• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen pengaruh fermentasi air cucian beras dan (Halaman 47-59)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah buah dan berat buah (berat basah (gram) dan berat kering (gram)) yang terdapat dalam perlakuan pemberian pupuk oganik cair berupa fermentasi air cucian beras dan fermentasi air kolam ikan.

Uji statistika pada penelitian ini akan di hitung menggunakan apliaksi SPSS versi 16.0, seperti uji normalitas dan uji homogenitas. Apabila data hasil penelitian ini berdistribusi normal atau signifikan maka akan dilanjutkan uji Analisis Of Varians (ANOVA), jika hasil data ANOVA signifikan maka akan dilajutkan dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil).

1. Tabel Parameter Jumlah Buah

Data jumlah buah tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) selama penelitian diukur selama satu minggu sekali sampai buah matang maksimal selama 70 hari setelah tanam (HST), dengan pemberian perlakuan yaitu fermentasi sisa air cucian beras dan air kolam ikan, berikut data jumlah buah tanaman cabai rawit di setiap perlakuan pada minggu terakhir sebelum panen dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1 Jumlah Buah Tanaman Cabai Ulangan

Jumlah Buah Tanaman Cabai

P1 20% P2 31% P3 39% P0 100%

1 30 35 42 16

2 33 48 48 20

3 18 50 33 16

4 16 40 39 17

5 28 35 31 16

6 16 30 37 19

Total 141 238 230 104

Rata-rata 23 39 38 17

Keterangan tabel:

P0 : (100% air biasa )

P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan ) P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan ) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan )

Terdapat jumlah buah tanaman cabai rawit pada minggu ke-7 setelah tanam dapat dijelaskan bahwa perlakuan dengan menggunakan fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan. Jumlah buah terbanyak pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan yaitu sebanyak 238 buah dengan rata-rata buah sebanyak 39 buah dan jumlah yang paling sedikit terdapat pada perlakuan-0 dengan konsentrasi 100% air biasa yaitu sebanyak 104 buah cabai rawit dengan rata-rata bauh sebanyak 17 buah. Berikut diagram batang jumlah buah tanaman caai rawit per perlakuan, dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Diagram Jumlah Buah Tanaman Cabai Jumlah buah tanaman cabai rawit tertinggi terdapat pada perlakuan ke-2 yaitu dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31 % air kolam ikan kemudian P3, P1 dan yang paling sedikit jumlah buah tanaman cabai rawit yaitu perlakuan 0 dengan konsentrasi 100% air biasa.

Untuk uji statistikanya dapat dilihat pada lampiran 1.

Tabel 4.2 Hasil uji anova pada parameter jumalah buah ANOVA

Perlakuan

Sum of Squares Df

Mean

Square F Sig.

Between

Groups 2356.833 3 785.611 14.865 .000 Within

Groups 1057.000 20 52.850 Total 3413.833 23

Berdasarkan data anova pada tabel di atas bahwa nilai pada kolom sig. nilainya 0.000 lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 (0.00 < 0.05) sehingga mendapatkan hasil yang tidak signifikan. Jadi Ha ditolak dan Ho

0 50 100 150 200 250

jumlah buah 100% Air Biasa

20% Air Cucian Beras + 20% Air Kolam Ikan 31% Air Cucin Beras + 31% Air Kolam Ikan 39% Air Cucian Beras + 39% Air Kolam Ikan

diterima yaitu tidak terdapat pengaruh fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivias tanaman cabai rawit.

2. Panen Buah Cabai Rawit

Buah cabai rawit yang dipanen pada hari ke-70 dilakukan 2 kali panen berjarak 1 minggu tiap panen.

Buah cabai rawit yang dipanen merupakan buah cabai yang sudah matang sempurna yakni dengan warna merah yang mencolok sebagai tanda buah cabai sudah matang. Data jumlah panen buah cabai rawit dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut ini.

Tabel 4.3 Jumlah panen buah cabai rawit Ulangan Jumlah Panen Buah Tanaman Cabai

P1 20% P2 31% P3 19% P0 100%

1 18 24 15 12

2 13 31 25 8

3 6 20 22 9

4 13 18 20 10

5 17 20 17 9

6 10 17 11 9

Total 77 130 110 57

Rata-rata 12 21 18 9,5

Keterangan tabel:

P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan) P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan) P0 : (100% air biasa)

Jumlah panen buah cabai rawit setelah 70 hari setelah tanam (HST) mendapatkan hasil paling banyak terdapat pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31%

air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan jumlah buah yang dipanen sebanyak 130 buah dengan rata-rata

sebanyak 21 buah. Jumlah buah yang dipanen paling sedikit terdapat pada perlakuan ke-0 dengan konsentarsi 100% air biasa dengan jumlah buah sebanyak 57 buah dengan rata-rata 9,5 buah, berikut diagram batang jumlah buah yang dipanen dapat dilihat pada Gambar 4.2 dibawah ini.

Gambar 4.2 Diagram jumlah buah cabai rawit yang dipanen

Pada gambar diagram diatas menjelaskan bahwa jumlah buah cabai rawit yang dipanen terbanyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan kemudian jumlah terbanyak berikutnya yaitu pada perlakuan ke-3 yaitu 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan setelah itu pada perlakuan ke 1, sedangkan jumlah buah yang dipanen paling sedikit terdapat pada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa. Untuk uji normalitas dan homogenitas dan uji anova dapat dilihat pada lampiran 1.

0 20 40 60 80 100 120 140

jumlah buah 100% air biasa

20% air cucian beras + 20% air kolam ikan 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan

Tabel 4.4 Hasil uji anova pada parameter jumlah buah yang dipanen

ANOVA Ulangan

Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

Between

Groups 534.833 3 178.278 9.663 .000 Within

Groups 369.000 20 18.450 Total 903.833 23

Berdasarkan data anova pada tabel di atas mendapatkan hasil pada kolom sig. dengan nilai 0.000 sehingga lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 (0.000 <

0.05). jadi Ha ditolak dan Ho diterima. Yaitu dengan hasil yang tidak signifikan maka tidak terdapat pengaruh fermentasi air cucian bersa dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit.

3. Berat Basah Cabai Rawit

Jumlah berat basah pada tanaman cabai rawit dihitung menggunakan timbangan digital kemudian menghitung berat buah pada panen pertama dan ke dua setelah itu ditotalkan sebagai data akhir berat basah buah cabai rawit, data berat basah buah cabai rawit yang sudah dipanen menggunakan satuan gram (gr). Data jumlah buah yang dipanen dapat dilihat pada Tabel 4.5 dibawah ini.

Tabel 4.4 Berat Basah Buah Cabai Rawit

K e t e r a n g

an tabel:

P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan ) P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan ) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan ) P0 : (100% air biasa )

Pada data berat basah buah cabai rawit dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan mendapatkan hasil berupa berat terbanyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan berat total buah sebanyak 233 gr dengan rata-rata sebanyak 38 gram dan berat paling sedikit ada pada perlakuan ke-0 dengan konsentarsi 100% air biasa dengan berat basah sebanyak 111 gr dengan rata-rata sebanyak 18 gram, untuk diagram berat basah buah cabai rawit dapat dilihat pada Gambar 4.3 dibawah ini.

Ulangan

Berat Basah Buah Tanaman Cabai P1 20% P2 31% P3 39% P0 100%

1 37 41 29 21

2 23 56 25 18

3 12 42 15 21

4 29 29 33 20

5 31 31 36 15

6 16 34 20 16

Total 148 233 158 111

Rata-rata 24 38 26 18

Gambar 4.3 Diagram berat basah buah cabai rawit

Pada gambar diatas merupakan diagram berat basah buah cabai rawit dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan, sehingga menghasilkan data berat basah buah cabai rawit yang paling banyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan berat basah buah cabai sebanyak 233 gr, kemudian diikuti oleh perlakuan ke-3 sebanyak 158 gr, perlakuan ke-1 sebanyak 148 gr, sedangkan berat basah buah cabai paling sedikit ada pada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air bias dengan berat basah buah sebanyak 111 gr. Untuk uji normalitas dan homogenitas dan uji anova dapat dilihat pada lampiran 1.

0 50 100 150 200 250

Jumlah Berat 100% airbiasa

20% air cucian beras + 20% air kolam ikan 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan

Tabel 4.5 Hasil uji anova pada parameter berat basah buah cabai rawit

ANOVA Ulangan

Sum of

Squares Df

Mean

Square F Sig.

Between

Groups 1475.458 3 491.819 7.502 .001 Within

Groups 1311.167 20 65.558 Total 2786.625 23

Berdasarkan data anova di atas mendapatkan hasil bahwa nilai pada kolom sig. yaitu 0.000 lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 (0.000 < 0.05) sehingga mendapatka hasil yang tidak signifikan maka Ha ditolak dan Ho diterima. Yaitu tidak terdapat pengaruh dari fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit.

4. Berat Kering Buah Cabai Rawit

Berat kering buah cabai rawit dihitung menggunakan timbangan digital, pada berat kering ini buah cabai dijemur terlebih dahulu selama satu minggu lamanya di bawah sinar matahari lansung untuk mengurangi kadar air di dalam buah cabai. Setelah cabai benar-benar kering dengan ciri-ciri fisik sudah berubah warna dan bentuk dari yang semula segar menjadi kering dan keriput dan warna yang merah menyala berubah menjadi kuning kecoklatan, baru ditimbang untuk mendapatkan data berat kering buah cabai. Data berat kering buah cabai dapat dilihat pada Tabel 4.6 dibawah ini.

Tabel 4.6 Jumlah berat kering buah cabai rawit Ulangan

Berat Kering Buah Tanaman Cabai P1 20% P2 31% P3 39% P0 100%

1 5,94 9,91 7,07 5,09

2 5,09 13,03 11,05 3,11

3 2,25 8,21 10,19 3,96

4 5,09 9,06 9,06 5,09

5 7,92 8,21 9,06 4,24

6 6,22 7,07 5,09 3,11

Total 32,51 55,49 51,52 24,6

Rata-rata 5,41 9,24 8,58 4,1

Keterangan tabel:

P1 : (20% air cucian beras + 20% air kolam ikan P2 : (31% air cucian beras + 31% air kolam ikan ) P3 : (39% air cucian beras + 39% air kolam ikan ) P0 : (100% air biasa )

Pada tabel 4.6 diatas meruapakan data berat kering buah cabai rawit dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan sehingga mendapatkan data yang terberat pada pada berat kering buah cabai ada pada perlakuan ke-2 dengan knsentrasi 31% air cucian beras + 31% air air kolam ikan dengan berat sebesar 55,49 gr dengan rata-raa sebanyak 9,24 gr dan data berat terendah ada apada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa dengan berat sebesar 24,6 gr dengan rata-rata sebanyak 4,1 gr, berikut diagram yang menggambarkan berat kering buah cabai dapat dilihat pada Gambar 4.4 dibawah ini.

Gambar 4.4 Diagram berat kering buah cabai rawit Pada diagram diatas menggambarkan bahwa dengan pemberian perlakuan berupa fermentasi air cucian beras dan air kolam ikan didapati bahwa berat kering buah cabai yang paling banyak ada pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi sebanyak 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan dengan berat sebesar 55,49 gr setelah itu diikuti oleh perlakuan ke-3 dengan berat sebesar 51,52 gr dan berikutnya pada perlakuan ke-1 dengan berat sebesar 32,51 gr, kemudaian data berat kering buauh cabai yang paling sedikit ada pada perlakuan ke-0 dengan konsentrasi 100% air biasa dengan berat sebesar 24,6 gr, untuk uji normalitas dan uji homogenitas kemudian uji anova dapat dilihat pada lampiran 1.

0 10 20 30 40 50 60

jumlah berat 100% air biasa

20% air cucian beras + 20% air kolam ikan 31% air cucian beras + 31% air kolam ikan 39% air cucian beras + 39% air kolam ikan

Tabel 4.7 Hasil uji anova parameter berat kering buah cabai rawit

ANOVA Ulangan

Sum of Squares Df

Mean

Square F Sig.

Between

Groups 110.278 3 36.759 11.026 .000 Within

Groups 66.676 20 3.334 Total 176.954 23

Berdasarkan data anova pada tabel di atas mendapatka hasil bahwa nilai pada kolom sig. yaitu 0.000 lebih kecil dari nilai signifikan 0.05 sehingga menghasilkan nilai yang tidak signifikan maka Ha ditolak dan Ho diterima. Yaitu tidak terdapat pengaruh dari fementasi air cucian beras dan air kolam ikan terhadap produktivitas tanaman cabai rawit.

5. Angket siswa

Penelitian ini kemudian akan dikembangkan menjadi buku panduan praktikum IPA Biologi dengan analisis kebutuhan di materi pertumbuhan dan perkembangan, dengan metode sebaran angket peneliti mampu mengetahui kebutuhan dalam buku panduan praktikum, penelitian ini dilaksanakan di MA Islahuddyn Kediri Lombok Barat, Kelas XII MA Putra.

Berikut data angket yang sudah disebar dapat dilihat pada tabel 4.8 dibawah ini.

Tabel 4.8 Data sebaran angket siswa

No. Kategori Skor %

1 Sangat setuju 86%

2 Setuju 72%

3 Rata-rata 0%

4 Tidak setuju 0%

5 Sangat tidak setuju 0%

Berdasarkan tabel 4.8 bahwa terdapat 7 pernyataan yang harus diisi oleh siswa sesuai dengan arahan, ada 5 jenis jawaban dari angket tersebut yang harus dipilih oleh siswa. Dari sebaran angket tentang manfaat buku petunjuk praktikum ini ada 20 siswa yang mengisi angket dengan hasil sebanyak 12 orang memilih Setuju tentang manfaat buku petunjuk praktikum, kemudian ada 8 orang siswa yang menjawab Sangat Setuju dan. Untuk contoh angket dapat dilihat di lampiran 2.

Pengembangan petunjuk praktikum menggunakan metode 4D (define, design, development, disseminate) telah mendapatkan hasil berupa petunjuk praktikum dengan analisis kebutuhan kurikulum pada materi pertumbuhan dan perkembangan kelas XII IPA.

Dalam dokumen pengaruh fermentasi air cucian beras dan (Halaman 47-59)

Dokumen terkait