• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan

36

bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa dengan menerapkan media gambar dengan dibuktikan hasil yang diperoleh dari setiap penelitian.

37

banyak faktor diantaranya yaitu, 1) motorik; 2) perilaku; 3) persepsi; 4) memori;

5) kemampuan crossmodal; 6) penggunaan tangan yang dominan.

Faktor kesulitan menulis permulaan yang terjadi pada siswa dapat peneliti kelompokkan dan di dukung oleh teori ahli sebagai berikut:

Tabel 4.1 Pengelompokan Hasil Analisis Faktor Kesulitan Menulis Permulaan

Nama Faktor Kesulitan Menulis Permulaan Saonah (2018)

Sa’diah (2017)

Siswa kurang tertarik dan merasa jenuh mengikuti pembelajaran menulis permulaan sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menulis.

Saonah (2018) Samrati, dkk (2019) Sa’diah (2017)

Pembelajaran yang dialami bersifat konvensional, kurang menggunakan media pembelajaran yang menarik perhatian siswa.

Saonah (2018) Kurangnya perhatian siswa terhadap penjelasan dari guru serta bercanda dengan teman di dekatnya sehingga siswa belum mampu menulis dengan benar.

Muslikah (2020) Sa’diah (2017)

Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan menyusun sebuah kalimat.

Sa’diah (2017) Mayoritas siswa tidak mengikuti sekolah taman kanak-kanak sehingga belum mengetahui abjad

Pengelompokan hasil analisis faktor kesulitan menulis permulaan tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut:

a. Faktor perilaku, hal ini dapat dilihat pada hasil analisis faktor kesulitan menulis permulaan yang diungkap oleh peneliti Saonah (2018) bahwa siswa tidak memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa banyak bercanda dengan teman disebelahnya sehingga siswa tidak mampu menulis dengan benar. Selain itu terdapat peneliti lain yang mengungkap faktor kesulitan menulis permulaan siswa diantaranya adalah peneliti Saonah (2018), Samrati, dkk (2019), dan peneliti Sa’diah (2017) bahwa faktor kesulitan menulis permulaan yang telah ditemukan oleh mereka adalah pembelajaran yang

38

dialami bersifat konvensional, kurang menggunakan media pembelajaran yang menarik perhatian siswa

Sejalan dengan pendapat Abdurahman dalam Subadri (2016:23-24) bahwa faktor yang mempengaruhi menulis permulaan siswa adalah faktor perilaku. Faktor ini mencakup siswa yang fokusnya mudah teralihkan akan menghambat kegiatannya. Salah satunya adalah ketika belajar menulis.

b. Faktor Persepsi, hal ini dapat dilihat pada hasil analisis faktor kesulitan menulis permulaan yang diungkap oleh peneliti Saonah (2018) dan peneliti Sa’diah (2017) bahwa siswa kurang tertarik dan merasa jenuh mengikuti pembelajaran menulis permulaan sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menulis.

Sejalan dengan pendapat Abdurahman dalam Subadri (2016:23-24) bahwa faktor yang mempengaruhi menulis permulaan siswa adalah faktor persepsi. Siswa yang mengalami persepsi akan menyebabkan kesulitan dalam menulis karena visualnya terganggu sehingga siswa mengalami gangguan dalam membedakan bentuk huruf yang hampir sama.

c. Faktor memori, hal ini dapat dilihat pada hasil analisis faktor kesulitan menulis permulaan yang diungkap oleh peneliti Muslikah (2020) dan Sa’diah (2017) Bahwa salah satu faktor penyebab kesulitan menulis permulaan yaitu masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun sebuah kalimat dan mayoritas siswa tidak mengikuti taman kanak-kanak sehingga siswa tidak mengetahui abjad.

Sejalan dengan pendapat Abdurahman dalam Subadri (2016:23-24) bahwa faktor yang mempengaruhi menulis permulaan siswa adalah faktor memori. Faktor ini mencakup gangguan memori yang menyebabkan siswa tidak mampu mengingat sesuatu yang akan ditulisnya. Kesulitan yang dialami seperti tidak mampu mengingat huruf maupun kata.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat macam-macam faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis permulaan siswa. Baik faktor perilaku, persepsi dan memori. Seperti halnya tidak menggunakan media yang dapat menarik perhatian siswa akan membuat proses pembelajaran membosankan.

Kemudian latar belakang keluarga siswa dan keadaan lingkungan yang berbeda

39

akan memiliki kemampuan menulis yang berbeda. Agar pembelajaran menulis permulaan dapat berjalan dengan baik, perlu adanya peran dan dukungan dari orang tua siswa untuk mengetahui permasalahan faktor kesulitan menulis permulaan siswanya dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada seperti penggunaan media gambar untuk menarik perhatian siswa dalam belajar.

4.2.2 Hasil Analisis Ketepatan Pemilihan Media Gambar

Berdasarkan analisis pada 4 jurnal/skripsi diketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung keberhasilan menulis permulaan adalah peran guru dalam melakukan proses pembelajaran yang menarik perhatian siswa. Melalui hasil analisis dapat dilihat bahwa 4 peneliti yaitu peneliti Saonah (2018), peneliti Samrati, dkk (2019), peneliti Muslikah (2020), dan peneliti Sa’diah (2017) menggunakan media yang sama dalam meingkatkan kemampuan menulis permulaan siswa yaitu dengan penggunaan media gambar.

Media gambar merupakan media yang dapat menarik perhatian siswa dalam belajar dan dapat melatih kemampuan menulis permulaan siswa kelas rendah.

Sejalan dengan pendapat Sujana dalam Sa’diah (2017) yang mengemukakan bahwa dengan media gambar dapat mengkombinasikan antara fakta dengan gagasan secara jelas melalui kombinasi pengungkapan kata-kata dengan gambar- gambar.

Salah satu penelitian terdahulu diantaranya yaitu peneliti Saonah (2018) Pada pembelajarannya menerapkan media gambar diawali dengan menampilkan sebuah gambar sesuai dengan tema pelajaran. Selanjutnya guru melatih kemampuan menulis siswa dengan cara meminta siswa menyalin tulisan berdasarkan gambar yang diberikan dan melatih siswa menulis dengan dikte.

Dengan penggunaan media gambar dapat memberikan pemahaman kepada siswa terhadap sebuah istilah. Serta peneliti Sa’diah (2017) dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan media gambar diawali dengan meminta siswa mengamati gambar kemudian meminta siswa menuliskan dengan cara menebalkan kata atau kalimat dan meminta siswa untuk menuliskan kembali kata tersebut.

Selanjutnya ditambahkan menurut Hasni (2014) bahwa menulis permulaan dengan media gambar, pembelajarannya diawali dengan memberikan sebuah

40

gambar. Proses dalam pembelajaran menulis ini yaitu dengan pengenalan huruf abjad dengan menggunakan media gambar. Selanjutnya memberikan gambar dan meminta siswa menulis suku kata berdasarkan gambar yang diberikan.

Dapat disimpulkan, berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah dijabarkan oleh peneliti Saonah (2018), peneliti Samrati, dkk (2019), peneliti Muslikah (2020), dan peneliti Sa’diah (2017) bahwa media gambar dapat digunakan dalam membantu permasalahan kemampuan menulis permulaan siswa, karena langkah-langkah yang digunakan pada media gambar dapat mempermudah sebuah istilah sehingga memudahkan siswa melatih kemampuan dalam menulis permulaan. Adapun beberapa manfaat yang dianggap sebagai kelebihan media gambar sebagai berikut (Sadiman, dkk 2011):

a. Sifatnya konkrit/nyata, memberikan suatu gambar yang menunjukkan suatu masalah dibandingkan dengan komunikasi secara lisan.

b. Gambar dapat mengatasi Batasan ruang dan waktu. Peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dimasa lalu dapat terlihat seperti apa adanya.

c. Media gambar mampu mengatasi keterbatasan pengamatan. Dengan adanya media gambar akan membantu siswa dalam menuliskan huruf, suku kata, kata maupun kalimat.

d. Gambar dapat memperjelas suatu masalah. Siswa akan mudah dalam belajar dengan adanya gambar konkrit/nyata yang diberikan sehingga mempermudah siswa dalam memahaminya dan melatih kemampuannya dalam menulis.

e. Siswa mudah memahaminya. Dengan memberikan media gambar nyata yang pernah dilihat oleh siswa akan membantu dalam melatih kemampuan menulis permulaan siswa.

f. Bisa menampilkan gambar, grafik atau diagram.

g. Dapat dipergunakan di dalam kelas, di rumah maupun dalam perjalanan dalam kendaraan. Dengan adanya media gambar membantu guru dalam mengajar dikelas dan membantu para orang tua untuk mengajarkan anaknya di rumah.

h. Dapat dipergunakan tidak hanya untuk satu orang, tetapi media gambar dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.

41

i. Dapat dipergunakan untuk memberikan umpan balik.

Selain kelebihan media gambar, namun terdapat kekurangan dalam media gambar sebagai berikut (Sadiman, dkk 2011):

a. Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.

b. Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran sehingga kebanyakan guru jarang menggunakan gambar dalam proses pembelajaran.

c. Ukurannya sangat terbatas sehingga kurang efektif untuk pembelajaran kelompok besar.

d. Gambar sulit dicari untuk materi sejarah karena kejadian masa lalu tidak begitu banyak diabadikan.

e. Tidak semuanya kejadian pada masa lalu dapat dibuat gambarnya.

4.2.3 Hasil Analisis Kemampuan Menulis Permulaan Siswa

Menulis permulaan merupakan kemampuan menulis tahap awal pada siswa kelas rendah (kelas I, II, dan III) yaitu tahap pengenalan huruf, latihan dalam memegang pensil, menyalin tulisan (huruf, kata, maupun kalimat), menulis indah, dikte, melengkapi, dan menulis nama (Rofi’uddin dan Zuhdi, 2002).

Peneliti telah menganalisis dan melihat mengenai kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar melalui hasil penelitian dari 4 jurnal/skripsi penelitian terdahulu.

Pada 4 jurnal/skripsi dari penelitian terdahulu menjabarkan tentang kemampuan menulis permulaan siswa, secara keseluruhan dapat diketahui bahwa kemampuan menulis permulaan siswa tentunya mengalami peningkatan. Berikut penyajian data yang dapat dilihat di bawah ini.

42

Gambar 4.1 Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Saonah (2018)

Gambar 4.2 Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Samrati,dkk (2019)

43

Gambar 4.3 Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Muslikah (2020)

Gambar 4.4 Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Sa’diah (2017)

Pada ke 4 jurnal/skripsi peneliti terdahulu membahas mengenai kemampuan menulis permulaan pada siswa kelas I sekolah dasar. Diketahui yang paling umum terjadi adalah guru jarang menggunakan media pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran di kelas sehingga siswa merasa kurang tertarik karena pembelajaran yang selama ini dialami masih bersifat konvensional.

Untuk mengatasi kesulitan menulis permulaan siswa, ke 4 peneliti terdahulu menggunakan media gambar di dalam proses pembelajaran menulis permulaan.

Sejalan dengan pendapat Prabowo, dkk (2021) yang mengungkapkan bahwa dengan penggunaan media dalam proses pembelajaran, akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan kepada siswa. Dalam penggunaannya guru dapat menggunakan media gambar seperti foto ataupun kartu pos. dengan penggunaan media gambar diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa.

Setelah dilakukan penelitian oleh ke 4 peneliti terdahulu dapat diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis permulaan pada siswa kelas I sekolah dasar setelah menggunakan media gambar yang diamati dari data ketuntasan belajar siswa pra siklus, siklus I Siklus II, dan Siklus ke III.

Meningkatnya kemampuan menulis permulaan siswa tersebut menunjukkan bahwa guru berhasil menerapkan media pembelajaran yang menarik perhatian siswa sehingga membuat siswa ingin melatih kemampuan menulis permulaannya.

44

Penguasaan kemampuan siswa dalam menulis permulaan akan menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Sejalan dengan pendapat Mustikowati, dkk (2016) yang menyatakan bahwa tujuan menulis permulaan yaitu agar siswa mampu menuliskan kata-kata dengan tepat. Sehingga dengan menguasai kemampuan menulis permulaan dapat memudahkan siswa dalam proses belajar.

Hal tersebut menunjukkan bahwa di dalam proses pembelajaran guru harus mampu memahami kemampuan menulis siswa, khususnya kemampuan menulis permulaan. Dengan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran yang menarik ketika mengajar, akan membuat siswa untuk tertarik mengikuti proses pembelajaran dalam menulis yang benar sehingga tujuan menulis permulaan dapat tercapai dengan baik dan memudahkan siswa pada tahap menulis lanjut. Sejalan dengan pendapat M. Subana dalam Rufaida (2010) yang mengatakan bahwa tujuan dari menulis permulaan adalah melatih siswa agar mampu menulis. Sebelum sampai pada tahap mampu menulis, siswa harus mulai dari tahap awal yaitu mulai dari pengenalan lambang-lambang bunyi, latihan memegang alat tulis, menarik garis, dan menulis (huruf, suku kata, kata, kalimat sederhana). Selanjutnya di tambahkan oleh Utami (2020) Bahwa kemampuan menulis permulaan yang diperoleh siswa akan menjadi dasar dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis lanjut. Jika seorang siswa tidak mampu menguasai kemampuan menulis permulaan, maka siswa akan mengalami kesulitan dalam menulis lanjut.

45 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa media gambar tepat digunakan dalam proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas I di sekolah dasar. Hal tersebut terlihat pada hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti berdasarkan aspek yang telah ditetapkan, yaitu 1) analisis faktor kesulitan menulis permulaan siswa; 2) ketetapan pemilihan media gambar; 3) kemampuan menulis permulaan siswa.

Pada aspek pertama, faktor kesulitan menulis permulaan siswa di kelas 1 sekolah dasar terhadap menulis permulaan sangat beragam. Berdasarkan hasil analisis dari 4 jurnal/skripsi peneliti terdahulu terdapat perbedaan faktor kesulitan menulis permulaan siswa di kelas 1 sekolah dasar. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor perilaku, faktor persepsi, dan faktor memori. Oleh karena itu pentingnya peran dari guru untuk mengetahui faktor-faktor tersebut agar dapat memudahkan dalam memberikan solusi dan memperbaiki pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat dilaksanakan sesuai tujuan yang diharapkan.

Selanjutnya pada aspek kedua, ketepatan pemilihan media gambar. Media gambar adalah media yang dituangkan dalam bentuk gambar dan dikombinasikan dengan kata-kata yang memudahkan siswa dalam memahami suatu istilah. Dalam penerapan media gambar pada siklus I kemampuan menulis permulaan siswa masih belum mencapai nilai ketuntasan. Kemudian setelah diterapkannya di siklus II, siswa telah mampu mengikuti langkah-langkah media gambar dalam proses pembelajaran secara benar dan baik.

Pada aspek ketiga, hasil penelitian menulis permulaan siswa di kelas 1 sekolah dasar berdasarkan skripsi/jurnal peneliti terdahulu terdapat siswa yang memiliki kemampuan menulis yang baik, namun terdapat juga siswa yang memiliki kemampuan menulis rendah. Solusi yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa yaitu melalui penerapan media gambar.

Media gambar tepat digunakan dalam meningkatkan kemampuan menulis

46

permulaan siswa. Pada tahap ini dapat dilihat dari hasil siklus I dan II pada masing-masing penelitian.

Pada saat dilaksanakan siklus I kemampuan menulis permulaan siswa belum mencapai nilai ketuntasan dan selanjutnya dilakukan perbaikan pada tahap siklus II. Pada setiap penelitian yang peneliti analisis, diperoleh bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa pada tahap siklus II dengan penerapan media gambar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa.

Permasalahan yang peneliti telah jabarkan pada rumusan masalah sudah tepat diatasi dengan menerapkan media gambar dikarenakan dalam penerapannya, media gambar dapat membantu melatih kemampuan menulis permulaan siswa.

Dengan langkah-langkah pembelajaran dengan media gambar ini akan membuat siswa lebih tertarik untuk melatih kemampuannya dalam menulis serta siswa akan mampu menulis pada tahap berikutnya.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh sebelumnya, peneliti memberikan saran yaitu:

5.2.1 Bagi guru sebaiknya mengetahui faktor-faktor permasalahan menulis permulaan siswa terlebih dahulu dan dapat menggunakan media gambar untuk mengajarkan siswa dalam menulis permulaan pada proses pembelajaran tahap awal di sekolah dasar, sebagai salah satu cara untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menulis permulaan.

5.3.1 Pada penerapan media gambar seorang guru harus kreatif dan sabar dalam mempersiapkan pelaksanaan proses pembelajaran.

47

DAFTAR PUSTAKA

Angkowo, R., and A. Kosasih. 2007. Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta:

Grasindo.

H, Dalman. 2014. Menulis, Keterampilan. Jakarta: Rajawali Pers.

Harahap, Nursapia. 2014. Penelitian Kepustakaan. 08(01):68-73.

Hartati, T dan Cuhariah, Y. 2015. Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Sekolah Dasar Kelas Rendah. Bandung: UPI Press.

Haryanto. 2009. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Permulaan dengan Media Gambar. Tesis: Pascasarjana, Program Maret, Universitas Sebelas 1-167.

Hasni. 2014. Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat Siswa Kelas II SDN 1 Dongko. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 4(9):1-15.

Herviani, Vina, and Angky Febriansyah. 2016. Tinjauan Atas Proses Penyusunan Laporan Keuangan Pada Young Enterpreneur Academy Indonesia Bandung. Jurnal Riset Akuntansi 8(2).

Hidayah, Wahni. 2016. Peningkatan Keterampilan Menulis Permulaan Menggunakan Buku Harian Siswa Kelas I A SDN Plebengan Sidomulyo Bantul Tahun 2015/2016. (Juli).

Linarwati, Mega, Azis Fathoni, dan Maria M. Minarsih. 2016. Studi Deskriptif Pelatihan Dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Serta Penggunaan Metode Behavioral Event Interview Dalam Merekrut Karyawan Baru Di Bank Mega Cabang Kudus. Journal of Management 2(2):1.

Masropah. 2014. Studi Deskriptif Jenis-Jenis Kesulitan Belajar Membaca Dan Menulis Permulaan Siswa Kelas II Sekolah Dasar Kelurahan Sawah Lebar Lama Kota Bengkulu.

Munirah. 2015. Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf. Yogyakarta:

Grup Penerbitan CV Budi Utama.

Musfiqon, HM. 2012. Pengembangan Media Dan Sumber Pembelajaran. Jakarta:

PT Prestasi Pustakarya.

Muslikah. 2020. Jurnal Mitra Pendidikan ( JMP Online ). Jurnal Mitra Pendidikan 5(11):875-85.

Mustikowati, Dewi, Eka Wijayanti, dan Julung Darmanto. 2016. Meningkatkan Semangat Membaca Dan Menulus Siswa Sekolah Dasar Dengan Permainan Kata Bersambut. BRILIANT: Jurnal Riset Dan Konseptual 1(November):16-23.

Nugraheni, A. S. 2012. Pengajaran Bahasa Indonesia Berbasis Karakter.

48 Yogyakarta: Mentari Pustaka.

Prabowo, Ade, Junaidi Indrawadi, dan Ulil Amrii. 2021. Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Menggunakan Media Gambar Flash Card dengan Pendekatan Saintifik Kelas II. Jurnal Pendidikan Tambusai 5(2).

Rikmasari, Rima. 2013. Efektifitas Media Buku Catatan Harian dalam Pedagogik 1(2):19-29.

Rofi’uddin, Ahmad, and Darmiyati Zuhdi. 2002. Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Kelas Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Rufaida, Alvany. 2010. Peningkatan Keterampilan Menulis Permulaan Melalui Model Quantum Learning Pada Siswa Kelas 2 SD Negeri Karang asem 1 Laweyan Surakarta Tahun Pelajaran 2009/2010.

Rukin. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sulawesi Selatan: Ahmar Cendekia Indonesia.

Rusman. 2016. Model-Model Pembelajaran, Edisi Kedua. Jakarta: Raja grafindo.

Sa’diah, Alimatus. 2017. Dengan Media Gambar Pada Siswa Kelas I Mi Ri’Ayatul Athfal Krukut Depok Jawa Barat Tahun Pelajaran 2016 / 2017.

Sadiman, Arief S., R. Rahardjo, Anung Haryono, and Harjito. 2011. Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, Dan Pemanfaatannya). Jakarta:

Rajawali Pers.

Samrati, Sahrudin Barasandji, and Sudarkam R. Mertosono. 2019. Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas I SDN Boyomoute Kecamatan Liang. 7(4):193-201.

Saonah, Siti. 2018. Meningkatkan Kemampuan Membaca Dan Menulis Permulaan Dengan Media Gambar Di Kelas I SD Negeri 222 Pasir Pogor.

Jurnal Elementaria Edukasia 1(1):101-7.

Saputra, Edi. 2014. Pembelajaran Menulis Bahasa Indonesia. Jurnal Al-Irsyad IV(1):70-89.

Sari, Riska Putri. 2020. Penggunaan Metode Suku Kata (Syllabic Method) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas 1-B SDN 009 Tarakan. 1-23.

Setyawan, Farid Helmi. 2016. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Model Pembelajaran Audio Visual Berbasis Android. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo 3(2):92-98.

Sholichah, Aas Siti. 2018. Teori-Teori Pendidikan Dalam Al-Qur’an. Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam 7(01):23.

Soebardhy, Muchlas Samani, Muslimin Ibrahim, Ispardjadi, Walujo, Alimufi Arif, Didin Fatihudin, dan Lis Holisin. 2020. Kapita Selekta Metodologi Penelitian. Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media.

49

Subadri, Dhian Ameilya. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Teknik Latihan Graphomotor Pada Anak Cerebral Palsy di Sekolah Luar Biasa Daya Ananda.

Sundayana, Rostina. 2014. Media Dan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Susanto, A. 2013. Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Jakarta:

Prenadamedia Grup.

Susilana, Rudi, and Cepi Riyana. 2009. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan Dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung: Percetakan Angkasa.

Untari, Dhian Tyas. 2018. METODE PENELITIAN: Penelitian Kontemporer Bidang Ekonomi Dan Bisnis.

USAID. 2014. Pembelajaran Kelas Awal SD/MI Di LPTK. Buku Sumber Untuk Dosen LPTK. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951-952.

1-114.

Utami, Sri. 2020. Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Menggunakan Media Gambar Dan Pendekatan Keterampilan Proses Siswa. 5(2).

Yanti, Nafri, Suhartono, and Rio Kurniawan. 2018. Penguasaan Materi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. Volume II (April):72-82.

Zain, Nuraini Fauziah. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Permulaan Untuk Anak Berkesulitan Belajar Menulis Di Kelas II Di SD Bangun rejo 2 Yogyakarta.

Zed, Mestika. 2014. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

LAMPIRAN

52

Lampiran 1. Penelusuran Sumber Yang Dijadikan Bahan Penelitian.

Daftar jurnal dan Skripsi Terdahulu

No Nama Peneliti Tahun Judul Penelitian Subjek Penelitian 1. Siti Saonah 2018 Meningkatkan

Kemampuan Menulis Permulaan dengan Media Gambar di Kelas I SD Negeri 222 Pasir Pogor

Siswa Kelas I SD Negeri 222 Pasir Pogor Kecamatan Rancasari Kota Bandung yang berjumlah 24 siswa

2. Samrati, Sahrudin Barasandji, Sudarkam R.

Mertosono

2019 Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas I SDN Boyomoute Kecamatan Liang

Siswa Kelas I SDN Boyomoute Kecamatan Liang berjumlah 13 siswa

3. Muslikah 2020 Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Gambar SDN DR Sutomo V/327 Surabaya

Siswa Kelas I- A SDN DR Sutomo V/327 Surabaya berjumlah 30 siswa

4. Alimatus Sa’diah

2017 Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan dengan Media Gambar pada Siswa

Siswa Kelas I MI Ri’yatul Athfal Krukut Depok Jawa Barat berjumlah 48 siswa

53

Kelas I MI Ri’yatul Athfal Krukut Depok Jawa Barat

54

Lampiran 2. Permasalahan Faktor Kesulitan Menulis Permulaan dalam jurnal dan skripsi Terdahulu.

Permasalahan Faktor Kesulitan Menulis Permulaan dalam jurnal dan skripsi terdahulu

No Nama Peneliti

Tahun dan Judul Penelitian

Faktor kesulitan menulis permulaan

1. Siti Saonah 2018.Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan dengan Media Gambar di Kelas I SD Negeri 222 Pasir Pogor

Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini yaitu sikap siswa terhadap pembelajaran menulis permulaan sangat rendah. Faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis permulaan tersebut diantaranya:

1) siswa kurang tertarik, bahkan merasa jenuh untuk mengikuti pembelajaran menulis

permulaan.

2) kegiatan pembelajaran yang dialami selama ini bersifat konvensional, kurang menggunakan media pembelajaran yang tepat.

3) siswa kurang memperhatikan penjelasan-penjelasan dari guru.

4) siswa lebih banyak diam dan pasif serta bercanda dengan teman di dekatnya.

2. Samrati, Sahrudin

2019.Peningkatan Kemampuan Menulis

Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini yaitu dalam

55 Barasandji,

Sudarkam R.

Mertosono

Permulaan

Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas I SDN Boyomoute Kecamatan Liang

penyajian materi Bahasa Indonesia di kelas 1 di SDN Boyomoute Kecamatan Liang masih banyak siswa yang belum mampu menulis dengan benar. Faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis tersebut disebabkan karena:

1) masih banyak siswa yang belum mampu memahami materi yang diajarkan.

2) guru kurang menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

3. Muslikah 2020.Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Media Gambar SDN DR Sutomo V/327 Surabaya

Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini yaitu masih banyak siswa kelas 1 SDN DR SUTOMO V/327 Surabaya kemampuannya dalam menulis permulaan masih kurang. Faktor permasalahan tersebut disebabkan karena masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun sebuah kalimat.

4. Alimatus Sa’diah

2017.Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan dengan Media Gambar pada Siswa Kelas I MI Ri’yatul Athfal

Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini yaitu masih banyak siswa kelas 1 MI Ri’ayatul Athfal Krukut Depok yang belum mampu memahami huruf dan menulis kata- kata serta kalimat sederhana

Dokumen terkait