• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Berikut rancangan kegiatan pembelajaran yang terdapat dalam siklus I, yaitu :

a. Tahap Perencanaan Tindakan ( Planning )

Pada tahap perencanaan tindakan ini disusun beberapa hal, diantaranya:

1)Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) bersama guru fiqih

2)Menyiapkan media pembelajaran berupa kartu – kartu make a match untuk kegiatan belajar siswa yang berisi soal atau jawaban

3)Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru 4)Menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa 5)Menyiapkan lembar angket motivasi belajar siswa b. Tahap Pelaksanaan Tindakan ( Acting )

Tahap pelaksanaan tindakan ini adalah implementasi dari perencanaan tindakan yang sudah dibuat. Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilakukan satu kali pertemuan dengan jumlah alokasi waktu 2 x 45 menit ( 2 jam pelajaran ), bertepatan pada hari sabtu tanggal 14 Maret 2020. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini guru menerapkan metode pembelajaran make a match yang sudah dibuat sesuai dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ), sedangkan peneliti bertugas mengamati jalannya proses pembelajaran di kelas dengan mempersiapkan lembar aktivitas guru dan lembar aktivitas siswa.

Pada pertemuan ini peneliti yang bertugas menjadi observer dan guru fiqih tetap bertugas sebagai pengajar.Guru memberikan pendahuluan dengan mengucapkan salam kepada siswa, berdo’a, mengecek kehadiran siswa dan mengeluarkan RPP sebagai panduan dalam proses mengajar.

Setelah itu, pada kegiatan awal pembelajaran guru menyampaikan garis besar cakupan materi yang akan dipelajari kemudian menuliskan sub pokok bahasan haji dan umrah tentang pengertian haji, hukum haji, syarat haji, rukun dan wajib haji, kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran serta menjelaskannya kepada siswa, berhubung materi haji dan umrah sudah lewat, jadi siswa tidak mencatat kembali apa yang dijelaskan oleh guru, siswa hanya tinggal memperhatikan dan mendengarkan kembali materi yang dijelaskan oleh guru sebagai bentuk review atau mengulas kembali materi yang sudah diajarkan. Selanjutnya, guru menjelaskan jalannya kegiatan pembelajaran kepada siswa.

Kemudian pada kegiatan inti pembelajaran guru menyiapkan kartu- kartu yang berisi soal atau jawaban sebagai media pembelajaran yang digunakan dalam metode make a match sambil menjelaskan kembali kepada siswa tata cara pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan inti pembelajaran guru membagikan kartu-kartu yang bertuliskan soal atau jawaban ke semua siswa secara acak dan guru memberikan waktu 10 menit kepada siswa untuk memikirkan jawaban atau soal yang dipegang sambil mencari pasangan kartu yang sesuai dengan yang mereka dapatkan.

Dalam proses pembelajaran ini, siswa begitu semangat dan senang mencari pasangan kartu yang cocok dengan yang didapatkannya.

Kemudian siswa yang sudah dapat mencocokan kartunya dengan benar sebelum batas waktu yang sudah ditentukan sebelumnya maju kedepan dan membacakannya kepada siswa yang lain. Selanjutnya guru memberikan penilaian kepada setiap siswa yang dapat mencocokan kartunya dengan benar, guru dan peneliti merasa senang karena semua siswa dapat mencocokan kartunya dengan benar, sehingga tidak ada satu siswa pun yang tidak mendapatkan nilai dari pembelajaran yang dilakukan. Selanjutnya guru mengumpulkan nilai yang didapatkan oleh setiap siswa.

Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa untuk mempelajari kembali di rumah materi yang sudah diajarakan, selanjutnya guru membagikan angket motivasi belajar siswa yang berisi 15 pernyataan (terlampir) dengan tujuan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran make a match. Setelah itu, guru dibantu peneliti melakukan refleksi guna mengetahui kekurangan-kekurangan selama proses pembelajaran. Kemudian guru dan siswa sama-sama menutup pembelajaran dengan do’a dan salam.

c. Tahap Pengamatan ( Observing )

Pada kegiatan pembelajaran siklus I, proses observasi dilakukan oleh observer yang bertugas mengamati aktifitas guru dan aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan mengisi lembar observasi yang telah

dipersiapkan oleh peneliti. Kemudian lembar observasi diisi dengan memberikan tanda centang pada kolom yang telah disediakan, sehingga pada siklus berikutnya tidak terjadi kesalahan. Berikut uraian dari hasil observasi tersebut:

1)Hasil observasi keterlaksanaan RPP Tabel 4.4

Data Hasil Observasi Keterlaksanaan RPP Sikuls I Siklus Jumlah

langkah pembelajaran

Langkah pembelajaran yang terlaksana

Kategori

Jumlah Persentase

I 23 19 82% Sangat baik

Dari analisis data pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada siklus I jumlah langkah pembelajaran yang terdiri dari 23 yang dapat terlaksana berjumlah 19 langkah pembelajaran dengan persentase 82%

berkategori sangat baik. Namun secara umum pelaksanaan pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan harapan walaupun ada beberapa deskriptor yang belum dilakukan.

Adapun hasil observasi yang dilakukan oleh observer pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati aktivitas guru bertujuan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada selama proses pembelajaran berlangsung kemudian akan diperbaiki pada siklus berikutnya.

2)Hasil observasi aktivitas belajar siswa Tabel 4.5

Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Siklus Jumlah

aktivitas belajar siswa

Jumlah skor yang di peroleh

Kategori

Jumlah Persentase

I 15 13 87% Sangat baik

Dari hasil analisis data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil pengamatan aktivitas belajar siswa pada siklus I selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan lembar observasi aktivitas belajar siswa sudah baik, Hal itu dapat dilihat dari jumlah aktivitas belajar siswa yaitu 15 dan terlaksana 13 dengan persentase 87%

berkategori sangat baik. Namun masih perlu dilakukan perbaikan- perbaikan lagi pada siklus berikutnya.

3)Data hasil motivasi belajar siswa

Tabel 4.6

Data Hasil Motivasi Belajar Siswa Siklus I

No Nama Siswa Skor Persentase

( % )

Kategori A.Alfan Alifullah 48 80% Sangat termotivasi Adriarul Farizi 49 81% Sangat termotivasi

Irwan Hadi 47 78% Termotivasi

M.Alwi 52 87% Sangat termotivasi

M.Azwar 51 85% Sangat termotivasi

M.Haekal Saputra 49 81% Sangat termotivasi

M.Maskurruddin 46 77% Termotivasi

M.Rosidi 51 85% Sangat termotivasi M.Husnul Faizi 50 83% Sangat termotivasi

10 Mazrian 46 77% Termotivasi

11 Rian Efendi 42 70% Termotivasi

12 Satria Mugni Pratama 42 70% Termotivasi

13 Hasan Hafis 50 83% Sangat termotivasi

14 Asrullah 49 81% Sangat termotivasi

15 Riski Jawar 51 85% Sangat termotivasi

Berdasarkan hasil tabel di atas dapat dilihat bahwa siswa yang hadir pada hari itu berjumlah 15 siswa sesuai dengan jumlah siswa tersebut. Adapun persentase untuk jumlah siswa yang termotivasi mencapai 33% yang berjumlah 5 siswa sedangkan untuk persentase jumlah siswa yang sangat termotivasi mencapai 67% yang berjumlah 10 siswa dengan perolehan rata-rata angket motivasi siswa 48,2 dengan nilai motivasi belajar siswa tinggi degan persentase 80%.

d. Tahap Refleksi

Untuk mengetahui tingkat pencapaian pembelajaran pelaksanaan siklus I serta hal-hal yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya, maka dilakukan refleksi diakhir pertemuan siklus I. Setelah proses pembelajaran siklus I selesai peneliti dan guru mendiskusikan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti saat proses pembelajaran berlangsung untuk mengetahui di mana letak kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada siklus I, kemudian hasil pengamatan pada siklus I ini akan dijadikan pedoman untuk perbaikan pelaksanaan tindakan pada siklus II.

Berikut ini beberapa kendala yang ditemukan pada saat pelaksanaan siklus I, yaitu:

1) Kelas masih terlihat kurang kondusif

2) Sebagian dari siswa masih terlihat kesulitan mencari pasangan kartunya

3) Siswa kurang berani mengemukakan pendapatnya

4) Siswa masih malu ketika guru meminta agar siswa maju kedepan untuk mempersentasikan hasil diskusinya.

Dengan melihat beberapa kendala yang ada selama pelaksanaan tindakan siklus I di atas, maka peneliti melakukan perbaikan-perbaikan untuk pelaksanaan siklus II. Adapun perbaikan-perbaikan yang dilakukan, yaitu:

1) Guru harus lebih tegas lagi kepada siswa agar masuk kelas tepat waktu dan tidak bermain ketika pembelajaran akan dimulai

2) Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai skenario yang sudah dibuat sebelumnya

3) Guru memberi pesan kepada siswa agar tidak malu mengeluarkan pendapatnya

4) Guru berpesan agar siswa tidak takut salah ketika disuruh maju kedepan untuk mempersentasikan hasil diskusinya.

2. Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan dan tindakan yang ditemukan peneliti selama proses pembelajaran dari siklus I, masih ada kekurangan-

kekurangan pelaksanaan pembelajaran yang ditemukan selama pelaksanaan siklus I. Oleh sebab itu, pada siklus II ini dilakukan sebagai upaya memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ditemui pada saat pelaksanaan siklus I, proses pembelajaran pada siklus II ini sama prosedurnya dengan siklus I, yaitu dilaksanakan satu kali pertemuan dengan alokasi watu 2 x 45 menit ( 2 jam pelajaran ).

Adapun rancangan kegiatan pada siklus II sama dengan siklus I, yaitu:

a. Tahap Perencanaan Tindakan ( Planning )

Pada tahapan perencanaan tindakan ini, terdiri dari:

1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ) bersama guru fiqih

2) Menyiapkan media pembelajaran make a match berupa kartu-kartu yang berisi soal atau jawaban

3) Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru siklus II 4) Menyiapkan lembar observasi aktvitas siswa siklus II 5) Menyiapkan lembar angket motivasi belajar siswa siklus II b. Tahap Pelaksanaan Tindakan ( Acting )

Pelaksanaan tindakan pada siklus II sama dengan siklus I yaitu dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit ( 2 jam pelajaran ) pada hari sabtu tanggal 21 maret 2020. Pada pertemuan ini peneliti tetap bertugas sebagai observer dan guru yang bersangkutan tetap bertugas sebagai guru fiqih.

Adapun pada kegiatan pendahuluan guru membuka pembelajaran dengan mengucap salam dan mengawali pembelajaran dengan berdo’a bersama peserta didik, kemudian guru menyapa siswa dengan menanyakan kabar siswa. Selanjutnya guru mengabsen siswa untuk mengetahui kehadiran siswa dan guru memotivasi siswa dengan menyampaikan pesan kepada siswa bahwa pembelajaran fiqih sangat penting dipelajari dalam menjalankan syariat agama Islam. Senjutnya guru menuliskan cakupan materi pembelajaran masih pada sub pokok bahasan haji dan umrah tentang syarat haji, rukun dan wajib haji, serta menjelaskan kepada siswa tujuan pembelajaran. Setelah selesai menjelaskan materi kepada siswa, selanjutnya guru menjelaskan jalannya kegiatan pembelajaran yakni dengan metode pembelajaran make a match.

Adapun pada kegiatan inti pembelajaran guru mulai mempersipakan kartu-kartu yang berisikan soal atau jawaban, selanjutnya dibagikan ke siswa satu persatu secara acak dan siswa yang sudah menerima kartu yang dibagikan oleh guru memikirkan soal atau jawaban kartu yang didapatkan sembari mencari pasangan kartu yang didapatkannya. Sedangkan waktu yang diberikan oleh guru untuk mencari pasangan kartunya sama seperti siklus I yaitu 10 menit dan siswa terlihat begitu aktif dan begitu cepatnya memahami materi seingga dengan mudahnya mereka dalam mencari pasangan kartu yang didapatkannya.

Setelah batas waktu yang sudah ditentukan habis, guru kemudian menilai hasil pekerjaan siswa dalam mencari pasangan kartunya apakah siswa mencocokkan kartunya dengan benar atau salah. Selanjutnya guru meminta siswa satu persatu maju kedepan bersama pasangan kartunya untuk mempersentasikannya kedepan. Setelah siswa selesai membahas hasil pengerjaan soal/jawaban, guru mengumpulkan setiap nilai yang didapatkan oleh siswa. Dalam mengikuti pembelajaran siswa terlihat begitu aktif dan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran terlihat mengalami peningkatan dengan penerapan metode make a match ini.

Karena metode yang digunakan oleh guru dianggap menyenangkan bagi siswa. Kemudian di akhir pembelajaran guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan materi pembelajaran.

Selanjutnya, guru melakukan evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran make a match dengan membagikan lembar angket motivasi kepada siswa yang berjumlah 15 pernyataan ( terlampir ) untuk dijawab. Kemudian guru dan siswa bersama-sama menutup pembelajaran.

Pada pelaksanaan siklus II ini terlihat keterlaksanaan RRP yang dilakukan oleh guru mata pelajaran menunjukkan perubahan yang semakin baik dan aktivitas siswa serta semangat siswa untuk mengikuti pembelajaran meningkat dibandingkan pada siklus I.

c. Tahap Pengamatan ( observing )

Pengamatan atau observasi yang dilakukan pada ke giatan siklus II ini sama halnya seperti siklus I, dimana peneliti bertugas sebagai observer untuk mengamati proses pembelajaran dengan mengisi lembar observasi yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Selanjutnya lembar observasi yang memuat pernyataan diisi dengan memberikan tanda centang pada kolom yang telah disediakan, agar pada siklus selanjutnya tidak terjadi kesalahan. Berikut uraian dari hasil observasi tersebut:

1)Hasil observasi keterlaksanaan RPP Tabel 4.7

Data Hasil Observasi Keterlaksanaan RPP Siklus II Siklus Jumlah

langkah pembelajaran

Langkah pembelajaran yang

terlaksana

Kategori

Jumlah Persentase

II 23 22 95% Sangat Baik

Dari hasil analisis data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa pada siklus II jumlah langkah pembelajaran yang terdiri dari 23 dan dapat terlaksana 22 dengan persentase 95% dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan pada siklus II dibandingkan pada siklus I.

2)Hasil observasi aktivitas belajar siswa Tabel 4.8

Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Siklus Jumlah

aktivitas belajar siswa

Jumlah skor yang di peroleh

Kategori

Jumlah Persentase

II 15 14 93% Sangat baik Dari hasil analisis data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa pada siklus II ini mengalami peningkatan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran dibandingkan dengan siklus I. Hal ini dapat dilihat dari jumlah aktivitas belajar siswa yaitu 15 dan terlaksana 15 atau dengan persentase 93% berkategori sangat baik

3)Data hasil motivasi belajar siswa

Tabel 4.9

Data Hasil Motivasi Belajar Siswa Siklus II No Nama Siswa Skor Persentase

(%)

Kategori 1 A.Alfan Alifullah 54 90% Sangat

termotivasi

2 Adriarul Farizi 56 93% Sangat

termotivasi

3 Irwan Hadi 52 87% Sangat

termotivasi

4 M.Alwi 55 91% Sangat

termotivasi

5 M.Azwar 56 93% Sangat

termotivasi

6 M.Haekal Saputra 55 91% Sangat

termotivasi

7 M.Maskurruddin 55 91% Sangat

termotivasi

8 M.Rosidi 55 91% Sangat

termotivasi

9 M.Husnul Faizi 55 91% Sangat

termotivasi

10 Mazrian 47 78% Termotivasi

11 Rian Efendi 56 93% Sangat

termotivasi 12 Satria Mugni

Pratama

54 90% Sangat

termotivasi

13 Hasan Hafis 56 93% Sangat

termotivasi

14 Asrullah 54 90% Sangat

termotivasi

15 Riski Jawar 53 88% Sangat termotivasi Berdasarkan hasil tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi siswa pada siklus II dibandingkan pada siklus I, hal ini dapat dilihat dari persentase siswa yang termotivasi mencapai 7% yang berjumlah 1 siswa, sedangkan persentase siswa yang sangat termotivasi mencapai 93% yang berjumlah 14 siswa. Adapun perolehan rata-rata angket motivasi siswa pada siklus II sangat tinggi yaitu mencapai 54,2 dengan presentase 90%. Berdasarkan hasil persentase tersebut, menyatakan bahwa menggunakan metode pembelajaran make a match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga penelitian ini cukup sampai siklus II dan tidak perlu dilanjutkan untuk siklus berikutnya lagi.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil yang sudah dicapai pada siklus II, maka perolehan skor untuk aktivitas guru dan aktivitas siswa mengalami peningkatan begitu juga halnya dengan perolehan angket siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat baik dibandingkan siklus sebelumnya. Sehingga dapat dinyatakan bahwa penelitian ini berhasil pada siklus II. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel. 4.10

Peningkatan Motivasi Belajar Siswa siklus I dan siklus II Kelas VIII Putra MTs Al-Muslimun NW Kebon Kongok Tahun Pelajaran

2019/2020.

Nilai yang diamati Siklus I Siklus II

Motivasi Belajar 80% 90%

Jumlah Siswa 15 15

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui persentase peningkatan motivasi belajar siswa melalui metode pembelajaran make a match siswa kelas VIII Putra MTs Al-Muslimun NW Kebon Kongok pada masing- masing siklus.

Dokumen terkait