• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian siklus II

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

2. Hasil penelitian siklus II

45

Berdasarkan penskoran untuk tiap butir soal terdapat 19 orang yang bisa mengerjakan soal 6 dengan porsentase penskoran 95 % dan terdapat 18 orang yang mampu mengerjakan soal nomor 7 dengan porsentase penskoran 80%.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagain besar siswa mampu mengerjakan soal nomor 6 dan 7.

d) Refleksi

Dilihat dari hasil yang diperoleh pada siklus I, sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar secara klasikal yaitu ≥ 85% siswa harus mendapat nilai ≥ 65, sehingga penelitian tidak perlu dilanjutkan kesiklus berikutnya, tetapi karena materi yang diteliti belum sepenuhnya dibahas dan untuk lebih menyempurnakan penelitian ini maka akan dilanjutkan ke siklus berikutnya.

46 a. Perencanaan Tindakan

Perencanaan tindakan siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I.

Pada tahap perencanaan ini juga dilakukan persiapan sebagai berikut:

1) Membuat Rencana Perlaksanaan Pembelajaran (lampiran 2.1).

2) Menyiapkan pedoman aktivitas belajar guru dan siswa (lamprian 2.2 dan 2.3 ).

3) Menyiapkan lembar observasi aktivitas belajar guru dan siswa (lampiran 2.4 dan 2.5 ).

4) Membuat soal evaluasi siklus II beserta kunci jawabannya (lampiran 2.6 dan 2.7 )

b. Pelaksanaan tindakan

Pelaksanaan tindakan pada siklus ini, yakni melanjutkan materi yang belum selesai dibahas pada siklus I. Pelaksanaan siklus II dilakukan selama tiga kali pertemuan, pertemuan pertama dan kedua untuk pembelajaran dan pertemuan ketiga untuk evaluasi. Pelaksanaan tindakan siklus II dimulai dari tanggal 23 juni 2011 sampai dengan tanggal 25 juni 2011. Pertemuan pertama pada siklus II ini berlangsung pada hari kamis tanggal 23 juni 2011 selama 2 x 35 menit dengan materi mengubah persen menjadi pecahan biasa dan desimal.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari jumat 24 juni 2011 selama 2 x 35 menit dengan materi menentukan persentase sederhana dari kuantitas atau banyak benda tertentu. Adapun langkah – langkah pembelajaran tertuang dalam skenario pembelajaran yang terdapat

47

pada lampiran 2.1. Pada pertemuan ketiga dilakukan evaluasi yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 25 juni 2011 selama 2x 35 menit, hal ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang diberikan sebelumya dan untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian pada siklus II ini. Adapun materi yang akan dievaluasi pada pertemuan kedua ini adalah sebagai berikut:

- Mengubah persen menjadi pecahan biasa dan desimal.

- Menentukan porsentase sederhana dari kuantitas atau banyak benda tertentu.

c. Hasil observasi

1) Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Berdasarkan hasil observasi, diperoleh data sebagai berikut : Tabel 13

Data hasil observasi siswa pertemuan pertama

No Indikator Total Skor

1. Antusiasme siswa dalam mengikuti

kegiatan pembelajaran 9

2. Interaksi guru dengan siswa. 12 3. Interaksi siswa dengan siswa. 9 4. Aktivitas siswa dalam mengerjakan

tugas. 11

5. Partisipasi siswa dala menyimpulkan

hasil belajar. 59

Jumlah 50

Tergolong Aktif

Hal ini berdasarkan analisis aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama mengalami peningkatan jika dibandingkan pada

48

siklus I pertemuan pertama dan kedua, hal ini dapat diketahi dari jumlah skor aktivitas belajar siswa (∑M ) = 50, karena 42 ≤ M < 54.

Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan dari kelima indikator.

Pada siklus II pertemuan pertama guru mengajak anak berdiskusi sehingga anak menjadi lebih aktif didalam kelas. Sesuai dengan penetapan katagori aktivitas belajar siswa, maka aktivitas belajar siswa pada siklus II ini masih berkatagori aktif.

Tabel 14

Data hasil observasi siswa siklus II pertemuan kedua

No Indikator Total Skor

1. Antusiasme siswa dalam mengikuti

kegiatan pembelajaran 9

2. Interaksi guru dengan siswa. 10 3. Interaksi siswa dengan siswa. 9 4. Aktivitas siswa dalam mengerjakan

tugas. 9

5. Partisipasi siswa dala menyimpulkan

hasil belajar. 11

Jumlah 48

Tergolong Aktif

Hal ini berdasarkan analisis aktivitas belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama mengalami penurunan jika dibandingkan pada siklus II pertemuan pertama, hal ini dapat diketahi dari jumlah skor aktivitas belajar siswa (∑M ) = 48. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan metode pembelajaran yang diterapkan, pada pertemuan kedua ini metode ekspositori yang diterapkan adalah metode ceramah ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Akan tetapi karena jumlah

49

sekor aktivitas belajar siswa diatas 42 maka pada siklus II ini masih berkatagori aktif.

2) Hasi Observasi Aktivitas Guru Table 15

Data aktivitas guru siklus II pertemuan pertama No Indikator Deskriptor Total skor

1. Membangkitkan minat dan

motivasi siswa dalam belajar. Ya 9 2. Pemberian apersepsi pada

siswa. Ya 10

3. Penggunaan pembelajaran

metode ekspositori Ya 11

4. Menyampaikan materi pada

siswa. Ya 12

5. Kemampuan untuk menciptakan suasana kelas

yang kondusip. Ya 10

6. Pengaturan waktu dan melihat situasi pada saat la

tihan berlangsung. Ya 9

7. Pengaturan waktu dan melihat situasi pada saat

latihan berlangsung. Ya 8

Jumlah 69

Tergolong Sangat aktif

Table 16

Data aktivitas guru siklus II pertemuan kedua No Indikator Deskriptor Total skor

1. Membangkitkan minat dan

motivasi siswa dalam belajar. Ya 9 2. Pemberian apersepsi pada

siswa. Ya 11

3. Penggunaan pembelajaran

metode ekspositori Ya 11

4. Menyampaikan materi pada Ya 12

50 siswa.

5. Kemampuan untuk menciptakan suasana kelas

yang kondusip. Ya 9

6. Pengaturan waktu dan melihat situasi pada saat la

tihan berlangsung. Ya 12

7. Pengaturan waktu dan melihat situasi pada saat

latihan berlangsung. Ya 4

Jumlah 68

Tergolong Sangat aktif

Berdasarkan data hasil observasi siklus II pertemuan pertama dan kedua dapat dilihat bahwa aktifitas guru tergolong sdangat aktif didalam kelas. Dan mengalami peningkatan pada siklus II ini dibandingkan dengan siklus sebelumya.

d. Hasil Evaluasi

Hasil evaluasi pada siklus II selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2.8 Berikut ini disajikan secara singkat data hasil evaluasi pada siklus II :

Tabel 17

Data hasil evaluasi siklis II

Jumlah siswa 20 orang

Jumlah siswa yang mengikuti tes 20 orang

Nilai rata-rata kelas 74,5

Jumlah siswa yang tuntas 17 orang

Jumlah siswa yang tidak tuntas 3 orang Persentase ketuntasan klasikal 85 % Data diatas menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu ≥ 85%. Dari data tersebut diatas menunjukkan bahwa persentase

51

siswa yang mendapat nilai lebih dari 65 ( tuntas belajar) siklus I sama dengan porsentase pada siklus II. Pada siklus II ini sudah tercapai ketuntasan belajar secara klasikal, ini berarti proses pembelajaran pada siklus II dikatakan berhasil.

e. Refleksi

Jika dilihat dari hasil yang diperoleh dari siklus II, dapat dikatakan sudah tuntas karena telah mencapai ketuntasan belajar klasikal yaitu banyak siswa yang tuntas ≥ 85%, dan aktivitas belajar siswa dan guru sudah memenuhi katagori aktif. Akan tetapi karena materi belum selesai dibahas untuk menyempurnakan penelitian ini maka peneliti perlu melanjutkan kesiklus berikutnya.

Dokumen terkait