• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan desain nonequivalent control design. Desain ini dipilih karena penelitian ini memilih suatu kelompok sebagai kelas eksperimen untuk diberi perlakuan yaitu dengan menggunakan media herbarium, sedangkan kelompok yang lain sebagai kelas kontrol tidak diberi perlakuan seperti pada kelas eksperimen, akan tetapi menggunakan metode konvensional yaitu hanya menggunakan buku cetak dalam proses pembelajaran. Pada penelitian ini memiliki dua variabel yang menjadi objek penelitian, meliputi variabel bebas yaitu penggunaan media herbarium dan variabel terikatnya hasil belajar IPA.

1. Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Aktivitas guru diperoleh dari lembar observasi aktivitas guru pada setiap pertemuan dalam proses pembelajaran. Adapun deskriptif tentang aktivitas guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Nilai Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Keterangan Skor Perolehan Skor Rata-rata Persentase

Kelas Eksperimen 178 3,4 68%

Kelas Kontrol 149 2,8 56%

Sumber: Lembar observasi aktivitas guru pada kelas eksperimen dan kontrol, diolah dari lampiran 4

Tabel 4. 1 dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam proses pembelajaran kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perbedaan persentase. Pada kelas eksperimen skor perolehan 178 pada kelas kontrol 149, skor rata-rata pada kelas eksperimen 3,4 pada kelas kontrol 2,8 dan persentase pada kelas eksperimen 68% pada kelas kontrol 56%.

Grafik 4. 1 Perbandingan Aktivitas Guru dalam Proses Pembelajaran Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Grafik 4. 1 dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam proses pembelajaran pada kelas eksperimen dapat dikatakan lebih baik dari kelas kontrol dengan skor perolehan 178 pada kelas kontrol 149, skor rata-rata kelas eksperimen 3,4 pada kelas kontrol 2,8 dan persentase kelas eksperimen 68%

pada kelas kontrol 56%.

2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Selama berlangsungnya penelitian tercatat aktivitas yang terjadi pada setiap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Aktivitas siswa tersebut diperoleh dari lembar observasi pada setiap pertemuan dalam proses belajar

178

3.4

68 149

2.8

56

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200

Skor perolehan Skor rata-rata persentase Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

mengajar berlangsung yang digunakan untuk mengetahui perubahan aktivitas siswa di kelas. Adapun deskriptif tentang aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 4. 2 Nilai Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Keterangan Skor Perolehan Skor Rata-rata Persentase

Kelas Eksperimen 246 11,7 53,18%

Kelas Kontrol 182 8 42,10%

Sumber: Lembar observasi aktivitas siswa pada kelas eksperimen dan kontrol, diolah dari lampiran 5

Tabel 4. 2 dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perbedaan persentase. Pada kelas eksperimen skor perolehan 246 pada kelas kontrol 182, skor rata-rata pada kelas eksperimen 11,7 pada kelas kontrol 8 dan persentase pada kelas eksperimen 53,18% pada kelas kontrol 42,10%.

Grafik 4. 2 Perbandingan Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Grafik 4. 2 dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam proses pembelajaran pada kelas eksperimen dapat dikatakan lebih baik dari kelas

246

11.7

53.18 182

8

42.10 0

50 100 150 200 250 300

Skor perolehan Skor rata-rata Persentase Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

kontrol dengan skor perolehan 246 pada kelas kontrol 182, skor rata-rata kelas eksperimen 11,7 pada kelas kontrol 8 dan persentase kelas eksperimen 53,18%

pada kelas kontrol 42,10%.

3. Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Hasil statistik yang berkaitan dengan nila pretest dengan posttest siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

a. Hasil Belajar Kelas Eksperimen

Hasil belajar siswa didapatkan setelah dilakukan pretest, pemberian perlakuan dan posttest. Adapun hasil belajar kelas eksperimen pada tabel di bawah ini:

Tabel 4. 3 Hasil Pretest dan Posttest kelas eksperimen

Keterangan Pretest Posttest

Ukuran sampel 22 22

Mean 39,55 74,55

Median 40,00 70,00

Modus 40 60

Deviasi Standar 15,268 15,653

Variansi 233,117 245,022

Rentang Skor 60 50

Skor Terendah 10 50

Skor Tertinggi 70 100

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4. 3 hasil pretest dan posttest siswa memperlihatkam bahwa nilai rata-rata pada nilai pretest 39,55 sedangkan nilai posttest 74,55. Berdasarkan nilai rata-rata pada pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan media herbarium. Nilai median pada nilai pretest 40,00 sedangkan nilai posttest 70,00. Modus pada nilai Pretest 40 sedangkan pada nilai posttest 60.

Deviasi Standar pada pretest 15,268 sedangkan pada posttest 15,653. Nilai

variansi pada pretest 233,117 sedangkan pada posttest 245,022. Rentang skor pada pretest 60 sedangkan pada posttest 50. Skor terendah dari prestest adalah 10 sedangkan pada posttest 50. Skor tertinggi pada pretest 70 sedangkan pada posttest 100.

Grafik di bawah ini akan dijelaskan perbandingan statistik hasil belajar pretest dan posttest pada kelas eksperimen. Adapun grafiknya adalah sebagai berikut:

Grafik 4. 3 Distribusi perbandingan statistik hasil belajar pretest dan posttest kelas eksperimen

Grafik 4. 3 adalah hasil penelitian dan analisa data mengenai perbandingan nilai statistik menunjukkan bahwa jumlah sampel 22 orang. Nilai pretest pada skor terendah 10 dan skor tertinggi 70. Skor posttest untuk nilai terendah 50 dan skor tertinggi 100. Nilai rata-rata pretest 39,55 dan posttest 74,55 serta standar deviasi pretest 15,268 pada posttest 15,653.

22

10

70

39.55

15.268 22

50

100

74.55

15.653 0

20 40 60 80 100 120

Jumlah Sampel Skor Terendah Skor Tertinggi Nilai Rata-rata Standar Deviasi Pretest Posttest

Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategori Hasil Belajar Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen

No. Interval Skor

Kategori Pretest Posttest

Frekuen si

Persenta se

Frekuen si

Persenta se 1 0- 60 Sangat

rendah

18 81,81% 2 9,09%

2 60-69 Rendah 3 13,63% 5 22,72%

3 70-79 Sedang 1 4,54% 5 22,72%

4 80-89 Tinggi 0 0% 4 18,18%

5 90-100 Sangat tinggi

0 0% 6 27,27%

Jumlah 22 100 22 100

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa nilai pretest siswa pada saat sebelum adanya perlakuan dengan menggunakan media herbarium pada mata pelajaran IPA materi bagian-bagian tumbuhan terdapat 81,81% pada kategori sangat rendah, 13,63% pada kategori rendah, 4,54% pada kategori sedang, sementara pada kategori tinggi dan kategori sangat tinggi tidak ada.

Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa hasil belajar setelah diberikan perlakuan (posttest) yakni penerapan media herbarium pada mata pelajaran IPA bagian-bagian tumbuhan pada kategori sangat rendah 9,09%, 22,72%

pada kategori rendah, 22,72% pada kategori sedang, 18,18% pada kategori tinggi dan 27,27% pada kategori sangat tinggi. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan memahami pembelajaran setelah diberikan perlakuan yaitu media herbarium dengan konsep bagian-bagian tumbuhan pada mata pelajaran IPA tinggi.

Grafik 4. 4 Distribusi persentase kategori hasil belajar pretest dan posttest pada kelas eksperimen

Grafik 4. 4 menunjukkan bahwa distribusi nilai siswa mengalami peningkatan dan berpengaruh setelah diberi perlakuan yaitu penggunaan media herbarium dengan materi bagian-bagian tumbuhan pada mata pelajaran IPA. Strategi ini bisa meningkatkan dan berpengaruh karena siswa melihat dan memahami konsep secara nyata. Namun demikian diperlukan adanya kreativitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk memanfaat media yang disediakan oleha alam.

Perbandingan kategori hasil belajar berdasarkan hasil distribusi persentase skor nilai pretest dan posttest sebelum dan sesudah penggunaan media herbarium pada mata pelajaran IPA pada konsep bagian-bagian tumbuhan menunjukkan bahwa persentase kategori nilai siswa: (1) kategori sangat rendah (0-60) persentase pretest sebanyak 81,81% pada posttest sebanyak 9,09%. (2) kategori rendah (60-69) persentase pretest 13,63% pada posttest 22,72%. (3) kategori sedang (70-79) persentase pretest 4,54% pada posttest

81.81%

13.63%

4.54%

0% 0%

9.09%

22.72% 22.72%

18.18%

27.27%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

0-59 Sangat kurang

60-69 Rendah 70-79 Sedang 80-89 Tinggi 90-100 Sangat tinggi Pretest Posttest

22,72%. (4) kategori tinggi (80-89) persentase 0% pada posttest 18,18%. (5) kategori sangat tinggi (90-100) pada pretest persentasenya 0% posttest 27,27%.

Adapun KKM yang berlaku di SD Inpres Bontonompo pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yaitu 70, maka tingkat pencapaian ketuntasan hasil belajar belajar IPA siswa kelas IVA SD Inpres Bontonompo pada konsep bagian-bagian tumbuhan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 5 Distrbusi Frekuensi dan Persentase Ketuntasan Klasikal Kelas Eksperimen

Tes KKM Frekuensi Persentase

Tuntas Tidak Tuntas

Tuntas Tidak Tuntas

Pretest 70 1 21 5% 95%

Posttest 14 8 64% 36%

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4. 5 menunjukkan bahwa pada saat siswa belum diberi perlakuan yaitu penggunaan media herbarium (pretest) terdapat 1 siswa yang mendapatkan nilai tuntas dengan persentase 5% dan siswa yang mendapatkan nilai tidak tuntas sebanyak 21 siswa dengan persentase 95%. Sedangkan hasil belajar IPA siswa setelah diberi perlakuan yaitu penggunaan media herbarium terdapat 14 siswa yang tuntas dengan persentase 64% dan siswa yang memperoleh nilai yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa dengan persentase 36%.

Adapaun grafik Perbandingan tingkat ketuntasan hasil belajar pretest dan posttest kelas eksperimen adalah sebagai berikur:

Grafik 4. 5 Perbandingan tingkat ketuntasan hasil belajar pretest dan posttest kelas eksperimen

Grafik 4. 5 menunjukkan tingkat ketuntasan pada pmbelajaran IPA. pada pretest lebih besar ketidak tuntasannya yaitu 95% dari pada ketuntasannya 5%, sebaliknya pada tingkat ketuntasan sesudah perlakuan dan pemberian posttest lebih besar yang tuntas 64% dari pada tidak tuntas 36%.

b. Hasil Belajar Kelas Kontrol

Adapun hasil belajar kelas eksperimen pada tabel di bawah ini:

Tabel 4. 6 Hasil Pretest dan Posttest kelas Kontrol

Keterangan Pretest Posttest

Ukuran sampel 19 19

Mean 38,42 64,21

Median 40,00 70,00

Modus 20,00 70

Deviasi Standar 18,032 14,650

Variansi 325,146 214,620

Rentang Skor 60 60

Skor Terendah 10 30

Skor Tertinggi 70 90

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4. 6 hasil pretest dan posttest siswa memperlihatkam bahwa nilai rata-rata pada nilai pretest 38,42 sedangkan nilai posttest 64,21. Nilai median

5%

95%

64%

36%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Tuntas Tidak tuntas

Pretest Posttest

pada nilai pretest 40,00 sedangkan nilai posttest 70,00. Modus pada nilai Pretest 20 sedangkan pada nilai posttest 70. Deviasi Standar pada pretest 18,032 sedangkan pada posttest 14,650. Nilai variansi pada pretest 325,146 sedangkan pada posttest 214,620. Rentang skor pada pretest 60 sedangkan pada posttest 60. Skor terendah dari prestest adalah 10 sedangkan pada posttest 30. Skor tertinggi pada pretest 30 sedangkan pada posttest 90.

Grafik 4. 6 Distribusi perbandingan statistik hasil belajar pretest dan posttest kelas kontrol

Grafik 4. 6 hasil penelitian dan analisa data mengenai perbandingan nilai statistik menunjukkan bahwa jumlah sampel 19 orang. Nilai pretest pada skor terendah 10 dan skor tertinggi 70. Skor posttest untuk nilai terendah 30 dan skor tertinggi 90. Nilai rata-rata pretest 38,42 dan posttest 64,21 serta standar deviasi pretest 18,032 pada posttest 14,650.

Adapaun distribusi frekuensi dan persentase kategori hasil belajar pretest dan posttest kelas kontrol sebagai berikut:

19

10

70

38.42

18.032 19

30

90

64.21

14.65 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Jumlah sampel Skor terendah Skor tertinggi Skor rata-rata Standar deviasi Pretest Posttest

Tabel 4. 7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategori Hasil Belajar Pretest dan Posttest Kelas Kontrol

No. Interval Skor

Kategori Pretest Posttest

Frekuen si

Persenta se

Frekuen si

Persenta se 1 0-59 Sangat

rendah

16 84,21% 4 21,05%

2 60-69 Rendah 0 0% 5 26,31%

3 70-79 Sedang 3 15,78% 6 31,57%

4 80-89 Tinggi 0 0% 3 15,78%

5 90-100 Sangat tinggi

0 0% 1 5,26%

Jumlah 19 100 19 100

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4. 7 menunjukkan bahwa nilai pretest siswa pada mata pelajaran IPA materi bagian-bagian tumbuhan terdapat 84,21% pada kategori sangat rendah, 0% pada kategori rendah, 15,78% pada kategori sedang, sementara pada kategori tinggi dan kategori sangat tinggi tidak ada.

Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa hasil belajar (posttest) yakni pada mata pelajaran IPA materi bagian-bagian tumbuhan pada kategori sangat rendah 21,05%, 26,31% pada kategori rendah, 31,57% pada kategori sedang, 15,78% pada kategori tinggi dan 5,26% pada kategori sangat tinggi.

Grafik 4. 7 Distribusi persentase kategori hasil belajar pretest dan posttest pada kelas kontrol

84.21%

0%

15.78%

0% 0%

21.05% 26.31% 31.57%

15.78%

5.26%

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

80.00%

90.00%

0-59 Sangat rendah

60-69 Rendah 70-79 Sedang 80-89 Tinggi 90-100 Sangat tinggi Pretest Posttest

Grafik 4. 7 menunjukkan bahwa Perbandingan kategori hasil belajar berdasarkan hasil distribusi persentase skor nilai pretest dan posttest pada kelas kontrol menunjukkan bahwa persentase kategori nilai siswa: (1) kategori sangat rendah (0-59) persentase pretest sebanyak 84,21% pada posttest sebanyak 21,05%. (2) kategori rendah (60-69) persentase pretest 0% pada posttest 26,31%. (3) kategori sedang (70-79) persentase pretest 15,78% pada posttest 31,57%. (4) kategori tinggi (80-89) persentase pretest 0% pada posttest 15,78%. (5) kategori sangat tinggi (90-100) pada pretest persentasenya 0% posttest 5,26%.

Adapaun KKM yang berlaku di SD Inpres Bontonompo pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yaitu 70, maka tingkat pencapaian ketuntasan hasil belajar belajar IPA siswa kelas IVB SD Inpres Bontonompo pada konsep bagian-bagian tumbuhan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. 8 Distrbusi Frekuensi dan Persentase Ketuntasan Klasikal Kelas Kontrol

Tes KKM Frekuensi Persentase

Tuntas Tidak Tuntas

Tuntas Tidak Tuntas

Pretest 70 3 16 14% 73%

Posttest 10 9 53% 47%

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4. 8 menunjukkan bahwa pada saat siswa belum diberi perlakuan (pretest) terdapat 3 siswa yang mendapatkan nilai tuntas dengan persentase 14% dan siswa yang mendapatkan nilai tidak tuntas sebanyak 16 siswa dengan persentase 73%. Sedangkan hasil belajar IPA siswa setelah dengan menggunakan buku cetak terdapat 10 siswa yang tuntas dengan persentase

53% dan siswa yang memperoleh nilai yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa dengan persentase 47%.

Grafik 4. 8 Perbandingan tingkat ketuntasan hasil belajar pretest dan posttest kelas kontrol

Grafik 4. 8 menunjukkan tingkat ketuntasan pada pmbelajaran IPA. pada pretest lebih besar ketidak tuntasannya yaitu 73% dari pada ketuntasannya 14%, sebaliknya pada tingkat ketuntasan sesudah pemberian posttest lebih besar yang tuntas 53% dari pada tidak tuntas 47%.

Hasil uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajara IPA kelas IV SD Inpres Bontonompo yaitu pada kelas eksperimen dengan nilai pretest 39,55 dan nilai posttest 74,55.

Sedangkan pada kelas kontrol hasil belajar yang diperoleh siswa pada nilai pretest 38, 42 dan nilai posttest 64,21.

4. Hasil Analisis Statistik Inferensial

Adapun hasil analisis statistik inferensial akan diuraikan pada penjelasan berikut ini:

14%

73%

53%

47%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

Tuntas Tidak tuntas

Pretest Posttest

a. Pengujian Prasyarat Analisis

Pengujian prasyarat analisis dilakukan sebelum melakukan analisis data.

Prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil uji prasyarat analisis disajikan sebagai berikut:

1) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah semua variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dalam perhitungan menggunakan program SPSS versi 18. Untuk mengetahui normal tidaknya adalah jika sig > 0,05 maka normal dan jika sig < 0,05 dapat dikatakan tidak normal.Hasil perhitungan yang diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4. 9 Ringkasan Uji Normalitas

No. Kelompok Sig Kesimpulan

1 Pretest Eksperimen 0,098 Normal

2 Posttest Eksperimen 0,150 Normal

3 Pretest Kontrol 0,200 Normal

4 Posttest Kontrol 0,107 Normal

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4.9 terlihat bahwa data pretest dan posttest hasil belajar baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol memiliki nilai sig > 0,005 yaitu Pretest eksperimen sebesar 0,098, Posttest eksperimen sebesar 0,150, Pretest kontrol sebesar 0,200 dan Posttest kontrol sebesar 0,107 maka dapat disimpulkan kelompok data tersebut berdistribusi normal.

2) Uji Homogenitas

Berdasarkan uji normalitas distribusi data posttest, data skor posttest kedua kelas berdistribusi normal sehingga analisis dilanjutkan dengan menguji

homogenitas dua varians data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan uji levene dengan menggunakan program SPSS versi 18 dengan taraf signifikansi 0,05. Setelah dilakukan pengolahan data, tampilan output dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. 10 Homogenitas Dua Varians Tes Akhir (Posttest) Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Test of Homogeneity of Variance

Levene Statistic df1 df2 Sig.

0,458 1 39 0,502

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Tabel 4. 10 adalah hasil output uji homogenitas varians dengan menggunakan uji levene pada tabel 4. nilai signifikansinya adalah 0,502.

Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen berasal dari varians yang sama, atau kedua kelas tersebut homogen.

3) Uji Hipotesis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Inpres Bontonompo dengan penggunaan media herbarium. Analisis yang digunakan adalah uji t (Independent Sample t Test) dengan bantuan SPSS versi 18.

Setelah data dinyatakan terdistribusi normal dan sampel berasal dari populasi yang homogeny, maka selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan taraf signifikansi a = 0,05 atau 5% dan hipotesis statistiknya sebagai berikut:

H0 : 𝜇1 = 𝜇2

H1 : 𝜇1 > 𝜇2

H0 : Tidak terdapat pengaruh penggunaan media herbarium terhadap hasil belajar IPA konsep bagian-bagian tumbuhan siswa kelas IV SD Inpres Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.

H1 : Terdapat pengaruh penggunaan media herbarium terhadap hasil belajar IPA konsep bagian-bagian tumbuhan siswa kelas IV SD Inpres Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.

Kesimpulan penelitian dinyatakan signifikan apabila thitung > ttabel pada taraf signifikansi 5% dan nilai p < 0,05. Adapun ringkasan uji t pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol ditunjukkan pada tabel berikut:

a) Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Tabel 4. 11 Hasil Uji Independent Sample t Test Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Kelas Rata-rata thitung ttabel p Pretest Eksperimen 39,54 0,216 2,023 0,830

Pretest Kontrol 38,42

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Untuk menentukan harga ttabel dengan mencari ttabel menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan a = 0,05 : 2 = 0,025 dan db = N-2 = 41-2 = 39 maka diperoleh t0,05 = 0,216. Setelah diperoleh thitung 0,216 ttabel = 2, 023 maka diperoleh thitung < ttabel atau 0,216 < 2, 023 dan nilai sig (2-tailed) diperoleh 0,830 maka diperoleh 0,830 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima danH1 ditolak.

b) Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Tabel 4.12 Hasil Uji Independent Sample t Test Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Kelas Rata-rata thitung ttabel p Posttest eksperimen 74,55

2,171 2, 023 0,036 Posttest kontrol 64,21

Sumber: Output SPSS Versi 18, diolah dari lampiran 8

Untuk menentukan harga ttabel dengan mencari ttabel menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan a = 0,05 : 2 = 0,025 dan db = N-2 = 41-2 = 39 maka diperoleh t0,05 = 2,171. Setelah diperoleh thitung 2,171 ttabel = 2, 023 maka diperoleh thitung > ttabel atau 2,171 > 2,023 dan nilai sig (2-tailed) diperoleh 0,036 maka diperoleh 0,036 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh penggunaan media herbarium terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam konsep bagian-bagian tumbuhan siswa kelas IV SD Inpres Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.

Dokumen terkait