• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

2.2 Kerangka Teori

Kerangka teori merupakan konsep-konsep dasar darihasil penelitian yang merupakan dasar pemikiran penelitian yang hendak dilakukan.

2.2.1 Kepemimpinan

Pemimpinan merupakan individu yang memimpin, dan kepemimpinan merupakan suatu sifat yang dimiliki seseorang pemimpin. Kepemimpinan merupakan inti daripada suatu organisasi karena kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat-alat manusia dan alat lainnya dalam suatu organisasi. Sunarto (2005) Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas tugas dari orang-orang dalam kelompok. Kepmimpinan berartimelibatkan orang lain, yaitu bawahan atau karyawan yang dipimpin.

Menurut Kartono (2010), pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian sendiri yang unik khas sehingga tingkah laku dan gayanya yang membedakan dirinya dari orang lain.

Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu mempengaruhi anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka searah dengan kemauan dan aspiarasi pemimpin. Dalam kenyataan yang dihadapi dan permasalahan dari beberapa life kepemimpinan memiliki kelemahan dalam menjalankan tugasnya. Sebagaimana yang diketahui

bahwa seorang pemimpin harus mampu memotivasi anggotanya sehingga dapat memperbaiki kesalahan dan mencapai tujuan yang hendak dicapai.

Kepemimpinan (Leadership) menurut Kadarusman (2012) dibagi kedalam tiga tipe, yaitu:

(1) Self Leadership. Dimaksudkan kepada pemimpin itu sendiri, agar pemimpin tersebut tigak gagal dalam memimpin hidupnya sendiri.

(2) Team Leadership. Diartikan pemimpin orang lain, yang memahami apa yang menjadi tanggungjawab kepemimpinannya, menyelami kondisi bawahannya, kesediannya untuk meleburkan diri dengan tanggungjawab yang dipikulnya.

(3) Organizational Leadership, dapatdilihat pada kontek suatu organisasi yang dipimpin oleh organizational leader (pemimpin organisasi) yang mampu membangun visi dan misi yang menjaditujuannya.

2.2.2 Visi dan Misi

Menurut Arman (2008) visi merupakan pernyataan yang mengidentifikasi sesuatu yang ingin dicapai suatu organisasi/perusahaan dimasa yang akan datang.

Sedangkan misi menurut Arman (2008) misi adalah pernyataan-pernyataan mendefinisikan apa yang sedang atau akan dilakukan atau ingin dicapai dalam waktu sangat dekat atau saat ini.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, visi adalah kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, pandangan, wawasan apa yang tanpak dalam khayal, penglihatan atau pengamatan. Atau kemampuan melihat gambaran atau wawasan

17

masa depan yang diinginkan berdasar penglihatan atau pengamatan atau perbandingan atau kondisi yang ada atau keadaan sekarang. Misi adalah tugas yang dirasakan orang sebagai suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme, dan sebagainya.

Visi merupakan suatu rangkaian kata yang didalamnya memuat impian, cita- cita, atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Misi merupakan langkah- langkah yang akan diambil suatu lembaga atau organisasi untuk mencapai visinya.

Dapat disimpulkan visi dan misi merupakan suatu rangkaian kata yang dibuat untuk menjalankan lembaga atau organisasi guna mencapai impian, cita-cita, atau nilai inti. Dalam menjalankan roda kepemimpinan, setiap pemimpin tentu memiliki visi dan misi. HJ. Rahma S.IP., dalam menjalankan roda kepemimpinannya sebagai Walikota Tanjungpinang memiliki visi serta misi.

Adapun Visinya “Tanjungpinang sebagai kota yang maju, berbudaya dan sejahtera dalam harmoni kebhinekaan masyarakat madani”. Sedangkan Misinya:

(1) Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia agraris, berbudaya, berwawasan kebangsaan, dan berbudaya saing global.

(2) Meningkatkan pengembangan pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif.

(3) Mengembangkan dan melestarikan khasanah budaya lokal dan nusantara untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis

(4) bertoleransi, dan kebhinekaan guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

(5) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesioanal, berwibawa, amanah, transparan, dan akuntabel didukung dengan struktur birokrasi yang berintegritasi dan kompeten.

(6) Melanjutkan pembangunan yang adil dan merata serta menciptakan iklim investasi dan usaha kondusif yang berwawasan lingkungan dan sistem pengupahan yang berkeadilan.

2.2.3 Gaya Kepemimpinan

Ada banyak macam dan tipe gaya kepemimpinan. Namun pada dasarnya gaya kepemimpinan memiliki pengertian yang mana merupakan suatu perwuju dan dari tingkah laku seorang pemimpin, yang merupakan kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan ini biasanya berbentuk suatu pola atau bentuk khusus atau ciri khas tertentu. Selain itupula gaya kepemimpinan (leadership style) merupakan pemimpin yang menjalani fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, sikap dan keterampilannya. Gaya kepemimpinan ini dapat berbeda-beda, sesuai pada dasar motivasi orientasi, kuasaatau pribadi pemimpin tersebut. Menurut Devis dan Newstrom (dalam Chaniago 2017) menyebutkan gaya kepemimpinan merupakan pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang telah dipersiapkan atau diacu oleh bawahan.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Fiedler (dalam Q. badu & Djafri 2017) kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi dan gaya kepemimpinannya. Pemimpin akan terpengaruh oleh situasi sehingga dapat menjadikan kinerjanya efektif dan tidak efektif. Menurut Prasetyo (Syamsu Q. badu dan Novianty Djafri 2017:33) gaya kepemimpinan merupakan cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam prilaku kepemimpinan seseorang guna memengaruhi orang lain dalam bertindak dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemipin.

19

2.2.4 Gaya Kepemimpinan Perempuan

Pada umumnya perempuan dan laki-laki memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Perempuan memiliki gaya kepemimpinan yang khas, dengan adanya gaya kepemimpinan yang khas tentunya mampu mencapai keberhasilan dan kesuksesan bagi kepemimpinan perempuan dalam memimpin dari pada laki-laki. Eagly dan Johnson (dalam Nina Zulida Situmorang, 2011) melakukan meta analisis mengenai gender dan gaya kepemimpinan yang secara garis besar membagi 2 (dua) hasil dari penelitian yang ada, yaitu (1) Loden (1985) berasarkan studi menyimpulkan adanya perbedaan jenis kelamin dalam gaya kepemimpinan yaitu maskulin-feminim.

Loden menegaskan laki-laki cenderung kepada gaya kepemimpinan maskulin sedangkan perempuan cenderung kepada gaya kepemimpinan feminisme. (2) peneliti-peneliti social seperti Brown (1979) Hollander (1985) dan Shakeshaft (1987) menyimpulkan tidak ada perbedaan gaya kepemimpinan antara perempuan dan laki-laki.

Eagly dan Johnson mengemukakan gaya kepemimpinan perempuan lebih demokratik dibandingkan dengan laki-laki dalam lingkungan organisasi yang sama.

Nina ZulidaSitumorang (2011) menemukan model gaya kepemimpinan yang khas, hasil kajiannya menunjukkan adanya kombinasi feminim, maskulin, transaksional dan transformasional, ke-empat gaya kepememimpinan ini tidak dimiliki kaum laki-laki dalam masa kepemimpinan.

Dokumen terkait