• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Verifikasi adalah langkah untuk menarik kesimpulan data hasil reduksi dan data display sehingga kesimpulan yang dihasilkan diharapkan dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan sebelumnya.68 Dalam penelitian ini, peneliti melakukan verifikasi data mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan.

7. Pengecekan Keabsahan Data

Pengecekan keabsahan data tujuannya agar data yang didapatkan dapat dipercaya kebenarannya karena sudah diuji kebenaran data yang didapatkan. Pengecekan keabsahan data menggunakan dua metode yaitu ketekunan pengamatan dan triangulasi.69 Penjelasannya di bawah ini:

a. Ketekunan pengamatan

Ketekunan pengamatan artinya peneliti akan lebih gigih dan cermat dalam melakukan pengamatan. Dengan lebih melakukan ketekunan pengamatan, peneliti dapat menelusuri fenomena yang ada untuk

68Ibid., hlm. 345.

69 Hilaluddin dan Hengki Wijaya, Analisis Data Kualitatif Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik, (Sekolah Tinggi Jaffray, Makassar, 2019), hlm.135.

39

memperoleh kebenaran di lapangan. Dalam penelitian ini, peneliti meningkatkan ketekunan pengamatan dengan cara melakukan pengecekan data yang didapatkan di lapangan apakah akurat atau tidak .

b. Triangulasi

Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain, di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Peneliti melakukan triangulasi yang terdiri dari tiga bagian yaitu sumber, metode, dan waktu. Pada triangulasi sumber peneliti menggali data dari kepala sekolah dan guru-guru, dan peserta didik di SDN 43 Ampenan. Tujuannya yaitu agar bisa membandingkan atau menyamakan data dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik.

Triangulasi metode, dimana dalam metode penelitian tidak hanya menggunakan satu metode saja tetapi selain observasi digunakan juga metode wawancara dan dokumentasi. Tujuannya agar memperoleh tambahan data dilapangan. Selanjutnya triangulasi waktu, artinya peneliti tidak hanya melakukan penelitian dalam keadaan formal saja. Tetapi agar data yang didapatkan secara real di lapangan maka penelitian dilakukan pula ketika waktu senggang atau disaat istirahat, sedang ngobrol, dalam keadaan santai, gotong royong dan yang lainnya.

40

1. Bab I merupakan bab pendahuluan yang meliputi: latar belakang,rumusan masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup dan setting penelitian,telaah pustaka, kerangka teori,metode penelitian,dan sistematika pembahasan.

2. Bab II peneliti mendeskripsi paparan data dan temuan seperti:

menguraikan secara singkat tentang gambaran umum lokasi penelitian, keadaan geografis, keadaan lingkungan, dan menguraikan data temuan penelitian.

3. Bab III mendeskripsikan deskripsi pembahasan yang meliputi: Rumusan Masalah, menguraikan tentang pembahasan hasil jawaban atas pertanyaan- pertanyaan yang disebut dalam fokus penelitian yaitu implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 ampenan.

4. Bab IV mendeskripsikan tentang penutup berisikan uraian kesimpulan dan saran. Kesimpulan merupakan ringkasan dari seluruh materi kajian, sedangkan saran merupakan kontribusi/ rekomendasi pemikiran peneliti terkait dengan permasalahan yang dikaji.

1. Sejarah berdirinya SDN 43 Ampenan

SDN 43 Ampenan adalah sebuah sekolah yang terletak di Lingkungan Geguntur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. SDN 43 Ampenan didirikan pada tanggal 17 Juni 1983 dan pada tahun yang sama diresmikan menjadi sekolah negeri.

Sekolah ini merupakan sekolah negeri terakreditasi B (diakui) dan lokasinya termasuk kawasan pinggiran perkotaan. Kegiatan belajar mengajar berlangsung sejak pagi hari hingga siang hari. Bangunan sekolah adalah milik pihak sekolah (tidak menyewa dari pihak manapun). Jarak dari sekolah ke pusat kecamatan sekitar 1 km, sementara jarak sekolah dari pusat kota sekitar 3 km. Pada awalnya SD ini bernama SD Geguntur, namun berdasarkan SK Walikota (No. 292/VIII/2021 tanggal 7 agustus 2001) diubah menjadi SDN 43 Ampenan. Jumlah keanggotaan rayon adalah 6 sekolah yang diorganisir oleh pemerintah.70

2. Deskripsi Lingkungan Fisik dan Sosial a) Lingkungan Fisik

Secara Geografis, SDN 43 Ampenan berada di pinggiran perkotaan, sehingga terlepas dari hiruk piruk kehidupan kota. Walaupun letaknya di pinggir kota, akan tetapi mudah dijangkau sebab posisinya

70 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022

42

cukup strategis, sehingga orang mudah menemukannya dan tidak perlu susah-susah karena berada tepat di pinggir Jln. Geguntur Raya.

SDN 43 Ampenan adalah sebuah sekolah dengan bangunan berlantai satu yang nampak kokoh. Tidak ditemukannya adanya bangunan yang rusak atau bisa membahayakan warga sekolah (bangunan layak ditempati). Bangunan sekolah terdiri dari 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang UKS, 1 ruang perpustakaan, 6 toilet siswa dan 1 toilet guru. Bangunan sebelah Timur terdiri dari ruang kelas 1 sampai 3, bangunan sebelah Utara terdiri dari ruang kelas 4 sama 6, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang UKS. Dan bangunan sebelah Barat merupakan ruang perpustakaan yang di belakangnya terdapat 6 toilet siswa. Sementara toilet guru terletak di dalam ruang guru. Di belakang bangunan sekolah terdapat satu rumah dinas yang ditempati oleh salah satu guru SDN 43 Ampenan. Di halaman sekolah terdapat lapangan serbaguna yang biasa digunakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan upacara, imtaq, olahraga dan tempat bermain peserta didik. Dalam lingkungan sekolah juga terdapat taman dan apotek hidup yang letaknya persis di depan ruang perpustakaan.71

b) Lingkungan Sosial

Warga sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, staf, dan peserta didik. SDN 43 Ampenan menerapkan budaya 5K (kebersihan, keindahan, keamanan, ketertiban, kekeluargaan) dan 5S (salam, senyum, sapa,

71 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022

43

sopan, santun) di lingkungan sekolah. Budaya 5K ini dan 5S ini bukan hanya hanya slogan semata, tetapi sudah tercermin dengan baik dari suasana sekolah maupun dari interaksi yang dilakukan oleh warga sekolah (khususnya guru).

SDN 43 Ampenan merupakan sekolah yang berada di tengah pemukiman penduduk. Masyarakat sekitar sekolah mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pedagang dan nelayan. Ada juga yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Keadaan penduduknya masih kental dengan penerapan nilai-nilai keislaman serta menjunjung tinggi sikap gotong royong antar sesama. Masyarakat sekitar selalu memberikan dukungan terhadap sekolah dalam mengingatkan siswa siswi pada jam istirahat untuk tidak terlalu terlena bermain dan terlalu jauh dari area sekolah. selain itu,masyarakat sekitar juga selalu mendukung kegiatan yang dilaksanakan diluar jam sekolah seperti halnya kegiatan ekstrakurikuler.72

3. Visi dan Misi SDN 43 Ampenan

Visi sekolah yaitu: Unggul dalam prestasi, berakhlak mulia dan santun dalam budi pekerti.

Misi sekolah yaitu

a. Menyelenggarakan pendidikan secara efektif sehingga berkembang secara maksimal

72 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022

44

b. Menyelenggarakan pembelajaran untuk menumbuh kembangkan kemampuan berpikir aktif, kreatif dan aktif dalam memecahkan masalah c. Menyelenggarakan pengembangan diri sehingga siswa dapat berkembang

sesuai dengan minat dan bakatnya

d. Menumbuh kembangkan lingkungan dan perilaku religius sehingga siswa dapat mengamalkan dan menghayati agamanya secara nyata

e. Menumbuh kembangkan perilaku terpuji dan praktik nyata sehingga siswa dapat menjadi teladan bagi teman dan masyarakatnya 73

4. Tujuan SDN 43 Ampenan

a. Siswa beriman dan bertakwa kepada Tuhan maha Esa dan berakhlak mulia

b. Siswa memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi

c. Mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat dan kebudayaannya

d. Siswa kreatif, terampil dan bekerja untuk dapat mengembangkan diri secara terus menerus74

5. Data Sarana dan Prasarana, Tenaga Pendidik dan Peserta Didik a. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana SDN 43 Ampenan meliputi fasilitas gedung, peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar sebagaimana tabel berikut:

73 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022 74 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022

45 Tabel 2.1

Daftar sarana dan prasarana SDN 43 Ampenan

NO NAMA RUANGAN JUMLAH KONDISI

B C K

1. Ruang kelas 6

2. Ruang kepala sekolah 1

3. Ruang guru 1

4. Ruang UKS 1

5. Kamar mandi/ wc keseluruhan 7

6. Musholla 1

7. Perpustakaan 1

8. Rumah dinas 1

9. Kantin 1

10. Gudang 1

11. Lapangan serba guna 1

12. Dapur 1

13. Area parkir kendaraan 1

Keterangan:

B : Baik C : Cukup K : Kurang

Selain fasilitas ruangan sebagaimana yang tergambar dalam pemaparan di atas, SDN 43 Ampenan juga dilengkapi dengan fasilitas- fasilitas tambahan, contohnya fasilitas penunjang pencegahan covid-19 yaitu kran air untuk mencuci tangan yang tersedia persis di depan setiap ruang kelas, di mana disetiap keran air dilengkapi dengan sabun dan antiseptik bagi warga sekolah. selain itu, sekolah juga didukung dengan alat-alat kebersihan seperti sapu, skop, tong sampah dan kemoceng. Namun ketersediaan alat-alat kebersihan ini boleh dikatakan kurang lengkap, karena ketersediaannya tidak merata di setiap kelas.75

75 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022

46 b. Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Tenaga pendidik SDN 43 Ampenan terdiri dari 9 tenaga pendidik yang termasuk kepala sekolah, 1 orang pustakawan, 1 orang administrasi dan 1 orang penjaga. 76

Tabel 2.2

Tenaga Pendidik SDN 43 Ampenan

NO NAMA/NIP JABATAN/ TUGAS

1. Hj. St. Nurhasanah,S.Pd

196312311985052019 Kepala sekolah

2. Hj. Suharti

196112311982032272 Wali kelas 1

3. Sulaiman

196212311983031499 Wali kelas 4 4. Siti suryati, S.Pd

196205171984033011 Wali kelas 6 5. Sayiti, S.Pd

196805042005011016 Wali kelas 5 6. I nengah suardi

196812312006041219 Wali kelas 2 7. Rosniati S.Pd

1996010820199032004 Wali kelas 3

8. Bainingrum S.Pd Guru PAI

9. Hairiah S.Pd Wali kelas 5

10. Novi hadiyani Pustakawan

11. Yunandar khab liansyah Administrasi

12. Andi Hartawan Penjaga

c. Peserta Didik

SDN 43 Ampenan pada tahun ajaran 2021/2022 memiliki 6 kelas dan masing-masing kelas terdiri dari 1 (satu) sampai dua rombongan belajar.

Sedangkan keseluruhan peserta didik dari kelas satu sampai kelas 6

76 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022

47

berjumlah 294 peserta didik. Data selengkapnya jumlah peserta didik sebagaimana dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut:77

Tabel 2.3

Jumlah Peserta Didik SDN 43 Ampenan

No Kelas Jml Rombel Jml siswa

1 I 2 65

2 II 2 60

3 III 2 50

4 IV 2 49

5 V 1 35

6 VI 1 35

Jumlah 294

5. Struktur Organisasi SDN 43 Ampenan

Berikut ini gambar struktur organisasi sekolah SDN 43 Ampenan:

Gambar 2.1

Struktur Organisasi SDN 43 Ampenan

77 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022

48 B. Paparan Data dan Temuan

Berikut ini paparan data yang peneliti kumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan, berdasarkan rumusan masalah yang telah peneliti tentukan sebagai berikut:

1. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Peserta Didik di SDN 43 Ampenan

Berbicara tentang pendidikan karakter SDN 43 Ampenan sejak dulu sudah mulai menerapkannya. Namun, lebih jelasnya lagi dengan hadirnya kurikulum 2013 yakni kurikulum yang berbasis karakter. Untuk itu, pendidikan karakter harus diupayakan secara terencana dan terperinci agar terlaksana secara sistematis dan berkesinambungan untuk membantu peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dan diwujudkan dalam pikiran, perasaan, sikap, perkataan dan perbuatan. Pada usia anak sekolah dasar, memang harus dibentuk karakternya terutama karakter religius, kedisiplinan anak-anak dan tingkah lakunya sehari-hari.78

Pendidikan karakter bukan hanya sekedar diterapkan saja tetapi mempunyai tujuan yakni menjadikan peserta didik berakhlak mulia yang tertuang dalam visi dan misi sekolah.79 Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter yang juga harus didukung semua pihak yang disertai dengan kesadaran, kepedulian, pemahaman, dan komitmen yang

78 Sulaiman, Wawancara, 15 Mei 2022 79 SDN 43 Ampenan, Observasi, 17 Mei 2022

49

tinggi untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Sehingga dalam mengimplementasikan pendidikan karakter untuk membentuk akhlak peserta didik, yaitu dengan melibatkan semua komponen baik pendidik dan peserta didik.80

Implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan adalah sebagai berikut.

a. Kurikulum dan Program Sekolah

Pendidikan karakter dalam pembentukan akhlakul karimah diimplementasikan melalui kurikulum dan Program Sekolah. Pendidikan karakter dibentuk melalui pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam semua mata pelajaran dengan mengintegrasikannya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas. Selain itu juga dalam program-program sekolah yang mendukung pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan pak Sayuti:

Pengintegrasian nilai-nilai karakter seperti kejujuran, religi, disiplin dan nilai-nilai yang lain sudah kami tuangkan dalam perangkat RPP dan silabus, dan penilaiannya itu bukan hanya di kelas tapi dalam lingkungan sekolah, perencanaan pembelajaran memang berbasis untuk akhlak dan karakter.81

Adapun hasil wawancara dengan guru wali kelas, mengatakan:

Sekolah itu memang harus wajib ada pendidikan karakternya. Sekolah fungsinya bukan untuk menimba ilmu saja, namun yang nomor satu itu adalah akhlak. Walaupun tidak ada pelajaran khususnya tetapi sebagai guru harus mempunyai kewajiban untuk membina akhlak siswa. Di kelas jangan hanya sekedar disodorkan materi saja tapi

80 Nurhasanna, Wawancara, 17 Mei 2022 81 Sayuti, Wawancara, 15 Mei 2022

50

minimal diajarkan juga bagaimana petikan hikmah dari yang dipelajarinya.82

Dari hasil wawancara tersebut bahwa mengenai pendidikan karakter dalam pembinaan akhlak pelaksanaannya tentunya ada dalam setiap kegiatan pembelajaran harus tersentuh dengan pendidikan karakter. Jadi bukan hanya guru agama tetapi siapapun gurunya harus menanamkan sebuah pendidikan karakter yang baik dalam pembelajaran apapun. Selanjutnya wawancara dengan kepala sekolah, menyatakan bahwa:

Sekolah kita ini sesuai dengan aturan pemerintah sudah kami berpedoman pada kurikulum 2013 yakni pendidikan yang berbasis karakter. Jadinya mau tidak mau semua kegiatan mulai dari program- program sekolah, tingkah laku warga sekolah, proses pembelajaran semuanya berbasis pendidikan karakter. Semua guru kita harapkan memberikan pendidikan karakter untuk pembinaan akhlak anak ini.

Jadi pendidikan karakter ini sudah direncanakan dalam perangkat pembelajaran83

Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dengan peserta didik.

Ibu guru mengajarkan kita di kelas untuk selalu disiplin, selalu jujur seperti tidak boleh menyontek. Kalau ada juga yang tidak mengerjakan PR dihukum menghafal ayat-ayat pendek.84

Peserta didik lain juga mengutarakan:

Setelah Ibu/Bapak guru datang ke kelas pertama-tama mengucapkan salam, lalu kita di absen, sebelum belajar kita diwajibkan berdo’a.

Setelah itu kita belajar menggunakan buka tema, jika ada tugas kita langsung kumpulkan, namun jika ada yang belum mengerjakan akan dihukum Ibu/Bapak guru. Diakhir pembelajaran ibu/bapak guru sering memberikan nasehat-nasehat.85

Menurut beberapa hasil wawancara di atas pendidikan karakter sudah dirancang dalam program-program sekolah dengan baik dan juga terintegrasi

82 Sayuti, Wawancara, 15 Mei 2022 83 Nurhasanah, Wawancara, 15 Mei 2022

84 Aprilia, Rahma Wati, Wawancara, 16 Mei 2022 85 Adam, Muhammad, Wawancara, 16 Mei 2022

51

dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan sekolah namun bukan hanya kegiatan yang bersifat keagamaan saja tetapi tersentuh oleh setiap kegiatan di sekolah.

Dari hasil observasi juga menunjukkan bahwa sekolah berpedoman pada kurikulum 2013 yakni kurikulum yang berbasis karakter. Adapun program- program sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter sebagai pembinaan akhlakul karimah ada program sekolah mingguan seperti Imtaq Jum’at, Upacara bendera setiap hari senin, kegiatan pembersihan setiap hari sabtu. Selain itu juga ada program harian sekolah seperti pembacaan Al-qur’an sebelum memulai pembelajaran, berdo’a bersama sebelum memulai belajar.86

Begitu pula dengan proses pembelajaran dikelas semua guru mata pelajaran menyelipkan pendidikan karakter dalam RPP. Guru datang ke kelas lalu mengucapkan salam ke seluruh peserta didik, lalu dilanjutkan dengan mengajak peserta didik berdo’a sebelum belajar sebagai bentuk penanaman nilai karakter religius, guru mengecek kehadiran peserta didik, kelengkapan belajar sebagai penanaman karakter disiplin, selanjutnya Guru melarang peserta didik menyontek dalam mengerjakan tugas sebagai penanaman karakter jujur, pada proses pembelajaran juga guru membagai siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas untuk penanaman karakter toleransi, dan memberikan tugas kepada peserta didik. Penyampain materi pembelajaran dengan menggunakan buku pembelajaran tematik sesuai dengan pedoman kurikulum 2013.87

Selain hasil wawancara dan hasil observasi, peneliti juga melampirkan dokumentasi dan contoh RPP yang digunakan dalam melaksanakan proses

86 SDN 43 Ampenan, Observasi , 20 Mei 2022 87 SDN 43 Ampenan, Observasi, 20 Mei 2022

52

pendidikan karakter dalam kurikulum dan program sekolah. Data tersebut peneliti lampirkan pada lampiran 10 untuk RPP dan lampiran 3 untuk dokumentasi kegiatan pendidikan karakter .88

b. Budaya sekolah

Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor besar yang bisa mempengaruhi peserta didik. Peserta didik belajar dari lingkungan mana yang ditempati, inilah yang kemudian harus disadari untuk menciptakan sebuah budaya dan kultur sekolah yang positif bagi perkembangan karakter peserta didik. Menciptakan budaya tersebut tentunya diawali dengan keteladanan dari guru dan orang-orang yang berada di lingkungan sekolah. Hal ini berdasarkan ungkapan dari Bapak Sulaiman:

Budaya sekolah atau bisa kita bilang dengan kebiasaan tentunya yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakter peserta didik, contoh budaya sekolah yang ada disini dalam berinteraksi antar warga sekolah dengan santun yang bisa memberikan dampak positif bagi peserta didik. Guru sebisa mungkin menjaga tingkah lakunya dalam berinteraksi agar menjadi teladan bagi peserta didik, mengucapkan salam, peraturan-peraturan sekolah juga termasuk dalam budaya- budaya sekolah.89

Seorang guru agama juga mengatakan:

Pendidikan karakter dalam membina akhlakul karimah melalui budaya yang ada di sekolah disini seperti anak-anak kita budayakan untuk bertegur sapa dengan salam, saling menjabat tangan, dan walaupun kita sekolah negeri disini kita budayakan anak-anak perempuan disini untuk mengenakan hijab dan anak laki-laki berpakain sopan karena disekolah kita ini 100% agama islam, selain itu juga setiap hari jum’at diadakan sholat dhuha berjamaah.90

Selain itu kepala sekolah juga mengutarakan:

88 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022 89 Sulaiman, Wawancara, 15 Mei 2022

90 Bainingrum, Wawancara, 15 Mei 2022

53

Setiap sekolah tentu harus membentuk kultur sekolah yang positif.

Budaya sekolah yang kita terapkan disini menyangkut tata tertib yang ada di sekolah ini, budaya salam, wajib mengikuti kegiatan pagi sekolah, wajib membaca Al-Quran.91

Peneliti juga melakukan wawancara dengan peserta didik:

Setiap kita bertemu bapak/Ibu guru kita mengucapkan salam lalu bersalaman, Bapak guru mengumumkan untuk membaca tata tertib dan menaatinya, kalo ada yang melanggar tata tertib akan diberikan hukuman. 92

Selain itu ada peserta didik lain juga mengutarakan:

Kita wajib menggunakan jilbab saat bersekolah, kalo tidak menggunakan jilbab kita dimarah bapak dan ibu guru.93

Selanjutnya hasil wawancara juga dengan peserta didik:

Setiap hari jumat kita melaksanakan sholat dhuha, setelah itu ada ceramah dari bapak guru lalu terakhir kita membaca do’a dan masuk kelas.94

Selain itu juga dari hasil observasi peneliti peserta didik antar guru dan peserta didik melakukan tegur sapa dengan baik dan selalu mengucapkan salam ketika bertemu dan hendak pergi, selain itu terdapat beberapa kebijakan dan tata tertib yang tertempel di lingkungan sekolah.95 Jadi dapat disimpulkan dari hasil wawancara dan observasi bahwa untuk mendidik karakter peserta didik dalam pembinaan akhlakul karimah juga melalui budaya sekolah diantaranya dengan pembiasaan berinteraksi antar warga sekolah yang bisa menimbulkan timbal balik yang positif atau dengan sopan santun, mengadakan kebijakan-kebijakan

91 Nurhasanah, Wawancara, 15 Mei 2022 92 Laelatul Jannah, Wawancara, 16 Mei 2022 93 Agustina, Wawancara, 16 Mei 2022 94 Agustina, Wawancara, 16 Mei 2022 95 SDN 43 Ampenan, Observasi, 20 Mei 2022

54

atau tata tertib sekolah, budaya salam, berpakaian sopan dan rapi, dan pembiasaan sholat dhuha setiap hari jum’at.

Selain hasil wawancara dan observasi di atas peneliti juga melampirkan dokumentasi terkait kegiatan pendidikan karakter dalam budaya sekolah.

Dokumen tersebut peneliti lampirkan pada lampiran 3.96 c. Pengembangan Diri

Pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah melalui kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui pengintegrasian dalam kegiatan sehari- hari sekolah seperti pada kegiatan rutin sekolah dan dalam kegiatan-kegiatan spontan sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Berikut pernyataan Ibu Baeningrum selaku guru Agama:

Dalam kegiatan sehari-hari anak disini tetap kami pantau. Misalnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari, jika ada anak-anak yang menyimpang kami akan tegur dan berikan peringatan, namun jika masih begitu saja akan kami beri sanksi.97

Dari penuturan di atas kegiatan pengembangan diri untuk membentuk karakter peserta didik dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sehari-hari peserta didik seperti dalam kegiatan spontan di sekolah jika ada yang berbuat tidak benar akan diberikan teguran dan hukuman agar peserta didik jera dalam melakukan tindakan yang kurang baik. Adapun wawancara dengan kepala sekolah Ibu Nurhasanah:

Pembinaan karakter kita di sekolah dimulai dari pagi, seperti dalam kegiatan apel pagi untuk membangun karakter disiplin, ada kegiatan imtaq setiap hari jum’at itu dalam membangun karakter religius, imtaq paginya diisi dengan kegiatan sholat dhuha, ceramah, membaca al- qur’an dan berdo’a, selain itu ada pembacaan al-qur’an di dalam kelas

96 SDN 43 Ampenan, Dokumentasi, 20 Mei 2022 97 Bainingrum, Wawancara, 16 Mei 2022

55

sebelum memulai pembelajaran, kegiatan gotong royong rutin setiap hari sabtu, kegiatan ekstrakulikuler seperti pramuka dan pidato itu karakternya percaya diri kemudian dalam kegiatan-kegiatan program sekolah lainnya.98

Hasil wawancara juga diutarakan oleh pembina ekstrakurikuler:

Ekstrakulikuler yang ada di sekolah ini yaitu Pramuka. Kegiatan ekstrakurikuler ini ditujukan untuk ya ini membentuk karakter siswa.

Menjadikan anak yang religius, disiplin, dan juga diajarkan bagaimana tegas dan tangkas.99

Dari hasil wawancara di atas bahwa pendidikan karakter dilakukan melalui kegiatan rutin sekolah seperti upacara atau apel, imtaq Jum’at, Sabtu bersih, pembacaan Alquran sebelum memulai pembelajaran dan dalam kegiatan ekstrakurikuler yakni pramuka.

Peserta didik juga mengutarakan:

Ibu guru kalau kita tidak melaksanakan piket di kelas hukumannya disuruh berdiri, jadinya kita datang pagi-pagi ke sekolah yang punya jadwal piket. Biasanya kalau ada temen-temen yang berkata kotor, tidak bersih, nakal akan ditegur sama bapak guru dan kadang diberikan hukuman 100

Peserta didik lain juga mengatakan:

Jam 7 kita berangkat ke sekolah, setelah itu kita kumpul di lapangan untuk imtaq sholat dhuha hari jum’at kalau tidak hari jum’at kita membaca Al-Qur’an didalam kelas.101

Dari hasil observasi juga dilihat terdapat satu petugas sebagai pengarah peserta didik. Contohnya jika ada peserta didik yang membuang sampah sembarangan langsung dipanggil lewat speaker untuk memberikan peringatan atau arahan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu sekolah mengadakan upacara

98 Nurhasanah, Wawancara, 15 Mei 2022 99 Sayuti, Wawancara, 16 Mei 2022 100 Aprilia, Wawancara, 17 Mei 2022 101 Wahyu Afandi, Wawancara, 17 Mei 2022

Dokumen terkait