BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
5. Persepsi Risiko
Risiko adalah hal yang melekat dalam pikiran seseorang ketika akan melakukan dan menggunakan sesuatu. Chen& Chang berpendapat bahwa persepsi risiko adalah kombinasi dari kosenkuensi negatif dan ketidakpastian yang akan mempengaruhi minat menggunakan seseorang.35 Oentario mendefininsikan persepsi risiko sebagai prediksi seseorang tentang potensi ketidakpastian dari transaksi menggunakan mobile banking. Di masa lalu, persepsi risiko utamanya dianggap sebagai penipuan. Sekarang persepsi risiko mengacu pada tipe tertentu.36Persepsi risiko dapat pula diartikan sebagai fenomena ketidakpastian dan ketidaknyamanan yang dihadapi oleh seseorang dalam penggunaan mobile banking, karena dalam menggunakan seseorang tidak bisa meramalkan konsekuensi negatifnya dalam menggunakan mobile banking. Menurut Jogiyanto persepsi risiko adalah persepsi-persepsi persepsi-persepsi pelanggan tentang ketidakpastian dan konsekuensi- konsekuensi tidak diinginkan dalam melakukan suatu kegiatan.37
35 Samuel Domade Sitorus & M. Kholid Mawardi, Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi Risiko, dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Minat Veli Online (Studi Pada Mahasiswa Pengguna Aplikasi Jual Beli Online Carousell), Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 73, Nomor. 1, Agustus 2 019, hlm. 144.
36 Wahyuni Nur Syahril, Penggunaan Tevhnology Acceptance Model (TAM) Dalam Menganalisis Minat Perilaku Mahasiswa Universitas TEy LKOM, Jurnal Mitra Manajemen, Vol.
3, Nomor.2, February 2019, hlm. 206-206.
37 Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, (Yogyakarta: BPFE, 2007), hlm.
130.
Beberapa komponen dari persepsi risiko:38
a. Risiko keungan: risiko bahwa menggunakan mobile banking tidak akan mecapai keuntungan moneter untuk penggunannya.
b. Risiko fisik / Fisiologis : risiko bahwa menggunakan mobile banking akan menyebabkan bahaya kerugian secara fisik ataupun acaman bagi kesehatan.
c. Performance risk: risiko bahwa menggunakan mobile banking tidak akan menghasilkan kepuasan penggunanya
d. Risiko psikologis: risiko bahwa menggunakan mobile banking akan memiliki dampak negatif pada pikiran atau persepsi diri
e. Risiko sosial
f. Risiko waktu: yaitu risiko bahwa seseorang akan membuang-buang waktu, kehilangan kenyamanan, atau usah yang sia-sia saat menggunakanmobile banking.
Persepsi risiko mengarah pada ketidakpastian dan kensenkuensi yang tidak diinginkan dalam menggunakan layanan. Persepsi risiko dapat memainkan peran yang sangat penting dalam perilaku manusia khususnya terhadap minat menggunakan mobile banking. Beberapa indikator yng digunakan untuk mengukur perespsi risiko menurut pavlou:39
38Hamidah Rahim, Analisis Pengaruh Persepsi Risiko, dan Kepercayaan Terhadap Minat Transaksi Penggunaan Paytren Pada PT. Veritra Sentosa Internasional, Jurnal EKOBISTEK Fakultas Ekonimi, Vol. 6, Nomor. 2, Oktober 2017, hlm. 276.
39 Dewa Ayu Dita Witami & I Wayan Suartana, Pengaruh Persepsi Kegunaan, Kemudahan Penggunaan dan RisikoTehdapap Minat Mahasiswa Menggunakan Sistem Blockhain, Jurnal Akuntansi, Vol. 28, Nomor. 2, Agustus 2019, hlm. 1356.
a. Berupa adanya risiko tertentu b. Mengalami kerugian
c. Pemikiran bahwa berisiko.
6. Minat Menggunakan Mobile Banking
Minat digambarkan sebagai situasi seseorang sebelum melakukan tindakan yang dapat dijadikan dasar untuk memperediksi perilaku atau tindakan. Minat pada umumnya, merupakan ketertarikan seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu.40 Minat dapat juga diartikan sebagai dorongan yang menyebabkan ketertarikan perhatian individu kepada objek tertentu. Minat berhubungan dengan aspek kognitif, afektif. Dan motorik dan sumber motivasi untuk melakukan apa yang diinginkan.41
Menurut Savickas dan Spokane, minat adalah suatu sikap (attitide) atau perasaan senang (feeling) pada suatu objek tertentu. Menurut E.K Strong, minat merupakan suatu kontruksi yang berisi empat atribut kualitatif, yang mencakup: adanya perasaan perhatian kuat (persistent attention), adanya perasaan perasaan untuk menyukai suatu objek (a feeling of liking for on object), terarah pada suatu objek (direction of an object), dan adanya aktivitas (activity), yaitu ketertarikan mengerjakan suatu objek. Menurut E.K. Strong, minat didefinisikan sebagai suatu kontruksi yang berisi empat atribut kualitatif yang mencakup: pertama, adanya perhatian yang kuat; kedua, adanya perasaan untuk menyukai suatu objek; ketiga, terarah pada suatu subjek; dan keempat, adanya
40 Hartono,Bimbingan Karier,(Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 82.
40 Yudrik Jahja,Psikolog Perkembangan,(Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 63.
aktivitas yaitu ketertarikan mengerjakan suatu objek.42
Berdasarkan beberapa rumusan definisi minat di atas, penulis dapat menyimpulkan definisi minat adalah suatu sikap ketertarikan individu pada suatu objek, aktivitas, perbuatan yang disertai adanya intensitas:
perhatian, perasaan senang, dan keterlibatkan perilaku individu pada objek, aktivitas atau perbuatan tersebut.
Minat berhubungan erat dengan sesuatu yang menguntungkan dan dapat menimbulkan kepuasan bagi diri. Minat memiliki sifat dan karakter khusus, sebagai berikut:43
a. Minat bersifat pribadi (individual), ada perbedaan minat antara minat seseorang dan orang lain.
b. Minat menimbulkan efek diskriminatif
c. Erat hubungannya dengan motivasi, mempengaruhi, dan dipengaruhi motivasi
d. Minat meruapakan sesuatu yang dipelajari, bukan bawaan lahir dan dapat berubah tergantung pada keutuhan, pengalaman dan mode.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat, sebagai berikut:44
a. Faktor kebutuhan dari dalam
Rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah
42Hartono,Bimbingan Karier,(Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 82.
43 Yudrik Jahja,Psikolog Perkembangan,(Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 63-64.
44 M. Al-Smadi & Al-Wabel S. A, The Impact of E-Banking on the Performance of Jordanian Banks,Jounal of internet Banking and Commerce,Vol. 29, Nomor 1, Juni 2012, hlm.
120.
menimbulkan minat. Misalnya kecendrungan terhadap belajar, dalam hal ini seseorang mempunyai hasrat ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
b. Faktor motif sosial
Minat seseorang terhadap objek atau sesuatu hal. Disamping itu juga dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri manusia dan oleh motif sosial, misal seseorang berminat pada prestasi tinggi agar dapat status sosial yang tinggi pula.
c. Faktor emosional
Faktor perasaan dan emosi ini mempunyai pengaruh terhadap obyek misalnya perjalanan sukses yang dipakai individu dalam suatu kegiatan tertentu dapat pula membangkitkan perasaan senang dan dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut.
Sebaliknya kegagalan yang dialami akan menyebabkan minat seseorang berkembang.
Penelitian ini termasuk golongan faktor emosional, karena penelitian ini melihat dari sisi menaruh perhatian terhadap suatu kegiatan atau objek tertentu. Dalam penelitian ini kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan minat menggunakan, sedangkan objek penelitian ini berfokus padamobile banking.
Minat menggunakan mobile banking adalah seseorang yang memiliki ketertarikan, keinginan dan kemauan seseorang untuk menggunakanmobile banking dalam memenuhi kebutuhan sebagian
kebutuhan perbankannya. Ada 3 indikator dari minat penggunaan ini, antara lain:45
a. Keinginan untuk menggunakan b. Selalu mencoba menggunakan c. Berlanjut dimasa yang akan datang.
B. Penelitian Terdahulu