• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

Tabel 4.5 Sarana Pendidikan

Sarana Jumlah

TK 4 Buah

SD/MIS 6 Buah

SMP/M.Ts 2 Buah

SMA/MAN 1 Buah

Sumber : Dok.Arsip Kantor Kelurahan Tanuntung Tahun 2022.

40

yang diberikan kepada anak buah kapal yaitu sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil tersebut dibebankan pada pendapatan bersih dari hasil tangkapan setelah dipotong biaya melaut. Hal ini diungkap pada saat proses wawancara dengan informan bapak MR (30 April 2022) sebagai juragan, mengatakan bahwa dalam sistem pengupahan yang dilakukan dengan cara bagi hasil tangkapan para anak buah kapal (ABK).

Selain itu menurut informan berinisial SDR (8 Mei 2022) beliau mengatakan bahwa sistem pengupahan yang dilakukan oleh juragan kepada kami menggunakan sistem bagi hasil yang tidak merugikan kami para anak buah kapal (ABK) dan juragan. Dari hasil wawancara yang didapatkan oleh peneliti, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa, sistem pengupahan anak buah kapal di Kelurahan Tanuntung ini mengunakan sistem bagi hasil yang adil, dimana jurangan dalam pemberian upah disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Jika ada dua orang atau lebih mengerjakan pekerjaan yang sama, maka upah yang didapatkan mesti sama, siapapun pekerja, apakah tua atau muda, berpendidikan atau tidak, selagi mengerjakan pekerjaan yang sama, maka mereke akan dibayar dengan upah yang sama.

b. Mekanisme atau Perhitungan Dalam Pengupahan Ini

Mekanisme atau perhitungan dalam pengupahan ini tergantung dari banyaknya hasil yang didapat saat melaut. Dimana dalam pemberian upah berdasarkan pendapatan yang diperoleh dengan mengkalkulasikan terlebih dahulu biaya-biaya yang dikeluarkan saat melakukan aktivitas melaut. Jika pendapatan besar maka upahnya

juga besar, tapi jika pendapatannya kecil maka upahnya juga kecil.

Adapun mekanisme atau perhitungan dalam pemberian upah adalah sebagai berikut. Hal ini diungkap pada saat proses wawancara dengan informan bapak MR (30 April 2022) sebagai juragan, bahwa total pendapatan dilihat dari tugasnya, jika pendapatan bersih Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) maka bagian untuk perahu dan alat tangkap yaitu Rp 3.000.000 (Tiga juta rupiah) dan yang menerimanya adalah juragan darat, Rp 2.000.000 (Dua juta rupiah) untuk juragan laut (Juru mudi), Rp 3.000.000 (Tiga juta rupiah) untuk ABK (Penarik Jaring) biasanya terdiri dari 3-5 orang, Rp 1.000.000 (Satu juta rupiah) untuk yang bertugas sebagai pakkaca (Penyelam), Rp 1.000.000 (Satu juta rupiah) untuk mekanik mesin. Sama halnya yang dikatakan saat pada dilakukan wawancara kepada Bapak SDR (8 Mei 2022) mengatakan bahwa perhitungan pembagian upah kami itu tergantung dari hasil tangkapan, misalnya kita mendapat tangkapan ikan yang total bersih harganya Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) maka itu akan dibagi menjadi Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) untuk juragan atau pemilik perahu, Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) untuk saya sebagai Juragan Laut atau Juru Mudi, Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah) untuk anak buah kapal (ABK), Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) untuk tukang mesin, dan Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) lagi itu untuk pakkaca (penyelam).

Dari hasil wawancara yang didapatkan oleh peneliti, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa, mekanisme atau perhitungan dalan pengupahan yang di terapkan di Kelurahan Tanuntung

42

Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba yaitu tergantung dari hasil yang didapatkan dan tergantung dari tugas yang dikerjakan setelah dikeluarkan biaya-biaya operasional saat melaut. Adapun persensetase perhitungan upah yang didapatkan saat melaut adalah jika pendapatan bersih 100%, maka bagian untuk juragan darat (pemilik perahu) sebanyak 30%, juragan laut (juru mudi) sebanyak 20%, anak buah kapal (ABK) sebanyak 30% biasanya berjumlah 3-5 orang, penyelam (pakkaca) mendapatkan sebanyak 10%, dan mekanik mesin mendapatkan sebanyak 10%.

c. Waktu Dalam Melakukan Pengupahan

Waktu dalam melakukan pengupahan pada sistem bagi hasil ini yang di ungkapkan saat melakukan wawancara dengan bapak MR (30 April 2022) mengatakan bahwa waktu pembayaran upah anak buah kapal (ABK) yaitu setiap selesai membongkar ikan di pelabuahan dan harga hasil penjualan ikan telah di bayarkan oleh pembeli kepada juragan di situ juga kita melakukan pengbagian upah kepada anak buah kapal. Sama halnya seperti informan yakni Bapak HM (5 Mei 2022) mengatakan bahwa pembayaran upah di lakukan setelah selesai bongkar muat ikan di pelabuhan dan harga ikan telah diterima oleh juragan disitulah kita akan diberi upah oleh juragan.

Dari hasil wawancara dengan informan maka peneliti menarik kesimpulan bahwa waktu pengupahan anak buah kapal (ABK) yaitu setiap selesai bongkar muat ikan di pelabuhan dan harga ikan telah diterima oleh juragan maka disitulah akan dilakukan pembagian upah.

d. Penyebab Pendapatan Juragan Dan ABK Dapat Meningkat Dan Menurung

Penyebab pendapatan juragan dan anak buah kapal (ABK) dapat meningkat dan menurung seperti yang di ungkapkan oleh bapak MR (30 April 2022) saat dilakukan wawancara, mengupkankann bahwa pendapatan kita sebagai nelayan dapat meningkat dan menurun tergantung musimnya ikan dan harga ikan dipasaran kadang naik dan kadang juga turung. Berdasarkan ungkapan informan Bapak SB (8 Mei 2022) mengatakan bahwa pedapatan nelayan itu dapat meningkat saat musim ikan dilaut dan harga dipasaran naik.

Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan informan maka dapat disimpulkan bahwa penyebab pendapatan juragan dan anak buah kapal (ABK) dapat meningkat dan menurung karta tergantung pada musimnya ikan dilaut dan harga ikan dipasaran kadang meningkat dan kadang juga menurung.

e. Keluhan Dari Anak Buah Kapal (ABK) Terkait Sistem Upah Yang di Terapkan

Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan informan yaitu bapak MR (30 April 2022) mengatakan bahwa tidak pernah terjadi keluhan dari anak buah kapal (ABK) mengenai sistem upah yang diterapkan karna semua biaya operasional melaut itu ditanggup oleh saya sebagai juragan jadi untung atau ruginya aktivitas saat melaut itu ditanggung oleh saya sebagai juragan. Sama halya dengan informan Saudara S (8 Mei 2022) mengatakan bahwa selama saya ikut melaut dengan

44

juragan Bapak MR saya tidak pernah mendengar ada anak buah kapal (ABK) yang mengeluh terkait sistem upah yang diterapakan juragan.

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa tidak pernah ada keluhan dari anak buah kapal (ABK) terkait sistem upah yang diterapkan juragan selama ini dalam aktivitas melaut.

f. Perjanjian atau kontrk kerja antara juragan dan anak buah kapal (ABK)

Perjanjian atau kontrak kerja antara juragan dan anak buah kapal (ABK) yang di ungkapkan saat melakukan wawancara dengan Bapak MR (30 April 2022) mengatakan bahwa perjanjian atau kontrak kerja yang kita lakukan yaitu, hanya disebutkan atau secara lisan saja dan setiap ada anggota yang baru mau ikut bergabung, semua telah kita jelaskan konsekuensi mulai dari tata tertib disaat melaut, jam kerja, tugas dan tanggung jawab, kecelakaan kerja dan pengupahan disaat melaut baik itu pendapatan kita normal maupan tidak normal apakah siap mengikuti kontrak kerja yang kita terapkan dan jika siap maka akan kita ikutkan dalam aktivitas melaut. Adapun yang diungkapkan oleh Bapak HM (5 Mei 2022) mengatakan bahwa perjajian kerja yang juragan lakukan itu hanya secara lisan saja dan semua telah dijelaskan tentang konsekuensi di saat kita pertama mulai ikut melaut.

Dari hasil wawancara dengan informan maka peneliti menarik kesimpulan bahwa sistem perjanjian atau kontrak kerja antara juragan dan anak buah kapal (ABK) itu hanya dijelaskan secara lisan tentang semua konsekuensi atau keadaan disaat melaut.

Dokumen terkait