Studi Kasus Pernikahan Mulia dan Non Mulia di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur).

Meetode Penelitian

Sistematika Pembahasan

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Suradadi resmi bernama Desa Suradadi pada tahun 1882 ketika Suradadi dipimpin oleh kepala desa pertama, Jero Gede. Akhirnya Jepang datang pada tahun 1942. Saat itu pemerintah desa Suradadi telah memilih kepala desa yang ke 9 yaitu T.G.H. Pada masa pemerintahan Amaq Ratnita, desa Suradadi berkembang menjadi 3 desa yaitu Suradadi, Terara dan Santong.

Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur secara geografis terletak pada 8.6390 Lintang Selatan dan terletak pada 116.3546 Bujur Timur. Secara geografis Desa Suradadi terletak pada posisi yang sangat strategis, dimana terletak di tengah Jalan Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Lombok Timur. Sedangkan etnis Jawa hanya berjumlah 40 orang. f) Data Pernikahan Tahun 2020 di KUA Kecamatan Terara Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.54.

Praktek perwalian perkawinan antara pasangan bangsawan dan non bangsawan di desa Suradadi kecamatan Terara kabupaten Lombok.

Tabel 2.3: penduduk dengan usia kerja adalah penduduk  usia  18  tahun  ke  atas.  Jenis  pekerjaan  mayoritas  yang  digeluti  oleh  penduduk  desa  Suradadi  adalah  di  bidang  pertanian yakni sebagai petani dan buruh tani
Tabel 2.3: penduduk dengan usia kerja adalah penduduk usia 18 tahun ke atas. Jenis pekerjaan mayoritas yang digeluti oleh penduduk desa Suradadi adalah di bidang pertanian yakni sebagai petani dan buruh tani

Praktik Perwalian Nikah Pasangan Bangsawan Dengan

Pada masyarakat Sasak Desa Suradadi, praktik penyerahan hak asuh orang tua biasanya dilakukan melalui perantaraan langsung. Sumber tersebut menjelaskan, penyerahan hak perwalian kepada tokoh agama di masyarakat Desa Suradadi merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama. Taukil wali dalam akad nikah yang terjadi hampir pada seluruh proses perkawinan di desa Suradadi dilakukan di kediaman calon mempelai pria agar lebih terarah pada segala macam acara.

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa praktik pemberian hak perwalian terhadap umat beragama pada masyarakat Desa Suradadi merupakan tradisi yang telah berlangsung cukup lama. Taukil wali akad nikah yang terjadi hampir pada seluruh proses perkawinan di Desa Suradadi dilakukan di kediaman calon pengantin pria. Faktor yang menyebabkan masyarakat desa Suradadi menyerahkan hak wali suami istri kepada umat beragama adalah fenomena taukil wali.

Alternatif solusi permasalahan perwalian perkawinan antar strata sosial di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten.

Alternatif Solusi Terhadap Problematika Perwalian

Dari penjelasan pendamping di atas, sebagai tokoh agama ia berharap tidak ada lagi kesenjangan sosial yang menjadi pembeda dalam melangsungkan sebuah pernikahan. Kemudian senada dengan tokoh agama lainnya, Ustad Lalu Sodiqin berpendapat: Ternyata masih banyak masyarakat yang masih menjalankan adat tersebut, terutama yang masih mempertahankan tradisi tersebut, dan ada juga yang sudah mulai meninggalkannya. Tidak mudah untuk mengajak masyarakat mengikuti ajakan kami, karena adat istiadat ini sudah ada sebelum masuknya Islam di desa ini. Karena narasumber percaya bahwa adat istiadat lebih dulu ada di Suradadi dibandingkan dengan agama, maka tidak mungkin untuk mengubahnya sepenuhnya. Yang dapat dilakukan oleh tokoh adat adalah mendiskusikan permasalahan adat tersebut dengan tokoh agama agar menjadi tradisi reformasi yang tidak menghilangkan nilai-nilai budaya. namun tetap mengedepankan agama.

Para petugas pencatatan perkawinan baik dari KUA maupun tokoh agama hendaknya melakukan edukasi tentang agama agar masyarakat yang masih panik terhadap adat istiadat dapat menerima ajaran agama tanpa menghilangkan adat istiadat yang tidak menyimpang, karena adat istiadat juga harus diwariskan. seperti halnya agama, kita harus menghayati dan memahaminya. Bahwa aturan agama tidak pernah salah, pasti ada alasannya mengapa diatur sedemikian rupa, baik dari Al-Qur'an maupun al-Hadits." 71. Dari hasil wawancara dengan BF, dalam menyikapi permasalahan di desa Suradadi, ia memberikan solusi yaitu KUA menjelaskan kepada masyarakat akan menerima ajaran agama, namun tanpa menghilangkan adat istiadat yang sedikit menyimpang, Ia kemudian berargumentasi dalam wawancara dengan Pak AG, sebagai orang yang tidak mulia. , suami dari seorang wanita bangsawan :: Memang benar adat istiadat di Suradadi sedikit berbeda dengan daerah lain dalam hal penyerahan anak perempuan, namun pelan-pelan perlu diperbaiki, karena kebiasaan ini tidak sesuai dengan agama. ajaran memang tidak mudah untuk dihilangkan, ini adalah tugas. rumah bagi semua kalangan, baik tokoh masyarakat, tokoh agama maupun guru khususnya generasi muda, sebagai penggerak perubahan juga diawali dari pemahaman agama yang benar.” 72.

Solusi paling relevan diberikan oleh para tokoh agama yang menurut peneliti dapat dijadikan acuan perubahan bagi masyarakat untuk memulai perubahan. Dalil-dalil para tokoh agama di atas mencerminkan adanya perbedaan pendapat di antara semua tokoh, baik tokoh agama, adat, maupun tokoh masyarakat mengenai tradisi perwalian perkawinan dan perbedaan kasta yang masih banyak dianut masyarakat hingga saat ini.

PEMBAHASAN

Analisis Praktik Perwalian Nikah Pasangan Bangsawan

Dari hasil wawancara dengan pihak penting, bagaimana sebelum pernikahan dilangsungkan, ada beberapa kejadian yang biasa terjadi jika menikah dengan laki-laki non bangsawan, anak perempuannya akan dibuang bahkan tidak mendapat warisan. Dalam hal ini berkaitan dengan perwalian, dimana proses memberitahukan kepada keluarga mempelai wanita bahwa mempelai pria akan membawa anaknya. Prosesi pernikahan menjadi begitu rumit dan rumit ketika seorang wanita bangsawan menikah dengan pria non-bangsawan.

Namun secara umum tingkatan dalam masyarakat Sasak pada umumnya dan desa Suradadi pada khususnya terbagi menjadi dua, yaitu: Pertama: tingkat bangsawan dan Kedua: non bangsawan, dalam kaitannya dengan perwalian suami istri maka wali suami istri disini akan berbeda apabila wanita bangsawan menikah dengan pria non-bangsawan. Salah satu cara masyarakat Desa Suradadi dalam menjaga adat istiadatnya adalah dengan menunjukkan ketidaksetujuannya jika anak perempuannya menikah dengan laki-laki bukan bangsawan dengan tidak mau menjadi wali bagi anak perempuannya bila menikah dengan laki-laki bukan bangsawan. Misalnya seperti yang telah dibahas sebelumnya, jika seorang wanita bangsawan menikah dengan pria non-bangsawan, maka prosesi pernikahannya berbeda karena dianggap curang atau melanggar aturan adat.

Terlihat dari kejadian di masyarakat bahwa ketika laki-laki bukan bangsawan melarikan diri dari perempuan bangsawan, maka proses perkawinan akan terhambat bagi perempuan tersebut.

Analisis Alternatif Solusi Terhadap Permasalahan

Analisis Alternatif Penyelesaian Masalah Perwalian Pernikahan Antar Strata Sosial Di Desa Suradadi Kecamatan Terara Kabupaten. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Suradadi, Kecamatan Terara, yang menunjukkan banyak masyarakat yang mewariskan akad nikah putrinya kepada orang lain. Di sinilah penulis melihat perbedaan antara alasan yang dikemukakan masyarakat Desa Suradadi Kecamatan Terara dengan alasan yang dikemukakan dalam Kompilasi Hukum Islam mengenai wali yang tidak mau menikahkan anak perempuannya.

Berdasarkan peraturan Menteri Agama diatas dapat disimpulkan bahwa alasan yang digunakan oleh masyarakat desa Suradadi Kecamatan Terara adalah tidak mampunya shigat ijab dengan mempelai pria karena nasab wali tidak memenuhi syarat menjadi wali. . Alasan yang digunakan masyarakat desa Suradadi untuk menyerahkan hak perwalian kepada kyai adalah adanya wali. Berdasarkan data yang peneliti sampaikan di atas mengenai permasalahan perwalian perkawinan antar kelas sosial di Desa Suradadi Kabupaten Lombok Timur, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka perlu bagi peneliti untuk memberikan saran mengenai permasalahan yang terjadi pada masyarakat desa Suradadi.

PENUTUP

Kesimpulan

Praktek penyerahan kuasa perwalian suami-istri atau perwalian taukil sudah berlangsung sejak lama sehingga sudah menjadi adat istiadat masyarakat desa Suradadi, yang pada umumnya akibat praktek tersebut mengikuti adat istiadat nenek moyang dan adat istiadat. Pandangan masyarakat ketika keluarga bangsawan menikah dengan keluarga non bangsawan, melanggar aturan yang lazim. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk mendapatkan wali dari seorang wanita, sehingga ada pula yang tidak mendapatkan restu dari orang tuanya ketika hendak menikah. Berbeda dengan laki-laki bangsawan yang menikah dengan non-bangsawan, hal ini tidak melanggar aturan adat, hanya saja mereka tidak terlihat terlalu bahagia atau berharap memiliki ibu mertua.

Maka dipilihlah taukil wali sebagai pilihan terbaik mereka agar tidak mendapat gosip masyarakat. Terjadinya taukil wali dalam akad nikah yang terjadi di Desa Suradadi Kecamatan Terara adalah sah apabila sesuai dengan aturan agama atau negara yang telah diatur sedemikian rupa, karena keduanya akan memberikan manfaat bagi masyarakat sepanjang karena tidak melampaui kaidah hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Meskipun taukil wali diperbolehkan dalam syariat Islam, bahkan dianjurkan bagi mereka yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sendiri.

Adapun taukil wali menurut hukum positif adalah memberi kemaslahatan kepada sesama manusia, terutama kepada wali keluarga yang tidak sanggup atau tidak dapat menunaikan kewajibannya sebagai wali, yang mempunyai hak untuk menikahkan anak perempuannya sendiri dengan mempelai laki-laki.

Saran

Maka dengan taukil ini akan memberi kemudahan kepada mereka yang memerlukan bantuan orang lain untuk menyiapkan kerja mereka. Ramulyo Idris, Undang-undang Perkahwinan Islam: Analisis Undang-undang No. SaebaniBeni Ahmad, Fiqih Munakahat 1, Bandung: pustaka setia, 2009. Zuhdi Muhdlor, Understanding Matrimonial Law: Cerai, Cerai dan Rujukan, cet. https://rahma.id>bloglimaAsasmembangunKeluargaSakinah- InspirasiMuslimah.

Nama Ayah : Amaq Rukiah Alias ​​H. Hudatullah Nama Ibu : Inaq Ruqiah Alias ​​​​Hj. Muhammad Andi Kamaya MASALAH PERNIKAHAN ANTARA PASANGAN.

Gambar

Tabel 2.3: penduduk dengan usia kerja adalah penduduk  usia  18  tahun  ke  atas.  Jenis  pekerjaan  mayoritas  yang  digeluti  oleh  penduduk  desa  Suradadi  adalah  di  bidang  pertanian yakni sebagai petani dan buruh tani
Tabel  2.4:  tarap  tingkat  pendidikan  penduduk  Desa  Suradadi

Referensi

Dokumen terkait

Develop Leadership Style Model for Indonesian Teachers Performance in Education 4.0 Era Anissa Lestari Kadiyono, Rezki Ashriyana Sulistiobudi, Ikhfan Haris, Mohd Khaidir Abdul Wahab,

0.48 I was asking for help from my caregivers during pain 0.46 Labor pain becomes more intense 0.46 The severity of my labor pain was less than I had heard 0.45 I had enough