• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Bank Pembangunan Daerah di Sulawesi Selatan didirikan pada tanggal 13 Januari 1961 di Makassar dengan nama PT. Menurut akta notaris Raden Kadiaman di Jakarta No. 95 tanggal 23 Januari 1961, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara. Saat itu bernama PT berdasarkan akta notaris Raden Kadiaman No. 67 tanggal 13 Juli 1961.

Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara telah bertransformasi menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara bekerja pada tahun 1962 di Gedung Bank Indonesia di Jalan Nusantara No. Bank tersebut kemudian pindah ke Gedung Bank Summa di Jalan Sulawesi No. 91 Makassar. Bank didirikan dengan tujuan untuk mengelola keuangan daerah dan meningkatkan otonomi daerah. Syamsuddin dg Manggawi adalah pendiri bank dan juga presiden pertama dan direktur Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Nama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara dengan modal dasar 250 juta rupiah berdasarkan Surat Keputusan Sulawesi Selatan Nomor 22 Peraturan Daerah Tahun 1964 pada tanggal 12 Februari 1964.

Karena adanya Pemisahan Tingkat I Sulawesi Selatan di Sulawesi

Tenggara dan penambahan modal dasar pada Peraturan Daerah Nomor 002 Tahun 1964, maka dilakukan beberapa kali perubahan, akhirnya bank yang menamakan nama daerah Sulawesi Selatan tersebut diganti menjadi bank pembangunan.

PT. Bank Sulselbar mendirikan Unit Usaha Syariah. Dalam kaitan ini, Dewan Auditor Perusahaan Syariah dibentuk sesuai dengan Ordonansi Direksi PT. Bank Sulawesi Selatan Nomor SK/029/DIR, tanggal 26 April 2007, mengangkat Direksi PT Syariah. 11 Mei 2007 Bank Sulsel dan Surat Keputusan Direksi No. SK/034/DIR tentang Staf Dewan.

Adapun yang ditunjuk sebagai Pengawas Syariah PT. Bank Sulsel, Telah ditunjuk Personalia sebagai berikut:

1. Prof. DR. Halide Sebagai Ketua 2. AG. H. Sanusi Baco sebagai Anggota

3. DR. Mukhlis Sufri, SE., M.Si Sebagai Anggota

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 10 Februari 2011 yang telah diedarkan, keputusan RUPSLB tersebut disetujui dengan suara bulat oleh seluruh pemegang saham. Keputusan RUPSLB tersebut diaktakan oleh notaris Rakhmawati Laica Marzuki, SH, dan pernyataan pemegang saham dibuat dalam rapat pemegang saham perseroan terbatas PT. Bank sulsel, nomor 16 pada tanggal 10 Februari 2010. Jika pemegang sertifikat memutuskan untuk menggunakan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan, disingkat PT. Bank Sulsel

telah menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, disingkat PT. Bank Sulawesi Selatan.

Bank Sulselbar Syariah dimulai pada bulan April 2007 dengan modal awal sebesar Rp 10.328.992.500. Sampai saat ini aset Bank Sulselbar adalah sebesar Rp21.893.000.000 yang didanai oleh pihak ketiga sebesar Rp 7.678.000.000, dan penyaluran sebesar Rp 9.261.000.000, adapaun keuntunagn atau labayang diperoleh sebesar Rp 3.886.007.500.

2. Visi dan Misi

Berbicara tentang perusahaan harus mengutamakan tentang Visi yang jelas, agar dapat mencapai suatu target yang telah ditentukanadapun visi dan misi PT. Bank Sulselbar Syariah CabangMakassar sebagai berikut:

a. Visi

“Menjadi Bank Kebanggaan dan Pilihan Utama Membangun Kawasan Timur Indonesia.”

Arti Visi:

1) Bank Kebanggaan Bank Sulselbar berkeinginan untuk memberikan rasa bangga kepada masyarakat dengan menyediakan produk yang kompetitif dan bernilai tinggi serta layanan yang berkualitas.

2) Pilihan Utama Bank Sulselbar berkeinginan untuk menjadi bank of choice masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan layanan dan jasa perbankan dimanapun kami berada.

3) Membangun Kawasan Timur Indonesia Bank Sulselbar berkeinginan untuk menjadi market leader yang menyediakan layanan dan jasa perbankan yang berkualitas di Kawasan Timur Indonesia serta turut serta berkontribusi aktif dalam pembangunan di Kawasan Timur Indonesia.

b. Misi

Untuk mencapai visi maka perlu ada misi atau usaha yang harus dilakukan PT. Bank Sulselbar Syariah. Misi dari PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar adalah sebagai berikut:

1) Memberikan Pelayanan Prima yang berkualitas dan terpercaya.

a) Bank Sulselbar memberikan solusi layanan yang cepat dan akurat.

b) Bank Sulselbar didukung oleh sistem dan teknologi terkini untuk memenuhi kebutuhan produk dan layanan perbankan yang handal.

2) Mitra strategis PEMDA dalam menggerakkan sektor riil.

a) Bank Sulselbar menjadi bank pilihan utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam pengelolaan keuangan.

b) Bank Sulselbar menjadi kontributor deviden tertinggi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di antara BUMD yang ada di daerah.

c) Bank Sulselbar secara profesional mendukung program- program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan

Sulawesi Barat di berbagai sektor untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan di masa kini dan masa mendatang.

3) Memberikan nilai tambah optimum bagi Stakeholder.

a) Bank Sulselbar menciptakan dan menyediakan produk dan layanan yang kompetitif dan berkualitas.

b) Bank Sulselbar berupaya untuk menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan program- program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

c) Bank Sulselbar senantiasa berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pengurus secara berkesinambungan.

3. Produk PT. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar 1) Produk Pembiayaan

Adapun produk-produk pembiayaan yang digunakan dalam Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar adalah Mudharabah, Murabahah, Musyarakah, dan Ijarah.

a. Mudharabah

Mudharabah yaitu akad kerjasama antara Bank Syariah dan Nasabah untuk membiayai suatu usaha tertentu dimana Bank memberikan kontribusi seluruh modal dana sedangkan Nasabah adalah pelaksana usaha yang dibiayai Bank Syariah dengan kontribusi skill dalam pengelolaan usaha.

Ketentuan pembagian keuntungan dan resiko akan ditanggung Bank selama nasabah tidak melakukan khianat. Dalam implementasi pendapatan/keuntungan real dari pengelola usaha tersebut akan dibagi antara nasabah dan Bank Syariah sesuai nisbah (Porsi) yang telah disepakati pada saat akad Mudharabah yang ditandatangani. Perhitungan realisasi bagi hasil Mudharabah secara prinsip tidak jauh berbeda dengan perhitungan bagi hasil Musyarakah.

b. Murabahah

Pengertian dari produk ini adalah pembiayaan atau kerjasama atau kontrak usaha antara dua pihak dengan menggunakan prinsip jual beli sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasabah seperti kendaraan, alat-alat industri, property , dan barang lainnya, dengan proses yang tidak rumit, dimana Bank Sulselbar Syariah menjual barang yang dipesan/diinginkan nasabah sebesar harga pokok ditambah margin keuntungan bank. Setelah memenuhi persyaratan dan prosedur seperti kelayakan mengenai kemampuan angsuran dan uang muka dan lain-lain, sebagai pembeli nasabah dapat menggunakan fasilitas angsuran selama 60 bulan untuk nasabah (perorangan) yang berpenghasilan tidak menentu atau tidak tetap serta maksimal 96 bulan untuk Nasabah (perorangan) berpenghasilan tetap. Kelebihan Murabahah jika dibandingkan dengan produk sejenis non syariah adalah selain sesuai syariah (prinsip jual beli) adalah jumlah angsuran tetap

tidak berubah walaupun terjadi fluktuatif suku bunga.

Pembiayaan Murabahah dapat dimanfaatkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan barang-barang produktif maupun konsumtif termasuk dapat pula digunakan untuk pengadaan barang berdasarkan pesanan dari pihak ketiga dengan bukti Surat Perintah Kerja/Kontak kerja dari Instansi Pemerintah/BUMN/BUMD beserta pihak swasta yang credible.

c. Musyarakah

Musyarakah yaitu akad kerjasama antara Bank Syariah dan nasabah untuk membiayai suatu usaha tertentu dimana Bank dan nasabah memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan porsi kontribusi dana atau kesepakatan bersama. Dalam produk ini dikenal implementasinya Bank Syariah sebagai investor pasif yang menanamkan modalnya saja sedangkan nasabah investor aktif yang selain menanamkan modal juga mengelola langsung objek usaha yang dibiayai bersama tersebut.pendapatan/keuntungan real dari pengelolaan usaha tersebut akan dibagi antara nasabah dan bank syariah sesuai nisbah yang telah disepakati pada saat Akad Musyarakah ditandatangani.

d. Ijarah

Sewa menyewa (Ijarah) sebagai salah satu skema dalam pembiayaan syariah, ijarah ini hampir mirip dengan sewa menyewa pada transaksi konvensional, sewa menyewa dalam

transaksi ini terjadi antara bank sebagai pihak yang menyewakan, dan nasabah sebagai penyewa, dengan mengacu pada objek yang disewakan. Namun demikian, dalam transaksi Ijarah, sewa menyewa tersebut dapat digunakan sebagai mekanisme pembiayaan dengan skema syariah.Akad ijarah merupakan akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ijarah) tanpa diikuti dengan pembayaran sewa (ijarah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang tersebut.

2) Produk Pendanaan a. Giro Wadiah

Giro Wadiah merupakan produk simpanan yang megutamakan kemudahan dan kelancaran aktifitas keuangan anda serta layanan jasa yang amanah, profesional dan dikelola sesuai prinsip syariah.

b. Giro Mudharabah

Giro Mudharabah merupakan Produk Investasi yang menarik dan menguntungkan, dana investasi kami kelola sesuai prinsip syariah dan profesional serta memberikan imbal hasil kompetitif sesuai nisbah yang disepakati dan mengutamakan kemudahan serta kelancaran aktivitas keuangan anda serta layanan jasa yang amanah, professional dan dikelola sesuai prinsip syariah.

c. Tabungan Syariah

Tabungan Syariah merupakan produk investasi yang

menarik dan menguntungkan,dana investasi kami oleh sesuai prinsip syariah dan profesional serta memberikan imbalan hasil kompetitif sesuai nisbah yang disepakati.

d. Tabungan Hatam

Tabungan Hatam merupakan tabungan perencanaan masa depan dan bersifat khusus ibadah haji dan umroh untuk usia dini yang dikelola sesuai prinsip syariah dan profesional serta memberikan imbal hasil kompetitif sesuai nisbah yang disepakati.

e. Deposito Mudharabah

Deposito Mudharabah merupakan pilihan investasi yang menguntungkan dan memberikan rasa aman, dana investasi yang anda amanahkan kepada kami akan dikelola sesuai prinsip syariah dan profesional serta memberikan imbal hasil maksimal sesuai nisbah yang disepakati.

3) Produk Jasa

Ada beberapa produk-produk jasa yang disediakan untuk melayani dan memenuhi kebutuhan transaksi jasa perbankan yang dibutuhkan masyarakat, dengan dukungan sistem online di seluruh jaringan kantor Bank Sulselbar Syariah dan Office channeling diharapkan dapat lebih memudahkan dan mendekatkan layanan Bank Syariah kepada masyarakat. Adapun produk jasa Bank Sulselbar Syariah yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah adalah:

▪ Penarikan dan penyetoran online di seluruh kantor Bank Sulselbar diseluruh Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

▪ Setoran dan penarikan cek/Bilyet Giro melalui kliring, Transfer dan Inkaso antar rekening Bank Sulselbar atau Bank lain.

▪ Pembuatan Surat Referensi dan Dukungan Bank.

▪ Penerbit Surat Jaminan Bank (Bank Garansi) 4) Special Investmen (Mudharabah Muqayyadah)

Sarana investasi bagi para investor yang memiliki dana untuk disalurkan dalam bentuk pembiayaan kepada nasabah dan atau pihak lain yang khusus ditunjuk dan atau dipilih oleh investor sebagai pemilik dana. Bank sulselbar syariah dalam akad ini berperan sebagai arranger atau manajemen investasi untuk menjaga kepentingan pemilik dana dengan menyalurkan dana kepada nasabah yang khusus ditunjuk dan atau dipilih oleh investor.

Bank sulselbar syariah sebagai manajemen investasi selain berperan sebagai pengelola juga menjamin bahwa proses pemilihan atau studi kelayakan calon penerima pinjaman dilakukan secara procedural dan objektif sehingga diharapkan pemilik dana mendapat keyakinan bahwa dananya disalurkan secara benar dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian dan bank teknis.

Secara periodik pemilik dana dapat meminta laporan perkembangan pengelolaan dananya kepada Bank Sulselbar Syariah.

4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah sebuah susunan berbagai unit-unit kerja dalam sebuah organisasi dalam melakukan sebuah tanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan pekerjaan.Selain itu struktur

organisasi biasa juga disebut sebagai skema yang merupakan gambaran skematis tentang hubungan pekerjaan tentang orang-orang yang ada di dalam sebuah organisasi tersebut untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan. Dengan adanya struktur organisasi maka kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda bisa dikoordinasikan dengan baik.

Gambar 4. 1

Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah Makassar

A.

Sumber : PT Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar PEMIMPIN CABANG

IRHAM MUIN

SEKSI LAYANAN ERVIN ASOKAWATY P SEKSI OPERASIONAL

MUHAMMAD QADARUDDIN SEKSI PEMASARAN

M FADLYSALAHUDDIN

STAF PEMASARAN SHELYA SHAFITRIE N.

RIO B SYAMSUR ARIEF DIRGA

KUSUMA

ASST. OPERASIONAL DIAN WAHYUNI PRATIWI ANDI TENRIABA AMBARALA

ACCOUNT OFFICER VEBY ERIDA IRIYANI

SAIFUL ANWAR MUH TIEFRAN FR

SECURITY ZAIN BATOLA

SUARDI ARFAN R HERMAWAN S

HASRIANTI

OFFICE GIRL/BOY ASRI ASDAR

DRIVER SYAHRIR RAHMAT MISRAN MISRAN

KOORD. KAS/ CS A, KURNIATI KKKK

TELLER NURUL DWI S KARTINI BAHARUDDIN

PUTRI RISKI A.

CUTOMER SERVICE SORAYA NURUL N.

ASST. ADMINISTRASI ADITYA PRADIPTA

ANDI TIKA W

Dokumen terkait