BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Penelitian mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan tahun 2021 menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dikarenakan penelitian yang dipilih membutuhkan pengkajian dan penginterpretasian arti dari data berdasarkan fenomena yang terjadi dilapangan. Menurut Erikson dalam buku Anggito dan Setiawan, menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu kegiatan penelitian yang berusaha untuk menemukan dan menggambarkan
48 Ibid.,128
49 Badawi, “Pendidikan., hlm 216
32
secara naratif kegiatan dan akibat dari tindakan yang dilakukan selama melakukan penelitian. 50
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Tujuan dari penggunaan pendekatan tersebut untuk penginterpretasian arti dari data berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan mengenai Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian kualitatif kedudukan peneliti sebagai instrumen kunci penelitian karena peneliti menjadi segalanya dari seluruh proses penelitian. Peneliti sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis data dan pada akhirnya p eneliti menjadi pelapor hasil penelitian.51 Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lokasi penelitian mutlak diperlukan. Peneliti terjun ke lokasi penelitian bertujuan untuk memperoleh data yang lengkap dan akurat mengenai Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembinaan Akhlakul Karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan.
3. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di SDN 43 Ampenan. Adapun alasan untuk melakukan penelitian disini yaitu karena di SDN 43 Ampenan juga
50 Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jawa Barat: CV Jejak, 2018), hlm. 7.
51Ibid.,, hlm. 168.
33
menerapkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter tersebut diharapkan dapat membentuk akhlakul karimah peserta didik. Untuk itu peneliti merasa perlu meneliti lebih dalam tentang bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam membentuk akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan.
4. Sumber Data
Untuk mendapatkan data valid yang dapat mendukung penelitian yang dilakukan maka diperlukan sumber data yang dipercaya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Suharsimi Arikunto dalam bukunya “Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh”.52 Sumber data dibagi menjadi dua yakni sumber primer dan sumber sekunder.53
Sumber data primer adalah data yang langsung diberikan oleh sumber data kepada peneliti.54 Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah:
a. Peserta didik SDN 43 Ampenan.
b. Kepala sekolah SDN 43 Ampenan c. Guru di SDN 43 Ampenan
Sedangkan sumber data sekunder adalah data yang tidak langsung diberikan oleh sumber data melainkan melalui orang lain maupun dokumentasi.55 Sehingga sumber sekunder dalam penelitian ini berupa dokumentasi atau
52Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014), hlm. 172.
53Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2018), hlm. 308.
54Ibid.
55Ibid., hlm. 308-309.
34
data-data tertulis yang terkait dengan implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik.
5. Prosedur Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian tentunya dibutuhkan berbagai macam data yang dapat mendukung keberlangsungan penelitian itu sendiri, sehingga untuk memenuhi kebutuhan data, maka diperlukan berbagai teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara dan dokumentasi. Lebih jelasnya maka peneliti akan memaparkannya sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara teliti dan pencatatan dengan sistematis.56 Observasi dari segi pelaksanaan pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni observasi partisipan dan observasi non partisipan.57 Adapun pengertian observasi partisipan dan observasi non partisipan sebagai berikut:
1) Observasi partisipan, dalam observasi ini peneliti terlibat atau ikut serta dalam kegiatan yang sedang diamati atau sumber data yang digunakan dalam penelitian.58
56Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015), cet ke-3, hlm. 143.
57Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan…, hlm. 204.
58Ibid.
35
2) Observasi non partisipan, dalam observasi ini peneliti tidak terlibat atau ikut serta dalam kegiatan yang sedang diamati atau sumber data yang digunakan dalam penelitian tetapi peneliti hanya menjadi peneliti independen.59
Dalam penelitian ini teknik observasi yang digunakan yakni observasi non partisipan. Adapun data yang akan dikumpulkan melalui teknik observasi yakni: Implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik.
b. Wawancara
Wawancara adalah percakapan yang dilakukan antara pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang menjawab pertanyaan yang diajukan dengan tujuan dan maksud tertentu.60 Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur.61 Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan dengan cara peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan- pertanyaan tertulis beserta jawabannya.62 Sedangkan wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang dilakukan dengan bebas sehingga peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersusun sistematis
59Ibid.
60Lexy J. Moleong, Metodologi…, hlm. 186.
61Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Pendidikan), (Bandung: Alfabeta, 2019), hlm. 229.
62Ibid.
36
dan lengkap dalam pengumpulan data namun pedoman wawancara yang digunakan hanya garis-garis besar permasalah yang akan dipertanyakan.63
Dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur.
Informan yang akan diwawancarai pada penelitian ini adalah:
1) Peserta didik SDN 43 Ampenan.
2) Kepala sekolah SDN 43 Ampenan 3) Guru di SDN 43 Ampenan
Adapun data yang akan dikumpulkan dalam penelitian melalui teknik wawancara adalah: implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian yang berupa data tertulis, film, gambar atau foto, karya-karya monumental yang dapat memberikan informasi bagi proses penelitian.64 Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan melalui dokumentasi yakni dokumen atau berkas yang berkaitan dengan implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah di SDN 43 Ampenan.
6. Teknik Analisis Data
63Ibid., hlm. 232.
64Imam Gunawan, Metode…, hlm. 178.
37
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun data hasil temuan yang dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi lalu memilah data yang penting dan yang akan dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.65 Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan yakni analisis menurut Miles dan Huberman, diantaranya:
a. Reduksi Data
Mereduksi data adalah menyeleksi semua data yang telah dikumpulkan untuk memfokuskan pada data-data yang dianggap penting dan memiliki keterkaitan dengan penelitian.66 Dalam penelitian ini, peneliti melakukan reduksi data mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan.
b. Data Display (Penyajian Data)
Data display adalah proses menyajikan data hasil temuan berupa teks narasi sehingga data mudah untuk dipahami.67 Dalam penelitian ini, penyajian data dilakukan dalam bentuk teks naratif yaitu dengan mengorganisasikan, menyusun, dan menguraikan data secara sistematis dari lapangan sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dalam proses penyajian data,
65Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan…, hlm. 335.
66Ibid., hlm. 338.
67Ibid., hlm. 341.
38
peneliti menyajikan data mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan.
c. Verifikasi Data (Kesimpulan)
Verifikasi adalah langkah untuk menarik kesimpulan data hasil reduksi dan data display sehingga kesimpulan yang dihasilkan diharapkan dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan sebelumnya.68 Dalam penelitian ini, peneliti melakukan verifikasi data mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembinaan akhlakul karimah dan faktor pendukung Implementasi Pendidikan Karakter dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik di SDN 43 Ampenan.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data tujuannya agar data yang didapatkan dapat dipercaya kebenarannya karena sudah diuji kebenaran data yang didapatkan. Pengecekan keabsahan data menggunakan dua metode yaitu ketekunan pengamatan dan triangulasi.69 Penjelasannya di bawah ini:
a. Ketekunan pengamatan
Ketekunan pengamatan artinya peneliti akan lebih gigih dan cermat dalam melakukan pengamatan. Dengan lebih melakukan ketekunan pengamatan, peneliti dapat menelusuri fenomena yang ada untuk
68Ibid., hlm. 345.
69 Hilaluddin dan Hengki Wijaya, Analisis Data Kualitatif Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik, (Sekolah Tinggi Jaffray, Makassar, 2019), hlm.135.
39
memperoleh kebenaran di lapangan. Dalam penelitian ini, peneliti meningkatkan ketekunan pengamatan dengan cara melakukan pengecekan data yang didapatkan di lapangan apakah akurat atau tidak .
b. Triangulasi
Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain, di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Peneliti melakukan triangulasi yang terdiri dari tiga bagian yaitu sumber, metode, dan waktu. Pada triangulasi sumber peneliti menggali data dari kepala sekolah dan guru-guru, dan peserta didik di SDN 43 Ampenan. Tujuannya yaitu agar bisa membandingkan atau menyamakan data dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik.
Triangulasi metode, dimana dalam metode penelitian tidak hanya menggunakan satu metode saja tetapi selain observasi digunakan juga metode wawancara dan dokumentasi. Tujuannya agar memperoleh tambahan data dilapangan. Selanjutnya triangulasi waktu, artinya peneliti tidak hanya melakukan penelitian dalam keadaan formal saja. Tetapi agar data yang didapatkan secara real di lapangan maka penelitian dilakukan pula ketika waktu senggang atau disaat istirahat, sedang ngobrol, dalam keadaan santai, gotong royong dan yang lainnya.