• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Hasil yang telah diperoleh selama penelitian akan diuraikan pada subbab ini. Hasil tersebut berupa hasil pretest dan posttest baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen serta data angket dari kelas eksperimen. Hasil pretest dan posttest akan mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kemampuan mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis. Sementara, data angket akan mendeskripsikan respon siswa terhadap modul digital yang digunakan di kelas eksperimen. Untuk lebih jelasnya, hasil penelitian akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Hasil Pretest

Hasil pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut:

Gambar 4.1 Diagram Frekuensi Hasil Pretest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Berdasarkan Gambar 4.1, terlihat bahwa hasil pretest kelas kontrol secara keseluruhan berada pada rentang nilai 5-53, sedangkan kelas eksperimen berada pada rentang nilai 5-46. Perbedaan yang cukup signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen terlihat pada rentang nilai 12-18 dan 19-25, dimana kelas

eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, perbedaan yang cukup signifikan juga terlihat pada rentang 47-53, dimana pada rentang tersebut kelas kontrol lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum diberi perlakuan, hasil pretest kelas eksperimen lebih rendah dibandingkan dengan kelas kontrol.

2. Hasil Posttest

Hasil posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut:

Gambar 4.2 Diagram Frekuensi Hasil Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Berdasarkan Gambar 4.2, terlihat bahwa hasil posttest kelas kontrol secara keseluruhan berada pada rentang 30-83, sedangkan kelas eksperimen secara keseluruhan berada pada rentang 30-92. Perbedaan yang cukup signifikan antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen terlihat pada rentang 66-74, 75-83, dan 84- 92, dimana kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.

Selain itu, pada rentang 48-56 dan 57-65, kelas eksperimen lebih rendah dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa setelah diberi perlakuan yang berbeda, hasil posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.

3. Rekapitulasi Hasil Belajar a. Hasil Pretest dan Posttest

Berdasarkan hasil pretest dan posttest yang telah diinformasikan sebelumnya, maka diperoleh hasil rekapitulasi seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Pemusatan dan Penyebaran Data

Pretest Posttest

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen

Nilai Terendah 5 5 30 30

Nilai Tertinggi 50 45 75 90

Rata-rata 27,3 23,25 59 70

Modus 24,6 30,8 66,83 79,8

Median 33,3 32,8 61,88 90,5

Standar Deviasi 12,6 9,74 12,22 15,33

Berdasarkan Tabel 4.1, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen (23,25) lebih rendah dibandingkan dengan kelas kontrol (27,3).

Namun, setelah diberi perlakuan yang berbeda nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (70) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (59). Selain itu, terlihat juga pada saat posttest nilai tertinggi di kelas eksperimen (90) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (75). Hal ini menunjukkan bahwa setelah diberi perlakuan yang berbeda, hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan modul digital pada saat pembelajaran lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan buku teks pelajaran.

b. Kemampuan Kognitif Siswa

Kemampuan kognitif siswa pada penelitian ini merupakan kemampuan siswa dalam mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3) dan menganalisis (C4). Kemampuan kognitif tersebut dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest. Hasil kemampuan kognitif pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut:

Gambar 4.3 Diagram Hasil Pretest dan Posttest Kemampuan Kognitif Siswa pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Berdasarkan Gambar 4.3, terlihat bahwa persentase hasil posttest dibandingkan dengan hasil pretest baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen mengalami peningkatan pada kemampuan kognitif. Pada Gambar 4.3 juga terlihat bahwa persentase hasil pretest kelas eksperimen lebih rendah dibandingkan kelas kontrol pada kemampuan memahami (C2) dan menganalisis (C4). Sementara, persentase hasil posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol pada kemampuan memahami (C2), menerapkan (C3) dan menganalisis (C4). Hal ini menunjukkan bahwa setelah diberi perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan kelas kontrol pada kemampuan memahami (C2), menerapkan (C3) dan menganalisis (C4).

4. Hasil N-Gain

N-gain dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan modul dan buku teks pelajaran. Hasil N-gain pada penelitian ini meliputi rata-rata N-Gain, kategori N-gain, dan N-gain hasil belajar pada setiap jenjang kognitif. Rata-rata N-gain dan kategorinya dapat dilihat pada Tabel 4.2, sedangkan N-gain hasil belajar pada setiap jenjang kognitif dapat dilihat pada Gambar 4.4.

43

34

18

25 45

28

18 18

68

59

67

43

68 68

78

51

0 10 20 30 40 50 60 70 80

C1 C2 C3 C4

Persentase

Jenjang Kognitif

Pretest Kontrol Pretest Eksperimen Posttest Kontrol Posttest Eksperimen

Tabel 4.2 Hasil Rata-Rata N-gain Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol N-gain Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Rata-rata 0,60 0,44

Kategori Sedang Sedang

Berdasarkan Tabel 4.2 diperoleh informasi bahwa rata-rata N-gain kelas eksperimen sebesar 0,60 sedangkan kelas kontrol sebesar 0,44. Artinya, rata-rata N-gain kedua kelas terkategori sedang. Selain itu, Tabel 4.2 juga memberikan informasi bahwa rata-rata N-gain siswa yang menggunakan modul digital lebih unggul dibandingkan dengan siswa yang menggunakan buku teks pelajaran.

Gambar 4.4 Diagram N-Gain Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen dan Kontrol Berdasarkan Gambar 4.4, terlihat bahwa N-gain hasil belajar kelas kontrol terkategori tinggi berada pada jenjang kognitif C3 (menerapkan), terkategori sedang berada pada jenjang kognitif C1 (mengingat) dan C2 (memahami) dan terkategori rendah berada pada jenjang kognitif C4 (menganalisis). Sementara, N- gain hasil belajar di kelas eksperimen terkategori tinggi berada pada jenjang kognitif C3 (menerapkan) dan terkategori sedang berada pada jenjang kognitif C1 (mengingat), C2 (memahami) dan C4 (menganalisis).

Berdasarkan informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setelah diberi perlakuan yang berbeda baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol mengalami peningkatan. Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa N-gain hasil belajar siswa

per jenjang kognitif di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol khususnya pada kemampuan memahami (C2), menerapkan (C3) dan menganalisis (C4). Sementara, pada kemampuan mengingat (C1) N-gain hasil belajar siswa kelas kontrol lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen.

5. Hasil Uji Prasyarat Analisis Statistik a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk melihat sebaran data yang diperoleh, terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan terhadap hasil pretest dan posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Ketentuan sebaran data yang terdistribusi normal jika 2hitung < 2tabel, sedangkan sebaran data yang terdistribusi tidak normal jika 2hitung > 2tabel. Hasil perhitungan uji normalitas pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Data Pretest dan Posttest Kelas

Uji Statistik

Pretest Posttest

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen

Nilai 2hitung 9,16 3,44 5,45 10,76

Nilai 2tabel 11,1 7,81 9,49 12,6

Kesimpulan

Data terdistribusi

normal

Data terdistribusi

normal

Data terdistribusi

normal

Data terdistribusi

normal Berdasarkan Tabel 4.2, diperoleh informasi bahwa nilai 2hitung pada saat pretest kelas eksperimen sebesar 3,44 dan kelas kontrol sebesar 9,16 sedangkan nilai 2hitung pada saat posttest kelas eksperimen sebesar 10,76 dan kelas kontrol sebesar 5,45. Sementara nilai 2tabel pada saat pretest kelas eksperimen sebesar 7,81 dan kelas kontrol sebesar 11,1 sedangkan 2tabel pada saat posttest kelas eksperimen sebesar 12,6 dan kelas kontrol sebesar 9,49. Hal ini menunjukkan baik pretest maupun posttest pada kedua kelas memiliki nilai 2hitung < 2tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebaran data pretest dan posttest pada kedua kelas terdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui sampel yang diteliti memiliki kemampuan yang sama atau tidak. Ketentuan sampel yang memiliki kemampuan yang sama (homogen) jika Fhitung ≤ Ftabel, sedangkan sampel yang memiliki kemampuan yang berbeda (heterogen) jika Fhitung > Ftabel. Hasil perhitungan uji homogenitas dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Statistik

Pretest Posttest

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen

Nilai Varians 12,8 9,79 12,03 15,14

Fhitung 1,31 1,26

Ftabel 1,69

Kesimpulan Kedua kelas homogen Kedua kelas homogen Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat bahwa hasil pretest dan posttest pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen memiliki nilai Fhitung < Ftabel. Hal ini menunjuk- kan bahwa kelas kontrol maupun kelas eksperimen memiliki kemampuan yang homogen. Dengan kata lain, data yang diperoleh dari kelas kontrol maupun kelas eksperimen pada saat pretest dan posttest memiliki varians yang sama.

6. Hasil Uji Hipotesis

Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas, diperoleh informasi bahwa kedua data terdistribusi normal dan memiliki varians yang sama. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis tes statistik parametrik berupa uji t. Untuk mengetahui diterima atau ditolaknya Ho

dan Ha dilakukan berdasarkan kriteria pengujian, yaitu jika thitung < ttabel, maka Ho

diterima, sedangkan jika thitung > ttabel, maka Ha diterima. Berdasarkan perhitungan, hasil pengujian hipotesis diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.5 Uji Hipotesis Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Statistik Pretest Posttest

thitung -1,6085 3,6217

ttabel 1,9908 1,9908

Kesimpulan Ho diterima Ha diterima

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas, terlihat bahwa hasil pretest sebelum diberikan perlakuan thitung < ttabel, maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Artinya, hasil belajar siswa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang hampir sama sebelum diberikan perlakuan yang berbeda.

Sementara, untuk hasil posttest terlihat thitung > ttabel, maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan diterimanya hipotesis alternatif (Ha), dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh modul digital secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada konsep vektor.

7. Hasil Analisis Data Angket

Analisis data angket pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan modul digital. Hasil perhitungan analisis data angket respon siswa dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6 Hasil Angket Respon Siswa terhadap Pembelajaran menggunakan Modul

No. Indikator Angket Persentase Kategori

1. Penyajian modul digital 76,8% Baik

2. Pengaruh modul digital terhadap hasil belajar 73,5% Baik

Rata-rata 75,15% Baik

Berdasarkan Tabel 4.6, diperoleh informasi bahwa pada indikator penyajian modul digital mendapat respon baik dengan perolehan persentase 76,8.

Sementara, pada indikator pengaruh modul digital terhadap hasil belajar juga mendapat respon baik dengan perolehan persentase 73,5. Dari informasi yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan modul digital pada konsep vektor seluruhnya terkategori baik.

Dokumen terkait