BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.2 Green Product
General belief/values adalah keyakinan individu atau cara individu menilai lingkungan. General belief/values mempengaruhi perilaku pro lingkungan.
General belief/values mencakup persepsi individu terhadap kondisi kerusakan lingkungan dan terciptanya keseimbangan lingkungan.
2. Personal Attitudes
Personal Attitudes adalah sikap individu terhadap kondisi lingkungan dengan mengedepankan norma dan moral pribadi.
3. Information/knowledge
Information/knowledge adalah pengetahuan yang dimiliki individu berkaitan dengan isu-isu lingkungan.
hijau bertujuan untuk mengubah atau memodifikasi desain produk dengan bahan untuk mengurangi dampak pembuangan terhadap lingkungan dan meningkatkan efisiensi energy. (Cahyaningtyas et al., 2022)
Produk hijau adalah produk yang telah dirancang untuk memiliki dampak minimal terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Ini adalah produk berkelanjutan yang dibuat dengan komponen yang tidak berbahaya dan teknik ramah lingkungan. Produk hijau sering dibuat dari bahan daur ulang, sumber daya terbarukan, atau sumber berkelanjutan. Mereka hemat energi, tahan lama, dan seringkali memiliki persyaratan perawatan yang rendah. Produk hijau bebas dari bahan kimia perusak ozon, senyawa beracun, dan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun. Mereka diperoleh dari produsen atau sumber daya lokal.
Produk hijau juga dapat berupa produk yang telah disertifikasi oleh organisasi independen sebagai ramah lingkungan (Islam et al., 2018).
Green Product adalah produk yang dirancang, diproduksi, dan atau dikemas dengan cara yang ramah lingkungan. Artinya dibuat dengan tujuan untuk mengurangi dampaknya terhadap lingkungan, seperti dengan menggunakan bahan yang berkelanjutan, mengurangi limbah, dan meminimalkan penggunaan energi selama produksi dan transportasi. Beberapa contoh produk hijau termasuk makanan organik, peralatan hemat energi, botol air yang dapat digunakan kembali, dan produk pembersih yang dapat terurai secara hayati. Penggunaan produk hijau dapat membantu mengurangi dampak negatif dari aktivitas m nusia terhadap lingkungan dan mempromosikan keberlanjutan (Handayani et al., 2018).
Berdasarkan pemaparan tersebut maka Green Product merupakan Inovasi proses produk hijau yang berfokus pada ramah lingkungan dan penelitian
pengembangan teknologi baru, dan berkomitmen untuk menggunakan proses produksi yang diperbarui untuk mengurangi polusi.
B. Aspek Green Product
Secara lebih sederhana, (Roby & Andjarwati, 2014) menjelaskan bahwa green product merupakan produk-produk industri yang diproduksi melalui teknologi ramah lingkungan dan tidak menyebabkan bahaya terhadap lingkungan, Beberapa aspek Green Product teridiri dari:
1. Terbuat dari bahan yang berkelanjutan: Green Product terbuat dari bahan yang memiliki jejak karbon lebih kecil dan menggunakan lebih sedikit sumber daya daripada produk tradisional. Green Product sering dibuat dari bahan atau konten daur ulang atau dari sumber terbarukan dan berkelanjutan.
2. Dampak minimal terhadap lingkungan: Produk ramah lingkungan dirancang untuk memiliki dampak minimal lingkungan. Bebas dari bahan kimia perusak ozon, senyawa beracun, dan tidak mengahsilkan produk sampingan yang beracun. Mereka mempromosikan kualitas udara dalam ruangan yang baik dan tahan lama dengan persyaratan perawatan rendah.
3. Teknik ramah lingkungan: Green Product dibuat dengan komponen yang tidak berbahaya dan teknik ramah lingkungan. Mereka diproduksi dalam kondisi higienis dan tanpa menggunakan bahan kimia beracun.
4. Green Product juga bias menjadi produk yang telah disertifikasi oleh organinasi independen sebagai ramah lingkungan. Ini dapat mencakup apa saja mulai dari peralatan hemat energy hingga produk pembersih yang dapat terurai secara hayati.
Green Product dirancang untuk memiliki dampak yang lebih kecil terhadap lingkungan daripada produk alternatifnya. Karakteristik produk ramah lingkungan sangat bervariasi tergantung pada jenis bahannya.
C. Elemen dalam mengupayakan Green Product
Untuk mengejar Green Product, ada unsur-unsur tertentu yang perlu diperhatikan. Elemen-elemen ini adalah (Budianti et al., 2023):
1. Mengurangi limbah, Green prduct harus dirancang untuk mengurangi limbah selama produksi, penggunaan, dan pembuangannya. Ini dapat dicapai dengan menggunakan bahan yang berkelanjutan, mengurangi pengemasan, dan meminimalkan penggunaan energy selama produksi dan transportasi.
2. Memaksimalkan efisiensi sumber daya: Green Product harus diproduksi menggunakan bahan bebas racun dan prosedur ramah lingkungan. Mereka harus hemat energy atau air, menggunakan bahan yang sehat, tidak beracun dan dibuat dari sumber daur ulang atau terbaurkan.
3. Pelabelan ramah lingkungan: Green Product harus disertifikasi oleh organisasi yang diakui seperti Energy Star, Forest Stewardship Council, dll.
Ini membantu mengidentifikasi produk yang memenuhi standar lingkungan yang ketat.
4. Penghematan biaya: Green Product harus hemat biaya dan bertahan lebih lama dari produk konvesional. Selain itu, Produk ini harus mengkonsumsi lebih sedikit energy dan sumber daya lainnya sehingga mengurangi tagihan pengguna.
5. Kepentingan lingkungan: Green Product harus ditanam tanpa menggunakan bahan kimia beracun dan dalam kondisi higienis. Harus dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali, dan dapat terurai secara hayati.
6. Loyalitas merek: Perusahaan ramah lingkungan secara otomatis mendapatkan sekumpulan pelanggan setia ramah lingkungan yang lebih menyukai produk ramah lingkungan daripada konvensional yang tidak ramah lingkungan.
7. Kode dan standar yang relevan: Green Product harus memenuhi kode standar yang relevan.
Dengan mempertimbangkan unsur-unsur ini, bisnis dapat mengejar Green Product yang ramah lingkungan, hemat biaya dan memenuhi kode dan standar yang relevan. Ini akan membantu menciptakan citra tanggung jawab dan menarik bagi kelompok konsumen yang sadar lingkungan.
D. Indikator Green Product
Indikator Green Product menurut Pankaj & Vishal (2014); kong et al.
(2015) dalam (Shinta Sahany, 2022), yaitu:
1. Green Product bermanfaat bagi lingkungan
Produk yang baik merupakan produk yang tidak mencemari lingkungan dan menggunakan bahan baku alam tanpa merusak lingkungan.
2. Kinerja Green Product sesuai harapan
Produk yang mempunyai kinerja dan kualitas tinggi menjadi incaran konsumen untuk memenuhi kebutuhannya
3. Bahan baku Green Product terbuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya Konsumen membeli suatu produk hijau dengan pertimbangan bahwa bahan baku produk tersebut tidak berbahaya bagi manusia ataupun lingkungan.
E. Kegiatan Dalam Mengupayakan Green Product
Pelaksanakan kegiatan program edukasi menjaga lingkungan dengan membudayakan bergaya hidup. Teknologi yang lebih baru relevan generasi 5R (Zhou et al., 2021). 5R (Recycle, Reduce, Repair, Replace, dan Reuse) untuk mengurangi sampah-sampah dan bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga lingkungan dengan menerapkan pola hidup 5R (Recycle, Reduce, Repair, Replace, dan Reuse) yaitu sebagai berikut:
1. Recycle
Kegiatan mengolah kembali atau biasa disebut dengan mendaur ulang dimana kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas dengan mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya seperti memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos, memanfaatkan bungkus-bungkus plastik makanan cepat saji untuk diolah menjadi sebuah kerajinan seperti tas belanja, dll.
2. Reduce
Mengurangi suatu barang atau pola perilaku manusia yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan.
Contohnya adalah mengurangi penggunaan barang yang tidak bias didaur ulang, mengurangi penggunaan kantong plastik pada setiap belanja diganti dengan totebag berbahan kain yang bias dipakai berkali-kali dan tahan lama.
3. Repair
Barang atau benda yang tidak terpakai lagi merupakan hal yang tidak akan bisa lepas dari kehidupan manusia. Dalam melakukan kegiatan apapun akan
selalu mengahsilkan sampah. Maka dengan memperbaiki barang yang telah rusak diolah menjadi barang yang berguna atau bernilai kembali adalah solusi terbaik untuk mengurangi penumpukan sampah. Seperti menjadikan botol kaca yang pecah menjadi pot tanaman hias mini untuk hiasan di ruangan.
4. Replace
Kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alternatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali.
Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang mempercepat produksi sampah. Contohnya adalah mengubah penggunaan kertas tissue dengan menggunakan sapu tangan.
5. Reuse
Kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak untuk dipakai. Contohnya adalah menggunakan kembali sepatu atau ban bekas yang masih layak untuk dijadikan sebagai wadah atau tempat untuk menanam tumbuhan.
Pelaksanaan program ini menjadi bahan dalam memberikan edukasi pada program kerja yaitu berkaitan tentang membudayakan gaya hidup 5R (Recycle, Reduce, Reolace, dan Reuse) untuk mengurangi sampah yang sudah tidak bernilai namun masih bisa diolah kembali dan memiliki nilai guna kembali.