BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
c. Tujuan
1) Menanamkan dasar-dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik 2) Membentuk peserta didik yang sehat jasmani dan rohani
3) Peserta didik memiliki dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya
4) Membantu mengembangkan potensi peserta didik kea rah pembentukan sikap yang islami.58
3. Keadaan Guru
Guru merupakan unsur penting dalam keseluruhan sistem pendidikan merupakan tenaga pendidik yang akan menghasilkan anak didik berkualitas dengan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Oleh sebab itu guru mempunyai tugas ganda seperti mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasipeserta didik untuk menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas di masa depan.
Jumlah tenaga pendidk yang tercatat di RA As-Sunnah NW Pendem sebanyak 6 orang. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel dibawah ini:
58 RA As-Sunnah NW Pendem, Dokumentasi, Pendem 10, Desember 2020
Tabel 2.1
Data Kualifikasi Pendidik di RA As-Sunnah NW Pendem Tahun Ajaran 2020/2021.59
No Nama NIP/NUPTK Pend.
Terahir Prodi/Jur Jabatan 1. Hannah, S.Pd. I 3033745647430133 S1 PAI Kepala
RA 2. Hamdiah, S.H 50222816183001 S1 Hukum guru 3. Kalsum, S.Pd 2539751657300003 S1 PGMI guru 4. Nurul Iindriani, S.Pd 50222816193001 S1 PAI guru
5. Nur Hidayati 50222816175001 guru
6. Susanti SMA guru
4. Keadaan Siswa
Peserta didik sebagai salah satu unsur penujang dalam dunia pendidikan yang sangat penting dalam melaksanakan proses belajar.
Tabel 2.2
Keadaan siswa di RA As-Sunnah NW Pendem
No Siswa 2020/2021 L P Jumlah
1. Kelas A1 8 8 16
2. Kelas A2 5 7 12
3 Kelas B1 7 9 16
4 Kelas B2 9 8 17
JUMLAH
5. Sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pendidikan dinRA As- Sunnah NW Pendem merupakan
Tabel 2.3
Sarana dan Prasarana RA As-Sunnah NW Pendem.60 No Sarana dan Prasarana Jumlah Ket.
1. Ruang kepala sekolah+Guru 1
2. Lemari 2
3. Wc 2
4. Bangku/Kursi 57
5. Papan Tulis 4
59RA As-Sunnah NW Pendem, Dokumentasi, Pendem 9 Desember 2020
60RA As-Sunnah NW Pendem, Dokumentasi, 9 Desember 2020
No Sarana dan Prasarana Jumlah Ket.
6. APE Luar/ APE dalam 4/banyak
7. Rak sepatu 2
8. Soud system 1
9. Berugak 1
10. Kipas angina 1
6. Struktur Organisasi
Tabel 2.4
Struktur OrganisasiRA As-Sunnah NW Pendem61
61 RA As-Sunnah NW Pendem, Dokumentasi, Pendem 9 Desember
KEPALA SEKOLAH RA Hannah, S.Pd.I
NIP:
ADMINISTRASI
Mira Susanti WAKA RA
Lalu Mustari
KELOMPOK A 1 Hamdiah,S.H
KELOMPOK B2 Nurhidayati KELOMPOK B2 Nurul Iindriani,S.Pd
KELOMPOK A2 Kalsum, S.Pd
B. Pelaksanaan Penananman Nilai Karakter Melalui Metode Bercerita Kisah Nabi dan Rasul pada Anak Usia Dini di RA As-Sunnah NW Pendem Tahun Ajaran 2020/2021
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa di RA As-Sunnah NW Pendem rata-rata memiliki karakter yang sopan, baik, ramah, aktif dan mandiri. Guru memegang tanggung jawab dan peran penting dalammendidik, melatih dan membiasakan anak agar memiliki prilaku terpuji.
Untuk dapat memiliki akhlak yang mulia yang sesuai dengan tuntunan Al- Quran dan berpedoman pada Rasulullah SAW karena beliau memiliki sifat- sifat yang terpuji yang mesti ditiru.Nabi adalah orang yang kuat imannya, sabar, berani, dan tabah dalam menerima setiap ujian dari Allah SWT.Di sekitar lingkungan RA banyak tanaman yang menambah keasrian menambah kesejukan mata memandang.62
Dalam sebuah lembaga sudah tentu guru memiliki peran dan tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sopan dalam berbicara dan bertingkah laku, maju dan mandiri sehingga memiliki ketahanan rohaniah yang tinggi serta mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman. Dilihat dari tanggungjawab dan peran guru begitu besar maka guru dituntut untuk memiliki bekal pengetahuan dalam memberikan stimulus pada anak sesuai dengan tahap perkembanganya
62RA As-Sunnah NW Pendem, Observasi, Pendem, 3 Mei 2020
sebagaimana hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut:
Guru di RA As-SunnahNW Pendem menanamkan nilai karakter melalui metode bercerita kisah para Nabi dan Rasul. Adapun macam-macam kisah atau cerita yang digunakan oleh guru RA As-Sunnah NW dalam penanaman nilai karakter yaitu kisah perjuangan, kisah tentang kesabaran, kisah berbakti kepada orangtua, kisah janji dan kisah ancaman, setelah anak- anak mendangarkan sebuah kisah atau cerita anak diminta untuk menjawab pertanyaan guru yaitu sebab dan akibat. Selain bercerita guru mengajak anak membuat berbagai kegiatan seni seperti meronce, mewarnai, melipat kertas dan sebagainya. Adapun kisah yang akan di sampaikan kepada anak tidak keluar dari konteks tema yang akan dilaksanakan dan dicantumkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH).63
Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelompok B sebagai salah satu pelaksana penanaman nilai karakter menggunakan metode bercerita kisah Nabi dan Rasul dalam kegiatan pembelajaran mengungkapkan bahwa:
Sebelum kita melakukan pembelajaran dikelas, kita sebagai guru terlebih dahulu membuat RPPH sesuai dengan tema, misalnya nih…
tema binatang saya akan bercerita tentang kisah kelahiran Rasulullah SAW, sub temanya hewan berkaki empat (gajah), kegiatan anak yaitu membuat gajah dari piring kertas dan melukis gajah dengan hand- painting setelah kegiatan selesai, anak-anak akan membaca hafalan ayat-ayat pendek yang berkaitan dengan tema yaitu surah Al-Fill.64
63 RA As-Sunnah NW Pendem, Observasi, Pendem, 4 Mei, 2020
64Susanti, Wawancara, Pendem, 4 Mei 2020
Gambar 2.1
Kegiatan Anak kolase ikan
Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara peniliti dengan guru RA As- Sunnah NW yang menjelaskan bahwa penanaman nilai pendidikan karakter melalui metode bercerita yang dicantumkan didalam RPPH bertujuan untuk menghilangkan kebosanan dalam belajar, mendidik anak agar mengambil pelajaran dari kejadian di masa lampau, menambah wawasan dan kecintaan terhadap Allah, Rasul, al- quran dan sesama hamba allah. Hal ini senada dengan sumber data yang mengatakan:
Melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul anak tidak hanya belajar berhitung, bernyayi namun lebih dari itu di setiap kisah atau cerita yang guru sampaikan pada anak terdapat ibroh atau pelajaran nilai islami yang dapat di tanamkan pada anak.Metode bercerita disajikan kepada anak bertujuan agar mereka memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran al-quran dalam kehidupan sehari-hari dan menambahkan rasa cinta anak kepada Allah, Rasul dan juga Al- quran.Nilai-nilai pendidikan karakter yang kami tanamkan pada anak seperti nilai kejujuran, religious, disiplin, kratif, kerja keras, semangat, cinta tanah air dan sebagainya.65
65Hannah, Wawancara, Pendem, 4 Februari 2020
Gambar 2.2
Kegiatan Menempel dan Mewarnai
Melalui hasil observasi peneliti juga mengamati bahwa dalam menanamkan nilai pendidikan karakter dengan metode bercerita, guru juga mengunakan media elektronik seperti laptop untuk nonton film atau kisah para Nabi dan Rasul, nonton bareng dilakukan 1 kali dalam 1 minggu yaitu pada hari jumat sebagai bahan refreshing.66
Hasil observasi tersebut peneliti buktikan dengan hasil wawancara peneliti dengan salah satu guru RA As-sunnah selaku tenaga pendidik yang mengatakan:
Dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak tidak memulu kita sebagai guru hanya bercerita di depan kelas namun kita harus kreatif dalam mengemas suatu media pembelajaran sehingga anak mudah memahami apa yang guru sampaikan, karena bercerita bukan hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga merupakan suatu cara digunakan dalam mencapai sasaran atau target pendidikan. Dengan mengajak anak nonton bareng kisah-kisah para Nabi dan Rasul, berkeliling melihat lingkungan sekitar dapat menjadikan suasana belajar yang menyenangkan dan menggembirakan dengan penuh dorongan dan motivasi sehingga materi pendidikan atau pelajaran itu dapat dengan mudah di berikan dan anak mudah untuk menerimanya.67
Gamabar 2.3
66RA As-Sunnah NW Pendem, Observasi, Pendem, 7 Februari 2020
67Hannah, Wawancara, Pendem, 4 Februari 2020
Kegiatan Berhitung dan Mewarnai
Penerapan metode bercerita dalam menanamkan nilai-nilai pendidikankarakter pada anak usia dini yang dicantumkan pada RPPH ini juga diperkuat berdasarkan hasil dokumentasi yang peneliti peroleh pada saat penelitian berlangsung. Dari dokumentasi rancangan pembelajaran berupa RPPH termuat enam kompetensi dasar sebagai tujuan pembelajaran, pada setiap rancanagan pembelajaran yang dibuat oleh guru terdapat nilai-nilai pendidikan karakter pada setiap kegiatan yang sesuai dengan tema pembelajaran.68
Berdasarkan hasil observasi peneliti mengamati bahwa selain menerapkan metode bercerita kisah Nabi dan Rasul dalam menanamkan nilai- nilai pendidikan karakter pada anak, guru juga melakukan penanaman nilai karakter dengan menyanyikan lagu kebangsaan, pahlawan, main game dan tepuk tangan sebagai bentuk ice breaking agar situasi belajar tetap tenang.69
Hasil observasi tersebut dapat dibuktikan dengan hasil wawancara peneliti dengan guru RA As-Sunnah NW Pendem yang merupakan salah satu sumber data mengatakan:
Pada pagi hari sebelum anak-anak masuk kelas kami sering mengajak anak-anak dan guru untuk menyanyikan berbagai macam lagu perjuangan, syair penuntut ilmu, game dan tepuk guna menanamkan nilai-nilai islamsambil bermain di halaman sekolah agar mereka tetap semangat dalam belajar dan menuntut ilmu.70
68 RA As-Sunnah NW Pendem, Dokumentasi Pendem,10 februari2020.
69 RA As-sunnah NW Pendem, Observasi,Pendem 11 Februari 2020
70Hamdiah, Wawancara, Pendem 11 Februari 2020
Gambar 2.4 Bermain dan Bernyanyi
Dalam menyampaikan suatu kisah atau cerita seorang guru harus memiliki dasar sebagai landasan dan beberapa hal yang pelu diperhatikan serta dipersiapkan dalam proses belajar mengajar terutama pada saat guru menanamkan nilai pendidikan karakter pada anak. Dalam konsep pendidikan anak usia dini bercerita dapat dijadikan salah satu media untuk menyampaikan materi pembelajaran. Keterlibatan anak terhadap cerita akan memberikan suasana yang segar, menarik dan akan menjadi pengalaman yang unik bagi anak, sebuah cerita juga dapat mengubah perilaku anak-anak. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan ibu santi:
‟‟Tentunya kami sebagai guru sebelum melakukan proses pembelajaran didalam kelas harus mempersiapkan matang-matang alat dan bahan yang akan guru gunakan, apakah aman atau tidak bagi anak, media yang biasa kami gunakan dalam mewarnai seperi kunyit, daun pandan. Kolase dari cangkang telur,daridaun ubi.Ketika masuk tema binatang saya menceritakan sebuah kisah yang terdapat dalam al- qur‟an surah al fill yang mengisahkan tentang pasukan gajah dan burung ababil, dan kisah Nabi Ismail dengan membuat kolase kambing menggunakan kapas.Yang menjadi landasan kami dalam menyampaikan sebuah cerita kisah Nabi dan Rasul dalam upaya menanamkan nilai karakter pada anak yaitu Al-Quran dan Hadits.71
71Santi, Wawancara, RA As-Sunnah NW Pendem 11 Februari 2020
Gambar 2.5
Proses kolase kambing dan membuat ular dari daun kelapa Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan sumber data dapat disimpulkan bahwa selama proses pembelajaran berlangsung guru sudah mampu menanamkan nilai pendidikan karakter pada anak dengan secara spontan maupun terencana dengan tetap memeperhatiakan kondisi dan waktu sehingga tercipta suasana kompak, aktif dan gembira selam anak di sekolah. Pada awal pembelajaran guru mengajak anak untuk bermain dan berbaris sambil menyanyikan berbagai macam lagu dan tepuk tujuannya adalah agar anak siap dan merasa aman serta nyaman berada dilingkungan sekolah.
Paparan tentangpenanaman nilai pendidikan karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini dapat dilihat pada lampiran hasil wawancara yang telah lakukan di sekolah dengan sumber data yaitu para tenaga pendidik, orangtua dan siswa RA As-Sunnah NW Pendem.Sedangkan untuk memperkuat hasil wawancara dan observasi yang telah peneliti lakukan dapat dilihat dari hasil dokementasi berupa foto yang dicantumkan pada bagian lampiran.
C. Hambatan yang dihadapi pendidik dalam pelaksanaan penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem Tahun ajaran 2020/2021
Dalam proses penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem tidak terlepas dari adanya hambatan yang dihadapi pihak lembaga sekolah. Kepala sekolah RA As-Sunnah NW Pendem mengungkapkan mengenaihambatan yang di hadapi guru selaku tenaga pendidik di RA As-Sunnah dalam proses penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak yaitu sebagai berikut:
Sarana dan fasilitas yang memadai adalah salah satu kebutuhan setiap lembaga pendidikan. Oleh karena itu, salah satu yang dapat merangsang perhatian anak dalam mengikuti suatau proses pembelajaran adalah dengan adanya sarana dan fasilitas yang dijadikan sebagai media guna mencapai tujuan pembelajaran. Hal tersebbut diperkuat dari hasil waawancara dengan guru RA As-Sunnah Nw Pendem yang mengatakan bahwa:
‟‟Dalam upaya penanaman nilai karakter pada anak usia dini melalui metode bercerita, saran dan fasilitas belum memadai, ini terbukti dari madrasah belum memiliki LCD, papan proyektor, alat-alat peraga, semua itu bertujuan untuk memudahkan pemahamn daya tangkap anak dalam belaja,hal yang mendasar kita butuhkan adalah alat-alat peraga misalnya ketika mengajar tentang kisahnya Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama islam di tentang keras oleh Abu Jahal dan Abu Lahab disini ada pembelajaran prilaku terpuji dan perilaku tercela. Apabila kisahnya ini disajikan dalam bentuk film audio visual, tentu pesserta didik akan lebih terangsang untuk menyimak kisah perjuangan Rasulullah SAW.‟‟72
72Iin, Wawancara, Pendem 11 Februari 2020
Ini memberikan penjelasan bahwa, peran media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini. Karena dengan media pembelajaran yang memadai akan menunjang serta memudahkan proses pembelajaran yang di sudah di targetkan. Selain media lingkungan sekitar juga berpengaruh terhadap keberhasilan pendidik dalam menanamkan nilai pendidikan karakter pada anak usia dini. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan ibu Hannah selaku kepala sekolah menyatakan bahwa:
‟‟hambatan dalam menanamkan nilai karakter pada anak yaitu kondisi masyarakat yang masih seperti ini, sehingga dari pihak orangtua pun belum sepenuhnya membersamai anak sebagaimana diharapkan oleh sekolah.contohnya adalaah apabila pihak sekolah mengajarkan, menanamkan, serta membiasakan kegiatan pembelajaran kegiatan ibadah sehari-hari secara rutin namun dirumah, anak-anak tersebut dibebaskan dan tidak diberikan pengasuhan yang setidaknya selaras dengan pengasuhan yang kami berikan di sekolah, yaa.. sama saja jadi pengasuhan kami disekolah akan kkembali menjadi nol karena keawaman yang mungkin kurang memberikan contoh baik di rumah.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah mengadakan kolaborasi kepada guru ngaji di lingkungan tempat anak belajar mengaji (TPQ) serta mengkomunikasikan kondisi anak secara rutin, dan home visit jika ada hal-hal yang harus segera diselesaikan‟‟73 Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi pendidik dalam proses penananaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anaka usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem yaitu pihak orangtua belum sepenuhnya membersamai anak seperti yang diharapkan oleh pihak sekolah. Namun pihak sekolah mengupayakan solusi untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu berkolaborasi dengan guru TPQ,
73Hannah, Wawancara, Pendem 11 Februari 2020
mengomunikasikan kondisi anak secara rutin dan home visit jika ada hal-hal yang harus diselesaikan.
Hasil wawancara tersebuttidak jauh berbeda dengan keterangan dari salah satu guru di RA As-Sunnah NW Pendem yang mengemukakan bahwa:
‟‟hambatan dalam proses penanaman nilai karakter pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem yaitu: 1) adanya kondisi orantua yang kurang peduli terhadap kondisi anak dan proses pembelajaran disekolah, 2) pembiasaan atau tugas dirumah yang tidak sejalan dengan pembiasaan disekolah. 3) Lingkungan pergaulan yang tidak mendukung, namun pihak sekolah tetap berusaha mengatasi berbagai kendala tersebut dengan cara adanya pendampingan secara agama (mentoring), kedekatan guru dan anak untuk menggali masalah anak.‟‟74
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hambatan dalamproses penanaman nilai pendidikan karakter pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem antara lain: pihak orangtua belum seutuhnya membersamai anak sebagaimana yang sekolah harapkan, pembiasaan yang dilakukan di sekolah tidak sejalan dengan pembiasaan sekolah, lingkungan pergaulan yang tidak mendukung namun RA As-Sunnah NW Pendem melakukan upaya dalam mengatasi kendala dalam proses penanaman nilai pendidikan karakter pada anak usia dini melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul meliputi: home visit jika ada hal-hal yang harus segera di selesaikan, komunikasi wali kelas kepada orang tua secara intensif atas masalah yang dialami anak, adanaya pendampingan dan kedekatan guru dengan anak untuk menggali masalah anak.
BAB III
74 Santi, Wawancara, Pendem 15 Februari 2020
PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang telah di peroleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan judul penanaman nilai karakter pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem. Yang memfokuskan pada 2 hal yang menjadi titik fokus pembahasan pada bagian ini yang meliputi: penanaman nilai karakter pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem. Apa hambatan pendidik dalam pelaksanaan penanaman nilai karakter melaui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem.
A. PenanamanNilai Karakter Melalui Metode Bercerita Kisah Nabi dan Rasul Pada Anak Usia Dini di RA As-Sunnah NW Pendem Tahun Ajaran 2020/2021
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang telah diperoleh peneliti bahwa penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem terdiri dari 3 tahap yaitu: tahap perencanaan atau persiapan, tahap pelaksanan, dan tahap evaluasi pembelajaran. Penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasulmemberikan dampak tidak hanya pada intelektualnya tetapi pada emosional anak, terlihat dari sikap dan perilaku anak di luar maupun dalam sekolah.
1. Tahap Perencanaan Penanaman Nilai Karakter Melalui Metode Bercerita Kisah Nabi Dan Rasul Pada Anak Usia Dini di RA As- Sunnah NW Pendem
Dalam penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini diperlukan perencanaan yang baik
71
sehingga tujuan pembelajaran yang telah di tentukan dapat tercapai.
Perencanaan merupakan pengambilan keputusan yang telah di perhitungkansecara matang tentang hal-hal yang akan di kerjakan dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai sebuah tujuan. Perencanaan penanaman nilai karakter melalui metode bercerita kisah Nabi dan Rasul pada anak usia dini dalam penelitian ini dapat dilihat dari RKH. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan disesuaikan dengan tema dan judul kegiatan yang akan dilakukan. Nilai-nilai karakter yang di tanamkan pada anak usia dini di RA As-Sunnah NW Pendem yaitu nilai nilai kejujuran, religious, disiplin, kratif, kerja keras, semangat, cinta tanah air dan sebagainya.Adapun macam-macam kisah atau cerita yang digunakan oleh guru RA As-Sunnah NW dalam penanaman nilai karakter yaitu kisah perjuangan para Nabi dan Rasul, sebuah kisah tentang kesabaran para Nabi dan Rasul, kisah berbakti kepada orangtua, kisah janji dan kisah ancaman Allah.
2. Tahap Pelaksanaan Penanaman Nilai Karakter Melalui Metode Bercerita Kisah Nabi dan Rasul Pada Anak Usia Dini di RA As- Sunnah NW Pendem
Penanaman Nilai Karakter Melalui Metode Bercerita Kisah Nabi dan Rasul Pada Anak Usia Dini di RA As-Sunnah NW Pendem di lakukan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui berbagai macam kegiatan yang terprogram yang dimulai dari kegiatan awal atau pembuka seperti bernyanyi, berdoa dan berbincang tema/sub tema. Kemudian
kegiatan inti meliputi kegiatan melihat, mengamati, menanyakan dan anak di ajak untuk praktik membuat karya sendiri sesuai dengan tema baik individu maupun dalam bentuk kelompok. Terahir kegiatan penutup meliputi diskusi kegiatan untuk hari ini, bercerita pendek berisi pesan moral dan mengulang hafalan doa atau ayat-ayat pendek. Media yang digunakan dalam penanaman nilai karakter bervariatif tergantung tema dan sub tema yang akan diajarkan pada anak. Misalnya buku cerita bergambar, media kertas lipat, kertas gambar dan lego.Kegiatan inti dan kegiatan penutup.Selain itu, juga dilakukan pada kegiatan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Anak berada dalam periode emas artinya pada masa inilah kesempatan terbaik untuk mulai mendidiknya memperkenalkan mereka dengan menanmkan nilai karakter sejak dini.75 Penanaman nilai karakter pada anak usia dini dapat memberikan pengaruh besar terhadap tingkah laku atau sikap anak, karena usia dini anak diibaratkan seperti kertas putih yang masih kosong sehingga sangat berpotensi untuk dibentuk karakternya agar menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik.
Pendidikan karakter pada anak usia dini harus dimulai sejak dini karena dapat memberikan hasil paling utama dan buah yang sebaik- baiknya. Seperti kata pepatah‟‟belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu dan belajar diwaktu tua bagai mengukir di atas air‟‟.Usia dini merupakan masa yang sanagt penting dalam proses perkembangan anak.
75 Masnipal Menjadi Guru PAUD Profesional (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018), hlm 16