BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Keterlaksanaan Pembelajaran
Pada analisis keterlaksanaan pembelajaran langsung diamati oleh observer dengan menggunakan lembar observasi
41
keterlaksanaan pembelajaran yang di isi langsung oleh observer pada saat mengamati proses pembelajaran berlangsung dari awal pertemuan sampai akhir. Adapun hasil analisis observer terkait keterlaksanaan pembelajaran sebagai berikut:
a. Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran
Observasi keterlaksanaan ini bertujuan untuk mengamati cara mengajar peneliti. Pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran berisi langkah menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang dilaksanakan oleh peneliti yang bertindak sebagai guru.
Adapun hasil analisis keterlaksaan pembelajaran untuk guru dan pembelajaran untuk siswa sebagai berikut:
Tabel 4.2
Persentase Keterlaksanaan pembelajaran untuk Guru No Pertemuan Persen (%) Keterangan
1 I 80% Cukup Baik
2 II 85% Baik
3 III 92% Sangat baik
4 IV 93% Sangat baik
5 V 93% Sangat baik
Pada Tabel 4.2 tentang hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran untuk guru di atas dapat disimpulkan bahwa pada pertemuan pertama sebesar 80%
termasuk dalam katagori cukup baik, pertemuan kedua sebesar 85% termasuk dalam katagori baik, dan pertemuan ketiga sampai kelima hasilnya sangat baik.
Tabel 4.3
Persentase Keterlaksanaan pembelajaran untuk siswa No Pertemuan Persen (%) Keterangan
1 I 80% Cukup Baik
2 II 85% Baik
3 III 92% Sangat baik
4 IV 93% Sangat baik
5 V 93% Sangat baik
42
Pada Tabel 4.3 tentang hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran untuk siswa di atas dapat disimpulkan bahwa pada pertemuan pertama sebesar 80%
termasuk dalam katagori cukup baik, pertemuan kedua sebesar 85% termasuk dalam katagori baik, dan pertemuan ketiga sampai kelima hasilnya sangat baik.
2. Hasil Tes
Data yang akan dianalisis pada penelitian ini adalah data tes, langkah pembelajaran matematika dengan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), yang meliputi tes awal siswa (Pre-test) dan tes akhir siswa (Posttest).
a. Uji Deskriptif Data
Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel 1(X1) dan variabel 2 (X2). Data variabel 1 (X1) yaitu model pembelajaran PjBL dan data variabel 2 (X2 )yaitu kemampuan berpikir kreatif. Dan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data nilai hasil pre-test dan posttest siswa kelas eksperimen yaitu kelas X sebanyak 21 siswa yang dilaksanakan di SMK Islam Raudlatul Husna Kepok pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran yaitu model Project Based Learning (PjBL), dan Materi pembelajaran pada penelitian eksperimen ini sesuai dengan RPP yang dilampirkan pada lampiran yaitu dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).
Penelitian ini dilakukan sebanyak 7 kali pertemuan, yang mana untuk kegiatan pembelajarannya dilakukan 5 kali pertemuan, masing-masing pertemuan berdurasi selama 2 40 menit atau 80 menit. Pada pertemuan pertama yakni diberikan pretest kepada siswa dengan soal essay sebanyak 2 soal, yang mana pretest atau tes awal ini diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk melihat perbedaan berikir kreatif
43
siswa sebelum dan setelah diterapkannya model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
Pertemuan ke 2,3,4,5 dan ke 6 dilakukannya proses pembelajaran dengan menggunakan metode Project Based Learning dengan tahapan pembelajaran pada pertemuan 2 yakni yang pertama peneliti memberikan pertanyaan mendasar kepada siswa terkait materi pelajaran yakni SPLDV. Baru setelah itu peneliti memulai pembelajaran dan peneliti memberikan penjelasan mengenai Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Setelah peneliti memberikan sedikit penjelasan terkait sistem persamaan linear dua variabel dan memberikan contoh soal, kemudian peneliti membagi siswa menjadi 4 kelompok diskusi dimana setiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa. Kemudian peneliti mengarahkan siswa untuk berdiskusi tentang sistem persamaan linear dua variabel. Lalu peneliti memberikan tugas dan meminta siswa mengerjakan tugas di lembar kerja siswa (LKS 1).
Kemudian dalam proses pembelajaran peneliti memberikan siswa arahan dalam mengerjakan tugas, serta memonitor kegiatan siswa selama proses mengerjakan tugas, baru setelah itu peneliti meminta salah satu kelompok untuk mempersentasikan hasil kerja kelompoknya dan kelompok yang lainnya mendengarkan dan menanggapi. Setelah itu peneliti bersama dengan siswa menyimpulkan hasil persentasi dan yang terakhir menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucap salam.
Untuk pertemuan ke-3 peneliti melakukan pembukaan yang sama seperti pada pertemuan sebelumnya lalu melanjutkan kembali pembelajaran dengan model pembelajaran PjBL dengan menggunakan LKS 2 dan begitupun seterusnya sampai dengan pertemuan yang ke-6 peneliti menggunakan LKS yang berbeda sesuai dengan pertemuan (RPP) yang digunakan, baru yang terakhir di pertemuan yang ke-7 peneliti memberikan Posttest atau tes akhir kepada siswa untuk melihat bagaimana pengaruh
44
pemberian model pembelajaran Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas X SMK Islam Raulatul Husna pada materi SPLDV.
Dalam proses pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL), setiap pertemuan diberikan LKS untuk melihat bagaimana hasil berpikir kreatif siswa.
Hasil dari pemberian LKS tersebut sangat baik, dimana peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal sangat signifikan, mulai dari LKS 1 sampai LKS 5 setiap kelompok menyelesaikan soal dengan benar walaupun ada jawaban yang masih ada perbaikan, namun dengan adanya pemberian LKS pada setiap pertemuan mampu meningkatkan berpikir kreatif matematika siswa.
Setelah data hasil perolehan pretest dan juga posttest terkumpul, baru kemudian data tersebut akan di analisis.
Berdasarkan data diperoleh hasil pretest dan posttest siswa sebagaimana yang tertera dalam tabel berikut
Tabel 4.4
Hasil Uji Deskriptif Data Pretest Descriptive Statistics
N Mini
mum
Maxim um
Mea n
Std.
Deviati on
Vari anc e Soal_1
_Pretest
21 7 13 8.86 1.769 3.12
9 Soal_2_
Pretest
21 0 13 7.38 2.991 8.94
8 Total_Skor
_Pretest
21 10 26 16.2
4
4.146 17.1 90 Valid
N (listwise) 21
45
Tabel 4.5
Hasil Uji Deskriptif Data Posttest
T
T a b
Tabel di atas menunjukkan adanya perbedaan perhitungan statistik deskriptif antara Preetest dan Posttest.
Dari tabel tersebut didapat bahwa hasil rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematika dapat dilihat bahwa pada hasil Preetest diperoleh nilai rata-rata sebesar 16,24 dan pada hasil Posttest diperoleh nilai rata-rata sebesar 24,48.
3. Hasil Wawancara
Setelah dilaksanakannya penelitian dan pemberian soal Pree-test dan Posttest kepada siswa, kemudian peneliti melakukan wawancara yang digunakan untuk mengetahui bagaimana siswa memahami dan mendapatkan ide untuk menggunakan cara berbeda dalam penyelesaian soal dan bagaimana siswa bisa menjawab soal dengan indikator Orisinil.
Berdasarkan hasil wawancara kepada 7 orang siswa yang menyelesaikan soal dengan indikator Originality atau menjawab soal dengan cara berbeda dari siswa lainnya, siswa bisa menjawabnya karena hasil dari pemberian perlakuan oleh peneliti dengan diberikannya model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan pemberian LKS dengan cara kerja kelompok. Namun, 3 orang dari 7 siswa tersebut tidak memahami cara yang digunakan akan tetapi mereka hanya ingat cara tersebut tanpa memahaminya.
Descriptive Statistics
N Minim um
Maxim um
Mea n
Std.
Deviati on
Vari ance Soal_1
_Postest
21 10 16 12.8
1
1.750 3.06 2 Soal_2_
Posttest
21 7 16 11.7
1
2.239 5.01 4 Total_Skor
_Posttest
21 19 30 24.4
8
3.516 12.3 62 Valid
N (listwise) 21
46