• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Skala Self Control Siswa di MA Nurul Haq Karang Bejelo

Berikut adalah tabel hasil pre-test dan post-test skala self control siswa MA Nurul Haq Karang Bejelo

Tabel 4.1 Hasil Pre-Test & Post-Test Siswa MA Nurul Haq

Subjek Pre-

Test Kategori Post-

Test Kategori Selisih Keterangan

S1 33 Rendah 49 Sedang 16 Naik

S2 32 Rendah 48 Sedang 16 Naik

S3 27 Rendah 46 Sedang 19 Naik

S4 31 Rendah 55 Sedang 24 Naik

S5 33 Rendah 45 Sedang 12 Naik

S6 40 Sedang 46 Sedang 6 Naik

S7 33 Rendah 46 Sedang 13 Naik

S8 33 Rendah 44 Sedang 11 Naik

S9 38 Sedang 48 Sedang 10 Naik

S10 36 Sedang 49 Sedang 13 Naik

S11 43 Sedang 48 Sedang 5 Naik

S12 33 Rendah 48 Sedang 15 Naik

S13 37 Sedang 47 Sedang 10 Naik

S14 34 Rendah 48 Sedang 14 Naik

S15 29 Rendah 47 Sedang 18 Naik

S16 32 Rendah 50 Sedang 18 Naik

S17 35 Rendah 42 Sedang 7 Naik

S18 37 Sedang 46 Sedang 9 Naik

S19 29 Rendah 40 Sedang 11 Naik

S20 32 Rendah 44 Sedang 12 Naik

S21 34 Rendah 47 Sedang 13 Naik

S22 41 Sedang 46 Sedang 5 Naik

30

S23 44 Sedang 53 Sedang 10 Naik

S24 30 Rendah 46 Sedang 16 Naik

S25 36 Sedang 44 Sedang 8 Naik

S26 41 Sedang 50 Sedang 9 Naik

S27 42 Sedang 53 Sedang 11 Naik

S28 38 Sedang 51 Sedang 13 Naik

S29 40 Sedang 51 Sedang 11 Naik

S30 41 Sedang 51 Sedang 10 Naik

S31 44 Sedang 54 Sedang 10 Naik

S32 37 Sedang 55 Sedang 18 Naik

S33 41 Sedang 51 Sedang 10 Naik

S34 42 Sedang 47 Sedang 5 Naik

S35 44 Sedang 54 Sedang 10 Naik

S36 35 Rendah 56 Sedang 21 Naik

S37 43 Sedang 55 Sedang 12 Naik

S38 42 Sedang 48 Sedang 6 Naik

S39 43 Sedang 50 Sedang 8 Naik

S40 38 Sedang 50 Sedang 12 Naik

Berdasarkan tabel hasil pre-test dan post-test dengan 16 item valid skala self control pada seluruh siswa di MA Nurul Haq Karang Bejelo yang berjumlah 40 siswa di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa skor pre-test dan post-test yang diperoleh masing-masing siswa tersebut memperoleh selisih skor yang cukup jauh. Artinya, dari skor pre-test ke skor post-test masing-masing siswa mengalami kenaikan skor setelah diberikan bimbingan kelompok menggunakan materi mujahaddah an-nafs. Kenaikan skor skala self control yang diperoleh subjek penelitian bergerak dari angka 5 sampai angka 24 dari 40 subjek penelitian.

Untuk menentukan kategorisasi skor pada masing-masing subjek penelitian, peneliti menggunakan pandangan Azwar dalam Iqbal Bafadal yang penggolongannya kedalam tiga kategori yakni tinggi, sedang, dan rendah41. Dari rentang 1 sampai 4 pada penelitian skala self control didapatkan keriteria nilai kategori. Nilai minimum (jumlah item dikali nilai jawaban terendah) 16× 1 = 16. Dan nilai maksimum menjadi (jumlah item dikali nilai jawaban tertinggi) 16× 4

41Jurnal Qawwam, Vol. 13, No. 1, Tahun 2019.

31

= 64. Jarak sebarannya 64 – 16 = 48. Deviasi standar bernilai 𝜎= 48/4

= 12. Mean teoritik menjadi 𝜇 = 16 × 3 = 48.

Maka; Tinggi = (𝜇 + 1,0𝜎) ≤ X = (48 12) X

= 60 X / X 60

Sedang = (𝜇 – 1,0𝜎) ≤ X <(𝜇 + 1,0𝜎)

= (48 – 1,0(12) ≤ X (48 + 1,0(12)

= 36≤ X < 60 Rendah = X <(𝜇 – 1,0𝜎)

= X < 36

Berdasarkan rumusan kategori penilaian di atas, berikut kesimpulan kategori penilaian yang disajikan dalam bentuk tabel:

Tabel 4.2 Kategorisasi Penilaian Norma Kategori

X ≤ 60 Tinggi

36≤ X < 60 Sedang

X 36 Rendah

Berdasarkan rumus kategorisasi skor di atas, maka diperoleh kategori rendah, sedang dan tinggi pada hasil pre-test dan post-test subjek penelitian yang akan disajikan pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3 Kategorisasi Skor Pre-Test dan Post-Test

Dari tabel 4.3 diatas maka dapat disimpulkan skor pre-test dan post-test yang di peroleh masing masing siswa mengalami kenaikan skor setelah di berikan bimbingan kelompok menggunakan materi mujahaddah an-nafs. Yang di mna dari 40 siswa pada saat di lakukan pre-test yang semulanya 17 siswa mendapatkan nilai kategori rendah

Norma Kategori Pre- Test

Post-

Test Selisih

X ≤ 60 Tinggi 0 0 0

36≤ X < 60 Sedang 23 40 17

X 36 Rendah 17 0 17

32

dan 23 orang mendapatkan nilai sedang. setelah di berikan bimbingan kelompok kemudian di lakukan post-test dari ke 40 siswa rata-rata mendapatkan nilai sedang atau mengalami kenaikan. Dengan demikian penerimaan materi bimbingan kelompok menggunakan mujahaddah an-nafs tersampaikan kepada siswa MA Nurul Haq Karang Bejelo.

2. Uji Normalitas Data

Ujinormalitasyaknimengetahuiapakahdatayangdisajikanuntukdi analisislebihlanjutberdistribusinormalatautidakuntuk

pengujiannormalitasdata.Dalam melakukan uji analisa data dengan uji Paired Sample t-Test, syarat yang harus dipenuhi adalah data tersebar atau terdistribusi normal.

Berikut ini adalah tabel hasil uji normalitas data yaitu:

Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

Pre Test .131 40 .080 .949 40 .070

Post Test .124 40 .125 .972 40 .412

a. Lilliefors Significance Correction

Pengujian normalitas data pada penelitian ini yaitu dengan melihat perhitungan Kolmogorov Smirnov karena sampel penelitian lebih dari 30 orang (n>30) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16 for windows dengan pengambilan keputusan yaitu:

c. Apabila nilai Sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka data berdistribusi normal.

d. Apabila nilai Sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal.

Berdasarkan tabel 4.4.di atas, hasil uji normalitas data pre-test dan post-test dengan melihat hasil perhitungan uji Kolomogorov Smirnov diperoleh nilai Sig. pre-test = 0,080 dannilai Sig. post-test = 0,125. Maka dapat disimpulkan bahwa data pre-test dan post-test yang diperoleh siswa MA Nurul Haq Karang Bejelo berdistribusi normal karena nilai Sig. pre- test = 0,080 > 0,05 dan nilai Sig. post-test = 0,125 > 0,05.

Adapunhasilujinormalitasberdasarkanteknikgrafikhistogrampada penelitianinidapatdilihatsebagaiberikut:

33

Dalam penelitian berdasarkan gambar 4.1 di atas dapat kita lihat data observasi dan data distribusi yang mendekati normal. Terlihat bahwa hasil output SPSS gambar Normal P-Plot menunjukan pola distribusi yang mendekati normal dengan hipotesis, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas sehingga bisa disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.

3. Uji Analisis Data / Uji T (Paired Sample t-Test)

Pengujian Paired Sample t-Test ini dilakukan setelah uji normalitas data dan data pre-test dan post-test pada penelitian ini telah berdistribusi normal.

Berikut ini akan disajikan tabel hasil uji Paired Sample t-Test berupa Paired Sample Statistic, Paired Sample Correlation, dan Paired Sample Test, yaitu:

34

Tabel 4.5Paired Sample Statistic

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Pre Test 36.82 40 4.830 .764

Post Test 48.70 40 3.764 .595

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, diperoleh bahwa nilai mean atau nilai rata-rata pre-test adalah 36,82 dan rata-rata nilai post-test adalah 48,70.

Dengan demikian nilai rata-rata setelah diberikan bimbingan kelompok menggunakan materi tentang mujahaddah an-nafs lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini berarti ada peningkatan self control setelah diberikan perlakuan berupa penyampaian materi bimbingan kelompok.

Tabel 4.6Paired Sample Correlation

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 Pre Test & Post Test 40 .477 .002

Berdasarkan tabel 4.6 di atas, menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,002 di mana nilai signifikansi < 0,05. Hal ini berarti antara pre-test dan post-test memiliki hubungan atau ada hubungan yang signifikan.

Tabel 4.7 Hasil Uji Paired Sample t-Test

Paired Samples Test Paired Differences

T df

Sig. (2- tailed) Mean

Std.

Devia tion

Std.

Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper

Pair 1 Pre Test - Post Test -11.875 4.490 .710 -13.311 -10.439 -16.726 39 .000

Uji Paired Sample t-Test digunakan untuk mengetahui perubahan dari suatu kelompok eksperimen sebelum dan sesudah menerima

35

perlakuan (treatment).42 Dasar pengambilan keputusan dalam Paired Sample t-Test berdasarkan perbandingan nilai signifikansi (probabilitas) yaitu sebagai berikut:

c. Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.

d. Jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima dan Ha di tolak.

Berdasarkan tabel 4.7 di atas diperoleh nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test masing-masing siswa. Artinya, Ha diterima dan Ho ditolak karena nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05.

Dari hasil uji Paired Sample t-Test di atas, maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompokterhadap peningkatan self control pada siswa di MA Nurul Haq Karang Bejelo.

Dari hasil uji analisis data menggunakan paired sample statistic, paired sample correlation, dan paired sample t-test. Pada uji paired sample statistic di proleh nilai rata rata pre-test adalah berjumlah 36.82 dan rata rata nilai post-test berjumlah 48,70, ini berarti nilai rata rata setelah di berikan materi bimbingan kelompok tentang mujahddah an nafs mengalami peningkatan di bandingkan sebelumnya. Selanjutnya pada uji paired sample correlation menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,002 di mana nilai signifikansi kurang dari 0,05, ini berarti antara pre-test dan post-test memiliki hubungan yang signifikan. Selanjutnya pada uji paited sample t-test di peroleh nilai sig (2-tailed) yaitu 0,000 maka dapat di katakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test masing masing siswa. Dengan demikian Ha diterima dan Ho di tolak, ini berarti terdapat adanya pengaruh bimbingan kelompok kajian mujahaddah an-nafs terhadap self control pada siswa di MA Nurul Haq Karang Bejelo.

Dokumen terkait