• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Saran yang diajukan peneliti sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini, diantaranya :

1. Pada saat pembelajaran, modul digital hanya berperan sebagai bahan ajar pendamping dan tidak menggantikan bahan ajar utama.

2. Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambah satu kelas eksperimen yang menggunakan modul digital dan bahan ajar utama.

3. Siswa diberikan arahan tentang pengoperasian modul digital sebelum kegiatan pembelajaran, sehingga ketika menggunakan modul tidak ada bacaan yang terlewat.

4. Soal yang disajikan pada tes formatif dan evaluasi sebaiknya dapat diacak, sehingga siswa dapat memilih soal yang dianggap mudah terlebih dahulu.

5. Cover dalam modul digital sebaiknya menarik dan sesuai dengan subkonsep.

6. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada tiap jenjang kognitif, sebaiknya jumlah soal pada setiap jenjang memiliki komposisi yang sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar.

56

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Lorin W dan David R. Krathwohl. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Assesment : Revisi Taksonomi Bloom, Terjemahan Agung Prihantoro. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Arikunto, Suharisimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan edisi Revisi. Jakarta:

Bumi Aksara, Cet. 10, 2009.

---. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Darajat, Anjar. “Penguasaan Konsep dan Motivasi Belajar Siswa SMA dalam Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Media Animasi pada Konsep Sistem Pernapasan”. Skripsi pada Universitas Pendidikan Indonesia:

2013. tidak dipublikasikan.

Daryanto. Menyusun Modul: Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar.

Yogyakarta: Penerbit Gaya Media, 2013.

Diyono. Rumus Gampang Statistika: Edisi Terbaru dan Terlengkap. Jakarta:

Pustaka Makmur, 2014.

Fadliyati, Rati. “Hasil Produk E-Modul”,

https://sites.google.com/site/elearningtp2010/pengembangan-bahan- ajar/modul/hasil-produk-e-modul , 01 Oktober 2017.

Fauziah, Anna. “Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematika melalui Strategi React”. Forum Pendidikan: Vol. 30, no. 1, 2010.

Foster, Bob. Akselerasi Fisika untuk SMA/MA kelas X. Bandung: Duta, 2015.

Hapsari, Senja Ayu. "Pengembangan Modul Fisika Braille Materi Vektor untuk Siswa Tunanetra kelas X SMA/MA Inklusi di Yogyakarta". Skripsi pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: 2013. tidak dipublikasikan.

Hardjosoesanto, Teresia Yuliana dan Siswanto. “Pengaruh Belajar Dengan Cara Menghafal terhadap Mengingat Kosakata dalam Bahasa Inggris”.

Psikodimensia. 13, 2014.

Jazuri, M. “Analisis Kesulitan Peserta Didik dalam Memahami Konsep Fisika Materi Pokok Vektor pada Peserta Didik Kelas X Semester 1 MA YA Falah Grobogan”. Skripsi pada Institut Agama Islam Negeri Walisongo:

2009. tidak dipublikasikan.

Jihad, Asep dan Abdul Haris. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo, 2012.

Kanginan, Marthen. Fisika I untuk SMA/MA kelas X: berdasarkan Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga, 2013.

Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers, 2012.

---. Penilaian Autentik : Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik berdasarkan kurikulum 2013. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Kusairi, Hermawanto, S. dan Wartono. “Pengaruh Blended Learning terhadap Penguasaan Konsep dan Penalaran Fisika Peserta Didik kelas X”. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 9, 2013.

Kusmana. “Pembelajaran Inkuiri dengan Menggunakan Media Analisis Ruang pada Pokok Bahasan Vektor”. Tesis pada Universitas Negeri Semarang:

2008. tidak dipublikasikan.

Kuswandari, Meta, Widha Sunarno, dan Supurwoko. “Pengembangan Bahan Ajar Fisika SMA dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Pengukuran Besaran Fisika”. Jurnal Pendidikan Fisika. 1, 2013.

Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

Muhafid, Ervian Arif. “Pengembangan Modul IPA Terpadu berpendekatan Keterampilan Proses pada Tema Bunyi di SMP Kelas VIII”, Skripsi pada Universitas Negeri Semarang: 2013. tidak dipublikasikan

Munadi, Yudhi. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Ciputat: GP Press Jakarta, 2012.

Muslich, Musnar. Textbook Writing. Yogyakarta: Ar-Ruz Media, 2010.

Muslim, Bahtiar. “Efektivitas Penggunaan Modul Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Upaya Pencapaian Hasil Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Kalasan”, Skripsi pada Universitas Negeri Yogyakarta:

2012. tidak dipublikasikan.

Muzaky, Ahmad Furqon dan Jeffry Handhika. “Penggunaan Alat Peraga Sederhana berbasis Teknologi Daur Ulang untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Materi Vektor dalam Kelas Remedial SMKN 1 Wonoasri Tahun Pelajaran 2014/2015”. Prosiding Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika. Madiun: IKIP PGRI MADIUN. 6, 2015.

Nani, Karman Lai dan Yaya S. Kusumah, The Effectiviness Ofict-Assisted Project-Based Learning in enhacing Studens’ Statictical Communication Ability, Internationan Journal of Education and Research. 3, 2015.

Nurnaini, Alfi. “Pengaruh Media Pembelajaran Modul terhadap Pencapaian Kompetensi Membuat Pola Dasar di SMK N 4 Yogyakarta”. 2013.

http://eprints.uny.ac.id, 01 Oktober 2017.

Prastowo, Andi. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta:

DIVA Press, Cet. IV, 2012.

Purwanto, Budi. Theory And Aplication Physics; for Grade X of Senior High School and Islamic Senior High School. Solo: Bilingual, 2009.

Purwanto, M. Ngalim. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.

Bandung: PT Rosdakarya, Cet. XVIII, 2013.

Puspaningrum, Hellen. “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Biologi melalui Penggunaan Media Animasi pada Pokok Bahasan Sistem Koordinasi untuk Siswa Kelas XI SMAN 2 Simpang Hilir”, Jurnal Visi Ilmu Pendidikan: Vol. 3, no. 3, 2015, http://jurnal.untan.ac.id, 01 Oktober 2017.

Riduwan. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-karyawan dan Peneliti Pemula.

Bandung: Alfabeta, 2011.

Safrina, Iin. “Pengaruh Modul Digital Interaktif terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa pada Konsep Suhu dan Kalor”. Skripsi pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: 2014. tidak dipublikasikan.

Sanjaya, Wina. Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur Edisi Pertama. Jakarta: Kencana, cet. 1, 2013.

Sari, Betha Nurina. “Sistem Pembelajaran KBK terhadap Motivasi Belajar Para

Peserta Didik pada Bidang Studi Fisika”.

https://www.scribd.com/doc/72882239/Simtem-Pembelajaran-Fisika . 09 Desember 2017.

Setyosari, Punaji. Metode Penelitian: Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta:

Prenadamedia Group, 2015.

Sitepu, B. P. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.

Solehah, Enong Eha Homsah. “Pengaruh E-module berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Konsep Fluida Statis”, Skripsi pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 2015. tidak dipublikasikan

Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers, 2011.

Sudjana. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito, 2005.

Sudjana, Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: SINAR BARU ALGENSINDO, Cet. XIV, 2014.

---. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. XIV, 2009.

Sugiyono. Metode Penelitian dan Pengembangan : Research and Development.

Bandung: Alfabeta, 2015.

---. Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta, cet.

XIX, 2013.

Sukardiyono dan Yeni Ristya Wardani. “Pengembangan Modul Fisika berbasis Kerja Laboratorium dengan Pendekatan Science Process Skills untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika” Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 2013.

Sundayana, Rostina. Statistika Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2014.

Supiyanto. Fisika SMA untuk SMA kelas X. Jakarta: Phiβeta, 2007.

Surya, Yohanes. Fisika itu Mudah: Jilid 1. Tangerang: Bina Sumber Daya MIPA, 2001.

Susetyo, Budi. Statistika untuk Analisis Data Penelitian: dilengkapi Cara Perhitungan SPSS dan MS. Office Excel. Bandung: Refika Aditama, 2010.

Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan Pemanfaatan, dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima, 2009.

Triyono, M. Bruri, dkk., Pengembangan Bahan Ajar. Magelang: UNIVERSITAS GADJAH MADA, 2009.

Wigati, Agnes Amila, dkk,. "Pengaruh Penggunaan Modul Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa".

jurnal.fkip.unila.ac.id , 01 Januari 2017.

61

LAMPIRAN A Perangkat Pembelajaran

1. RPP Kelas Eksperimen

2. RPP Kelas Kontrol

Lampiran A.1

RPP Kelas Eksperimen

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen)

Satuan Pendidikan : MAS Manaratul Islam Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/1

Peminatan : IPA

Materi Pokok : Penjumlahan Vektor

Sub Materi Pokok : Penjumlahan Vektor Metode Grafis Pertemuan Ke- : 1

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa salam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar (KD)

3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor (dengan pendekatan geometri).

C. Indikator

1. Menjelaskan besaran vektor.

2. Menggambarkan penjumlahan vektor dengan berbagai metode.

3. Menerapkan penjumlahan vektor dengan metode grafis.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjelaskan besaran vektor dalam kehidupan sehari-hari dengan jelas setelah mempelajari konsep vektor pada modul digital.

2. Siswa dapat menggambarkan penjumlahan vektor dengan berbagai metode setelah mengamati animasi penjumlahan vektor pada modul digital.

3. Siswa dapat menerapkan penjumlahan vektor dengan metode grafis setelah mengamati ilustrasi vektor secara analisis pada modul digital.

E. Materi Pembelajaran 1. Besaran Vektor

Besaran fisika dibedakan menjadi dua, yaitu besaran skalar dan besaran vektor. Besaran skalar adalah besaran fisika yang hanya mempunyai nilai tanpa mempunyai arah, contohnya massa, massa jenis, suhu, waktu, jarak, tekanan, dan lain-lain. Sedangkan besaran vektor adalah besaran fisika yang mempunyai nilai dan arah, contohnya adalah percepatan, kecepatan, perpindahan, gaya, momentum dan lain-lain.

2. Penjumlahan Vektor

Sebuah vektor sama halnya dengan sebuah skalar, dapat dijumlahkan, dikurangkan, atau dikalikan dengan vektor lainnya. Dalam hal ini penjumlahan vektor atau lebih dikenal dengan resultan vektor dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode grafis dan metode analisis.

a. Metode Grafis

Penjumlahan vektor secara grafis dapat dilakukan dengan cara poligon (segi banyak) atau cara jajargenjang. Pada penjumlahan vektor dengan cara poligon, vektor-vektor saling diletakkan ujung-pangkal satu dengan yang lain, sedangkan dengan cara jajargenjang resultan atau penjumlahan vektor dengan gambar akan membentuk seperti bangun jajargenjang. Hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Untuk menentukan besar dan arah vektor resultan dapat menggunakan persamaan sebagai berikut :

a 2 a cos θ F. Metode Pembelajaran

Diskusi dan tanya jawab

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Alat/ Bahan : Komputer dan alat tulis 2. Sumber Belajar : a. Modul Digital kelas X

b. Ni Ketut Lasmi, Fisika untuk SMA/MA kelas X a

b

a

b R a

b R

Gambar 1.1 (a) dua buah vektor yang diketahui. (b) resultan vektor dengan metode poligon.

(c) Resultan vektor dengan metode jajargenjang.

θ

(a) (b) (c)

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

Tahap Pembelajaran Kegiatan Alokasi

Waktu

Guru Siswa

Pendahuluan Orientasi  Membuka pelajaran dan mempersilahkan siswa untuk berdoa

 Berdoa dengan dipimpin oleh ketua kelas

10 menit

 Mengecek kehadiran siswa

 Memperhatikan guru

Apersepsi  Menggali

pengetahuan awal siswa melalui pertanyaan,

“Perhatikan gambar daun yang tertiup angin berikut!

Kemanakah arah jatuh daun tersebut?”

 Menjawab pertanyaan guru

Motivasi  Menyampaikan petunjuk

penggunaan modul dan tujuan

pembelajaran subkonsep besaran vektor dan

penjumlahan vektor metode grafis dalam modul digital

 Memperhatikan guru

Inti Mengamati  Menginstruksikan kepada siswa untuk membaca subkonsep besaran vektor dan sifat- sifat penjumlahan vektor pada KB1 dalam modul digital

 Membaca subkonsep besaran vektor dan sifat-sifat penjumlahan vektor pada KB1 di dalam modul digital

70 menit

Menanya  Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengajukan

 Mengajukan pertanyaan subkonsep besaran vektor

Tahap Pembelajaran Kegiatan Alokasi Waktu

Guru Siswa

pertanyaan

subkonsep besaran vektor dan sifat- sifat penjumlahan vektor

dan sifat-sifat penjumlahan vektor

Mengumpulkan informasi/

mencoba

 Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi tambahan subkonsep penjumlahan vektor dari sumber bacaan lain dan melakukan diskusi dengan teman sebangkunya

 Mencari informasi tambahan subkonsep penjumlahan vektor dari sumber bacaan lain dan melakukan diskusi dengan teman

sebangkunya Menalar  Menginstruksikan

kepada siswa untuk mengerjakan latihan soal KB1 dalam modul digital

 Mengerjakan latihan soal KB1 dalam modul digital

Meng-

komunikasikan

 Memberi kesempatan kepada siswa secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi

 Menyampaikan hasil diskusi

Penutup Evaluasi  Memberi

kesempatan siswa untuk membuat kesimpulan

subkonsep besaran vektor dan

penjumlahan metode grafis secara tulisan

 Menyampaikan kesimpulan subkonsep besaran vektor dan

penjumlahan metode grafis secara tulisan

10 menit

 Memberikan soal evaluasi sebagai review pelajaran hari ini

 Mengerjakan evaluasi yang diberikan guru sebagai review

Tahap Pembelajaran Kegiatan Alokasi Waktu

Guru Siswa

pelajaran hari ini

 Memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan menutup pelajaran

 Mendengarkan informasi guru

I. Penilaian :

1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Tes Pilihan Ganda J. Pedoman Penilaian

1. Penilaian Sikap (terlampir)

2. Penilaian Psikomotorik (terlampir) 3. Penilaian Kognitif (terlampir)

Jakarta, 31 Oktober 2017 Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Peneliti

M. Reza Suherfy, S.Pd.I Annisa Rizkiana

NIP. - NIM. 1112016300005

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

No. Nama Aspek yang dinilai Jumlah skor Ingin tahu Jujur

1.

2.

3.

4.

5.

Rubrik :

No. Aspek yang dinilai Rubrik Penilaian 1. Menunjukkan rasa ingin tahu

terhadap materi pembelaaran dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari

1. Tidak menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran

2. Menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak mencari informasi tambahan dari sumber bacaan lain

3. Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar serta mencari informasi tambahan dari sumber bacaan lain

2. Menunjukkan sikap jujur dalam menyelesaikan latihan-latihan pada modul digital

1. Tidak menunjukkan sikap jujur dalam mengerjakan tugas yang diberikan, masih mengandalkan jawaban temannya

2. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara individu, namun memberikan jawaban kepada temannya

3. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara individu

Format penilaian :

1. Skor maksimal = 3 x 2 = 6 2. Nilai

Nilai Jumlah skor

6 x 100

3. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut : Sangat baik (SB) = 80 – 100

Baik (B) = 70 – 79 Cukup (C) = 60 – 69 Kurang (K) = < 60

INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTORIK

No. Nama

Aspek yang dinilai

Skor Keterampilan

bertanya

Keterampilan menyimpulkan 1.

2.

3.

4.

5.

Rubrik :

No. Aspek yang dinilai Rubrik Penilaian 1. Keterampilan

bertanya

1. Menyampaikan pertanyaan tidak sesuai dengan masalah.

2. Menyampaikan pertanyaan kurang sesuai dengan masalah.

3. Menyampaikan pertanyaan sesuai dengan masalah.

2. Keterampilan menyimpulkan

1. Menyimpulkan tidak sesuai dengan isi materi.

2. Menyimpulkan sesuai dengan isi materi, tetapi tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.

3. Menyimpulkan sesuai dengan isi materi dan tujuan pembelajaran

Format penilaian :

1. Skor maksimal = 3 x 2 = 6 2. Nilai

Nilai Jumlah skor

6 x 100

3. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut : Sangat baik (SB) = 80 – 100

Baik (B) = 70 – 79 Cukup (C) = 60 – 69 Kurang (K) = < 60

INSTRUMEN PENILAIAN KOGNITIF

No. Soal Jawaban Skor

1. Berikut merupakan kelompok besaran vektor adalah ....

a. Gaya, daya, massa b. Jarak, gaya, arus c. Massa, panjang, suhu

d. Kecepatan, perpindahan, momentum e. Panjang, gaya, waktu

Kunci Jawaban : D Pembahasan :

Besaran vektor adalah besaran yang

memiliki nilai dan arah. Contoh besaran vektor diantaranya adalah perpindahan, gaya, kecepatan, momentum, dan lain- lain.

20

2. Dua buah vektor a = 2i + 3j dan vektor b = 4i – 11j, besar |a + b| adalah ....

a. 16 b. 12 c. 10 d. 8 e. 6

Kunci Jawaban : C Pembahasan : Diketahui : a = 2i + 3j b = 4i – 11j ditanya :

|a + b| = ... ? Jawab:

a = 2i + 3j b = 4i – 11j + a + b = 6i – 8j

|a + b| = √

|a + b| = √

|a + b| =

20

3.

Gambar di atas menunjukkan hubungan ....

a. c = b a b. c = b x a c. c = b + a d. b = c a e. c = a b

Kunci Jawaban : A Pembahasan :

Pangkal b berada pada pangkal a dan c, ujung b berada pada ujung a dan c,

20 b

a c

b a c

No. Soal Jawaban Skor sehingga

a + c = b atau c = b a 4. Resultan dari tiga vektor pada gambar di bawah

ini adalah ....

a. 4 N ke kiri b. 4 N ke kanan c. 12 N ke kiri d. 16 N ke kiri e. 24 N ke kanan

Kunci Jawaban : A Pembahasan : Diketahui :

F1 = 10 N ke kanan F2 = 6 N ke kiri F3 = 8 N ke kiri Ditanya : Fr = ....?

Jawab :

Fr = F1 +F2 +F3 Fr = 10 N +(-6 N)+

(-8 N)

Fr =- 4 N (ke kiri)

20

5. Tiga buah gaya F1, F2, dan F3 mempunyai arah seperti gambar berikut :

Dari gambar di atas, hubungan yang benar adalah ....

a. F1 + F2 = F3 b. F2 + F3 = F1

c. F1 + F2 = - F3

d. F1 + F3 = F2 e. F1 = F2 = F3

Kunci Jawaban : B Pembahasan : Pangkal F1 berada pada pangkal F3

sementara ujung F1 berada pada ujung F2. Sehingga,

F1 = F3 + F2

20

Total 100

Format Penilaian:

Nilai kognitif dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut : Sangat Baik (A) = 80 – 100

Baik (B) = 70 – 79 Cukup (C) = 60 – 69 Kurang (D) = < 60

F1 = 10 N F2 = 6 N

F3 = 8 N

F1

F2

F3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen)

Satuan Pendidikan : MAS Manaratul Islam Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/Semester : X/1

Peminatan : IPA

Materi Pokok : Penjumlahan Vektor

Sub Materi Pokok : Penjumlahan Vektor Metode Analisis Pertemuan Ke- : 2

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa salam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar (KD)

3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor (dengan pendekatan geometri).

C. Indikator

1. Menguraikan sebuah vektor dari bidang datar menjadi tegak lurus 2. Mengoperasikan dua vektor atau lebih dengan metode analisis D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menguraikan sebuah vektor dari bidang datar menjadi tegak lurus setelah mengamati animasi penguraian vektor.

2. Siswa dapat mengoperasikan dua vektor atau lebih dengan metode analisis setelah melakukan diskusi.

E. Materi Pembelajaran 1. Penguraian Vektor

Dua buah vektor atau lebih dapat dijumlahkan sehingga diperoleh sebuah vektor tunggal yang dikenal sebagai vektor resultan (R). Sebaliknya, sebuah vektor resultan (R) juga dapat diuraikan menjadi dua atau lebih vektor yang merupakan komponen-komponen penyusunannya.

Komponen vektor (Ax dan Ay) dan vektor mula-mula (A) dihubung- kan melalui fungsi trigonometri sebagai berikut:

Ax = A cos θ Ay = A sin θ

Oleh karena itu, apabila komponen vektor Ax dan Ay diketahui, kita dapat menghitung besar vektor A dengan teorema phytagoras dan meng- hitung arahnya dengan fungsi trigonometri, sebagai berikut:

√ θ arc. tan ( ) 2. Penjumlahan Vektor Metode Analisis

Untuk menjumlahkan dua buah vektor atau lebih pada suatu bidang yang membentuk sudut tertentu, lebih udah dihitung dengan menguraikan vektor-vektor tersebut pada sumbu x dan sumbu y. Dari hasil penguraian tersebut, baru dijumlahkan sesuai dengan arah sumbunya, yaitu pada sumbu x dan sumbu y. Pada gambar dibawah ini, terdapat 3 buah vektor F1, F2, dan F3 masing-masing membentuk sudut α1, α2, dan α3 terhadap sumbu x. Ketiga vektor tersebut diproyeksikan pada sumbu x dan sumbu y.

Dengan menjumlahkan vektor pada sumbu x (∑ )dan pada sumbu y (∑ ) akan diperoleh resultan vektor-vektor;

F3y

Gambar 1.2 Penjumlahan Vektor Metode Analisis θ2

F2y

F2

F1

θ3

F2x

F3x

Ax

Gambar 1.1 Komponen Vektor

θ

Ay

A

x y

√∑

F. Metode Pembelajaran Ceramah dan diskusi

G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Alat/ Bahan : Komputer dan alat tulis 2. Sumber Belajar : a. Modul Digital kelas X

b. Ni Ketut Lasmi, Fisika untuk SMA/MA kelas X H. Langkah-Langkah Pembelajaran

Tahap Pembelajaran Kegiatan Alokasi

Waktu

Guru Siswa

Pendahuluan Orientasi  Membuka pelajaran dan

mempersilahkan siswa untuk berdoa

 Berdoa dengan dipimpin oleh ketua kelas

10 menit

 Mengecek kehadiran siswa

 Memperhatikan guru

Apersepsi  Menggali

pengetahuan awal siswa melalui pertanyaan,

“Seekor kancil dan kuda melakukan perjalanan untuk mencari rumput dengan titik awal yang sama. Kancil bergerak dari 400 m ke Utara dan

melanjutkan 300 m ke Utara, sedangkan kuda bergerak dari 400m ke Utara dan melanjutkan 800m ke Selatan.

Dapatkah

perpindahan kancil dan kuda dikatakan sama?”

 Menjawab pertanyaan guru

Motivasi  Menyampaikan petunjuk

penggunaan modul dan tujuan

 Memperhatikan guru

Tahap Pembelajaran Kegiatan Alokasi Waktu

Guru Siswa

pembelajaran subkonsep

penguraian vektor dan penjumlahan vektor secara analisis

Inti Mengamati  Menginstruksikan kepada siswa untuk membaca

subkonsep

penguraian vektor dalam modul digital

 Memahami penjelasan subkonsep penguraian vektor dalam modul digital

70 menit

Menanya  Memberi

kesempatan kepada siswa untuk

mengajukan pertanyaan subkonsep

penguraian vektor

 Mengajukan pertanyaan subkonsep penguraian vektor

Mengumpulkan informasi/

mencoba

 Memberi

kesempatan pada siswa untuk mencari informasi tambahan

subkonsep

penjumlahan vektor metode analisis dari sumber bacaan lain dan melakukan diskusi dengan teman sebangkunya

 Mencari informasi tambahan subkonsep penjumlahan vektor metode analisis dari sumber bacaan lain dan melakukan diskusi dengan teman

sebangkunya Menalar  Menginstruksikan

kepada siswa untuk mengerjakan latihan soal KB2 dalam modul digital

 Mengerjakan latihan soal KB2 dalam modul digital Meng-

komunikasikan

 Memberi

kesempatan pada siswa secara acak untuk

menyampaikan hasil latihan soal

 Menyampaikan hasil latihan soal KB2

Tahap Pembelajaran Kegiatan Alokasi Waktu

Guru Siswa

KB2 Penutup Evaluasi  Memberi

kesempatan siswa untuk membuat kesimpulan tentang penjumlahan vektor metode analisis dan penguraian vektor secara tulisan

 Menyampaikan kesimpulan tentang penjumlahan vektor metode analisis dan penguraian vektor secara tulisan

10 menit

 Memberikan soal evaluasi sebagai review pelajaran hari ini

 Mengerjakan evaluasi yang diberikan guru untuk

memperdalam pemahaman siswa

 Memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan menutup pelajaran

 Mendengarkan informasi guru

I. Penilaian :

1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Tes Uraian J. Pedoman Penilaian

1. Penilaian Sikap (terlampir)

2. Penilaian Psikomotorik (terlampir) 3. Penilaian Kognitif (terlampir)

Jakarta, 01 November 2017 Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran Peneliti

M. Reza Suherfy, S.Pd.I Annisa Rizkiana

NIP. - NIM. 1112016300005

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

No. Nama Aspek yang dinilai Jumlah skor Ingin tahu Jujur

1.

2.

3.

4.

5.

Rubrik :

No. Aspek yang dinilai Rubrik Penilaian 1. Menunjukkan rasa ingin tahu

terhadap materi pembelaaran dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari

1. Tidak menunjukkan rasa ingintahu dalam pembelajaran

2. Menunjukkan rasa ingintahu, namun tidak mencari informasi tambahan dari sumber bacaan lain

3. Menunjukkan rasa ingintahu yang besar serta mencari informasi tambahan dari sumber bacaan lain

2. Menunjukkan sikap jujur dalam menyelesaikan latihan-latihan pada modul digital

1. Tidak menunjukkan sikap jujur dalam mengerjakan tugas yang diberikan, masih mengandalkan jawaban temannya

2. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara individu, namun memberikan jawaban kepada temannya

3. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara individu

Format penilaian :

1. Skor maksimal = 3 x 2 = 6 2. Nilai

3. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut : Sangat baik (SB) = 80 – 100

Baik (B) = 70 – 79 Cukup (C) = 60 – 69 Kurang (K) = < 60

Dokumen terkait