• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Kognitif

Dalam dokumen analisis kesulitan siswa dalam memecahkan (Halaman 33-37)

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

4. Gaya Kognitif

a. Pengertian Gaya Kognitif

Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda- beda. Namun perbedaan ini bukan merupakan suatu tingkat kemampuan seseorang melainkan suatu bentuk kemampuan individu untuk tanggap terhadap stimulus yang ada di lingkungannya. Oleh karena itu gaya kognitif merupakan cara

30 Wahyu Hidayat dan Ratna Sariningsih, “Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Adversity Quotient Siswa SMP Melalui Pembelajaran Open Ended”, JNPM, Vol. 2, Nomor 1, Maret 2018, hlm. 110.

17

seseorang dalam menerima, mengingat dan mengelola informasi untuk menanggapi suatu tugas atau lingkungan.

Diana Anggrayni dkk, mengatakan bahwa gaya kognitif merupakan cara seseorang yang khas dalam mengelola informasi, mengamati, berpikir, memecahkan masalah dan mengingat.31 Menurut Usodo dalam Dwi Anggraeni dkk, menyatakan bahwa gaya kognitif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi individu dalam memecahkan masalah matematika.32 Sedangkan Menurut Messick, gaya kognitif merupakan sikap stabil, pilihan dalam menentukan strategi kebiasaan seseorang memahami cara-cara yang khas, berpikir, mengingat dan pemecahan masalah.33

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dalam penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa gaya kognitif merupakan cara seseorang yang khas dalam memproses, menyimpan, mengamati serta mengelola berbagai jenis informasi.

b. Jenis-jenis gaya kognitif

Berdasarkan psikologis, gaya kognitif dikategorikan ke dalam dua bagaian yaitu gaya kognitif field dependent (FD) dan gaya kognitif field independent (FI).

Nasution dalam Synthia Hotnida Haloho membagi jenis gaya kognitif lebih spesifik yang kaitannya dengan pembelajaran yaitu:

1) Field Dependent (FD) – Field Independent (FI)

Peserta didik yang field dependent sangat dipengaruhi oleh lingkungan atau bergantung pada lingkungan, sedangkan field independent tidak atau kurang dipengaruhi oleh lingkungan.

2) Implusif – Reflektif

Orang yang implusif mengambil keputusan cepat tanpa memikirkan secara mendalam, sebaliknya orang

31 Diana Anggrayni dkk, “Analisis Epistemic Cognition Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Materi Teori Peluang”, JPM, Vol. 05, Nomor 01, Maret 2021, hlm. 831.

32 Dwi Anggraeni dkk, “Analisis Pemahaman Konsep Matematis Siswa Berdasarkan Teori Van Hiele Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent”, JMPM, Vol. 3, Nomor 5, September 2021, hlm. 430.

33 Herry Agus Susanto, Pemahaman…, hlm. 35

18

yang reflektif mempertimbangkan segala alternatif sebelum mengambil keputusan dalam situasi yang tidak mempunyai penyelesaian yang mudah.34

3) Perseptif – Reseptif

Orang yang perseptif dalam mengumpulkan informasi mencoba mengadakan organisasi dalam hal-hal yang diterimanya, ia menyaring informasi yang masuk dan memperhatikan hubungan-hubungan diantaranya. Orang yang reseptif lebih memperhatikan detail atau perinci dan tidak berusaha untuk membulatkan informasi yang satu dengan yang lain.

4) Sistematis – Intuitif

Orang yang sistematis mencoba melihat struktur suatu masalah dan bekerja sistematis dengan data atau informasi untuk memecahkan suatu persoalan, sedangkan orang intuitif langsung mengemukakan jawaban tertentu menggunakan informasi sistematis.35

Dari berbagai jenis gaya kognitif di atas, gaya kognitif Field dependent (FD) dan field independent menjadi fokus dalam penelitian ini. Alasan peneliti memilih gaya kognitif tersebut karena gaya kognitif FD dan FI mencerminkan tentang analisis seseorang yang berinteraksi dengan lingkungan ataupun tugas. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian ini yang akan mendeskripsikan bagaimana kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika.

Witkin mengatakan bahwa gaya kognitif field independent adalah tipe gaya kognitif yang dimiliki individu bersifat analitik. Maksudnya siswa yang memisahkan lingkungan dengan komponen-komponennya atau kurang dipengaruhi oleh lingkungan. Sebaliknya gaya kognitif field dependent adalah tipe gaya kognitif yang dimiliki individu yang cenderung berpikir global. Maksudnya individu yang

34 Synthia Hotnida Haloho, “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Gaya Kognitif Pada Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project”, (Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNNES, 2016), hlm. 29.

35 Ibid, hlm. 30.

19

memfokuskan pada lingkungan secara keseluruhan atau individu yang mudah dipengaruhi oleh lingkungan.36

Witkin dalam Mukminah membedakan karakteristik individu yang memiliki gaya kognitif field dependent dan field independent sebagai berikut.37

Tabel 1.2

Karakteristik Individu Field Independent dan Field Dependent

No Field Dependent Field Independent 1. Cenderung

berpikir global.

Memiliki kemampuan dalam menganalisis untuk memisahkan objek dari lingkungannya.

2. Cenderung

menerima struktur yang sudah ada.

Memiliki kemampuan

mengorganisasikan objek-objek.

3. Memiliki

orientasi rasional.

Memiliki orientasi impersonal.

4. Cenderung

mengikuti tujuan yang sudah ada.

Cenderung mengidentifikasi tujuan sendiri.

5. Cenderung

memilih profesi yang menekankan keterampilan sosial.

Cenderung memilih profesi yang bersifat individual.

6. Cenderung

bekerja dengan motivasi

eksternal.

Cenderung analitik dan motivasinya bergantung pada motivasi internal.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dalam penelitian ini peneliti menyimpilkan bahwa karakteristik individu yang

36 Herry Agus Susanto, Pemahaman…, hlm. 37.

37 Mukminah, “Analisis Number Sense Siswa MTS Nurul Hakim Kelas VII Ditinjau Dari Gaya Kognitif Tipe Field Dependent dan Field Independent”, (Skripsi, FTK, Universitas Islam Negeri Mataram, Mataram 2019), hlm. 24.

20

memiliki gaya kognitif field dependent cenderung merespon stimulus menggunakan lingkungan sebagai dasar prsepsinya dan memandang suatu pola sebagai keseluruhan, memandang objek dan lingkungan sebagai satu kesatuan. Sebaliknya karakteristik individu yang memiliki gaya kognitif field independent cenderung merespon stimulus dengan prsepsinya sendiri, lebih analitis, dan menganalisis pola berdasarkan komponennya.

c. Pengukuran Gaya Kognitif

Untuk mengklasifikasikan gaya kognitif yang dimiliki peserta didik ke dalam gaya kognitif field independent dan field dependent digunakan tes standar gaya kognitif yaitu GEFT (Group Embedded Figure Test) yang dikembangkan oleh Witkin dan kawan-kawan. Tes GEFT terdiri dari 25 gambar rumit dan gambar sederhana yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pertama terdiri dari 7 gambar, bagian dua dan tiga masing-masing terdiri dari 9 gambar. Waktu yang telah disiapkan untuk mengerjakan tes pada penelitian ini maksimal 20 menit. Adapun skor yang dihitung adalah hanya pada bagian dua dan tiga dengan setiap jawaban benar diberikan skor 1, sedangkan untuk jawaban yang salah diberi skor 0 sehingga skor berkisar antara 0 sampai 18.38

Untuk menggolongkan subjek ke dalam kelompok gaya kognitif FI dan FD dilihat berdasarkan skor yang diperoleh subjek tersebut. Skor antara 12-18 dikategorikan sebagai kelompok gaya kognitif FI, sedangkan skor antara 0-11 dikategorikan ke dalam kelompok gaya kognitif FD.39

Dalam dokumen analisis kesulitan siswa dalam memecahkan (Halaman 33-37)

Dokumen terkait