BAB 4 PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Gaya Kepemimpinan Feminim
kualitas Sumber Daya Manusia yang Agamis, Berbudaya, Berwawasan Kebangsaan dan Berdaya Saing Global”.
37
menggambarkan adanya kerjasama dan membangun relasi dan terbentuknya team yang solid.
Gaya kepemimpian feminim ini memiliki 3 dimensi, yaitu:
1. Charismatic dan Value Based 2. Team Oriented
3. Self-Protective.
Gaya Kepemimpinan Feminim merupakan gaya kepemimpinan yang aktif, kepemimpinan ini merupakan kepemimpinan yang bertanggungjawab dan mengurus orang lain. Jiwa feminim yang melekat pada diri pemimpin akan memunculkan sikap keibuan, self-protective serta naluri hati yang lembut. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti menganalisa dan mendapati gaya kepemimpinan dari pemimpin perempuan Hj. Rahma, S.IP., ialah gaya kepemimpinan feminim. Dalam hal ini peneliti menanyakan langsung kepada Walikota Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP., dalam wawancara tersebut beliau memberikan pernyataan sebagai berikut:
“Seorang perempuan itu memiliki komposisi untuk menjadi seorang pemimpin, dengan kemampuan perempuan tentu membuktikan seorang perempuan berkesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin. Sebagai pemimpin perempuan haruslah percaya diri, karena dengan percaya diri akan dapat menyakinkan orang, begitupula penampilan seorang pemimpin tentu harus diperhatikan. Kepemimpinan laki-laki dan perempuan tentu berbeda, pemimpin perempuan selalu berfikir positif thingking serta perfikiran kedepannya.”
(wawancara 09 juni 2022)
Selain itu, peneliti juga mewawancarai beberapa orang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang. Pernyataan yang diberikan juga selaras
dengan pernyataan yang diberikan oleh Walikota Kota Tanjungpinang. Wawancara oleh Ibu Ria memberikan pernyataan sebagai berikut:
“Sebenarnya kepemimpinan perempuan dan laki-laki tentu ada plus minusnya, nah plusnya pemimpin perempuan itu memimpin sama seperti memimpin rumah tangga, penuh dengan kehati-hatian, tidak hanya memimpin profesi aja tapi pemimpin menggunakan perasaan juga. Menurut saya, gaya kepemimpinan ibu rahma ini cenderung ke ibuan ya dan cukup percaya diri dalam menjalankan kepemiminan. Beliau juga orang yang menurut saya tidak begitu memerhatikan penampilannya, ya seperti penampilan perempuan rumah tangga pada umumya yang tidak terlalu mewah, beliau selalu mengalir saja gitu penampilannya sesuai kebutuhan.” ( wawancara 30 mei 2022)
Wawancara oleh Bapak Fathir selaku Wakil ketua 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang memberikan pernyataan sebagai berikut :
“saya setuju dengan adanya pemimpin perempuan, ya seperti yang kita ketahui bahwasannya kota tanjungpinang bukan pertama kalinya dipimpin oleh seorang perempuan ya, sebelumnya kita juga pernah dipimpin oleh seorang perempuan yaitu ibu Suryatai ya dan menunjukkan keberhasilan dan mampu merangkul masyarakat kota tanjungpinang. Ya yang saya lihat beliau seorang yang cukup percaya diri, dia mrupakan seorang walikota dan seorang ibuk. Untuk penampilan sendiri ya yang saya liat beliau masi nuansa melayu dan masi mengedepankan budaya melayu terutama perempuan melayu. Prihal percaya diri saya rasa beliau cukup percaya diri, karena jika gapercaya diri dia gamungkin berani untuk naik menjadi seorang pemimpin dan mengambil amanah serta tanggungjawab yang cukup besar.”( wawancara 09 juni 2022 )
Wawancara oleh Bapak Hendra selaku Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang memberikan Pernyataan sebagai berikut :
“Kita semua itu sama baik itu perempun maupun laki-laki, saat ini kita tau sendiri bahwa perempun memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, dan itu sudah ada undang-undang nya yang mengatur mengenai keterwakilan perempun.
Ya saya setuju-setuju aja perempuan menjadi seorang pemimpin. Setiap pemimpin pastinya melakukan koordinasi, terebih lagi seorang pemimpin daerah. Berbicara penampilan, beliau ini seorang pemimpin yang biasa-biasa saja, sederhana dan sesuai kebutuhannya. Berani menjadi seorang pemimpin tentu membuktikan bahwasannya beliau orang yang cukup pecaya diri.” ( wawancra 29 mei 2022 )
39
Selain Ibu Ria, Bapak Fathir dan Bapak Hendra. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap beberapa Dinas yang ada di Kota Tanjungpinang. Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan Dinas Sosial. Wawancaraoleh Ibu Rina selaku Pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Berbicara perempuan tentu kita berbicara gender ya, saat ini kita lihat bahwasannya perempuan juga bisa memberikan hasil yang baik dan menunjukkan kemampuan yang gajauh berbeda dengan laki-laki, jadi menurut saya pemimpin perempuan itu tidak salah. Beliu merupakan seorang pemimpin yang sangat baik dan selalu memerhatikan kesejahteraan pegawainya, ya mungkin ini salah satu bukti nyata sikap hati hati nurani seorang perempuannya ya. Beliau juga pemimpin yang fokus dalam mencapai tujuannya. Sebagai seorang pemimpin perempuan beliau juga merupan seorang pemimpin perempuan yang sangat gigih, seperti saat ini beliau juga sedang wacana dan semoga terealisasikan untuk mendirikan sebuah sekolah untuk menciptakan perempuan-perempuann yang berpotensi di Kota Tanjungpinang.” ( wawancara 2 juni 2022 )
Dilain itu peneliti juga melakukan wawancara kepada beberapa orang tokoh masyarakat, seperti LSM dan BANSER. Adapun hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap Bapak Iwan selaku Ketua sekaligus pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Melayu Serumpun, Bapak Iwan memberikan pernyataan sebagai berikut:
“Saya setuju dengan adanya seorang pemimpin perempuan, paradigma seorang perempuan kini sudah mulai berubah, banyak terobosan seorang perempuan yang membuktikan adanya keberhasilan seorang perempuan untuk menjadi pemimpin.
Beliau selalu melakukan koordinasi dalam mengambil keputusan. Dan juga yang saya lihat, beliau dalam menentukan keputusan selalu mempertimbangkan dengan keputusan yang sebelumnya dan dengan pertimbangan yang cukup matang. Beliau pemimpin wanita yang cukup percaya diri, dengan banyak masalah yang cukup banyak belakangan ini membuktikan beliau perempuan yang cukup percaya diri dalam memimpin.” (wawancara 01 juni 2022)
Wawancara oleh Bapak Usman selaku anggota BANSER memberikan pernyataan sebagai berikut :
“saya setuju dengan adanya kepemimpinan perempuan, karena perempuan saat ini juga tidak kalah hebatnya untuk memimpin dan kemampuannya juga tak sedikit yang hebat dan mampu membuktikan keberhasilan. Kepemimpinan Ibu Rahma ini lebih lemah lembut dan mendidik, ya kembali pada fitahnya perempuan bahwasannya perempuan itu memiliki hati yang lemah lembut perempuan. Untuk penampilan sendiri ya dapat kita lihat beliau cukup cuek dan norak dalam penampilan serta tidak menampakkan elegan, namun menunjukkan seorang kesederhanaan seorang perempuan. Beliau cukup tegs namun ya kita tau sendiri bahwasannya beliau seorang perempuan, tegasnya seorang perempuan tentu berbeda.” ( wawancara 10 juni 2022 )
Dan wawancara yang dilakukan kepada Bapak Amril selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tanjungpinang, Bapak Amril memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Perempuan itu, dimana mana yang bapak liat gaya memimpinnya lebih cenderung mengedepankan perasaan. Kalo dilihat ya, kodratnya perempuan itukan dirumah, tapi tidak menutup kemungkinan perempuan untuk menjadi pemimpin perempuan.
Hj. Rahma, S.IP., dia bias menyelesaikan semuanya, seperti kemarin kasus uang yang buksn hak dia, dia kembalikan. Untuk penampilan sendiri beliau ini pemimpin yang standard, biasa biasa saja ya seperti perempuan umumnya, tidak elegan gitu.” (wawancara 02 juni 2022)
Berdasarkan uraian hasil wawancara dan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebagaimana yang telah diuraikan diatas, dengan penjelasan karakter dan ciri khas gaya kepemimpinan feminim sebagaimana yang telah dijelaskan bahwasannya gaya kepemimpinan ini memiliki 3 dimensi yaitu :
1. Charismatic dan Value Based
Pada dimensi ini pemimpin akan menunjukkan atribut kepemimpinan transformasional, yang mana pada kepemimpinan ini
41
seorang pemimpin akan menunjukkan kharismatik seperti visionery yang berarti pemimpin akan menunjukkan sikap percaya diri dalam memimpin.
Setelah dilakukan penelitian dan wawancara terhadap Hj. Rahma, S.IP., selaku Walikota Kota Tanjungpinang memberikan tanggapan sebagai berikut :
“sebagai perempuan haruslah percaya diri, karena dengan percaya diri akan dapat meyakinkan orang, begitupula penampilan seorang pemimpin tentu harus diperhatikan.” ( wawancara 09 juni 2022 )
Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Ria selaku Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang memberikan pernyataan sebagai berikut :
“menurut saya gaya kepemimpinan ibu rahma ini cenderung keibuan ya, beliau cukup percaya diri dalam menjalankan kepemimpinan, belaiu juga berani dalam mengambil suatu keputusan.” (wawancara 30 mei 2022)
Wawancara oleh Bapak Hendra selaku Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang memberikan pernayataan sebagai berikut :
“beliau merupakan seorang yang percaya diri, sebagai seorang perempuan berani menduduki jabatan walikota tentu beliau merupakan perempuan yang percaya diri.” ( wawancara 29 mei 2022 )
Wawancara oleh Bapak Fathir selaku Wakil Ketua 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang memberikan pernyataan sebagai berikut :
“ya yang saya lihat beliau orang yang cukup percaya diri, beliau seorang waikota sekaligus seorang ibuk untuk kita.” ( wawancara 09 juni 2022 )
Selain itu wawancara oleh Ibu Rina selaku pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan pernyataan sebagai berikut:
"ya beliau cukup percaya diri, sebagai seorang pemimpin perempuan beliau berani memimpin Kota Tanjungpinang.” (wawancara 02 juni 2022) Peneliti juga melakukan wawancra terhadap beberapa tokoh masyarakat seperti Bapak Iwan selaku Ketua sekaligus Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Melayu Serumpun, Bapak Iwan memberikan pernyataan sebagai berikut :
“beliau pemimpin wanita yang cukup percaya diri, dengan banyak masalah yang cukup banyak belakangan ini membuktikan beliau perempuan yang cukup percaya diri dalam memimpin.” ( wawancara 01 juni 2022 )
Wawancara oleh Bapak Usman selaku anggota BANSER memberikan pernyataan sebagai berikut :
“ya beliau cukup percaya diri, kalau tidak percaya diri gak mungkin beliau berani dan mampu menduduki jabatan itu.” ( wawancara 10 juni 2022 )
Dan terakhir peneliti juga mewawancarai Bapak Amril selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tanjungpinang, Bapak Amril memberikan pernyataan sebagai berikut :
“beliau orang yang cukup percaya diri, terelebih untuk penampilan sendiri beliau ini pemimpin yang standar tidak tampil elegan.” ( wawancara 02 juni 2022 )
43
2. Team Oriented
Dimensi Team oriented menjelaskan dimana pemimpin perempuan akan bertindak lebih demokratis dan kolaboratif , adapun yang dimaksud disini ialah pemimpin merupakan orang yang komunikatif dan melakukan koordinasi dalam memimpin. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian dan wawancara terhadap Hj. Rahma, S.IP., selaku Walikota Kota Tanjungpinang, Ibu Rahma memberikan tanggapan sebagai berikut :
“Seorang pemimpin dalam mengambil keputusan tentu melakukan koordinasi terlebih dahulu, tentu perlu meski pemimpin seorang manager dia harus melakukan koordinasi juga terhadap OPD dan bawahannya.” ( wawancara 09 juni 2022 )
Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Ria selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang, Ibu Ria memberikan pernyataan sebagai berikut :
“kalau koordinasi sendiri saya krang tau ya karena kita ini kan mitra bukan orang yang berada dibawahnya langsung, tapi yang saya rasa ya pasti dia selalu melakukan koordinasi karena beliau kan seorang pemimpin tentu perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu.“ ( wawancara 30 mei 2022 )
Wawancara oleh Bapak Hendra selaku Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang, Bapak Hendra memebrikan pernyataan sebagai berikut :
“setiap pemimpin pastinya melakukan koordinasi, terlebih lagi seorang pemimpin daerah.” ( wawancara 29 mei 2022 )
Wawancara oleh Bapak Fathir selaku Wakil Ketua 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang, Bapak Fathir memberikan pernyataan sebagai berikut :
“berbicara koordinasi tentu seorang pemimpin melakukan koordinasi, apalagi beliau seorang pemimpin daerah seorang walikota kan.” ( wawancara 09 juni 2022 )
Selain itu peneliti juga melakukan penelitian dan wawancara terhadap beberapa Dinas yang ada di Kota Tanjungpiang. Wawancara oleh Ibu Rina selaku pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan pernyataan sebagai berikut :
“dengan niat dan kegigihan beliau untuk mencapai tujuan, beliau merupakan sosok yang selalu melakukan koordinasi kepada bawahannya.”
( wawancara 2 juni 2022 )
Peneliti juga melakukan wawancra terhadap beberapa tokoh masyarakat yang berada di Kota Tanjungpinang seperti Bapak Iwan selaku Ketua sekaligus Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Melayu Serumpun, Bapak Iwan memberikan pernyataan sebagai berikut :
“koordinasi sendiri tentu dilakukan ya, seorang pemimpin tentu melakukan koordinsi dalam menjalankan kepemimpinanya, beliau selalu melakukan koordinasi dalam mengambil keputusan.” ( wawancara 01 juni 2022 )
Wawancaa oleh Bapak Usman selaku anggota BANSER, Bapak Usman memberikan pernyataan sebagai berikut :
“beliau melakukan koordinasi pastinya, cuma yang saya lihat beliau orang yang melakukan koordinasi namun terkadang memutuskan dengan
45
pemikirannya sendiri, ya layaknya pemikiran perempuan.” ( wawancara 10 juni 2022 )
Selain itu peneliti juga melakukan wawancara terhadap Bapak Amril selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia. Bapak Amril memberikan pernyataan sebagai berikut :
“ ya pastinya dia selalu melakukan koordinasi, tapi yang bapak tau dia kalau berkoordinasi hanya kepada orang orang yang sudah ditunjuk sebelumnya, seperti dia nugasin orang orang-orang khusus untuk dibawah dan dia koordinasi sama orang yang udah dipilihnya itu.” ( wawancara 02 juni 2022 )
3. Self-Protective
Pada dimensi ini seorang pemimpin akan menunjukkan sikap seorang pemimpin yang tidak mudah bersosialisasi dan selalu bersikap prosedural atau formal. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian dan wawancara kepada Walikota Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP., memberikan pernyataan sebagai berikut :
“sebagai seorang pemimpin tentu saya meneger disini, disini saya memiliki OPD yang akan bekerja untuk membantu saya menghendel dibawah, sebagai bentuk kerjasama kita.” ( wawancara 09 juni 2022 )
Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Ria selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daaerah Kota Tanjungpinang. Ibu Ria memberikan pernyataan sebagai berikut :
“dari yang aku liat ya beliau ini cukup sulit untuk dijumpai, ketika memang ingin bertemu atau yang ingin disampaikan ada kepada orang yang sudah dipercayai dan diamanatkan oleh beliau.” ( wawancara 30 mei 2022 )
Wawancara oleh Bapak Fathir selaku Wakil Ketua 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang. Bapak Fathir memberikan pernyataan sebagai berikut :
“sebagai seorang pemimpin tentu agak sulit ditemui, jika memang ingin bertemu dan ada hal penting pasti ada prosedur yang harus dilalui.” ( wawancara 09 juni 2022 )
Selain itu peneliti juga mendapati tanggapan dan pernyataan yang sama dari Bapak Iwan selaku ketua sekaligus pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Melayu Serumpun, Bapak Iwan memberikan pernyataan sebagai berikut :
“sebagai seorang pemimpin tentu cukup sulit ya untuk ditemui, karena pastinya banyak undangan dan pekerjaan yang harus beliau lakukan.” ( wawancara 01 juni 2022 )
Wawancara oleh Bapak Usman selaku anggota BANSER memberikan Pernyataan sebagai berikut :
“beliau cukup sulit ditemui, ya memang pastinya banyak pekerjaan dan kegiatan yang harus beliau selesaikan, tapi ketika memang ingin bertemu bisa menyurati terlebih dahulu.” ( wawancara 10 juni 2022 )
Dan peneliti juga mndapati pernyataan yang sama dari Bapak Amril selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tanjungpinang, Bapak Amril memberikan pernyataan sebagai berikut :
47
“ untuk jumpa ibu rahma ini agak susah kalau yang bapak rasakan, hanya orang-orang tertentu aja yang bisa jumpa sama beliau.” ( wawancara 02 juni 2022 )
Dari hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, setelah dilakukan observasi peneliti menarik kesimpulan dengan pertimbangan kriteria, ciri-ciri dan kriteria 3 dimensi yang ada pada gaya kepemimpinan feminim ini menyimpulkan bahwasannya gaya kepemimpinan perempuan yang tampak dari kepemimpinan Hj. Rahma, S.IP., ialah gaya kepemimpinan feminim.