BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021.
Penelitian deskriptif kualitatif ini telah dilaksanakan dengan cara kegiatan studi pustaka dan menganalisis jurnal/skripsi terdahulu, dengan memperhatikan fokus penelitian mengenai kemampuan menulis permulaan melalui media gambar pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Media gambar adalah media pembelajaran yang dapat membantu menarik perhatian siswa dalam proses menulis permulaan.
Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini dijabarkan sesuai aspek- aspek penelitian yang telah ditetapkan, yaitu:
1. Faktor kesulitan menulis permulaan 2. Ketepatan pemilihan media gambar 3. Kemampuan menulis permulaan siswa
Berdasarkan ketiga aspek diatas, maka hasil analisis penelitian tersebut dideskripsikan sebagai berikut:
4.1.1 Hasil Analisis Faktor Kesulitan menulis Permulaan
Menulis permulaan merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam proses pembelajaran agar memudahkan siswa memahami proses permbelajaran di sekolah. Namun kemampuan menulis permulaan yang dimiliki oleh setiap siswa tentunya berbeda-beda dan dipengaruhi dari berbagai faktor.
Adapun faktor-faktor kesulitan menulis permulaan yang dikemukakan oleh peneliti terdahulu sebagai berikut:
a. Penelitian yang dilakukan oleh Saonah (2018) di kelas 1 SDN 222 Pasir Pogor Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti Saonah pada penelitiannya yaitu sikap siswa terhadap pembelajaran menulis permulaan sangat rendah. Faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis permulaan yang ditemukan oleh peneliti Saonah diantaranya yaitu: 1) siswa kurang tertarik, bahkan merasa jenuh untuk mengikuti pembelajaran menulis permulaan, 2) kegiatan pembelajaran yang dialami selama ini bersifat konvensional, kurang menggunakan media
28
pembelajaran yang tepat, 3) siswa kurang memperhatikan penjelasan- penjelasan dari guru, 4) siswa lebih banyak diam dan pasif serta bercanda dengan teman di dekatnya.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Samrati, dkk (2019) di kelas 1 SDN Boyomoute Kecamatan Liang. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti Samrati yaitu dalam penyajian materi Bahasa Indonesia di kelas 1 di SDN Boyomoute Kecamatan Liang masih banyak siswa yang belum mampu menulis dengan benar. Faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis tersebut yaitu: 1) masih banyak siswa yang belum mampu memahami materi yang diajarkan, 2) guru kurang menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
c. Penelitian yang dilakukan oleh Muslikah (2020) di kelas 1 SDN DR SUTOMO V/327 Surabaya. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti Muslikah yaitu masih banyak siswa kelas 1 SDN DR SUTOMO V/327 Surabaya kemampuannya dalam menulis permulaan masih kurang. Faktor permasalahan tersebut disebabkan karena masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun sebuah kalimat.
d. Penelitian yang dilakukan oleh Sa’diah (2017) di kelas 1 MI Ri’ayatul Athfal Krukut Depok. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti Sa’diah yaitu masih banyak siswa kelas 1 MI Ri’ayatul Athfal Krukut Depok yang belum mampu memahami huruf dan menulis kata-kata serta kalimat sederhana dengan baik. Faktor penyebab kesulitan menulis tersebut yaitu: 1) mayoritas siswa yang bersekolah di MI Ri’ayatul Athfal Krukut Depok yang tidak mengikuti sekolah taman kanak-kanak terlebih dahulu, 2) siswa kurang latihan dalam menulis, 3) kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran, 4) proses pembelajaran yang monoton dan kurang menarik perhatian siswa, 5) pembelajaran masih bersifat konvensional.
Berdasarkan permasalahan faktor kesulitan menulis permulaan yang dikemukakan oleh beberapa peneliti tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor kesulitan menulis permulaan siswa sangat beragam. Namun juga terdapat faktor permasalahan penyebab rendahnya kemampuan menulis permulaan siswa yang
29
sama yang ditemukan oleh beberapa peneliti tersebut. Permasalahan faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis permulaan siswa yang paling dominan adalah media yang digunakan oleh guru kurang tepat dan tidak menarik perhatian siswa. Dalam menentukan keberhasihan dalam proses pembelajaran, sebagai seorang guru harus mampu menggunakan berbagai media yang bervariasi dan menarik perhatian siswa agar siswa tidak merasa bosan dalam belajar sehingga tujuan dari proses pembelajaran tercapai dengan baik.
4.1.2 Hasil Analisis Ketepatan Pemilihan Media Gambar
Pemilihan media pembelajaran tentunya sangat penting dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa. Media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan tujuan mampu memberikan pemahaman materi kepada siswa. Media yang digunakan oleh beberapa peneliti terdahulu dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa yaitu melalui media gambar. Adapun beberapa peneliti yang telah menggunakan media gambar dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Peneliti Saonah (2018) mengungkapkan pada permasalahannya bahwa dalam proses kegiatan pembelajaran yang dialami oleh siswa selama ini bersifat konvensional, karena guru kurang memperhatikan metode pembelajaran yang tepat. Oleh sebab itu peneliti Saonah memilih untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa melalui media gambar.
Berbicara mengenai penggunaan media gambar, peneliti Saonah dalam penerapannya menggunakan media gambar berupa potret, kartu pos, ilustrasi dari buku, dan gambar cetak sesuai dengan tema dalam bacaan. Sedangkan gambar yang digunakan diantaranya gambar orang, binatang, tumbuhan, peristiwa, alam sekitar yang sering dikenal oleh siswa. Pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti saonah difokuskan pada peningkatan kemampuan menulis permulaan melalui media gambar. Pembelajaran yang dilakukan yaitu dengan mengajarkan siswa menulis dengan dikte dan menyalin tulisan dengan benar.
30
b. Peneliti Samrati, dkk (2019) mengungkapkan permasalahannya bahwa dalam proses penyajian materi Bahasa Indonesia masih banyak siswa yang belum mampu memahami materi yang diajarkan serta guru kurang menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu peneliti Samrati memilih menggunakan media gambar dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa. Peneliti samrati menjelaskan bahwa media gambar merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.
Berbicara mengenai penggunaan media gambar, Peneliti samrati menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa pengantar untuk memperjelas arti suatu istilah yang tidak dimengerti siswa, kemudian dilanjutkan kembali dalam Bahasa Indonesia menggunakan media gambar.
Peneliti memakai bahasa pengantar yang sama agar siswa memahami dan mengerti dengan baik. Akibatnya antusias siswa meningkat kemudian pada akhirnya siswa mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan melalui media gambar.
c. Peneliti Muslikah (2020) Menjelaskan pada permasalahannya bahwa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia masih banyak siswa yang belum mampu menulis permulaan dengan baik. Oleh sebab itu peneliti Muslikah memilih menggunakan media gambar dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa.
Peneliti Muslikah menjelaskan bahwa penggunaan media gambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia diperlukan karena sesuai dengan kemampuan berfikir anak Sekolah Dasar dalam tahap operasional konkret. Pembelajaran menggunakan media gambar dapat menarik perhatian siswa dan memperjelas informasi yang disampaikan.
d. Peneliti Sa’diah (2017) mengungkapkan beberapa permasalahannya terkait menulis permulaan seperti siswa kurang latihan dalam menulis serta kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran.
Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti Sa’diah memberikan solusi untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa menggunakan media gambar dalam proses pembelajaran.
31
Peneliti Sa’diah lebih lanjut mengatakan memilih meningkatkan kemampuan menulis permulaan melalui media gambar. Penggunaan media gambar merupakan strategi dalam proses pembelajaran. Media gambar merupakan media visual sederhana yang mempermudah cara belajar siswa.
Penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran menulis permulaan dilakukan dengan cara, siswa melihat gambar kemudian menuliskan sesuai dengan gambar, menjiplak, dan menebalkan agar siswa memiliki kemampuan dalam menulis permulaan
Berdasarkan permasalahan yang telah peneliti jabarkan diatas, bahwa permasalahan yang dikemukakan oleh beberapa peneliti tersebut mempunyai kaitan dengan penerapan media gambar. Dikarenakan, media gambar merupakan salah satu media yang digunakan dalam menulis permulaan. Langkah-langkah yang diterapkan pada penggunaan media gambar adalah siswa akan belajar untuk mengenal dan melatih menuliskan suatu kata maupun kalimat berdasarkan benda yang konkret sehingga memudahkan dalam membantu keberhasilan belajar menulis bagi siswa.
4.1.3 Hasil Analisis Kemampuan Menulis Permulaan Siswa
Salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh siswa adalah kemampuan menulis permulaan karena merupakan pembelajaran yang wajib diajarkan kepada siswa kelas rendah untuk mengetahui pembelajaran ditingkat berikutnya. Siswa yang memiliki kemampuan menulis yang memadai akan lebih mudah memberikan informasi secara tertulis yang dapat dipahami oleh orang lain dengan mudah dan jelas. Sehingga kemampuan menulis permulaan hendaknya diajarkan sejak jenjang Pendidikan dasar yaitu ketika anak masih duduk di bangku sekolah dasar. Sebagai kemampuan mendasar sehingga menulis permulaan benar- benar memerlukan perhatian dari guru.
Analisis terhadap kemampuan menulis permulaan siswa dapat dilihat pada data yang diungkap pada tahap awal penelitian dan juga setelah penelitian dilakukan. Hasil analisis tersebut diuraikan sebagai berikut:
32
a. Peneliti Saonah (2018) mengemukakan mengenai kemampuan menulis permulaan siswa, pada jurnal penelitiannya bahwa berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti Saonah di kelas 1 SDN 222 Pasir Pogor Kecamatan Rancasari Kota Bandung bahwa kemampuan menulis permulaan siswa masih rendah. Berikut penyajian data yang dapat dilihat dibawah ini.
Pada penelitiannya, peneliti Saonah (2018) melakukan pembelajaran selama III siklus dengan menerapkan media gambar. Peneliti Saonah melihat peningkatan hasil kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 SDN 222 Pasir Pogor Kecamatan Rancasari dari hasil ketuntasan belajar siswa.
Diperoleh hasil nilai pembelajaran menulis yang baru mencapai batas tuntas sebelum dilakukan tindakan dari 24 siswa, hanya 8 (33%) siswa yang tuntas dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan dalam kurikulum sekolah sebesar 70.
Pada siklus I diperoleh adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 8 siswa, menjadi 12 (50%) siswa yang tuntas. Selanjutnya pada siklus II menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar menjadi 16 (67%) siswa, kemudian pada siklus III menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar yang cukup signifikan dari 16 siswa menjadi 21 (87,5%) siswa. Dalam siklus ketiga telah menunjukkan indikator keberhasilan pembelajaran, yaitu 80% siswa memperoleh nilai 70 atau lebih sebagai batas tuntas yang telah ditetapkan dalam KKM sekolah yakni 70.
8
12
16
21 16
12
8
3 0
5 10 15 20 25
Pra tindakan siklus I Siklus II Siklus III
Jumlah Siswa Sebanyak 24
Grafik Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan dari hasil ketuntasan belajar siswa
Tuntas Tidak Tuntas
33
b. Peneliti Samrati, dkk (2019) mengemukakan mengenai kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 SDN Boyomoute Kecamatan Liang pada observasi awal yang dilakukan masih banyak siswa yang belum mampu menulis dengan benar. Pada penelitiannya, peneliti Samrati, dkk melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan media gambar selama 2 siklus dan mengamati aktivitas guru maupun siswa. Berikut penyajian data yang dapat dilihat dibawah ini.
Pada siklus I diperoleh data dari 13 siswa terdapat 5 (38,46%) siswa yang tuntas. Pada siklus I ini diperoleh nilai rata-rata kemampuan menulis permulaan melalui media gambar yaitu 71.10%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal belum mencapai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu sebesar 80%.
Kemudian pada siklus II diperoleh data dari 13 siswa terdapat sebanyak 12 (92,30%) siswa yang tuntas. Pada siklus II ini diperoleh nilai rata-rata presentase belajar siswa yaitu 78,76%. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus kedua ini ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah mengalami peningkatan lebih baik daripada siklus pertama.
siklus I Siklus II Nilai Rata-rata siswa
Tuntas 5 12 71.10%
Tidak Tuntas 8 1 78.76%
0 2 4 6 8 10 12 14
Grafik Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan dari hasil ketuntasan belajar siswa
Tuntas Tidak Tuntas
34
c. Peneliti Muslikah (2020) mengemukakan mengenai kemampuan menulis permulaan siswa, pada jurnal penelitiannya bahwa pada observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti Muslikah di kelas 1 SDN Sutomo V/327 Surabaya masih banyak siswa yang kurang mampu dalam menulis permulaan.
Berikut penyajian data yang dapat dilihat dibawah ini.
Pada penelitiannya, peneliti Muslikah melakukan pembelajaran selama 2 siklus dengan menerapkan media gambar. Pada siklus I diperoleh data dari 30 siswa terdapat 20 (66,67%) siswa yang sudah tuntas dalam belajar. Pada siklus I ini diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa yaitu 76%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum mencapai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu sebesar 85%.
Kemudian pada siklus II diperoleh data dari 30 siswa terdapat sebanyak 27 (90%) siswa yang sudah tuntas belajar. Pada siklus II ini diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa yaitu 93%. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus kedua ini ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah mengalami peningkatan lebih baik daripada siklus pertama.
20
27
10
3 0
5 10 15 20 25 30
Siklus I Siklus II
Jumlah siswa
Nilai Rata-rata prestasi belajar siswa siklus I : 76 % Nilai Rata-rata Prestasi belajar siswa siklus II : 93 %
Grafik Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan dari hasil ketuntasan belajar siswa
Tuntas Tidak Tuntas
35
d. Peneliti Sa’diah (2017) mengemukakan mengenai kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 MI Ri’ayatul Athfal Krukut Depok pada observasi awal terlihat rendahnya kemampuan menulis permulaan siswa yang disebabkan oleh berbagai macam faktor permasalahan.
Pada penelitiannya peneliti Sa’diah (2017) melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan media gambar selama 2 siklus. Diketahui pada pra siklus dari 48 siswa, terdapat 20 (42%) siswa yang tuntas dan 28 siswa yang tidak tuntas dengan rata-rata 6,2. Pada siklus I diperoleh data dari 48 siswa terdapat sebanyak 25 (52%) siswa yang telah tuntas dan 23 (48%) yang belum tuntas dengan nilai rata-rata 6,8.
Kemudian pada pelaksanaan siklus II diperoleh data dari 48 siswa terdapat sebanyak 42 siswa (87%) siswa yang tuntas. Sehingga pada hasil siklus I dan II disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan media gambar di kelas 1 MI Ri’ayatul Athfal Krukut Depok mengalami peningkatan sebesar 35%.
Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah peneliti jabarkan diatas, dapat dilihat dari pencapaian yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dari masing- masing penelitian. Pada saat pelaksanaan siklus I, kemampuan menulis permulaan siswa belum mencapai batas ketuntasan dan kemudian dilakukanlah perbaikan pada saat siklus II. Pada setiap penelitian yang peneliti analisis, diperoleh hasil
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Tuntas 20 25 42
Tidak Tuntas 28 23 6
Rata-rata nilai tes 6.2 6.8 7.5
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
Grafik peningkatan kemampuan menulis
permulaan dari hasil ketuntasan belajar siswa
36
bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa dengan menerapkan media gambar dengan dibuktikan hasil yang diperoleh dari setiap penelitian.