• Tidak ada hasil yang ditemukan

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Dalam dokumen Advancing the Company's Industrialization (Halaman 82-120)

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Perseroan sangat menyadari arti penting pengimplementasian Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG). Penerapan GCG membuat Perseroan mampu meningkatkan efi siensi dan efektifi tas dalam pengelolaan sumber daya Perseroan, serta meningkatkan daya saing dalam menghadapi persaingan usaha. Dengan mengimplementasikan GCG, Perseroan berharap dapat meningkatkan nilai Perseroan pada industri minyak dan gas dalam jangka panjang, sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

Sebagai suatu sistem pengelolaan perusahaan yang didesain untuk mendorong peningkatan kinerja, GCG akan dapat melindungi kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan, sekaligus dapat meningkatkan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan, serta nilai- nilai etika yang berlaku secara umum di industri.

Perseroan mengadopsi nilai-nilai GCG dalam setiap lapisan internal Perseroan dan dalam berhubungan dengan pihak eksternal. Dengan demikian, Perseroan terus berupaya menjaga reputasi baik dan mengedepankan keunggulan kompetitif, dengan mengadopsi nilai-nilai GCG tersebut.

Untuk itu, dari waktu ke waktu Perseroan terus melakukan berbagai upaya penyelarasan, perbaikan, dan penyempurnaan praktik tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan aturan dan standardisasi GCG berlaku.

Praktiknya pada Perseroan, implementasi GCG merupakan bagian yang melekat dalam setiap kegiatan operasional bisnis dan keuangan. Perseroan berkomitmen melaksanakan lima prinsip dasar GCG yaitu: keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, profesional dan kewajaran, dalam setiap operasional maupun keuangannya. GCG merupakan pedoman dasar bagi Perseroan untuk terus tumbuh dengan sehat secara berkelanjutan.

GCG pada Perseroan diimplementasikan dengan berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 21/

POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, dan SEOJK Nomor 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka.

Dasar-Dasar Pelaksanaan GCG Perseroan

Dalam pelaksanaan GCG, Perseroan senantiasa berusaha menerapkannya sesuai peraturan hukum, kebijakan, dan undang-undang yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan perusahaan Perseroan Terbatas,. Peraturan tersebut meliputi:

Undang-Undang dan Peraturan:

1. Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK):

∙POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi Dan Dewan Komisaris Emiten Atau Perusahaan Publik.

∙POJK Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka.

CORPORATE GOVERNANCE

The Company is very aware of the importance of Good Corporate Governance (GCG) implementation. The implementation of GCG enable the Company to increase effi ciency and eff ectiveness in managing the Company’s resources, as well as competitiveness in facing business competition. By GCG implementation, the Company expects to boost up the Company’s value in oil and gas industry in long term basis, and increase trust from shareholders and stakeholders.

As a corporate management system designed to encourage performance improvement, GCG will be able to protect the shareholders and stakeholders’ interests, at the same time increase the Company’s compliance to laws and regulations, as well as ethical values applicable in industry.

The Company adopts GCG values in every internal level and when dealing with external parties. Thus, the Company continue to maintain good reputation and encourage competitive advantage, by adopting the GCG values.

The Company continue to make various eff orts from time to time to harmonize, improve, and perfecting good corporate governance practices in accordance with applicable GCG rules and standard.

The GCG implementation as inherent part of every business and fi nancial operational activity of the Company. The Company is committed to implement fi ve basic principles of GCG:

transparency, accountability, responsibility, professionalism and fairness, at every operation and fi nance process. GCG is a basic guideline for a healthy and sustainable growth of the Company.

GCG is implemented by the Company in accordance to the Financial Services Authority Regulation (POJK) Number 21/

POJK.04/2015 on Public Company Governance Guidelines Implementation and SEOJK Number 32/SEOJK.04/2015 on Public Company Governance Guidelines.

Company’s GCG Implementation Principles

In performing the GCG, the Company endeavour to implement in accordance with applicable laws, policies, and legislations, especially related to Limited Liability Companies management.

The regulations include:

Laws and Regulations:

1. Law of the Republic of Indonesia No. 40 / 2007 on Limited Liability Companies;

2. Financial Services Authority Regulations (POJK) and Financial Services Authority Circular Letters (SEOJK):

∙POJK Number 33/POJK.04/2014 on the Board of Directors and Board of Commissioners of Issuers or Public Companies.

∙POJK No. 21/POJK.04/2015 on Public Company Governance Guidelines Implementation.

∙Pedoman GCG yang dikembangkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance.

∙POJK Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik;

∙POJK Nomor 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal;

∙POJK Nomor 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit;

∙POJK Nomor 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten Atau Perusahaan Publik;

∙POJK Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka;

∙POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka (“POJK 15”);

∙SEOJK Nomor 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka;

∙SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 Tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik

∙Anggaran Dasar Perseroan.

∙Peraturan Internal Perseroan (mencakup di dalamnya kebijakan-kebijakan Perseroan).

Tujuan Penerapan GCG

Penerapan GCG pada Perseroan bertujuan untuk mendukung pencapaian Visi, Misi dan Nilai-Nilai Perusahaan serta menjamin kelangsungan usaha Perseroan dalam jangka panjang. Tujuan lainnya adalah untuk mengoptimalkan nilai-nilai perusahaan kepada seluruh pimpinan dan karyawan. Dengan demikian, Perseroan dapat mewujudkan peningkatan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan kesetaraan serta kewajaran, sehingga mendorong pencapaian tingkat kompetisi yang lebih baik.

Selain itu, melalui implementasi GCG, Perseroan juga dapat meningkatkan manajemen organisasi secara lebih profesional, transparan, dan efi sien. Melalui penerapan GCG secara konsisten dalam setiap kegiatan perusahaan, maka kepentingan seluruh stakeholders untuk mencapai kinerja terbaik dapat terpenuhi.

Selain hal tersebut, Perseroan juga telah melaksanakan rekomendasi Pedoman Tata Kelola tersebut di Perseroan sesuai POJK Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan SEOJK Nomor 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Di dalamnya mencakup 5 (lima) aspek, 8 (delapan) prinsip, serta 25 (dua puluh lima) rekomendasi penerapan aspek dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, meliputi hal sebagai berikut:

∙GCG Guidelines developed by the Governance National Committee.

∙POJK No. 35/POJK.04/2014 on Corporate Secretary of Issuers or Public Companies;

∙POJK No. 56/POJK.04/2015 on Internal Audit Unit Charter Set Up and Guidelines;

∙POJK No. 55/POJK.04/2015 on Work Implementation of Audit Committee Set Up and Guidelines;

∙POJK No. 34/POJK.04/2014 on Nomination and Remuneration Committee for Issuers or Public Companies;

∙POJK No. 11/POJK.04/2017 on Ownership Reports or Public Companies’ Share Ownership Amendments;

∙POJK No. 15/POJK.04/2020 on Plan and Organization of Public Company’s General Meeting of Shareholders (“POJK 15”);

∙SEOJK No. 32/SEOJK.04/2015 on Public Companies’ Governance Guidelines;

∙SEOJK No.16/SEOJK.04/2021 on Form and Content of Annual Report of Issuers or Public Companies

∙Company’s Articles of Association.

∙The Company’s Internal Regulations (including Company’s policies).

Purpose of GCG Implementation

The goal of GCG implementation at the Company is to support the achievement of Vision, Mission, and Values as well as to ensure the business continuity for a long term basis. Another goal is to optimize the company’s values to all leaders and employees. The Company can obtain the increased transparency, accountability, responsibility, independence and equality and fairness, by encouraging the achievement of better level competition.

Additionally, the GCG implementation can also improve the organizational management in a more professional, transparent, and effi cient manner. Through consistent GCG implementation in every business activities, all interest of stakeholders to obtain the best performance can be achieved.

In addition to this, the Company has implemented the recommendations for the Corporate Governance Guidelines in accordance with POJK N0 21/POJK.04/2015 on Public Company Governance Guidelines Implementation and SEOJK No. 32/

SEOJK.04/2015 on Public Company Governance Guidelines.

It includes 5 (fi ve) aspects, 8 (eight) principles, and 25 (twenty fi ve) recommendations for the implementation of aspects and principles of good corporate governance, including the following:

Tabel. Perkembangan Penerapan GCG Perseroan (per 31 Desember 2021) Table. Development of Company's GCG Implementation (as of December 31, 2021)

Aspek /Aspect Prinsip / Principle Rekomendasi / Recommendation

Kepatuhan Perseroan (Per 31 Desember 2021) /

Corporate Compliance (As of December 31, 2021) 1. Hubungan Perusahaan

Terbuka dengan Pemegang Saham dalam Menjamin hak- hak Pemegang Saham Relation between Public Company with Shareholders to ensure the rights of Shareholders

1.1. Meningkatkan Nilai Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Increasing the Value of General Meeting of Shareholders (GMS)

1. Perusahaan Terbuka memiliki cara atau prosedur teknis pegumpulan (voting) baik secara terbuka maupun tertutup yang mengedepankan independensi dan kepentingan Pemegang Saham

The Public Company has a technical method or procedure for voting both openly and privately by prioritising Shareholders’

independence and interests.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

This recommendation has been implemented by the Company.

2. Seluruh Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Terbuka hadir dalam RUPS Tahunan All members of Board of Directors and Board of Commissioners of Public Company attend the Annual GMS

Sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19, pada saat pelaksanaan RUPS Tahunan 2021, beberapa anggota Direksi dan Komisaris hadir melalui online meeting dalam RUPS Tahunan 2021.

In regards with COVID-19 pandemic, during the 2021 Annual GMS, some members of Board of Directors and Commissioners attended online meeting at 2021 Annual GMS.

3. Ringkasan risalah RUPS tersedia dalam situs web Perusahaan paling sedikit selama satu (1) tahun.

Summary of GMS minutes is available on the Company's website for at least one (1) year.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Risalah RUPS telah dipublikasikan di website Perseroan www.citratubindo.

com dan tersedia selama lebih dari 1 (satu) tahun.

This recommendation has been implemented by the Company. The GMS minutes have been published on Company's website www.

citratubindo.com and available for more than 1 (one) year.

Aspek /Aspect Prinsip / Principle Rekomendasi / Recommendation

Kepatuhan Perseroan (Per 31 Desember 2021) /

Corporate Compliance (As of December 31, 2021) 1.2. Meningkatkan kualitas

komunikasi Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham atau investor.

Improving the quality of Public Company's communication with Shareholders or investors.

1. Perusahaan Terbuka memiliki suatu kebijakan komunikasi dengan Pemegang Saham atau investor

The Public Company has a communication policy with Shareholders or investors

1. Perseroan telah menjalankan rekomendasi keterbukaan informasi kepada publik melalui Paparan Publik, mekanisme penyelenggaraan RUPS sesuai ketentuan yang berlaku, dan dimuat dalam Situs Web Perseroan.

The Company has implemented recommendations on information disclosure to the public through the Public Expose, the mechanism of GMS is in accordance with applicable regulations, and posted on Company's Website.

2. Perusahaan Terbuka mengungkapkan kebijakan komunikasi Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham atau Investor dalam Situs Web Perseroan.

The Public Company discloses the Public Company's communication policy with Shareholders or Investors on Company's Website.

2. Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan dengan mengungkapkan kebijakan komunikasi Perseroan dengan Pemegang Saham atau Investor dalam Situs Web Perseroan yaitu www.citratubindo.com This recommendation has been implemented by the Company by disclosing the Company's communication policy with Shareholders or Investors on Company's Website, www.citratubindo.

com.

2. Fungsi dan peran Dewan Komisaris

Functions and roles of Board of Commissioners

1.1. Memperkuat keanggotaan dan komposisi Dewan Komisaris

Strengthening the membership and composition of Board of Commissioners

1. Penentuan jumlah anggota Dewan Komisaris mempertimbangkan kondisi Perusahaan Terbuka.

The determination of Board of Commissioners number, by considering Public Company’s conditions.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Jumlah anggota Dewan Komisaris Perseroan sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan kemampuan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

This recommendation has been implemented by the Company. The number Board of Commissioners is in accordance with the requirements, conditions and abilities based on applicable regulations.

Aspek /Aspect Prinsip / Principle Rekomendasi / Recommendation

Kepatuhan Perseroan (Per 31 Desember 2021) /

Corporate Compliance (As of December 31, 2021) 2. Penentuan komposisi

anggota Dewan Komisaris memperhatikan

keberagaman keahlian dan pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan.

The determination of Board of Commissioners’ member composition by considering the diversity of expertise, knowledge and experience required.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Komposisi Dewan Komisaris pada Perseroan telah mencerminkan keberagaman, baik mengenai pendidikan, pengalaman kerja, maupun usia seperti terlihat melalui profi l masing-masing anggota Dewan Komisaris Perseroan.

This recommendation has been implemented by the Company. The composition of the Board of Commissioners in the Company refl ected the diversity on education, work experience, and age as seen through the profi le of the Board of Commissioners’ members.

2.2. Meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris

Improving the quality of the duties and responsibilities of the Board of Commissioners’

implementation

3. Dewan Komisaris mempunyai kebijakan penilaian sendiri (self assessment) untuk menilai kinerja Dewan Komisaris.

The Board of Commissioners has a self-assessment policy to assess the performance of the Board of Commissioners.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan penilaian Dewan Komisaris diatur dalam Piagam Dewan Komisaris.

This recommendation has been implemented in accordance with applicable regulations. The Board of Commissioners' assessment policy is regulated in the Board of Commissioners Charter

4. Kebijakan penilaian sendiri (self assessment) untuk menilai kinerja Dewan Komisaris, diungkap melalui Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka.

The self-assessment policy to assess the Board of Commissioners’

performance is disclosed by the Public Company Annual Report.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui Piagam Dewan Komisaris Perseroan dan diungkap pada Laporan Tahunan Perseroan.

This recommendation has been implemented in accordance with the applicable provisions by the Board of

Commissioners Charter and disclosed by the Company's Annual Report

Aspek /Aspect Prinsip / Principle Rekomendasi / Recommendation

Kepatuhan Perseroan (Per 31 Desember 2021) /

Corporate Compliance (As of December 31, 2021) 5. Dewan Komisaris

mempunyai kebijakan terkait pengunduran diri anggota Dewan Komisaris apabila terlibat dalam kejahatan keuangan.

The Board of Commissioners has a policy on resignation of Board of Commissioners’

members if they are involved in fi nancial crimes

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui Piagam Dewan Komisaris Perseroan.

This recommendation has been implemented in accordance with the applicable provisions by the Company's Board of Commissioners Charter 6. Dewan Komisaris atau

Komite yang menjalankan fungsi Nominasi dan Remunerasi menyusun kebijakan suksesi dalam proses nominasi anggota Direksi.

The Board of Commissioners or the Committee that carry out the Nomination and Remuneration function shall formulate a succession policy in Board of Directors nomination process.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Dewan Komisaris yang menjalankan fungsi nominasi telah memberikan rekomendasi mengenai kebijakan suksesi dalam nominasi anggota Direksi.

This recommendation has been implemented by the Company. Board of Commissioners in performing nomination function has provide recommendation regarding succession policy for Board of Directors’ members nomination.

3. Fungsi dan peran Direksi Functions and roles of the Board of Directors

3.1. Memperkuat keanggotaan dan komposisi Direksi Strengthening the membership and composition of Board of Directors

1. Penentuan jumlah anggota Direksi mempertimbangkan kondisi Perusahaan Terbuka serta efektifi tas dalam pengambilan keputusan.

Determination of number of the Board of Directors’

members by considering the condition of the Public Company and the eff ectiveness in making decisions

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Jumlah anggota Direksi Perseroan yang sebanyak 5 orang Per Desember 2021 telah sesuai dengan ketentuan dan telah mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan dan kondisi Perseroan.

This recommendation has been implemented by the Company. The number of Board of Directors’ members as of December 2021 is 5 persons has complied with the provisions and by considering the needs, capabilities and conditions of the Company.

Aspek /Aspect Prinsip / Principle Rekomendasi / Recommendation

Kepatuhan Perseroan (Per 31 Desember 2021) /

Corporate Compliance (As of December 31, 2021) 2. Penentuan komposisi

anggota Direksi memperhatikan keberagaman keahlian, pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan.

Determination of the members composition of the Board of Directors by considering the diversity of expertise, knowledge and experience required.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Komposisi anggota Direksi Perseroan telah memperhatikan, keberagaman keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan.

This recommendation has been implemented by the Company. The member composition of the Company's Board of Directors by considering the diversity of expertise, knowledge, and experience required.

3. Anggota Direksi yang membawahi bidang akuntansi atau keuangan memiliki keahlian dan/atau pengetahuan di bidang akuntansi.

Member of the Board of Directors who is in charge of accounting or fi nance, is having expertise and/or knowledge in accounting

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Direksi Perseroan yang membawahi bidang akuntansi atau keuangan memiliki keahlian dan/atau pengetahuan di bidang akuntansi.

This recommendation has been implemented in accordance with applicable regulations. Member of the Board of Directors in charge of accounting or fi nance is having expertise and/or knowledge in accounting 3.2.Meningkatkan

kualitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi

Improving the

implementation quality of the duties and responsibilities of the Board of Directors

1. Direksi mempunyai kebijakan penilian sendiri (self assessment) untuk menilai kinerja Direksi.

The Board of Directors has a self-assessment policy to assess the Board of Directors’ performance

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

sesuai dengan ketentuan berlaku. Kebijakan penilaian Direksi diatur dalam Piagam Direksi yang di dalamnya diatur mengenai evaluasi kinerja secara mandiri dan dapat diakses melalui website Perseroan (www.

citratubindo.com).

This recommendation has been implemented in accordance with applicable regulations. The Board of Directors' assessment

Aspek /Aspect Prinsip / Principle Rekomendasi / Recommendation

Kepatuhan Perseroan (Per 31 Desember 2021) /

Corporate Compliance (As of December 31, 2021) independent performance evaluation and can be accessed by Company's website (www.citratubindo.

com) 2. Kebijakan penilaian

sendiri (self assessment) untuk menilai kinerja Direksi diungkapkan melalui Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka.

The self-assessment policy to assess Board of Directors’

performance is disclosed by the Public Company Annual Report.

Perseroan telah

menjalankan rekomendasi ini dan telah diungkapkan melalui Laporan Tahunan Perseroan.

The Company has implemented this recommendation and disclosed in the Company's Annual Report

3. Direksi mempunyai kebijakan terkait

pengunduran diri anggota Direksi apabila terlibat dalam kejahatan keuangan.

The Board of Directors has a policy on resignation of the Board of Directors’ members if they are involved in fi nancial crimes.

Perseroan telah

menjalankan rekomendasi ini sebagaimana

dituangkan dalam Piagam Direksi.

The Company has implemented this

recommendation as stated in Board of Directors Charter

4. Partisipasi Pemangku Kepentingan

Stakeholder Participation

3.3. Meningkatkan aspek Tata Kelola Perusahaan melalui partisipasi Pemangku Kepentingan.

Improving the Corporate Governance aspects by Stakeholder participation

1. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan untuk mencegah terjadinya insider trading.

The Public Company has a policy to prevent insider trading.

Perseroan telah

menjalankan rekomendasi ini. Ketentuan pencegahan terjadinya insider trading dimuat dalam Kode Etik dan Pedoman Tingkah Laku Perseroan dan telah diunggah ke website Perseroan.

The Company has implemented this recommendation. The provisions for preventing the insider trading are contained in Company's Code of Ethics and Code of Conduct and uploaded to the Company's website 2. Perusahaan Terbuka

memiliki kebijakan anti korupsi dan anti fraud.

The Public Company has anti-corruption and anti- fraud policy.

Perseroan telah

menjalankan rekomendasi ini.

The Company has implemented this recommendation.

Aspek /Aspect Prinsip / Principle Rekomendasi / Recommendation

Kepatuhan Perseroan (Per 31 Desember 2021) /

Corporate Compliance (As of December 31, 2021) 3. Perusahaan Terbuka

memiliki kebijakan tentang seleksi dan peningkatan kemampuan pemasok atau vendor.

The Public Company has a policy for suppliers and vendors selection and competency development.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

This recommendation has been implemented in accordance with applicable regulations

4. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan tentang pemenuhan hak-hak kreditur.

The Public Company has a policy on creditor rights fulfi llment.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

This recommendation has been implemented in accordance with applicable regulations.

5. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan Whistleblowing System.

The Public Company has a Whistleblowing System policy.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

This recommendation has been implemented by the Company in accordance with applicable regulations.

6. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan pemberian insentif jangka panjang kepada Direksi dan Karyawan.

The Public Company has a policy to provide long- term incentives to Board of Directors and Employees.

Perseroan telah

menjalankan rekomendasi ini sesuai dengan

ketentuan yang berlaku.

The Company has implemented this recommendation in accordance with applicable regulations

5. Keterbukaan Informasi Information Disclosure

5.1. Meningkatkan

pelaksanaan Keterbukaan Informasi

Improving the implementation of Information Disclosure

1. Perusahaan Terbuka memanfaatkan penggunaan Teknologi Informasi secara lebih luas selain situs web sebagai media Keterbukaan Informasi.

Public Companies maximize the use of Information Technology broadly aside of website as a media for Information Disclosure.

Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Selain melalui website Rekomendasi ini sudah dilaksanakan Perseroan.

Selain melalui website Perseroan memanfaatkan teknologi informasi melalui media internal dan media komunikasi massa untuk melaksanakan keterbukaan informasi kepada

stakeholders.

Dalam dokumen Advancing the Company's Industrialization (Halaman 82-120)