BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
49
|thitung| > ttabel dengan df = (n-1) yaitu 11,884 > 2,086. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X SMK Islam Raudlatul Husna Kepok tahun pelajaran 2021/2022.
50
mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada, menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan metode yang diminta dan sebagainya. Hal ini bisa dilihat dari hasil Pre-test siswa yaitu 16,24 dan pada hasil Posttest siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 24,48.
Setelah diketahui hasil rata-rata dari Posttest terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis, yaitu dengan menggunakan menggunakan uji t sampel berpasangan.
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 25, diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima atau dengan membandingkan |thitung| > ttabel
dengan df = (n-1) yaitu 11,884 > 2,086. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreati siswa kelas X SMK Islam Raudlatul Husna Kepok tahun pelajaran 2021/2022.
Adanya perbedaan tersebut dipengaruhi oleh perlakuan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Dimana dalam proses pembelajaran menggunakan PjBL ini siswa dilibatkan untuk mengikuti beberapa tahapan, diantaranya yaitu: pertama, siswa diberikan pertanyaan awal yang berkaitan dengan SPLDV, peneliti menjelaskan materi terkait definisi SPLDV, kemudian siswa diberikan contoh soal terkait materi yang sudah dijelaskan. Kedua, siswa dibagi menjadi 4 kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari 5-6 orang siswa, kemudian siswa diberikan soal/proyek yang akan dikerjakan oleh masing-masing kelompok. Ketiga, siswa diberikan arahan untuk berdiskusi terkait proyek yang diberikan. Keempat, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya terkait kendala atau kesulitan yang dialami terkait pengerjaan proyek. Kelima, siswa mempersentasekan hasil kerja kelompoknya kemudian kelompok lain menanggapi. Keenam, mengevaluasi kegiatan selama pelaksanaan pengerjaan proyek.
Jadi, pada tahap ketiga, keempat dan kelima ini siswa diharapkan lebih aktif terutama dalam proses berpikirnya. Karena
51
kekreatifan itu sangat erat kaitannya dengan berpikir, kreatif itu tidak selamanya tentang membuat sesuatu yang baru namun kreatif itu juga menemukan sesuatu yang baru. Ketika siswa sudah mampu berpikir dan mengajukan atau menuangkan hasil pikirannya maka disitulah adanya kekreatifan. Sehingga pada saat siswa diberikan situasi lalu diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau soal maka disitulah munculnya siswa yang kreatif.
Krulik mengemukakan bahwa dalam memahami maupun merencanakan penyelesaian masalah diperlukan suatu kemampuan berpikir kreatif siswa yang memadai, karena kemampuan tersebut merupakan kemampuan berpikir (bernalar) tingkat tinggi setelah berpikir dasar dan kritis. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran diperlukan cara yang mendorong siswa untuk memahami masalah, meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyusun rencana penyelesaian dan melibatkan siswa secara aktif menemukan sendiri penyelesaian masalah. Sedangkan Fauzi juga berpendapat bahwa berpikir kreatif yaitu berpikir untuk menentukan hubungan- hubungan baru antara berbagai hal, menemukan pemecahan baru dari suatu soal, menemukan sistem baru, menemukan bentuk artistic baru dan sebagainya. Oleh karena itu dengan berpikir kita dapat menemukan dan menentukan hal-hal baru dalam penyelesaian suatu masalah.44
Berpikir kreatif itu sendiri memiliki 4 aspek atau indikator, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya diantaranya yaitu:
Fluency, Flexibility, Originality dan Elaboration. Untuk lebih jelasnya akan dideskripsikan dari masing-masing aspek tersebut.
Fluency, yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memberikan dua atau lebih alternatif jawaban yang benar.
Flexibility, yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memberikan jawaban yang tepat menurut pemahaman mereka sehingga menghasilkan jawaban yang benar. Originality, yang diukur pada penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam
44 Supardi U.S “Peran Berpikir Kreatif Dalam Proses Pembelajaran Matematika” Jurnal Formatif 2. No. 3 : 256
52
memberikan solusi dengan penafsiran sendiri dan jarang digunakan oleh orang lain, Elaboration, yang diukur pada penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memberikan penyelesaian dengan terperinci.
Selain itu, berpikir kreatif juga memiliki manfaat.dengan kemampuan berpikir kreatif, siswa mampu meraih prestasi-prestasi yang jauh diatas rata-rata kebanyakan siswa. Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif sangatlah penting dalam pembelajaran matematika. Dengan berpikir kreatif siswa dapat menemukan bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah.
Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) penting dikembangkan di kelas, jika guru ingin mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pada kenyataannya berpikir kreatif matematis itu dapat dilakukan atau dikembangk an dengan menggunakan pembelajaran PjBL. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tien Fitrina, Andita Putri, Anis Fitriyah, Wahyu Pramudita sari dan banyak peneliti lainnya menunjukkan bahwa pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa.
Penelitian ini hanya terbatas pada model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang dilakukan di kelas X SMK Islam Raudlatul Husna Kepok tahun pelajaran 2021/2022.
53 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah, hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa, model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas X SMK Islam Raudlatul Husna Kepok Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut:
1. Sekolah
Perencanaan pembelajaran hendaknya mempertimbangkan menggunakan model pembelajaran PJBL dalam proses belajar mengajar terutama pada pembelajaran matematika.
2. Siswa
Bagi siswa/siswi SMK Islam Raulatul Husna, supaya lebih giat dan lebih bersemangat lagi dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah khususnya pada mata pelajaran matematika agar mampu meningkatkan berpikir kreatif matematika dalam berbagai materi yang di ajarkan oleh guru.
3. Peneliti Lanjutan
Kesimpulan dari penelitian ini dapat dijadikan acuan atau pembanding bagi peneliti berikutnya, serta peneliti juga dapat mengembangkan penelitian ini.
54
DAFTAR PUSTAKA
Agung Lukito dan Sisworo, Matematika Kelas X SMA/MA, Jakarta:
Kemendikbud, 2013.
Andi Supangat, Statistika Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, Dan Non Parametrik , Jakarta, Prenadamedia Group, 2007.
Andita Putri Surya, “Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kreatifitas Siswa” Jurnal Pesona Dasar, Vol. 6, Nomor 1, April 2018.
Anis Fitriyah dan Shefa Dwijayanti Ramadani, “Pengaruh Pembelajaran Steam Berbasis Pjbl (Project-Based Learning) Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Dan Berpikir Kritis”.
Perspektif Mahasiswa, Vol. 10, Nomor 1, Januari-juni 2021.
Anwar Bey dan Asriani, “Penerapan Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika pada Materi SPLDV”, Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 4, Nomor 2, Juli 2013.
Arina Satika, “Pengaruh Model Resource Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Smp Negeri 2 Stabat Tahun Pelajaran 2019/2020”, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, 2019.
Augustinus Supratiknya, Metodologi Penelitian Kuantitatif &
Kualitatif dalam Psikolog, Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, 2015.
Dhia Octariani dan Isnaini Halimah Rambe, “Model Pembelajaran Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan
55
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMA”, Genta Mulia, Vol. 11, Nomor 1, Januari 2020.
Dika Yuriza, “Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Pada Aspek Fleksibilitas Menggunakan Model Project Based Learning” Jurnal At-Tafkir, Vol. 10, Nomor 2, Desember 2017.
Erni Budiyanti, “Penerapan Metode MMP dan NHT Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Trigonometri”, Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan, Vol. 9, Nomor 1, 2019.
Fauziah, “Model Project Based Learning (PjBL) Berbasis Lesson Study Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA”, Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, Vol. 9, Nomor 2, September 2018.
Goodman & Stivers, “Project Based Learning”, Educational Psychology, ESPY 505. 2010.
Haza Kurnia Dinantika, “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kreativitas Siswa Pada Materi Energi Terbarukan” Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Vol. 11, Nomor 2, Juli 2019.
Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
Kurniasih, Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013, Jakarta:
Kata Pena, 2014.
Lailiya Nur Hikmah, “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa” Jurnal Prismatika, Vol. 1, Nomor 1.
56
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, Jakarta:
Bumi Aksara ,2014.
Maria Dona Reza Usboko, “Penerapan Pembelajaran STEM Dengan Model Pjbl di Kelas XI TITL SMK Negeri 2 Kupang Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa”, Jurnal Spektro, Vol. 4, Nomor 1.
Maya Nurfitriyanti, “Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika” Jurnal Formatif, Vol. 6, Nomor 2, 2016.
Munandar Utami, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Jakarta:
Rineka Cipta, 2009.
Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, Yogyakarta: Aswaja Pressindo Permendiknas No 41, 2007.
Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan Teori- Aplikasi, Jakarta: bumi aksara, 2009.
Rika Mawarni dan Ridwan Abdullah Sani, “Pengaruh Model Project Based Learning Berbasis STEM Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Padamateri Pokok Fluida Statis Di Kelas XI SMA Negeri 4 Tebing Tinggi T.P 2019/2020”, Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika (INPAFI), Vol 8, Nomor 2, Mei 2020.
Rini Surya Nita, “Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Model Project Based Learning (PjBL)”, Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains, Vol. 4, Nomor 2, Desember 2021.
Sandu Siyoto & Ali Sodik, “Dasar Metodologi Penelitian”, Yogyakarta: Literasi Media Publishing, Juni 2015.
Sani, Ridwan Abdullah, Pembelajaran Saintifik, Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
57
Sekar Dwi Ardianti, “Implementasi Project Based Learning (PjBL) Berpendekatan Science Edutainment Terhadap Kreativitas Peserta Didik” Jurnal Refleksi Edukatika, Vol. 2, Nomor 2, Juni 2017.
Silver, E. A, “Fostering Creativity Through Instruction Rich in Mathematical Problem Solving and Problem Posing” ZDM:
Mathematics Education, Vol. 29, Nomor 3.
Siswono, “Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pengajuan Masalah” Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains (JMPS), Vol. 10, Nomor 1.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2018.
Supardi U.S “Peran Berpikir Kreatif Dalam Proses Pembelajaran Matematika” Jurnal Formatif, Vol 2, Nomor 3.
Surahman, “Metodologi Penelitian”, Jakarta: Pusdik SDM kesehatan, 2016.
Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri 2013.
Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan,Perhitungan Manual Dan SPSS, Jakarta: kencana , 2017.
Tien Fitrina dkk, “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Komunikasi Matematis Siswa SMA melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Debat” Jurnal Didaktik Matematika, Vol. 3, Nomor 1, April 2016.
58
Lampiran- lampiran
61 Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMK Islam Raudlatul Husna Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Alokasi Waktu : 10 40 menit (lima kali pertemnuan) A. Kegiatan inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji secara konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.
62 B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Ko mpetensi Dasar Indikator
3.3 Menentukan nilai variabel pada sistem persamaan linear dua variabel dalam masalah kontekstual
3.3.1 Menjelaskan konsep sistem persamaan linier dua variable
3.3.2 Menentukan nilai variabel pada sistem persamaan linier dua variabel
3.3.3 Menjabarkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan SPLDV
4.3 Menyelesaikan masalah sistem persamaan linear dua variable
4.3.1 Membuat penyelesaian masalah sistem persamaan linear dua variabel
4.3.2 Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang melibatkan SPLDV
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah pelajaran ini berakhir siswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan konsep sistem persamaan linier dua variabel
2. Menentukan nilai variabel pada sistem persamaan linier dua variabel
3. Menjabarkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan SPLDV
4. Membuat penyelesaian masalah sistem persamaan linear dua variabel
5. Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang melibatkan SPLDV
D. Materi Ajar :
1. Mengenal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) 2. Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dalam
kehidupan sehari- hari.
63 3. Model Matematika dalam SPLDV
4. Menentukan nilai variabel dalam SPLDV E. Metode Pembelajaran : Project Based Learning
F. Media pembelajaran, alat dan sumber Pembelajaran
Media, alat dan bahan :
LKS 1, LKS 2, LKS 3, LKS4, LKS5 Spidol, Pulpen, Papan Tulis .
Sumber
a. Buku Pegangan Guru Kelas X kurikulum 2013 G. Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Pertemuan pertama
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter Kegiatan Awal 5 Menit
a. Guru membuka pelajaran (memberi salam, berdo’a dan melakukan absensi) b. Guru menyampaikan
KD yang akan dicapai dan manfaat mempelajari materi dalam kehidupan sehari-hari
c. Guru menyampaikan kegiatan yang akan di lakukan dan teknik penilaian yang akan digunakan dalam pembelajaran
a. Siswa menjawab salam dan berdo’a dengan hikmat b. Siswa
mendengarkan penjelasan guru c. Siswa
memperhatikan penyampaian dari guru
Religius, Bersahabat, Disiplin Bertanggung Jawab, Rasa ingin tahu
64
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter Kegiatan Inti 70 menit
Tahap 1 (Penentuan pertanyaan
mendasar)
a. Guru memberikan pertanyaan awal mengenai -Apa itu persamaan?
-Apa itu persamaan linear?
-Apa itu sistem persamaan lianear?
-Apa itu SPLDV?
b. Guru menjelaskan materi terkait
definisi SPLDV, dan menjelaskan konsep sistem persamaan linier dua variabel c. Guru memberikan
contoh soal terkait materi yang sudah di jelaskan
Contoh soal:
Fitria membeli 3 buku dan 2 pensil seharga Rp 11.500,00. Prilly
membeli 4 buku dan 3 pensil dengan harga Rp16.000,00. Jika ika membeli 2 buku dan 1 pensil, maka uang yang harus dibayarkan adalah
Tahap 1
a. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru b. Siswa
memperhatikan guru dan mendengarkan c. Siswa
memperhatikan contoh yang diberikan oleh guru dan mencoba menjawab contoh soal yang
diberikan
Tahap 2
a. Siswa membentuk kelompok sesuai dengan arahan guru
b. Siswa menerima tugas dan
mengerjakan tugas yang diberikan guu secara berkelompok
Tahap 3 a. Siswa
memperhatikan arahan yang diberikan oleh guru dan mendiskusikan
Mandiri, Berani, Kritis, Kerjasama, Menghargai, Tanggung jawab
65
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter
Tahap 2 (Menyusun perencanaan proyek)
a. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 24 siswa, dimana satu kelompok terdiri dari 6 orang siswa b. Guru memberikan
soal/proyek dan mengarahkan siswa terkait tugas yang akan dikerjakan oleh masing- masing kelompok
Tahap 3
(Menyusun jadwal perencanaan proyek)
a. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk berdiskusi terkait proyek yang diberikan
b. Guru memberikan informasi terkait jadwal
pelaksanaan proyek selama 40 menit
Tahap 4
(Memonitor siswa
proyek yang sudah diberikan guru b. Guru
menyelesaikan proyek dalam waktu 40 menit
Tahap 4 a. Siswa
mengerjakan proyek secara berkelompok dan menanyakan kendala yang di alamyang di alami kepada guru selama pengerjaan proyek
Tahap 5 a. Siswa
mempersentasikan hasil proyeknya sesuai dengan kelompok yang ditunjuk oleh guru, kemudian kelompok lain memperhatikan dan memberi masukan terhadap kelompok yang persentasi b. Siswa
memperhatikan guru dalam menyimpulkan
66
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter dan kemajuan
proyek)
a. Guru berkeliling pada setiap kelompok untuk menanyakan terkait kendala yang di alami oleh setiap kelompok
Tahap 5 (Menguji hasil)
a. Guru memilih satu kelompok dari 4 kelompok untuk mempersentasikan hasil diskusi b. Guru memberikan
kesimpulan terkait hasil pengerjaan proyek siswa
Tahap 6
(Mengevaluasi pengalaman) a. Guru bertanya
kepada siswa terkait apa saja kesulitan/kendala yang di alami selama proses diskusi terkait cara menyelesaikan proyek
hasil proyek
Tahap 6 a. Siswa
menyampaikan pengalaman mereka selama proses pengerjaan proyek
67
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter Kegiatan Penutup 5 menit
Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan memberi salam kepada siswa
Mandiri Rasa Berani Tanggung jawab Religius b. Pertemuan kedua
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter Kegiatan Awal 5 Menit
a. Guru membuka pelajaran (memberi salam, berdo’a dan melakukan absensi) b. Guru menyampaikan
KD yang akan dicapai dan manfaat mempelajari materi dalam kehidupan sehari-hari
c. Guru menyampaikan kegiatan yang akan di lakukan dan teknik penilaian yang akan digunakan dalam pembelajaran
a. Siswa menjawab salam dan berdo’a dengan hikmat b. Siswa
mendengarkan penjelasan guru c. Siswa
memperhatikan penyampaian dari guru
Religius, Bersahabat, Disiplin Bertanggung Jawab, Rasa ingin tahu
68
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter Kegiatan Inti 70 menit
Tahap 1 (Penentuan pertanyaan mendasar)
a. Guru menanyakan kembali terkait materi yang sudah di jelaskan pada pertemuan sebelumnya
b. Guru menjelaskan materi terkait bagaimana menentukan nilai variabel pada sistem persamaan linier dua variabel
c. Guru memberikan contoh soal mengenai bagaimana
menentukan model matematika dari soal cerita SPLDV dalam kehidupan sehari hari.
Contoh Soal:
Seseorang membeli 4 buku tulis dan 3 pensil,
Tahap 1
a. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru b. Siswa
memperhatikan guru dan mendengarkan c. Siswa
memperhatikan contoh yang diberikan oleh guru dan mencoba menjawab contoh soal yang
diberikan
Mandiri, Berani, Kritis, Kerjasama, Menghargai, Tanggung jawab
69
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter ia membayar Rp
19.500,00. Jika ia membeli 2 buku tulis dan 4 pensil, ia harus membayar Rp 16.000,00. Tentukan harga sebuah buku tulis dan sebuah pensil!
Tahap 2 (Menyusun perencanaan proyek)
a. Guru memberikan LKS dan
mengarahkan siswa terkait tugas yang akan dikerjakan oleh masing- masing kelompok b. Guru memberikan informasi terkait jadwal pelaksanaan proyek selama 40 menit
Tahap 3
(Menyusun jadwal perencanaan proyek)
a. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk berdiskusi terkait
Tahap 2
a. Siswa menerima LKS dan
mengerjakan tugas yang diberikan guu secara berkelompok b. Siswa
menyelesaikan proyek dalam waktu 40 menit
Tahap 3 a. Siswa
memperhatikan arahan yang diberikan oleh guru dan mendiskusikan proyek yang sudah diberikan guru
70
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter LKS yang
diberikan
Tahap 4
(Memonitor siswa dan kemajuan proyek)
a. Guru berkeliling pada setiap kelompok untuk menanyakan terkait kendala yang di alami oleh setiap kelompok
Tahap 5 (Menguji hasil)
a. Guru memilih satu kelompok dari 4 kelompok untuk mempersentasikan hasil diskusi b. Guru memberikan
kesimpulan terkait hasil pengerjaan proyek siswa
Tahap 6
(Mengevaluasi pengalaman) a. Guru bertanya
kepada siswa terkait apa saja kesulitan/kendala
Tahap 4
a. Siswa mengerjakan proyek secara berkelompok dan menanyakan kendala yang di alami kepada guru selama pengerjaan proyek
Tahap 5 a. Siswa
mempersentasikan hasil proyeknya sesuai dengan kelompok yang ditunjuk oleh guru, kemudian kelompok lain memperhatikan dan memberi masukan terhadap kelompok yang persentasi b. Siswa
memperhatikan guru dalam menyimpulkan hasil proyek
Tahap 6 a. Siswa
menyampaikan
71
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter yang di alami
selama proses diskusi terkait cara menyelesaikan proyek
pengalaman mereka selama proses pengerjaan proyek
Kegiatan Penutup 5 menit Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan memberi salam kepada siswa
Mandiri Rasa Berani Tanggung jawab Religius
c. Pertemuan ketiga
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter Kegiatan Awal 5 Menit
a. Guru membuka pelajaran (memberi salam, berdo’a dan melakukan absensi) b. Guru
menyampaikan KD yang akan dicapai dan manfaat
mempelajari materi dalam kehidupan sehari-hari c. Guru
menyampaikan kegiatan yang akan di lakukan dan teknik penilaian yang akan
a. Siswa menjawab salam dan berdo’a dengan hikmat b. Siswa
mendengarkan penjelasan guru c. Siswa
memperhatikan penyampaian dari guru
Religius, Bersahabat, Disiplin Bertanggung Jawab, Rasa ingin tahu
72
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter digunakan dalam
pembelajaran
Kegiatan Inti 70 menit
Tahap 1 (Penentuan pertanyaan mendasar)
a. Guru menanyakan kembali terkait materi yang sudah di jelaskan pada pertemuan sebelumnya b. Guru menjelaskan
materi tentang menjabarkan
pemecahan masalah yang berkaitan dengan SPLDV c. Setelah
menjelaskan materi, guru memberikan contoh soal Contoh Soal:
Sita memiliki uang sebanyak Rp. 30.000.
Dia ingin membeli buku dan pensil dengan harga 1 buku yaitu Rp. 3000 dan 1 pensil yaitu Rp. 2000.
Carilah kemungkinan- kemungkinan jumlah
Tahap 1
a. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru b. Siswa
memperhatikan guru dan mendengarkan c. Siswa
memperhatikan contoh yang diberikan oleh guru dan mencoba menjawab contoh soal yang
diberikan
Tahap 2
a. Siswa menerima LKS dan
mengerjakan tugas yang diberikan guu secara
berkelompok b. Siswa
menyelesaikan proyek dalam waktu 40 menit
Tahap 3 a. Siswa
memperhatikan
Mandiri, Berani, Kritis, Kerjasama, Menghargai, Tanggung jawab
73
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter buku dan jumlah
pensil yang dapat Sita beli sehingga uangnya habis. Minimal 2 kemungkinan!
Tahap 2 (Menyusun perencanaan proyek)
a. Guru memberikan LKS dan
mengarahkan siswa terkait tugas yang akan
dikerjakan oleh masing-masing kelompok
b. Guru memberikan informasi terkait jadwal pelaksanaan proyek selama 40 menit
Tahap 3
(Menyusun jadwal perencanaan proyek)
a. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk berdiskusi terkait LKS yang
diberikan
Tahap 4
(Memonitor siswa dan kemajuan proyek)
arahan yang diberikan oleh guru dan mendiskusikan proyek yang sudah diberikan guru
Tahap 4 a. Siswa
mengerjakan proyek secara berkelompok dan menanyakan kendala yang di alami kepada guru selama pengerjaan proyek
Tahap 5 a. Siswa
mempersentasikan hasil proyeknya sesuai dengan kelompok yang ditunjuk oleh guru, kemudian kelompok lain memperhatikan dan memberi masukan terhadap kelompok yang persentasi b. Siswa
memperhatikan guru dalam menyimpulkan hasil proyek
74
Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Karakter a. Guru berkeliling
pada setiap kelompok untuk menanyakan terkait kendala yang di alami oleh setiap kelompok
Tahap 5 (Menguji hasil)
a. Guru memilih satu kelompok dari 4 kelompok untuk mempersentasikan hasil diskusi b. Guru memberikan
kesimpulan terkait hasil pengerjaan proyek siswa
Tahap 6
(Mengevaluasi pengalaman) a. Guru bertanya
kepada siswa terkait apa saja kesulitan/kendala yang di alami selama proses diskusi terkait cara menyelesaikan proyek
Tahap 6 a. Siswa
menyampaikan pengalaman mereka selama proses pengerjaan proyek