• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Analisa Kasus 1 : Sequis Tower

PENGARUH KONSEP ARSITEKTUR HIJAU TERHADAP TAMPILAN BANGUNAN RENTAL OFFICE

6. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Analisa Kasus 1 : Sequis Tower

PARAMETER ANALISIS

Bentuk dan Orientasi Bangunan

Orientasi bangunan menghadap ke arah tenggara dimana pada arah tenggara juga adalah muka bangunan yang paling luas dibandingkan muka bangunan di arah lainnya.

Gambar 1 : Eksterior Sequis Tower Sumber : kpf.com

Gambar 2 : Eksterior Wisma Dharmala Sakti Sumber : intiland.com

Gambar 3 : Eksterior Jagat Tower Sumber : archdaily.com

Gambar 4 : Eksterior South Quarter Sumber : wkkarchitects.com

Gambar 5 Sumber : archdaily.com

PENGARUH KONSEP ARSITEKTUR HIJAU TERHADAP TAMPILAN BANGUNAN RENTAL OFFICE

Menara ini terdiri dari empat "super-tube" yang diikat menjadi satu dan dibelokkan. Di bagian atas menara, tabung memiliki ketinggian yang

bervariasi, sementara pada podium, tabung tersebut menjulur ke luar untuk menopang lantai kantor yang lebih besar dan meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki.

Pencahayaan Untuk merespon pencahayaan berlebih, Sequis Tower

menggunakan sirip peneduh. Pengaplikasian peneduh diposisikan dan disusun vertikal keatas mengikuti tipologi bangunan tinggi.

Sirip peneduh dibagi menjadi empat area dengan kerapatan yang berbeda dimana semakin tinggi maka akan semakin rapat sehingga muncul sebuah gradasi pada tampilan fasad bangunan.

Penghawaan Selubung bangunan menggunakan double glazed glass beremisivitas rendah (low E) berwarna biru dan penggunaan dinding buram untuk mengurangi heat loss.

Hal ini menyebabkan radiasi sinar matahari yang masuk ke dalam bangunan tidak terlalu panas sehingga penghawaan dan suhu udara di dalam ruangan dapat dikondisikan dengan lebih mudah.

Vegetasi Vegetasi terletak di dasar bangunan yang digunakan sebagai area hijau dan pada area atap tiap massa bangunan dimana

terdapat sky garden serta ruang terbuka.

Bangunan ini memenuhi empat parameter yang diberikan . Terdapat kekurangan pada parameter “bentuk dan orientasi bangunan”, dimana muka bangunan yang memiliki area paling luas berada di arah tenggara yang mana intensitas cahaya matahari cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan efek panas yang kurang menyenangkan. Kelebihan bangunan ini terdapat pada paremeter “pencahayaan”, dimana menggunakan sirip peneduh dengan kerapatan yang berbeda sesuai dengan

Gambar 6 Sumber : archdaily.com

Gambar 7 Sumber : archdaily.com

Gambar 8 Sumber : sequistower.com

Gambar 9 Sumber : archdaily.com

ketinggian bangunan sehingga menimbulkan gradasi pada fasad bangunan.

6.2. Analisa Kasus 2 : Wisma Dharmala Sakti

PARAMETER ANALISIS

Bentuk dan Orientasi Bangu nan

Orientasi bangunan menghadap ke arah tenggara dan terdapat massa bangunan yang memanjang dari arah tenggara menuju barat laut.

Menerapkan konsep tropis vernakular, desain bangunan terinspirasi dari bentuk atap-atap di Indonesia yang memiliki overstek karena

merespon iklim tropisnya.

Pada Wisma Dharmala Sakti terdapat

penggunaan bentuk dasar yang berulang dari tiga denah lantai tipikal.

Pengulangan ketiga denah tipikal ini berdampak pada pengulangan fasad

bangunan sehingga memiliki artikulasi bentuk yang baik.

Pencahayaan Untuk memaksimalkan masuknya cahaya matahari ke dalam ruangan, maka dinding-

dinding bangunan yang bersinggungan langsung dengan bagian luar bangunan menggunakan material kaca.

Penghawaan Mengaplikasikan bukaan dengan menggunakan jendela pada sisi bangunan dan elemen void pada tengah-tengah bangunan. Bukaan pada sisi bangunan berbentuk jendela kaca dengan kusen alumunium yang bisa dibuka tutup sehingga udara dapat mengalir secara menyilang pada setiap sudut ruang yang terdapat bukaan.

Vegetasi Vegetasi diterapkan secara vertikal pada bangunan. Dengan adanya teras dan balkon di setiap lantai,

penghijauan dapat diterapkan pada bangunan dengan cara

Gambar 11 Sumber : jurnal RISA 2017

Gambar 12 Sumber : line.17qq.com

Gambar 13

Sumber : paulrudolphheritage foundation.org Gambar 10

Sumber : earth.google.com

PENGARUH KONSEP ARSITEKTUR HIJAU TERHADAP TAMPILAN BANGUNAN RENTAL OFFICE

menaruh kantong hijau pada tiap tingkat.

Penggunaan elemen hijau pada bangunan bukan hanya membuat sejuk tapi juga dapat digunakan sebagai elemen estetis pada fasad bangunan.

Bangunan ini memenuhi empat parameter yang diberikan . Terdapat keunggulan pada paremeter “penghawaan” dan “vegetasi”, dimana bangunan ini memiliki void besar dan balkon-balkon di setiap lantainya sehingga memungkinkan adanya penghawaan alami dan penggunaan elemen hijau secara vertikal di setiap lantainya.

6.3. Analisa Kasus 3 : Jagat Tower

PARAMETER ANALISIS

Bentuk dan Orientasi Bangunan

Orientasi bangunan menghadap ke arah barat laut dan massa

bangunannya memanjang dari arah timur laut menuju barat barat daya.

Massa bangunan dibuat bertumpuk atau stacked box. Fasad dengan tiga kotak biru merupakan analogi dari jumlah generasi Jagat Konstruksi.

Pencahayaan Fitur pada fasad yang terkait dengan

pencahayaan adalah jeruji aluminium vertikal yang berfungsi sebagai peneduh dari cahaya matahari berlebih.

Penghawaan Fasad bangunan

dirancang dengan sistem kaca ganda berwarna biru dan abu-abu. Dengan sistem fasad ini, celah antar kaca akan menjebak panas dan kebisingan dari luar sehingga dapat meredam panas dan kebisingan dari luar kantor. Kaca yang dipilih adalah jenis kaca yang memiliki nilai OTTV rendah.

Gambar 14 Sumber : 99.co

Gambar 15 Sumber : earth.google.com

Gambar 16 Sumber : studiosae.com

Gambar 17 Sumber : studiosae.com

Gambar 18 Sumber : archdaily.com

Vegetasi Vegetasi pada bangunan terdapat di atap tiap massa kotak yaitu di atap lantai 6,8, dan 9.

Bangunan ini memenuhi empat parameter yang diberikan, namun memiliki kekurangan pada parameter “bentuk dan orientasi bangunan”, dimana bangunan menghadap ke arah barat laut dan massa bangunannya memanjang dari arah timur laut menuju barat barat daya sehingga bangunan akan banyak terkena paparan cahaya matahari dengan efek panas yang kurang menyenangkan.

6.4. Analisa Kasus 4 : South Quarter

PARAMETER ANALISIS

Bentuk dan Orientasi Bangunan

Orientasi bangunan menghadap ke arah barat daya. Terdapat tiga massa bangunan terpisah dengan ketinggian yang sama. Memiliki bentuk geometri yang alami dan minimal, fasadnya menyerupai keranjang rotan tradisional Indonesia.

Pencahayaan Pada fasad terdapat sun shading yang terbuat dari material kayu dan dengan menggunakan peneduh

dari kayu, fasad bangunan semakin meyerupai keranjang rotan. Fasad organik yang inovatif ini berkontribusi pada pengurangan keseluruhan konsumsi energi sebesar 35%.

Penghawaan Fasad bangunan

menggunakan kaca mati dengan ketinggian penuh dari lantai hingga plafon tanpa ada bukaan.

Walaupun begitu, kaca yang digunakan adalah double glazed clear low e glass sehingga suhu udara dalam ruangan tidak terlalu tinggi. Penggunaan sun shading juga dapat dimanfaatkan sebagai penghalau sinar matahari sehingga bangunan dapat menggunakan material full kaca.

Vegetasi Vegetasi pada bangunan ini terdapat pada area dasar bangunan dan pada kanopi yang

menghubungkan ketiga menara dimana memiliki overhang yang dalam dan ditambahkan atap hijau

Gambar 19 Sumber : archdaily.com

Gambar 20 Sumber : earth.google.com

Gambar 21 Sumber : wkkarchitects.com

Gambar 22 Sumber : wkkarchitects.com

PENGARUH KONSEP ARSITEKTUR HIJAU TERHADAP TAMPILAN BANGUNAN RENTAL OFFICE

untuk memanen hujan.

Sistem pemulihan air hujan memberikan strategi konservasi air terintegrasi dengan pengurangan 25%

permintaan air bersih untuk proyek tersebut.

Bangunan ini memenuhi empat parameter yang diberikan. Terdapat keunggulan pada parameter “pencahayaan”, dimana keseluruhan fasad bangunan ditutupi dengan peneduh dari kayu yang memiliki luas penampang cukup besar sehingga dapat mengurangi cahaya masuk secara maksimal.

7. KESIMPULAN DAN SARAN