BAB 4 PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.3 Gaya Kepemimpinan Transaksional
Dilain itu pernyataan yang sama juga diberikan oleh Bapak Iwan selaku Ketua sekaligus Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Melayu Serumpun di Kota Tanjungpinang. Memberikan pernyataan sebagai berikut:
“ ya cukup fokus, beliau dalam mencapai tujuannya cukup fokus. Seperti yang kita lihat ada bebeapa keputusan beliau yang baik untuk masyarakatnnya.” (wawancara 01 juni 2022 )
Wawancara oleh Bapak Amril selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia memerikan pernyataan sebagai berikut:
“dikatakan cukup fokus iya beliau cukup fokus.” (wawancara 02 juni 2022)
Berdasarkan hasil uraian wawancara yang telah dilakukan, dan hasil wawancara yang telah diuraikan diatas. Dengan adanya dimensi dan kriteria ciri khas yang terdapat dalam gaya kepemimpinan maskulin. Setelah dilakukan observasi penjelasan mengenai karakter dan ciri khas yang berbeda dari kepemimpinan Hj. Rahma, S.IP., dapat disimpulkan bahwasannya gaya kepemimpinan maskulin ini bukanlah tipe gaya kepemimpinan yang melekat pada kepemimpinan perempuan Hj. Rahma, S.IP.
53
Gaya Kepemimpinan Transaksional merupakan gaya kepemimpinan yang cenderung pemimpin berinisiatif untuk menukarkan barang-barang. Pertukaran ini seperti pertukaran politik, ekonomi dan psikologik. Dalam hal ini pemimpin akan menukarkan barang dengan barang, barang dengan uang, menukarkan suara antar legislator, serta keramahtamahan, terbuka dan mudah berkomunikasi dalam mendengarkan permaslahan orang lain.
Selain itu, pada gaya kepemimpinan transaksional ini tampak adanya sebuah proses keterlibatan pemimpin yang pada akhirnya akan menghasilkan kepatuhan pengikut terhadap pemimpinnya namun tidak menghasilkan antusiasme dan komitmen tugas oleh pengikutnya. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwasannya Hj. Rahma, S.IP., tidak termasuk kedalam kepemimpinan dengan gaya kepemimpinan transaksional. Hal ini dapat dibuktikan dengan penelitian dan wawancara yang telah dilakukan peneliti sebagai berikut:
Wawancara oleh Ibu Rahma selaku Walikota Kota Tanjungpinag memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Bagi seorang pemimpin perempuan memang cukup sulit dalam membangun komunikasi ya, namun buat saya demi masyarakat saya akan membangunnya dengan menjemput langsung mereka dimana masyarakat itu berada. Saya jemput langsung dan saya turun langsung kerumah mereka untuk membantu kesulitan mereka, namun tentu cukup sulit juga karena masyarakat Kota Tanjungpinang tidak sedikit ya. Untuk kepatuhan sendiri kan memang sudah menjadi tugas, sebelum mereka menerima jabatan itu tentu sudah mengerti tanggung jawab dan tugas mereka, ya ibaratnya saya menejer disini dan mereka bawahan saya, sama sama mengerti tugas dan kewajiban kita” ( wawancara 09 juni 2022 )
Selain itu, peneliti juga mewawancarai beberapa orang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang. Pernyataan yang diberikan juga selaras
dengan pernyataan yang diberikan oleh Walikota Kota Tanjungpinang. Wawancara oleh Ibu Ria memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Beliau cukup ramah, untuk keterbukaan saya kurang tau ya kalau untuk ke orang lain, namun kalau untuk ke mitra nya sendiri seperti kita ya menurut saya cukup tertutup. Yang aku tau ya dari beliau belum ada reward sii, kami pun walaupun mitra juga gaada dapat reward dari beliau, namun dia tu orang yang berani memberikan sanksi namun ya aku belum melihat reward nya.” ( wawancara 30 mei 2022 )
Wawancara oleh Bapak Hendra memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Beliau merupakan pemimpin yang cukup melakukan komunikasi terhadap bawahannya, dalam perjalanannya sebagai seorang pemimpin beliau juga mendengarkan dan membantu keluhan keluhan masyarakat tanjungpinang.” ( wawancara 29 mei 2022 )
Wawancara oleh Bapak Fathir memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Untuk komunikasi selalu terjalin, karena komunikasi publik ini merupakan unsur utama bagi seorang pemimpin dan terlebih untuk berkoordinasi. Untuk keterbukaan sendiri, beliau tidak cukup terbuka dalam menjalin komunikasi, ada beberapa yang mungkin beliau batasi.” ( wawancara 07 juni 2022 )
Selain Ibu Ria, Bapak Fathir dan Bapak Hendra. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap beberapa Dinas yang ada di Kota Tanjungpinang. Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan Dinas Sosial. wawancara oleh Bapak Samsudi selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tanjungpinang memberikan pernyataan sebagai berikut :
Wawancaraoleh Ibu Rina selaku Pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang (BPA2M) memberikan pernyataan sebagai berikut :
55
“Beliau merupakan seorang yangfleksibel dengan pegawai-pegawainya dan beliau juga kerap melakukan berkoordinasi, beliau juga selalu memberikan apresiasi kepada ASN dalam bentuk ucapan terimakasih dan beberapa penghargaan. Selain itu beliau juga seorang pemipin yang cukup ramah dan terbuka untuk mendengarkan ” ( wawancara 03 juni 2022 )
Wawancara oleh Ibu Sri selaku pegawai Donas Sosial memebrikan pernyataan sebagai berikut :
“Untuk kepatuhan pegawai tentu cukup patuh karena beliau kan seorang pemimpin, apalagi sebagai seorang pegawai dan bawahan sebelum bekerja pasti sudah mengerti tugas dan tanggungjawabnya dalam menerima jabatan pekeraannya. Dalam komunikasi sendiri beliau cukup tertutup yaa, beliau tidak mudah untuk diajak berkomunikasi pdahal beliaukan seorang pemimpin tentu seharusnya menerima dan dapat membangun komunikasi dengan baik.” ( wawacara 08 juni 2022 )
Dilain itu peneliti juga melakukan wawancara kepada beberapa orang tokoh masyarakat, seperti LSM, BANSER, dan Sapma. Adapun hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap Bapak Iwan selaku Ketua sekaligus pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Melayu Serumpun, Bapak Iwan memberikan pernyataan sebagai berikut:
“Yang saya lihat, ibu rahma ini cukup mudah ya diajak komunikasi, Cuma ya kita ketahui ya gamungkin dia mudah kesanasini karena beliau juga banyak urusan dan banyak kegiatan juga, terlebih beliau ini kan seorang pemimpin tentu tidak bisa sembarangan juga. Pasti ada reward dari beliau, terebih beliau ini selalu ini selalu mengajak bwahannya untuk lebih meningkatkan kinerjanya.” (wawancara 02 juni 2022)
Wawancara oleh Bapak Usman selaku anggota BANSER memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Kepatuhan pegawai terhadap yang diperintahkan oleh pemimpin itu pasti ada, namun yang kita tau kepatuhan itu merupakan hal yang sudah semestinya karena
apapun yang diperinahkan oleh seorang pemimpin tentu harus kita jalankan dan lakukan.” (wawancara 11 juni 2022 )
Dan wawancara yang dilakukan kepada Bapak Amril selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tanjungpinang, Bapak Amril memberikan pernyataan sebagai berikut :
“Beliau seorang pemimpin perempuan yang cukup berani, namun dalam membangun komunikasi beliau cukup kurang. Untuk membangun komunikasi sendiri beliau membatasi orang yang dapat berkomunikasi dan memilih beberapa orang saja yang dapat membangun komunikasi langsung dengan beliau”
(wawancara 02 juni 2022)
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian wawancara yang telah dilakukan serta diuraikan di atas, serta adanya penjelasan mengenai karakter dan ciri khas yang berbeda dari kepemimpinan Hj. Rahma, S.IP., setelah peneliti melakukan penelitian dan observasi dapat disimpulkan bahwasannya gaya kepemimpinan transaksional ini bukanlah tipe gaya kepemimpinan yang melekat pada kepemimpinan perempuan Hj. Rahma, S.IP.