• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Hasil Penelitian

1. Hasil Observasi Lapangan a. Produk

Bank BNI Syariah menghasilkan produk yang mudah diingat, ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan sebagai bank yang mudah diingat yang telah diletakkan pada tempat strategis di kantor Bank BNI Syariah. Nilai lebih dari Bank BNI Syariah adalah pemberian jaminan dan kemudahan dalam mendapatkan produk yang hasilkan oleh bank.

b. Harga

Nisbat pembagian hasil sangat kompetitif dengan bank konvensional. Nasabah dapat melihat besaran pembagian nisbah pada papan yang telah di letakkan pada kantor Bank BNI Syariah. Perbedaan dengan bank konvensional terletak pada akad dan perhitungannya.

45

c. Distribusi

Letak kantor Bank BNI Syariah sangat strategis karena letak di pusat Kota Makassar yaitu Jl. DR. Sam Ratulangi, pendistribusian produk Bank BNI Syariah dengan prosedur yang mudah. Nasabah tinggal datang ke kantor atau kantor cabang yang lain untuk melakukan transaksi.

d. Promosi

Kegiatan promosi yang dilakukan oleh Bank BNI Syariah selalain melalui periklanan juga melalui pelayanan yang ramah kepada nasabahnya. serta pemasangan reklame berukuran besar di depan kantor.

e. Proses

Nasabah yang datang langsung diarahkan oleh satpam apakah melakukan transaksi pengambilan atau penyetoran atau customer service maka tinggal mengambil nomor antrian di mesin yang sudah di sediakan setelah itu mengisi slip yang ada, menunggu pengambilan nomor antrian setelah itu menuju meja teller dan akan dilayani dengan ramah. Nasabah yang melakukan pembiayaan harus melalui customer service untuk diketahui apa yang diharapkan.

f. Orang

Pelayanan yang ada di Bank BNI Syariah diutamakan pada keramahan kepada nasabah, serta kemampuan komunikasi untuk melayani nasabah dengan baik. Hal ini memudahkan prosedur pelayanan dan nasabah akan merasa nyaman yang pada akhirnya nasabah akan loyal terhadap Bank.

g. Bukti Fisik

Bukti fisik yang telah di lakukan Bank BNI Syariah untuk memberikan kenyamanan kepada palanggan berupa ruang tunggu yang nyaman, mushollah, tempat parkir, piagam pengahargaan, dan papan nisbah bagi hasil.

h. Teknologi

Teknologi yang digunakan Bank BNI Syariah dalam meningkatkan pelayanan dan kecepatan melayani nasabah menggunakan sistem komputer, sistem on-line dan fasilitas ATM.

i. Pelanggan

Pelanggan Bank BNI Syariah Cabang Makassar terdiri dari masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa.

j. Sumber Daya Manusia

Karyawan Bank BNI Syariah yang bersinggunan langsung dengan nasabah seperti satpam, teller, customer service, dan orang marketing, sangat santun dan ramah dalam melayani nasabah. Serta penjelasan terhadap produk dapat dijelaskan dengan jelas.

2. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat dianalisis faktor-faktor yang merupakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman Bank BNI Syariah.

47

a. Kekuatan dan Kelemahan a. Kekuatan

a) Pembiayaan di BNI Syariah bersifat konsumtif atau produktif b) Dana nasabah dihimpun dalam bentuk deposito, tabungan, dan

giro kemudian disalurkan dalam bentuk pembiayaan.

c) Investasi dana nasabah jelas penyalurannya d) Menggunakan sistem syariah

e) Akad jelas di awal investasi hingga akhir f) Menyediakan layanan aplikasi yang lengkap

g) Sistem yang disediakan lebih unggul dari Bank Syariah lainnya h) Sistem yang digunakan cepat dalam artian real time

i) Akad yang digunakan untuk penghimpunan dana terdiri atas 2 yaitu akad wadiah dan mudharabah

j) Transaksi yang dilakakukan di BNI Syariah bersifat transparansi baik dalam bentuk pembiayaan, investasi dana dan semua bentuk transaksi

k) BNI Syariah menyediakan layanan web yang berisi informasi untuk memudahkan nasabah.

b. Kelemahan

a) BNI Syariah kalah saing di rate

b) Kurangnya kantor cabang yang ada di kota Makassar.

b. Peluang dan Ancaman a. Peluang

a) Jumlah ummat islam di Indonesia sangat besar dan menjadi peluang konsumen bagi bank syariah

b) Kebijakan pemerintah membuka peluang perkembangan bank syariah melalui undang-undang nomor 21 tahun 2008

c) Transparansi sistem bagi hasil yang ditetapkan bank syariah kepada konsumennya

d) Selama masa pandemi kecenderungan masyarakat lebih kepada bank-bank syariah

e) Kampanye-kampanye menghindari riba.

b. Ancaman

a) Penawaran bank konvensional lebih menarik daripada penawaran bank syariah dimata msyarakat.

b) Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah masih rendah.

Berdasarkan hasil analsisis SWOT maka diperoleh kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tersebut maka yang disajikan dalam bentuk tabel yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.1 Analisis SWOT Strength

(Kekuatan)

Weakness (Kelemahan) 1) Pembiayaan di BNI Syariah bersifat

konsumtif atau produktif

2) Dana nasabah dihimpun dalam

1) BNI Syariah kalah saing di rate

2) Kurangnya kantor cabang

49

bentuk deposito, tabungan, dan giro kemudian disalurkan dalam bentuk pembiayaan.

3) Investasi dana nasabah jelas penyalurannya.

4) Menggunakan sistem syariah

5) Akad jelas di awal investasi hingga akhir

6) Menyediakan layanan aplikasi yang lengkap

7) Sistem yang disediakan lebih unggul dari Bank Syariah lainnya 8) Sistem yang digunakan cepat dalam

artian real time

9) Akad yang digunakan untuk penghimpunan dana terdiri atas 2 yaitu akad wadiah dan mudharabah 10) Transaksi yang dilakakukan di BNI

Syariah bersifat transparansi baik dalam bentuk pembiayaan, investasi dana dan semua bentuk transaksi 11) BNI Syariah menyediakan layanan

web yang berisi informasi untuk memudahkan nasabah.

yang ada di kota Makassar

Opportunities (Peluang)

Threat (Ancaman) 1) Jumlah ummat islam di Indonesia

sangat besar dan menjadi peluang konsumen bagi bank syariah

2) Kebijakan pemerintah membuka peluang perkembangan bank syariah melalui undang-undang nomor 21 tahun 2008

3) Transparansi sistem bagi hasil yang ditetapkan bank syariah kepada konsumennya

4) Selama masa pandemi kecenderungan masyarakat lebih kepada bank-bank syariah

5) Kampanye-kampanye menghindari

1) Penawaran bank konvensional lebih menarik daripada penawaran bank syariah dimata msyarakat

2) Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah masih rendah.

riba.

c. TWOS

Berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Bank BNI Syariah segaligus peluang dan ancaman yang dihadapi Bank dapat ditentukan strategi dalam menagani dana investasi nasabah yang terangkum dalam matrik SWOT/TWOS, supaya strategi dalam menghadapi dan menganalisis maka akan disajikan pada tabel 4.2 tentang pembagian dan analisis SWOT/TWOS sebagai berikut :

Tabel 4.2 Analisis SWOT/TWOS IFAS (Internal

Factor Analysis Summary)

Kekuatan (Strength/S)

Kelemahan (Weakness/W) 1) Pembiayaan di BNI

Syariah bersifat konsumtif atau produktif.

2) Dana nasabah dihimpun dalam bentuk deposito, tabungan, dan giro kemudian disalurkan

dalam bentuk

pembiayaan.

3) Investasi dana nasabah jelas penyalurannya.

4) Menggunakan sistem syariah.

5) Akad jelas di awal investasi hingga akhir.

6) Menyediakan layanan

1) BNI Syariah kalah saing di rate.

2) BNI Syariah tidak berani menawarkan deposito yang sangat tinggi ke nasabah.

51

aplikasi yang lengkap.

7) Sistem yang disediakan lebih unggul dari bank syariah lainnya.

8) Nasabah BNI Syariah yang melakukan penarikan di atm BNI (Induk) free biaya, sedangkan Bank Syariah yang lain ketika menarik di Bank Induk kena cash.

9) Sistem yang digunakan cepat dalam artian real time.

10) Akad yang digunakan terdiri atas 2 yaitu akad wadiah dan mudharabah.

11) Transaksi yang dilakakukan di BNI Syariah bersifat transparansi baik

dalam bentuk

pembiayaan, investasi dana dan semua bentuk transaksi.

12) BNI Syariah menyediakan layanan web yang berisi informasi untuk memudahkan

nasabah.

EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary) Peluang

(Opportunities/O) Strategi SO Strategi WO

1) Jumlah luang konsumen bagi bank syariah 2) Kebijakan

pemerintah membuka peluang perkembangan bank syariah melalui

undang- undang 3) Transparansi

sistem bagi hasil yang ditetapkan bank syariah kepada

konsumennya 4) Selama masa

pandemi kecenderungan masyarakat lebih kepada bank-bank syariah 5) Kampanye-

kampanye menghindari riba.

1) Pasar besar untuk membiayai

masyarakat

konsumtif dan produktif

2) Transparansi kepada konsumen

dikombinasi dengan akad yang jelas agar dapat kepercayaan masyarakat

1) Dengan adanya kampanye no riba,

masyarakat didorong dalam menghindari riba.

Ancaman

(Threats/T) Strategi ST Strategi WT 1) Penawaran

bank

konvensional lebih menarik daripada

penawaran bank syariah

1) BNI Syariah harus mengeluarkan

promosi terkait syariah lebih diperkuat

2) Sistem syariah dapat digunakan dalam

1) Dengan tidak menggunakan suku bunga, BNI Syariah yang kalah saing dalam rate karena

53

dimata msyarakat 2) Tingkat

kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah masih rendah.

membangun kepercayaan masyarakat.

ridak

menggunakan suku bunga dapat

digunakan dalam

mengembalikan masyarakat untuk

menggunakan yang non riba.

Berdasarkan matrik SWOT tersebut dapat disusun empat strategi utama yaitu strategi SO (strength-opportunities), strategi ST (strength-threats), strategi WO (weakness-opportunities), dan strategi WT (weakness-threats).

1) Strategi SO dibuat berdasarkan jalan pikiran memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar- besarnya. Berdasarkan kekuatan dan peluang tersebut maka terdapat alternatif strategi bagi Bank BNI Syariah yaitu pasar besar untuk membiayai masyarakat konsumtif dan produktif dan transparansi kepada konsumen dikombinasi dengan akad yang jelas agar dapat kepercayaan masyarakat

2) Strategi ST adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman. Berdasarkan kekuatan dan ancaman tersebut maka alternatif strategi bagi Bank BNI Syariah, yaitu BNI Syariah harus mengeluarkan promosi terkait syariah lebih

diperkuat dan sistem syariah dapat digunakan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

3) Strategi WO ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan meminimalkan kelemahan yang ada. Berdasarkan kelemahan dan peluang tersebut maka alternatif strategi bagi Bank BNI Syariah, yaitu dengan adanya kampanye no riba, masyarakat didorong dalam menghindari riba.

4) Strategi WT ini berdasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan serta menghindari ancaman.

Berdasarkan kelemahan dan ancaman tersebut maka terdapat beberapa alternatif strategi yang digunakan oleh Bank BNI Syariah, yaitu dengan tidak menggunakan suku bunga, BNI Syariah yang kalah saing dalam rate karena ridak menggunakan suku bunga dapat digunakan dalam mengembalikan masyarakat untuk menggunakan yang non riba.

BNI Syariah adalah lembaga perbankan di Indonesia. Bank ini semula bernama Unit Usaha Syariah Bank Negara Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT BNI, Persero, Tbk. Sejak 2010, Unit Usaha BNI Syariah berubah menjadi bank umum syariah dengan nama PT Bank BNI Syariah. BNI Syariah merupakan salah satu Bank Syariah yang ada di Indonesia yang beroperasi dengan tidak mengandalkan operasionalisisnya pada bunga. Bank Islam atau biasa disebut dengan Bank tanpa bunga, adalah lembaga keuangan/perbankkan yang operasional

55

dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Dengan kata lain, Bank BNI Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya menghimpun dana dan pembiayaan yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syari’at Islam. Selain hal tersebut, BNI Syariah juga memberikan pembiayaan kepada masyarakat konsumtif berupa pembiayaan kepada karyawan pemerintah atau swasta bonafide, pembiayaan kendaraan, pembiayaan rumah dan lain sebagainya.

Pembiayaan lain juga diberikan dalam bentuk produktif berupa pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan lain sebagainya.

Adapun transaksi dalam BNI Syariah dilakukan secara transparansi, dimana setiap akad yang digunakan dalam BNI Syariah jelas. Adapun cara transaksi yang dilakukan secara transparan yaitu dengan memberitahukan pembagian keuntungan di awal kesepakatan, memberikan total keuntungan dan kerugian yang dialami, dan memberitahukan informasi terkait penyaluran atau pembiayaan dana nasabah.

BNI Syariah sejak awal kehadirannya berkomitmen untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan jasa perbankan syariah. Komitmen hasanah itu ditunaikan oleh BNI Syariah dengan memberikan layanan dan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Seiring berjalannya waktu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BNI Syariah terus meningkat, yang dibuktikan dengan semakin bertambahnya jumlah

nasabah sehingga kinerja perusahaan pun terus membaik, termasuk pencapaian pada tahun 2018. Sebagai penyedia jasa perbankan syariah, kepercayaan masyarakat sangat penting, sekaligus merupakan modal utama bagi BNI Syariah untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan.

Upaya yang dilakuakn BNI Syariah dalam menerapkan operasional perusahaan sesuai dengan kaidah-kaidah green banking, baik dalam pembiayaan, operasional kantor, maupun dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Corporate Sosial Responsibility (CSR).

Dengan berbagai upaya tersebut maka BNI Syariah telah ikut berperan aktif dalam mewujudkan terciptanya kehidupan generasi mendatang yang lebih baik. Dimana BNI Syariah terus bertransformasi untuk memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat melalui pengembangan digital.

Dengan dukungan teknologi dan jaringan BNI Incorporated, BNI Syariah siap memberikan layanan yang terbaik. Selain itu, secara umum untuk menghadapi era disrupsi, BNI Syariah terus melakukan adaptasi dan kolaborasi. Bank juga melakukan transformasi baik dari sisi SDM maupun infrastruktur baik perangkat lunak dan perangkat keras.

57

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: Kekuatan BNI Syariah yaitu antara lain: Pembiayaan di BNI Syariah bersifat konsumtif atau produktif, dan lain-lain. Sedangkan kelemahannya yaitu:

Bank BNI Syariah kalah saing di rate dan kurangnya kantor cabang yang ada di kota Makassar.

Adapun peluang yang dimiliki BNI Syariah yaitu antara lain: Transparansi sistem bagi hasil yang ditetapkan bank syariah kepada konsumennya, dan lain- lain. Sedangkan yang menjadi ancaman BNI Syariah yaitu: Penawaran bank konvensional lebih menarik daripada penawaran bank syariah dimata masyarakat dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah masih rendah.

Berdasarkan hasil analisis TWOS maka diperoleh yang menjadi strategi SO BNI Syariah adalah Pasar besar untuk membiayai masyarakat konsumtif dan produktif dan lain-lain. Adapun strategi ST dari BNI Syariah adalah: BNI Syariah harus mengelurkan promosi terkait syariah lebih diperkuat dan sistem syariah dapat digunakan dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kemudian strategi WO yang dimiliki BNI Syariah adalah dengan adanya kampanye no riba, masyarakat didorong dalam menghindari riba. Sedangkan strategi WT BNI Syariah adalah dengan tidak menggunakan suku bunga, BNI Syariah yang kalah saing dalam rate karena ridak menggunakan suku bunga dapat digunakan dalam mengembalikan masyarakat untuk menggunakan yang non riba.

57

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, peneliti mengusulkan beberapa saran yang diharapkan dapat berguna bagi Bank BNI Syariah sebagai berikut:

1. Lebih memperluas kampanye anti riba ditengah orang muslim

2. Menambah kantor kas di tempat yang strategis yang berada di pusat perekonomian tiap kecamatan.

3. Tetap mempertahankan prinsip sistem syariah yang telah diterapkan.

59

DAFTAR PUSTAKA

Afzalurrahman. 2000. Muhammad as a Trader (Muhammad Sebagai Seorang Pedagang). Jakarta: Yayasan Swarna Bhumi.

Assauri, Soffjan. 2014, Managemen Pemasaran (Dasar, konsep, dan strategi), Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Boyd Walker dan Larrenche. 2000. Manajemen Pemasaran dengan Efektif dan Pofitable, Jakarta: Erlangga, cet ke-2.

Crown, Dirgantoro. 2002. Strategi Bersaing Dalam Bisnis, Jakarta: Erlangga, buku kedua.

Faizal Noor, Henry. 2008. Investasi: Pengelolaan Keuangan Bisnis dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat, Jakarta: PT.Indeks.

Freddy, Rangkuti. 2004. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta:

Gramedia Pusat Utama.

Freddy, Rangkuti. 2001. Analisis SWOT Teknik Membelah Kasus Bisnis. PT.

Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Hari Purnomo, Setiawan & Zulkieflimansyah. 1999. Manajemen Strategi. FE-UI Jakarta.

Hidayat, Taufik. 2011. Buku Pintar Investasi Syariah. Jakarta: Mediakita.

Herlianto, Didit. 2013. Manajemen Investasi plus Jurus Mendeteksi Investasi Bodong, Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Ikatan Bankir Indonesia, Memahami Bisnis Bank Syariah, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama), t.th.

Jusuf, Udaya. 2013. Manajemen Stratejik, Jakarta: Graha Ilmu.

Kasmir dan Jakfar. 2015. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revi. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Kasmir. 2005. Pemasaran Bank, Jakarta: Prenada Media, cet ke-2.

Komaruddin. 1994. Kamus Perbankan. Jakarta : CV. Rajawali

59

Maharani, Dewi. 2016. Analisis Pengaruh Investasi Dan Tenaga Kerja Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Di Sumatera Utara. Intiqad:

Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam.

Marbun B.N. 2003. Kamus Manajemen, Jakarta: Pustaka Sinar Harian.

Moleong, L. J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda karya.

Muhammad. Manajemen Bank Syari’ah. Yogyakarta: AMPYKPN, t.th.

Muhlasin. 2011. Pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan BNI iB Griya Pada BNI Kantor Cabang Pekanbaru Menurut Perspektif Ekonomi Islam, UIN Suska Pekanbaru.

Nafik HR, Muhammad. 2009. Bursa Efek Dan Investasi Syariah. Jakarta:

Serambi.

Pasal 1 ayat (17) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Pasal 1 ayat (18) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Porter, M.E. 1985. Competitive Advantage : Creating and Sustaining Superior Performance : with a new introduction. The Free Press. New York, USA Rahmawan, Ivan. 2005. Kamus Istilah Akuntansi Syariah. Cet. I; Yogyakarta:

Pilar Media.

Saladin, Djaslim. 1994. Dasar-dasar Manajemen Pemasaran Bank. Jakarta : CV Rajawali.

Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan ke bijakan Moneter dan Perbankan, Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Edisi Kelima.

Sutanto Herry dan Khaerul Umam. 2013. Manajemen Pemsaran Bank Syariah, cet. 1, Bandung: CV.Pustaka Setia.

Suryomurti, Wiku. 2011. Super Cerdas Investasi Syariah Hidup Kaya Raya Mati Masuk Surga. Jakarta: QultumMedia.

Setiawan, Marsis Adi. 2013. Rahasia Terbesar Investasi : agar Kekayaan anda berkembangbiak lebih cepat, Yogyakarta : Second Hope.

61

Sjahdeini, Sutan remy. 2007. Perbankan Islam dan Kedudukannya dalam Tata Hukum Perbankan Indonesia, cet III Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.

Syafi’I Antonio, Muhammad. 2007. Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager, Jakarta: ProLM Centre & Tazkia Multimedia.

Sumarsan, Thomas. 2013. System Pengendalian Manajemen. Jakarta: PT. Indek.

Umar, Husein. 2001, Strategi Manajemen In Action, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Winkel W.S. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Pelajar, Jakarta:

PT.Gramedia.

Yuliana, Indah. 2010. Investasi Produk Keuangan Syariah, Malang: UIN Maliki Press.

www.bnisyariah.co.id, akses pada Minggu, 07 Desember 2019 pukul 08:12, n.p.

Http://www.ekonomisyariah.org akses pada Kamis, 05 Desember 2019 pukul 07:35, n.p.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Khairi Syahria, lahir di Botta Kabupaten Luwu pada tanggal 01 januari 1999. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Suherman Hasanuddin dan Helmi.

Penulis mulai memasuki jenjang pendidikan formal pada tahun 2003 di Taman kanak-kanak Darma Wanita, Kemudian pada tahun 2004, penulis melanjutkan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah 05 Botta Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu.

Kemudian pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Suli. Lalu pada tahun 2013, penulis melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Moodel Makassar. Tidak sampai disitu, pada tahun 2016 penulis kemudian melanjutkan pendidikannya pada jenjang S1 Program Studi Pendidikan Hukum Ekonomi Syariah di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH).

Dengan ketekunan dan motivasi tinggi untuk terus belajar dan berusaha, penulis telah berhasil menyelesaikan pengerjaan tugas akhir skripsi ini, semoga skripsi ini mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan kedepannya.

62

63

LAMPIRAN

63

LAMPIRAN A. Angket Wawancara

1. Apa yang menjadikan BNI Syariah berbeda dari bank umum

lainnya?

2. Apa saja kekuatan dan kelemahan BNI Syariah Makassar dalam

mengelola investasi emas?

3. Apa saja peluang dan hambatan BNI Syariah dalam mengelola

investasi emas?

4. Bagaimana strategi BNI Syariah dalam menangani investasi

emas?

5. Bagaimanakah cara pihak Bank mengatasi masalah apabila

terjadi sesuatu yang tidak diinginkan?

64

65

B. Hasil Wawancara

Narasumber

Nama : Tuti Asriana

Jabatan : Funding Head (Kepala Pendanaan) Tanggal : 23 Maret 2020

Pegawai : Jadi kalau di BNI Syariah itu dana nasabah yang kita himpun itukan ada dalam bentuk deposito, tabungan, dan giro. Nanti dana yang dihimpun itu akan disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan. Pembiayaan itu nanti sifatnya komsumtif atau pembiayaan produktif. Kalau pembiayaan komsumtif itukan dia tujuannya untuk, misalnya pembelian rumah, pembelian mobil seperti itu, jadi dia akadnya murabahah. Kalau misalnya dia produktif itu nasabahnya kita lempar dalam bentuk produktif misalnya ada yang butuh modal kerja seperti itu dan modal kerja itu kita akan bagi hasil juga ada yang sifatnya musyarakah dan mudharabah.

Peneliti : Terkadang dalam satu kegiatan itukan ada hambatannya, bisa dipaparkan tidak apa aja hambatannya?

Pegawai : Hambatan dalam pemasaran biasanya itu adalah persaingan antar bank yang umumnya mungkin karna kita setiap bank mempunyai strategi, nah itu biasanya fokus utamanya itu apa? Jadi kalau misalnya di, mungkin kita menawarkan promo seperti ini, tapi di bank lain itu juga lebih rendah mungkin penawarannya jadi masyarakat lebih memilih misalnya bank sebelah seperti itu tetapi kalau antar bank syariah sih kita tidak terlalu bersaing seperti itu. Biasanya penawaran bank konvensional yang lebih tantangan utama

kita karnakan biasanya mereka menawarkan rate yang lebih rendah di awal jadi tantangan pada saat pemasaran seperti itu.

Peneliti : Terus kalau kelebihannya sendiri dari BNI Syariah itu apa?

Pegawai : Kelebihannya itu karna kita sifatnya itu flet jadi dari nasabah itu bisa sama jadi jumlahnya yang dicicil misalnya angsurannya itu sama flet rata sampai dengan lunas sedangkan kalau konvensional itu biasanya mereka itu akan cenderung diawal itu misalnya naungannya rendah tetapi nanti akan naik berdasarkan suku bunga perubahan suku bunga bank Indonesia jadi biasanya akan mengikut ke situ.

Jadi dia biasanya penawarannya rendah di awal tetapi sepihak itu nanti dia bisa menaikkan bank konvensional itu tanpa sepengetahuan nasabah. Kalau kita bank syariah itu diawal kita sudah sepakati jadi misalnya, harga pokoknya berapa terus nanti kita jual margin, keuntungannya bank berapa, jadi pokok ditambah keuntungannya berapa terus nanti dibagi sampai tahun dia akan menyicil, jadi nanti akan jelas setiap bulan itu rata dia bayar 1 juta perbulan sampai dia lunas dia akan bayar 1 juta. Itu kelebihan kita kalau bank syariah, kalau misalnya di bank konvensional itu misalnya ditetapkan mungkin lebih murah di awal misalnya 800 rb nanti akan berubah sampai nanti lunas itu kemungkinan kalau mau di akumulasi mungkin lebih tinggi karena kan, itu juga nasabah tidak bisa prediksi berapa mungkin kenaikannya seperti itu, kadang sepihak dari banknya akan menaikan tanpa persetujuan nasabah itu kelebihannya salah satunya.

Peneliti : Bagaimana kendala dalam pemasukan dananya?

Pegawai : Persaingan dilapangan antar bank yah, itu pasti pertama tantangan utama kita, karena kan perbankan itu banyak jadi

Dokumen terkait