• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi dan Hasil Penelitian a. Deskripsi Lokasi

Program studi perbankan syariah merupakan salah satu program studi yang ada di fakultas ekonomi dan bisnis islam. Program studi ini diselenggrakan berdasarkan surat keputusan direktorat jenderal pendidikan islam nomor 4624 tahun 2015. Kurikulum prodi perbankan syariah memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetwnsi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi.

Kurikulum prodi perbankan syariah memuat mata kuloah yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberiksn keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya.

Kurikulum program studi perbankan syariah diimplementasikan dalam proses pembelajaran matakuliah yang diampui oleh dosen yang berkompeten dibidangnya. Proses pembelajaran didukung keberadaan program perwakilan akademik, perpustakaan serta gedung yang repsentatif. Evaluasi proses pembelajaran melalui UTS, UAS dan tugas

terstruktur serta memposisikan mahasiswa sebagai pihak yang aktif dalam proses perkuliahan.86

b. Visi dan Misi Visi

Menjadi program studi yang menghasilkan sarjana unggul dibidang manajemen operasional perbankan syariah secara integratif pada tahun 2022

Misi

a. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran keilmuan manajemen operasional perbankan syariah yang profesional melalui pembelajaran secara integratif.

b. Mengembangkan penelitian dalam bidang manajemen operasional perbankan syariah secara integratif.

c. Meneylenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemahaman terhadap perbankan syariah secara integratif.

d. Membangun dan mengembangkan kerja sama dengan stekholder dalam meningkatkan displin keilmuan manajemen oprasional perbankan syariah untuk mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi.87

86Pedoman Akademik UIN MATARAM 2020/2021,hlm. 3-4.

87www.febi.uinmataram.ac.id

c. Struktur Organisasi Program Studi Perbankan Syariah

Struktur organisasi adalah susunan kedudukan dari para staf dan pegawai atau karyawan yang ada dalam suatu lembaga, yang di mulai dari tingkat yang paling atas hingga yang paling bawah.

Berikut disajikan struktur organisasi prodi Perbankan Syariah.

Gambar 4.1

Struktur Organisasi Prodi Perbankan syariah

DEKAN Dr. H. Amir Aziz, M.ag

WAKIL DEKAN I Dr. M. Salahuddin, M.Ag

WAKIL DEKAN II Dr. M. Saleh Ending, M.A

WAKIL DEKAN III Dr. M. Yusuf, M.SI

KABAG TU H. Sanusi, MM

KASUBAG AKADMA M. Tajun Toyib, S.Sos.I

KASUBAG UMUM & KU Yasni, S.Sos

KAJUR PERBANKAN SYARIAH Dewi Sartika Nasution, M. Ec

SEKJUR PS Any Tsalasatul, M.Si

DOSEN

2. Deskripsi Karakteristik Responden

Objek penelitian yang berjudul pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi risiko terhadap minta menggunakan mobile banking pada mahasiswa perbanakn syariah UIN Mataram. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah mahasiswa Perbakan Syariah angkatam 2017 &

2018 yang menggunakan mobile banking. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah berjumlah 57 reponden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner, berikut gambaran umum karakteristik responden:

a. Angkatan

Tabel 4.1

sKarakteristik Responden Berdasarkan Kelas Angkatan Jumalah Mahasiswa Yang

menggunakan Mobile Banking

Persentase

2017 28 49,12%

2018 29 50,88%

Total 57 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2021

Pada tabel 4.1 menunjukan bahwa angkatan 2017 yang menggunakan mobile banking berjumlah 28 responden (49,12%) dan angkatan 2018 yang menggunakan mobile banking berjumlah 29 responden (50,88%). Ini menunjukan bahwa pengguna mobile bankinglebih pada mahasiswa Perbankan Syariah angkatan 2018.

b. Jenis Kelamin Responden Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-laki 11 19,30%

Perempuan 46 80,70%

Total 57 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2021

Pada tabel 4.2 menujukan bahwa jumlah responden perempuan sebanyak 46 mahasiswa dengan persentase 80,70% sedangkan responden laki-laki sebanyak 11 mahasiswa dengan persentase 19,30%. Ini menunjukan bahwa pengguna mobile banking pada mahasiswa Perbankan Syariah UIN Mataram didominasi oleh perempuan.

c. Usia

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usia

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

20-21 37 64,90%

22-23 20 35,10%

Total 57 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2021

Pada tabel 4.3 menujukan bahwa usia responden yang paling banyak menggunakan mobile banking adalah mahasiswa 20-21

sebanyak 37 mahasiswa dengan persentase 64,90% dan usia responden yang paling sedikit menggunakan mobile banking adalah mahasiswa dengan usia 22-23 sebanyak 20 mahasiswa dengan persentase 35,10%.

B. Analisis Data

Berdasarkan metode analisis data yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, berikut akan dijelaskan hasil dari uji validitas dan uji reliabilitas dari instrument-instrumen persepsi kemudahan (X1), persepsi risiko (X2) dan minat menggunakan mobile banking (Y). Pengujian uji validitas dan uji relibilitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.0. Hasil uji validitas dan reliabilitas disajikan dalam tabel sebagai berikut:

a. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas 1. Uji Validitas

Uji Validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji tingkat-tingkat kevalidan dan kesahihan Instrumen. Untuk pengambilan keputusan dapat dilihat jika nilai signifikansi < 0,05 maka pertanyaan tersebut valid dan sebaliknya. Kriteria penilaian uji validitas yaitu apabila r hitung > r tabel, maka item instrumen tersebut dinyatakan valid dan apabila r hitung <r tabel maka instrumen dinyatakan item tidak valid.88

a) Variabel Persepsi Kemudahan (X1)

88Suharisimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, ( Jakarta:Rineka Cipta, 2010), hlm. 221.

Tabel 4.4

Uji Validitas Persepsi Kemudahan (X1)

Item Soal r hitung r tabel Taraf signifikan Keterangan

X1.1 0,845 0,260 0,05 Valid

X1.2 0,696 0,260 0,05 Valid

X1.3 0,791 0,260 0,05 Valid

X1.4 0,780 0,260 0,05 Valid

X1.5 0,779 0,260 0,05 Valid

X1.6 0,830 0,260 0,05 Valid

X1.7 0,810 0,260 0,05 Valid

X1.8 0,726 0,260 0,05 Valid

X1.9 0,750 0,260 0,05 Valid

Sumber: Data primer diolah, 2021.

Berdasarkan tabel diatas hasil uji validitas variabel persepsi kemudahan (X1) bahwa dapat diketahui bahwa r tabel dengan df (n-2) atau (57-2) = 55 dan tingkat signifikan 0,05 dengan menggunakan uji 2 arah adalah 0,2609. Dari hasil uji diatas bahwa r hitung lebih besar dari r tabel. Maka 8 item soal diatas dinyatakan valid.

b) Variabel persepsi risiko (X2) Tabel 4.5

Uji Validitas Persepsi Risiko (X2)

Item Soal r hitung r tabel Taraf signifikan Keterangan

X2.1 0,645 0,260 0,05 Valid

X2.2 0,309 0,260 0,05 Valid

X2.3 0,807 0,260 0,05 Valid

X2.4 0,822 0,260 0,05 Valid

X2.5 0,605 0,260 0,05 Valid

Sumber: Data primer diolah, 2021.

Berdasarkan tabel diatas hasil uji validitas variabel persepsi risiko (X2) bahwa dapat diketahui bahwa r tabel dengan df (n-2) atau (57-2) = 55 dan tingkat signifikan 0,05 dengan menggunakan

uji 2 arah adalah 0,2609. Dari hasil uji diatas bahwa r hitung lebih besar dari r tabel. Maka 5 item soal diatas dinyatakan valid.

c) Variabel Minat Menggunakan (Y) Tabel 4.6

Uji Validitas Minat Menggunakan (Y)

Item Soal r hitung r tabel Taraf signifikan Keterangan

Y1.1 0,888 0,260 0,05 Valid

Y1.2 0,910 0,260 0,05 Valid

Y1.3 0,830 0,260 0,05 Valid

Sumber: Data primer diolah, 2021

Berdasarkan tabel diatas hasil uji validitas variabel minat menggunakan (Y) bahwa dapat diketahui bahwa r tabel dengan df (n-2) atau (57-2) = 55 dan tingkat signifikan 0,05 dengan menggunakan uji 2 arah adalah 0,2609. Dari hasil uji diatas bahwa r hitung lebih besar dari r tabel. Maka 5 item soal diatas dinyatakan valid.

2. Uji Relibilitas

Uji Realibilitas adalah tingkat ketepatan, ketelitian atau keakuratan sebuah instrumen. Reliabilitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya dan dihandalkan secara konsisten memberikan hasil ukuran yang sama tentang sesuatu yang diukur pada waktu yang berlainan.89 Untuk menguji reliabilitas digunakan analisis Alpha Cronbach. Nilai batas yang digunakan untuk menilai tingkat reliabilitas yang dapat diterima adalah 0,6. Hasil uji reliabilitas disajikan pada tabel berikut:

.89Ibid., hlm. 222.

Tabel 4.7

Uji Relibilitas X1, X2dan Y

No Variabel Alpha Cronbach Ket

1 Persepsi Kemudahan (X1) 0,918 Reliabel

2 Persepsi Risiko (X2) 0,665 Reliabel

3 Minat Menggunakan (Y) 0,848 Reliabel

Sumber: Data primer diolah, 2021

Berdasarkan tabel 4.7 menunjukan bahwa nilai Alpha Cronbach dari masing-masing variabel nilainya lebih besar dari 0,6. Dengan demikian setiap item pernyataan dalam penelitian adalah handal. Sehinga item pernyataan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.

b. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji Normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual yang distandarisasi pada model regresi beristribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini menggunakan teknik Kolmogrov- Smirnov Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang berdistribusi secara normal.90

Dasar pengambilan keputusan uji normalitis ini yakni, jika nilai signifikasi >0,05, maka nilai residual berdistribusi normal.

Akan tetapi jika nilai Signifikasi <0,05, maka nilai residual tidak berdistribusi normal. Berdasarkan output SPSS uji normalitas, diperoleh hasil sebagai berikut:

90 Rochmat Aldy Purnomo, Analisis Statistika Ekonomi & Bisnis Dengan SPPS, (Ponorogo: CV. Wade Group, 2016), hlm. 174.

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 57

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation .94255720 Most Extreme Differences Absolute .153

Positive .102

Negative -.153

Kolmogorov-Smirnov Z 1.153

Asymp. Sig. (2-tailed) .140

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Data primer diolah, 2021

Berdasarkan tabel 4.8 menunjukan bahwa hasil uji Kolmogrov-Smirnov berdistrubusi normal. Hal ini dibuktikan dengan Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 (0,140>0,05).

Maka dapat disimpulkan berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas berguna untuk mengetahui apakah pada model regresi yang ditemukan korelasi antar variabel independen. Cara mengetahui ada tidaknya penyimpangan uji multikolinearitas adalah dengan melihat nilai Tolerance dan VIF masing-masing variabel independen, jika nilai tolelance > 0,10 dan nilai VIF <10, maka data bebas dari gejala

multikolinearitas.91Berdasarkan output SPSS uji multikolinearitas, diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.9 Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 2.043 1.301 1.570 .122

Persepsi Kemudahan .288 .034 .748 8.487 .000 .982 1.019

Persepsi Risiko -.057 .052 -.097 -1.099 .002 .982 1.019

a. Dependent Variable: Minat Menggunakan

Tabel 4.9 menunjukan bahwa variabel bebas (independen) memiliki nilai VIF dibawah 10 (1,019<10) dan nilai tolerance 0,982 (0,982> 0,10). Hal ini berarti tidak terjadi atau bebas dari gejala multikolinearitas dari model regresi yang dibuat.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak adanya heterokedastisitas.92 Nilai alpha yang digunakan adalah 5%. Dasar dari pengujian yang digunakan adalah jika nilai

91 Singgih Santoso, Perpaduan Lengkap SPSS Versi 23, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2013), hlm. 234.

92 Slamet Riyano & Aglis Andhita Hatmawan, Metode Riset Penelitian Kuantitatif Penelitian di Bidang Manajemen, teknik, Pendidikan dan Eksprimenan,( Yogyakarta: CV. Budi Utama, 2020), hlm. 209.

signifikan lebih besar dari 5% maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya jika nilai signifikan kurang dari 5% maka dapat dikatakann terjadi heteroskedastisitas Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan ujiglejser.

Tabel 4.10 Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1(Constant) .139 .954 .145 .885

Persepsi Kemudahan .007 .025 .041 .298 .767

Persepsi Risiko .021 .038 .76 .552 .583

a. Dependent Variable: Abs_Res

Berdasarkan tabel 4.9 uji heteroskedastisitas menunjukan bahwa nilai signifikan X1 sebesar 0,767> 0,05 dan signifikan X2

sebesar 0,583> 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

c. Uji Hipotesis

1. Uji Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium) apabila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi atau nilainya dinaik-turunkan.93

93 Giovany et al, Ragam Model Penelitian dan Pengelolahannya dengan SPSS, (Yogyakarta: Andi, 2017), hlm. 72-77.

Berdasarkan output SPSS uji regresi linear berganda, diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.11

Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta 1 (Constant)

2.043 1.301 1.570 .122

Persepsi Kemudahan .288 .034 .748 8.487 .000

Persepsi Risiko -.057 .052 -.097 -1.699 .276

a. Dependent Variable: Minat Menggunakan

Sumber: Output SPSS 16.0, Data Diolah 2021

Berdasarkan tabel 4.11 diatas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y= a + b1X1+ b2X2 +e

Y= 2.043 +0,269X1- 0,057X2+ e

Berdasarkan hasil regresi linear berganda diatas dapat diartikan sebagai berikut:

a. Konstanta (α) sebesar 2,043 menunjukan bahwa bernilai positif.

b. Nilai koefisien untuk persepsi kemudahan (X1) diperoleh 0,288 dengan tanda positif yang berarti apabila variabel persepsi kemudahan meningkat sebesar satuan, maka minat menggunakan mobile banking akan meningkat sebesar 0,288 satuan dengan asumsi bahwa variabel independen lain dalam

kondisi konstan.

c. Nilai koefisien untuk persepsi risiko (X2) diperoleh -0,057 dengan tanda negatif yang berarti apabila variabel persepsi risiko meningkat sebesar satuan, maka minat menggunakan mobile bankingakan turun sebesar -0,057 satuan dengan asumsi bahwa variabel independen lain dalam kondisi konstan.

2. Uji F (Simultan)

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel dependen.94 Untuk mengetahui hasil dari uji F dapat dilihat dari tabelinova dari persamaan regresi, dengan menggunakan tingkat signifikan (α = 5%). Jika nilai signifikan sig. F < 0,05, maka

hipotesis nol ditolak artinya variabel-varabel independen secara bersama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Berdasarkan output SPSS uji koefisien determinasi, diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.12 Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 71.091 2 35.545 38.581 .000a

Residual 49.751 54 .921

Total 120.842 56

Sumber: Output SPSS 16, data diolah 2021

94 Jonathan Sarwono,Statistik Multivariat Aplikasi Untuk Riset Skripsi….,hlm. 92.

Cara menentukan Ftabeladalah jumlah responden 57 jadi (3-1

; 57-2-1) = (2 ; 54) setelah itu dapat dilihat pada tabel F maka diperoleh nilai 3,17.

Berdasarkan tabel 4.12 hasil uji F diatas, diketahui bahwa nila Fhitung > Ftabel dengan nilai 38.581 > 3,17 dan nilai taraf signifikan 0,000a< 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji F H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya Variabel persepsi kemudahan (X1) dan persepsi risiko (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa Perbankan Syariah UIN Mataram.

3. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) pada intinya berfungsi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (R2) adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjalankan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.95 Berdasarkan output SPSS uji koefisien determinasi, diperoleh hasil sebagai berikut:

95 Sri Wahyuni, Kinerja Maqasid Syariah dan Faktor- faktor Determinan, (Surabaya:

Scopindo, 2020), hlm. 43.

Tabel 4.13

Koefisien Determinasi (R2)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .767a .588 .573 .960

a. Predictors: (Constant), Persepsi Risiko, Persepsi Kemudahan

Sumber: Output SPSS 16.0, Data Diolah 2021

Berdasarkan tabel Adjusted R Square yang diperoleh sebesar 0,573 hal ini menunjukan bahwa 57,3% minat menggunakan mobile bankingdipengaruhi oleh persepsi kemudahan dan persepsi risiko. Sedangkan sisanya 42,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.

4. Uji t

Uji t-Test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing- masing variabel melihat signifikan pengaruh dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen.96

Apabila nilai (Sig) lebih kecil dari 0,05 maka suatu variabel dikatakan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel lainnya.

Adapun kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis sebagai berikut: Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima

96Hidayatul Rahmi, “ Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bank BNI Syariah Kantor Cabang Mataram”, (Skripsi: UIN Mataram, 2009), hlm. 52.

dan sebaliknya jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Berdasarkan output SPSS uji t, diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.14 Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta 1 (Constant)

2.043 1.301 1.570 .122

Persepsi Kemudahan .288 .034 .748 8.487 .000

Persepsi Risiko -.057 .052 -.097 -1.099 .276

a. Dependent Variable: Minat Menggunakan

Sumber: Output SPSS 16.0, Data Diolah 2021

Berdasarkan tabel 4.13 variabel persepsi kemudahan diperoleh nilai thitung sebesar 8,478 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,673 dan nilai sig. 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa thitung8,478> ttabel1,673 dan sig. 0,000<0.05. Hal ini berarti terdapat pengaruh postif dan signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking. Maka H0 ditolak dan Haditerima.

Berdasarkan tabel 4.13 variabel persepsi risiko diperoleh nilai thitung sebesar -1,099 sedangkan nilai ttabel sebesar -1,673. Sehingga dapat disimpulkan bahwa thitung -1,099 > ttabel -1,673. Hal ini berarti terdapat pengaruh negatif terhadap minat menggunakan mobile banking.t hitung < t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.

A. Pembahasan

Penelitian dilakukan untuk menguji apakah ada pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi risiko terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa Perbankan Syariah UIN Mataram. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh persepsi kemudahan terhadap minat menggunakan mobile bankingpada mahasiswa perbankan Syariah UIN Mataram.

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pertama yang menyatakan bahwa “Persepsi kumudahan berpengaruh positif terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa perbankan syariah UIN Mataram” Hal itu terbukti dengan nilai koefisien regresi sebesar

0,288 yang memiliki arah positif dan nilai thitung> ttabel(8,478> 1,673) dan sig. 0,000< 0.05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama maka dapat ditulis persamaan regresi Y= 1.115 + 0,288X1. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat kemudahan maka semakin meningkat minat menggunakanmobile banking.

Hasil penelitian ini juga menunjukan nilai koefisien determinasiR Square (r2) sebesar 0,579. Hal ini berarti minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa perbankan syariah UIN Mataram dipengaruhi oleh persepsi kemudahan sebesar 57,9%. Sedangkan sisanya 42,1%

dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.

Technology Acceptance Model (TAM) adalah untuk memberikan penjelasan tentang penentuan penerimaan teknologi secara umum,

memberikan penjelasan tentang perilaku atau sifat penggunaan dalam sebuah populasi.97 Menurut David, persepsi kemudahan adalah suatu tingkat dimana seseorang percaya bahwa suatu sistem digunakan karena sistem tersebut mudah dipahami, mudah digunakan,sehingga tidak diperlukan usaha apapun.98 Jogiyanto mendefinikan persepsi kemudahan penggunaan sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha.99

Kaitannya dengan persepsi kemudahan, sikap seseoang terhadap penggunaan suatu teknologi bergantung pada pengaruh kemudahan penggunannya terhadap individu sehingga ia percaya untuk menggunakan teknologi tersebut. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa Perbankan Syariah UIN Mataram. Semakin sering sistem digunakan bahwa sistem tersebut lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah untuk digunakan.

Hasil penelitian dan teori yang digunakan didukung penelitian yang dilakukan oleh Chatarina Oktaviani Wulandari (2017) yaitu pengaruh persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi risiko terhadap minat bertransaksi menggunakan interner banking. Hasil penelitian Chatarina Oktaviani Wulandari menunjukan

97Rian Maulana, dkk, Pengaruh Penggunaan Mobile Banking Terhadap Minat Nasabah Dalam Bertransaksi Menggunakan Technology Acceptance Model, Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi,Vol. 2, Nomor 2, Oktober 2018, hlm. 148.

98 Jurica Lucyanda, Pengujian Tecnhnologi Acceptance Model (TAM) dan Theory Planned Behavior (TPB),Jurnal Akuntansi,Vol. 2, Nomor. 1, Agustus 2010, hlm. 4.

99Jogiyanto,Sistem informasi Keperilakuan,(Yogyakarta, CV. Andi, 2017), hlm. 115.

bahwa persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif signifikan terhadap minat bertransaksi menggunakan interber banking. Dengan demikian teori yang digunakan dalam penelitian

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemudahan terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa Perbankan Syariah UIN Mataram.

Semakin tinggi persepsi kemudahan seseorang, maka semakin tinggi minat menggunakan mobile banking karena seseorang (nasabah) berkeyakinan bahwa penggunaan mobile banking tersebut dapat dengan mudah untuk dipahami dan digunakan.

2. Pengaruh persepsi risiko terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa perbankan Syariah UIN Mataram.

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua yang menyatakan bahwa “Persepsi risiko berpengaruh negatif terhadap minat menggunakan

mobile banking pada mahasiswa perbankan syariah UIN Mataram” Hal itu terbukti dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,057 yang memiliki arah negatif dan nilai thitung > ttabel (-1,099> -1,673). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua maka dapat ditulis persamaan regresi Y=

14.461 - 0,057X2. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat risiko maka semakin menurun minat menggunakan mobile banking sebesar -0,057 satuan.

Hasil penelitian ini juga menunjukan nilai koefisien determinasi R Square (r2) sebesar 0,039. Hal ini berarti minat menggunakan mobile

banking pada mahasiswa perbankan syariah UIN Mataram dipengaruhi oleh persepsi risiko sebesar 0,39%. Sedangkan sisanya 99,61%

dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.

Theory Of Planned Behavior (TPB)untuk menjelaskan adalah niat individu untuk melakukan perilaku tertentu. Pada TPB, sikap dan norma sunjektif terhadap perilaku dinyatakan mempengaruhi minat, dan memasukan unsur pengendalian persepsi perilaku sebagai faktor tambahan yang memengaruhi perilaku sebagai faktor yang mempengaruhi minat seseorang.100 Pemeriksaan lebih lanjut dari kontruksi Theory Of Planned Behavior (TPB) menunjukan bahwa sikap dipengaruhi oleh manfaat yang dirasakan dan persepsi risiko.101 Semua faktor ini sebagai anteseden untuk menentukan niat perilaku dan perilaku actual. Persepsi risiko mengarah pada ketidakpastian dan kensenkuensi yang tidak diinginkan dalam menggunakan layanan. Persepsi risiko dapat memainkan peran yang sangat penting dalam perilaku manusia khususnya terhadap minat menggunakanmobile banking.

Semakin tinggi ketidakpastian dan konsenkuensi-konsenkuensi yang tidak diingikan muncul makan semakin meningkat persepsi risiko.

Apabila persepsi risiko yang dihadapi rendah dapat menarik minat seseorang untuk menggunakan mobile banking. Sebaliknya, jika persepsi

100 Yudhi W Arthana & Novi Rukhviyanti, Pengaruh Minat Individu Terhadap Penggunaan Mobile Banking: Model Kombinasi Technology Acceptance Model dan Theory Of Planned Behavior (TPB),Jurnal Informasi, Vol. 7, Nomor. 1, Februari 2015, hlm. 30.

101 Nuril Huda & Siti Aliyati Albushairi, Model Green Purchase Behavior Berbasis Theory Of Planned Behavior (TPB),Junal Sains Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 2, Nomor.

1, Maret 2018, hlm. 24.

risiko yang akan diterimanya tinggi dalam menggunakan mobile banking, maka seseorang padaumumnya cenderung akan menghindarinya. Oleh karena itu, persepsi risiko dapa mempengaruhi minat nasabah dalam menggunakanmobile banking.

Hasil penelitian dan teori yang digunakan didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Giga Bawa Lassana, dkk (2015) yaitu “Pengaruh Persepsi Kemanfaat, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Risiko dan Kesesuaian Terhadap Minat Menggunakan Mobile Banking (Studi Pada Nasabah Bank Rakyat (BRI) Kantor Cabang Rembang, Jawa Tengah)”.

Hasil penelitian Giga Bawa Lassana, dkk menunjukan bahwa persepsi risiko berpengaruh negative signifikan terhadap minat menggunakan mobile banking.

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh negatif signifikan persepsi risiko terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa Perbankan Syariah UIN Mataram. Semakin tinggi persepsi risiko seseorang, maka semakin rendah minat menggunakanmobile bankingkarena masih terdapat pemikiran seseorang mengenai risiko yang mungkin akan dialami oleh nasabah tersebut atas suatu ketidakpastian dan konsekuensi-konsekuensi negative lainnya yang mungkin diterima dalam penggunaanmobile banking.

3. Pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi risiko terhadap minat menggunakan mobile banking pada mahasiswa perbankan Syariah UIN Mataram.

Dokumen terkait