BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Hasil penelitian siklus I
Siklus I berlangsung dari tanggal 18 Juni 2011 sampai dengan tanggal 22 juni 2011, yang diawali dengan tahap perencanaan, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan tindakan, kemudian observasi , evaluasi dan refleksi. Berikut ini akan diuraikan pelaksanaan penelitian siklus I dari masing- masing tahap :
a. Perencanaan
Pelaksanaan tindakan pada siklus I, dilaksanakan selama dua kali pertemuan dengan rincian pertemuan pertama untuk kegiatan pembelajaran dan pertemuan kedua untuk kegiatan evaluasi.
Pada tahap ini dilakukan beberapa persiapan, diantaranya :
1) Mensosialisasikan penerapan metode Ekspositori kepada guru matematika kelas V MI Qamarul Huda Bagu.
2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (Lampiran 1.1).
3) Menyiapkan pedoman observasi aktivitas belajar guru dan siswa (Lampiran 1.6 dan 1.9).
4) Menyiapkan lembar hasil observasi aktivitas belajar guru dan siswa (Lampiran 1.7,1.8 ,1.10 dan 1.11).
5) Membuat soal evaluasi siklus I berserta kunci jawabannya (Lampiran 1.12 dan 1.13).
b. Pelaksanaan Tindakan
Proses belajar mengajar pada siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari sabtu selama 2 x 45 menit dimulai dari jam
40
07:30 sampai jam 09.30 dengan materi menyatakan pecahan dalam persen. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari senin dari jam 07.30 sampai jam 09.30.. Pertemuan kedua ini berlangsung selama 2 x 45 menit dengan materi mengubah pecahan kebentuk persen dan desimal.
Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan penerapan pembelajaran metode ekspositori. Adapun langkah-langkah pembelajaran tertuang pada skenario pembelajaran yang terdapat pada lampiran 1.1. Pada pertemuan ketiga berlangsung hari rabu tanggal 22 Juni 2011, selama 2 x 35 menit dilakukan evaluasi tentang materi sebagai berikut:
- Menyatakan pecahan dalam persen.
- Mengubah pecahan kebentuk persen dan desimal.
1) Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Berdasarkan hasil observasi, diperoleh data sebagai berikut : a. Pertemuan Pertama
Tabel 08
Data hasil observasi siswa pertemuan pertama
No Indikator Total Skor
1. Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 9 2. Interaksi guru dengan siswa. 8 3. Interaksi siswa dengan siswa. 7 4. Aktivitas siswa dalam mengerjakan tugas. 8 5. Partisipasi siswa dala menyimpulkan hasil belajar. 10
Jumlah 42
Tergolong Aktif
41
Berdasarkan hasil analisis aktivitas belajar siswa pada kelas V pertemuan pertama, dimana jumlah skor klasikal aktivitas belajar siswa ( ∑M )= 42, karena 42 ≤ M < 54 maka sesuai dengan penetapan kategori aktivitas belajar siswa, maka aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama berkatagori aktif. Berdasarkan data hasil observasi dan analisis data aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama terlihat bahwa sebagaian besar aktivitas siswa aktif dalam mengikuti proses belajar. Hal ini sudah mencapai target dari proses belajar mengajar yang diinginkan yaitu aktivitas siswa minimal berkatagori cukup aktif.
b. Pertemuan kedua
Tabel 09
Data hasil observasi siswa pertemuan kedua
No Indikator Total Skor
1. Antusiasme siswa dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran 12
2. Interaksi guru dengan siswa. 9 3. Interaksi siswa dengan siswa. 9 4. Aktivitas siswa dalam mengerjakan
tugas. 9
5. Partisipasi siswa dala menyimpulkan
hasil belajar. 9
Jumlah 48
Tergolong Aktif
Hal ini berdasarkan analisis aktivitas belajar siswa pada siklus 1 pertemuan kedua, dimana jumlah sekor klasikal aktivitas belajar siswa (∑M ) = 48, karena 42 ≤ M < 54 maka
42
sesuai dengan penetapan kategori aktivitas belajar siswa, maka aktivitas belajar siswa pada siklus 1 pertemuan kedua berkatagori aktif.
Berdasarkan data hasil observasi dan analisis data aktivitas siswa pada siklus 1 pertemuan pertama dan kedua terlihat bahwa sebagian besar aktivitas siswa aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini sudah mencapai terget dari proses belajar mengajar yang diinginkan yaitu aktivitas belajar minimal berkatagori aktif.
2) Hasil observasi aktivitas guru
Dari pengamatan observasi diperoleh data aktivitas guru sebagai berikut :
a) Pertemuan pertama
Tabel 10
Data hasil aktivitas guru pertemuan pertama
No Indikator Deskriptor Total skor 1. Membangkitkan minat dan
motivasi siswa dalam belajar. Ya 9 2. Pemberian apersepsi pada
siswa. Ya 8
3. Penggunaan pembelajaran
metode ekspositori Ya 9
4. Menyampaikan materi pada
siswa. Ya 11
5. Kemampuan untuk menciptakan suasana kelas
yang kondusip. Ya 9
6. Pengaturan waktu dan melihat situasi pada saat la
tihan berlangsung. Ya 8
7. Pengaturan waktu dan Ya 9
43
melihat situasi pada saat latihan berlangsung.
Jumlah 63
Tergolong Sangat aktif
b) Pertemuan kedua
Tabel 11
Data Aktivitas Guru Pertemuan Kedua
No Indikator Deskriptor Total skor 1. Membangkitkan minat dan
motivasi siswa dalam belajar. Ya 9 2. Pemberian apersepsi pada
siswa. Ya 10
3. Penggunaan pembelajaran
metode ekspositori Ya 11
4. Menyampaikan materi pada
siswa. Ya 12
5. Kemampuan untuk menciptakan suasana kelas
yang kondusip. Ya 9
6. Pengaturan waktu dan melihat situasi pada saat la
tihan berlangsung. Ya 8
7. Pengaturan waktu dan melihat situasi pada saat
latihan berlangsung. Ya 10
Jumlah 69
Tergolong sangat Aktif
Berdasarkan data hasil observasi kegiatan guru siklus I pertemuan pertama dan kedua dapat kita lihat bahwa guru sangat aktif dalam proses pembelajaran . Hal ini dapat dilihat pada skenario pembelajaran, dimana guru membimbing siswa dari awal pelajaran sampai akhir pelajaran, ketika diskusi berlangsung guru tidak hanya duduk diam memperhatikan siswa mengerjakan tugas, akan
44
tetapi guru membimbing dan mengarahkan siswa jika ada kesulitan didalam diskusi.
c) Hasil Evaluasi
Hasil evaluasi pada siklus I selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 1.13. Berikut ini disajikan secara singkat data hasil evaluasi pada siklus I.
Tabel 12
Data hasil evaluasi siklis I
Jumlah siswa 20 orang
Jumlah siswa yang mengikuti tes 19 orang
Nilai rata-rata kelas 69
Jumlah siswa yang tuntas 17 orang
Jumlah siswa yang tidak tuntas 3 orang Porsentase ketuntasan klasikal 85 %
Data di atas menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu ≥ 85% siswa harus mendapat nilai
≥ 65. Berdasarkan dari data yang terkumpul adalah sebagai berikut :
P = 17 N = 20
Dari nilai di atas dimasukkan dalam rumus ketuntasan belajar klasikal beriku:
KB = 𝑁𝑃 𝑥 100%
= 1720 𝑥 100% = 85 %
45
Berdasarkan penskoran untuk tiap butir soal terdapat 19 orang yang bisa mengerjakan soal 6 dengan porsentase penskoran 95 % dan terdapat 18 orang yang mampu mengerjakan soal nomor 7 dengan porsentase penskoran 80%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagain besar siswa mampu mengerjakan soal nomor 6 dan 7.
d) Refleksi
Dilihat dari hasil yang diperoleh pada siklus I, sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar secara klasikal yaitu ≥ 85% siswa harus mendapat nilai ≥ 65, sehingga penelitian tidak perlu dilanjutkan kesiklus berikutnya, tetapi karena materi yang diteliti belum sepenuhnya dibahas dan untuk lebih menyempurnakan penelitian ini maka akan dilanjutkan ke siklus berikutnya.