• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

E. Hasil Penelitian Yang Relevan

1. Penelitian yang dilakukan Vira Afriyati tahun 2012 yang berjudul

“Kontribusi Self Esteem dan Perlakuan Orangtua terhadap Kematangan Arah Pilihan Karier Siswa SMA. (Studi deskriptif terhadap siswa SMA Adabiah Padang)”. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kontribusi self esteem dan perlakuan orangtua terhadap kematangan arah pilihan karier siswa sebesar 18,4%. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah menggunakan variabel terikat yang sama yaitu arah pilihan karier. Perbedaannya terletak pada variabel bebas, dalam penelitian ini menggunakan kontribusi self esteem dan perlakuan orang tua, sedangkan peneliti menggunakan layanan informasi.

2. Penelitian yang dilakukan Ahmad Yusron, dkk tahun 2017 yang berjudul

“Efektivitas Konseling Realita dalam Memantapkan Pilihan Karir Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam pilihan karier skor stabilitas siswa pada saat sebelum diberikan konseling realita memiliki skor rendah dan setelah pemberian perlakuan konseling realita didapatkan skor tinggi.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah menggunakan variabel terikat yang sama yaitu pilihan karier. Perbedaannya terletak pada variabel bebas, dalam penelitian ini menggunakan konseling realita, sedangkan peneliti menggunakan layanan informasi.

3. Penelitian yang dilakukan Hadi Pranoto tahun 2017 yang berjudul “Layanan Bimbingan Kelompok Mahasiswa Prodi BK Mengunakan Media ICT (Information And Communications Technology) Basis Social Media”. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan menggunakan media ICT basis social media dapat menyenangkan dan mempermudah layanan bimbingan kelompok. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang peneliti lakukan yaitu sama-sama menggunakan media ICT. Perbedaannya terletak pada variabel bebasnya, dalam penelitian yang peneliti lakukan menggunakan layanan informasi sedangkan dalam penelitian ini menggunakan layanan bimbingan kelompok.

F. Kerangka Berpikir

Dalam penelitian ini terdapat variabel X sebagai variabel bebas yaitu layanan informasi dan variabel Y sebagai variabel terikat adalah arah pilihan

karier.

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Penelitian

Berdasarkan gambar 2.1 di atas, dapat dilihat bahwa pemahaman arah pilihan karier siswa dapat meningkat dengan diberikan layanan informasi dengan media ICT dan pilihan karier siswa menjadi lebih terarah. Dari pemahaman arah pilihan karier siswa yang rendah menjadi meningkat dengan cara pemberian layanan informasi. Hal ini menunjukkan keterkaitan meningkat atau tidaknya pemahaman siswa mengenai arah pilihan karier melalui informasi yang diperoleh.

G. Hipotesis Penelitian

Hipotesis belum tentu benar, benar atau tidaknya data hipotesis tergantung dari pengujian secara empiris. Adapun hipotesis penelitian ini adalah :

1. Ho : Tidak terdapat pengaruh layanan informasi dengan media ICT untuk meningkatkan pemahaman arah pilihan karier siswa kelas X IPS SMAN 4 Kota Bengkulu.

2. Ha : Terdapat pengaruh layanan informasi dengan media ICT untuk meningkatkan pemahaman arah pilihan karier siswa kelas X IPS SMAN 4 Kota Bengkulu.

Pemahaman Siswa Tentang Arah Pilihan Karier (Meningkat) Pemahaman Siswa

Tentang Arah Pilihan Karier

(Rendah)

Layanan Informasi Dengan Media

ICT

29

BAB III

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian

Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif pre-eksperimen.

Hasil dari penelitian pre-eksperimen yang merupakan variable dependen, bukan semata-mata dipengaruhi oleh variable independen. Hasil ini dapat terjadi karena adanya variable control dan sampel tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2006: 109)

Desain penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah one-group pre-test-post-test design. Menurut Sugiyono (2006: 110) bahwa one-group pre-test-post-test design, yaitu terdapat pre-test sebelum diberikan penelitian dan post-test setelah diberikan layanan. Dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 2 kali pengukuran yaitu pengukuran angket pemilihan karier sebelum pemberian layanan informasi dengan media ICT, dan pengukuran angket pemilihan karier setelah layanan informasi dengan media ICT.

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Keterangan:

O1 : Nilai pre-test (Sebelum diberikan Perlakuan)

X : Perlakuan (Pemberian layanan informasi dengan media ICT kepada siswa kelas X IPS 3)

O2 : Nilai post-test (Setelah diberikan Perlakuan)

O1 X O2

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat penelitian

Penelitian dilakukan secara online melalui grup whatsapp pada siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 4 Kota Bengkulu.

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 3-24 agustus 2020.

C. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMAN 4 Kota Bengkulu yang terdiri dari 5 kelas, sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 1 kelas (X IPS 3) dari keseluruhan populasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (sampel yang memiliki pemahaman karier rendah).

D. Prosedur Pengambilan Subjek Penelitian 1. Populasi

Zuriah (2009: 116) menjelaskan bahwa populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah 150 siswa kelas X IPS SMAN 4 kota Bengkulu, data diperoleh dari pihak Tata Usaha SMAN 4 kota Bengkulu.

Tabel 3.1

Jumlah Populasi Kelas X IPS

No Kelas Jumlah Populasi

1 X IPS 1 30

2 X IPS 2 30

3 X IPS 3 30

4 X IPS 4 30

5 X IPS 5 30

Jumlah 150

Sumber: Tata Usaha SMAN 4 Kota Bengkulu 2. Sampel

Zuriah (2009: 118) menjelaskan bahwa sampel didefinisikan sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh (master) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling ialah pemilihan sekelompok subjek berdasarkan ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri dari populasi. Pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling karena berdasarkan hasil rekomendasi dari guru BK di SMAN 4 Kota Bengkulu, sampel yang diambil dari populasi adalah siswa di kelas X IPS 3 dikarenakan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Memiliki tingkat pemahaman karier yang masih rendah.

b. Belum memiliki arah pilihan karier kedepannya.

c. Tujuan arah pilihan karier belum jelas.

d. Belum mengetahui jenis-jenis pilihan karier dan persyaratannya.

E. Variabel Penelitian 1. Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu arah pilihan karier a. Definisi konseptual

Pilihan karier adalah adalah suatu keputusan yang dipilih seorang individu untuk menentukan pilihan jabatan, pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, kemampuan, minat dan bakat terhadap karier.

b. Definisi operasional

Pilihan karier adalah suatu proses yang berlangsung lama untuk menentukan suatu keputusan dalam pilihan jabatan, pekerjaan yang dipengaruhi oleh faktor internal (faktor dari dalam) maupun eksternal (faktor dari luar) dari diri individu dan sesuai dengan keinginan, kemampuan, minat, bakat, serta potensi yang dimiliki.

2. Variabel Bebas (X)

Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu layanan informasi.

a. Definisi konseptual

Layanan informasi adalah pemberian pemahaman kepada siswa untuk pemahaman diri guna sebagai arahan pilihan yang akan diambil kedepannya.

b. Definisi operasional

Layanan informasi adalah salah satu layanan dalam bimbingan dan konseling guna pemberian pemahaman kepada siswa mengenai berbagai hal yang dibutuhkan untuk memahami diri sebagai acuan guna

mengambil suatu keputusan atau arahan yang akan diambil kedepannya.

F. Prosedur Eksperimen

Prosedur dalam penelitian eksperimen yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Persiapan (Tahap Awal)

Tahap persiapan merupakan langkah awal yang perlu dilakukan sebelum melakukan kegiatan penelitian. Pada tahap ini, langkah kegiatan yang dilakukan adalah:

a. Menyusun proposal

Proposal penelitian disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan penelitian.

b. Menetapkan instrumen penelitian

Penetapan instrumen dalam penelitian ini berguna sebagai alat ukur yang akan diberikan ketika pre-test maupun post-test. Instrumen yang akan digunakan adalah angket atau kuesioner mengenai arah pilihan karier yang disusun dengan menggunakan skala likert.

c. Dalam mempersiapkan angket pre-test post-test sesuai dengan kisi-kisi yang telah ada untuk pengumpulan data dan mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) beserta materi yang akan disampaikan mengenai arah pilihan karier. Penelitian ini dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan secara online melalui grup whatsapp.

2. Pelaksanaan (Tahap Inti)

Pelaksanaan penelitian ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a. Pemberian pre-test

Pre-test diberikan kepada sampel penelitian dengan menggunakan angket mengenai arah pilihan karier yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.

b. Pelaksanaan layanan/perlakuan

Pada tahap ini siswa kelas X IPS 3 SMAN 4 Kota Bengkulu mendapat perlakuan. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah layanan informasi dengan media ICT online berupa grup whatsapp mengenai arah pilihan karier. Layanan ini diberikan sebanyak 6 kali secara berurutan supaya layanan yang diberikan efektif.

c. Pemberian Post-test

Melaksanakan post-test pada seluruh siswa kelas X IPS 3 SMAN 4 Kota Bengkulu setelah mereka diberi perlakuan dengan cara mengisi soal angket tes melalui google form. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat arah pilihan karier siswa setelah diberikan perlakuan.

3. Tahap Akhir

Melakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan perhitungan statistik program aplikasi SPSS versi 22.0 yaitu mengolah data hasil dari pre-test dan post-test. Selanjutnya membuat kesimpulan dari hasil eksperimen.

Tabel 3.2 Pelaksanaan Kegiatan

No Pertemuan Tanggal Kegiatan Waktu Tujuan

1

Pre-test 10 Agustus 2020

Pengisian angket tentang arah pilihan karier

90 menit

Untuk mengetahui tingkat pemahaman pilihan karier siswa sebelum diberikan layanan

2 Pertemuan ke 1

11 Agustus 2020

Pemahaman mengenai tujuan pilihan karier

93 menit

Agar siswa memiliki Pemahaman mengenai tujuan pilihan karier 3 Pertemuan

ke 2

12 Agustus 2020

Jenis-jenis pilihan karier

94 menit

Agar siswa memahami jenis-jenis pilihan karier

4 Pertemuan ke 3

13 Agustus 2020

Informasi

mengenai jurusan di perguruan tinggi.

174 menit

Agar siswa memahami informasi mengenai jurusan di perguruan tinggi.

5 Pertemuan ke 4

14 Agustus 2020

Langkah-langkah dalam memilih karier

97 menit

Agar siswa memahami langkah-langkah dalam memilih karier setelah tamat SMA.

6 Pertemuan ke 5

18 Agustus 2020

Pemahaman mengenai

persyaratan dalam pilihan karier

92 menit

Agar siswa memahami persyaratan dalam pilihan karier

7 Pertemuan ke 6

19 Agustus 2020

Penentuan pilihan karier dengan pertimbangan minat dan bakat

150 menit

Agar siswa dapat menentukan pilihan karier dengan pertimbangan minat dan bakat.

8 Post-test 21 Agustus 2020

Pengisian angket tentang arah pilihan karier

90 menit

Untuk mengetahui tingkat pemahaman pilihan karier siswa setelah diberikan layanan

G. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner

Walgito (2010: 72) kuesioner atau angket adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh responden atau orang/anak yang ingin diselidiki. Dengan kuesioner, dapat diperoleh fakta-fakta atau opini-opini (Walgito, 2010: 72).

Kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner langsung yang tertutup karena responden hanya tinggal memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap sesuai dengan dirinya. Kuesioner ini dilakukan dengan menggunakan google form.

Pada penelitian ini, peneliti akan menggunakan kuesioner arah pilihan karier berupa angket skala likert. Menurut Sugiyono (2013: 136) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Penggunaan skala likert dalam penelitian ini untuk mengukur pendapat siswa mengenai arah pilihan karier dengan memperhatikan skor jawaban peserta didik dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 3.3

Skor Item Instrumen

No

Alternatif Jawaban Skor Jawaban

Favorable (+) Unfavorable (-)

1 SS = Sangat Sesuai 4 1

2 S = Sesuai 3 2

3 TS = Tidak Sesuai 2 3

4 STS = Sangat Tidak Sesuai 1 4

Kuesioner arah pilihan karier dengan aspek dan indikator sebagai berikut:

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Skala Arah Pilihan Karier

No Indikator

Nomor Item

Jumlah Favorable

(+)

Unfavorable (-)

1

Memiliki

pemahaman diri 1, 2, 3, 4, 25,

26, 27, 28. 14, 15, 16 11

2

Memiliki kemampuan

merencanakan masa depan

5, 6, 7, 8, 29, 30

17, 18, 19, 20,

34 11

3

Kemampuan untuk membentuk identitas

karier 9, 10, 31, 32 21 5

4

Membentuk

pola-pola karier, yaitu

kecenderung-an arah karier.

11, 12, 13, 33 22, 23, 24, 35

8

Total 35

2. Uji validitas

Sujarweni dan Endrayanto (2012: 186) menjelaskan bahwa uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Uji validitas dilakukan dengan beberapa prosedur. Pertama, angket diuji validitasnya oleh beberapa orang ahli di bidang bimbingan dan konseling.

Setelah angket dinyatakan valid oleh para ahli, kemudian dilaksanakan uji coba angket kepada kelas yang tidak termasuk dalam sampel. Angket uji coba yang telah disebar selanjutnya diuji validitas menggunakan scale pada Statistical Packages for sosial science (SPSS)

versi 22.0. Jika r hitung ≥ r tabel maka data dikatakan valid, tetapi jika r hitung ≤ r tabel maka data dikatakan tidak valid. Dari 40 item yang dinyatakan tidak valid yaitu, 14, 22, 31, 37, 38. Sedangkan yang dinyatakan valid yaitu, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32, 33, 34, 35, 36, 39, 40.

3. Uji reliabilitas

Sugiyono (2019: 207), menjelaskan bahwa instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bisa digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Dalam penelitian ini uji reliabilitas menggunakan SPSS versi 22.0 dengan rumus Alpha Cronbach’s.

Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.5

Reliabilitas Angket Arah Pilihan Karier

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

Cronbach's Alpha Based

on Standardized Items N of Items

,890 ,897 35

Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel 3.5 diperoleh Cronbach’s Alpha sebesar 0,890. Menurut Ghozali (dalam Purnama, 2015:137) instrumen dikatakan reliabel apabila nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6. Berarti 0,890 > 0,6. Oleh karena itu, kuesioner arah pilihan karier dapat dikatakan reliabilitas yang baik.

H. Teknik Analisis Data 1. Uji hipotesis

Rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus uji-t.

Menurut Darmadi (2011: 291) uji t digunakan untuk menentukan apakah dua mean berbeda secara signifikan atau tidak pada suatu tingkat probabilitas yang dipilih. Penggunaan uji-t dalam penelitian ini digunakan untuk melihat perbedaan skor pre-test dan post-test. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bantuan Statistical Packages For Social Science (SPSS) versi 22.0 metode analisis data statistic compare means dengan rumus Paired Samples T Test dengan rumus uji-t menurut Yuliardi, dkk (2017: 203) sebagai berikut:

t=

− 𝑥1

− 𝑥2

𝑠12

𝑛1+𝑠2

2

𝑛2−2𝑟( 𝑠1

√𝑛1)( 𝑠2

√𝑛2)

Keterangan:

𝑥1 : Rata-rata sampel 1

𝑥2 : Rata-rata sampel 2

𝑠1 : Simpangan baku sampel 1 𝑠2 : Simpangan baku sampel 2 𝑠12 : Varians sampel 1

𝑠22 : Varians sampel 2

r : Korelasi antara dua sampel

Kriteria pengujian hipotesis menggunakan uji-t yaitu jika nilai Sig (2-tailed) < 0,05 maka (𝐻0) ditolak dan (𝐻𝑎) diterima.

40

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data

Peneliti terlebih dahulu mengklasifikasikan skor populasi dalam pengisian instrumen angket. Seperti yang dijelaskan di Bab III, barulah kemudian diberikan layanan informasi dengan media ICT mengenai arah pilihan karier. Angket yang diberikan merupakan angket skala Likert yang memiliki 4 pilihan jawaban yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS). Adapun jenis angket terdiri dari angket pernyataan positif dan angket pernyataan negatif.

a. Deskripsi Penentuan Kategori

Penentuan kategori dilakukan melalui rumus rata-rata dan standar deviasi, dengan diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.1 Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation

Total 150 35 140 87,5 17,5

Valid N (listwise) 150 Keterangan :

1) N menunjukkan jumlah populasi yaitu 150 orang siswa 2) Minimum menunjukkan data terkecil yaitu 35

3) Maximum menunjukkan data terbesar yaitu 140 4) Mean menunjukkan nilai rata-rata yaitu 87,5

5) Standart Deviation menunjukan nilai standar deviasi atau simpangan baku yaitu 17,5

Menurut Azwar (2012: 15) penentuan kategori didasari atas asumsi bahwa skor populasi subjek terdistribusi secara normal. Penentuan kategori dilakukan melalui rumus rata-rata dan standar deviasi, dengan penjabaran sebagai berikut:

Tabel 4.2

Penentuan Kategori Skor

No Kategori Skor Rumus

1 Sangat Tinggi M + 1,5 (SD) ≤ X = ≤ 113

2 Tinggi M + 0,5 (SD) < X ≤ M + 1,5 (SD) = 96-112 3 Sedang M – 0,5 (SD) < X ≤ M + 0,5 (SD) = 78-95 4 Rendah M – 1,5 (SD) < X ≤ M – 0,5 (SD) = 61-77 5 Sangat Rendah X ≤ M – 1,5 (SD) = 60 ≤

Berdasarkan perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa skor dan kategorinya adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3 Penentuan Kategori

Interval Skor Kategori

≤ 113 Sangat Tinggi

96-112 Tinggi

78-95 Sedang

61-77 Rendah

60 ≤ Sangat Rendah

b. Deskripsi Pre-test

Tabel 4.4 Hasil Skor Pre-test

No Kode Siswa Skor Pre-test Kategori Skor

1 AP 77 Rendah

2 ASP 66 Rendah

3 AA 69 Rendah

4 APS 70 Rendah

5 BS 77 Rendah

6 CE 69 Rendah

7 DA 75 Rendah

8 DDS 73 Rendah

9 EPR 77 Rendah

10 FH 74 Rendah

11 FJS 73 Rendah

12 FN 74 Rendah

13 FAA 71 Rendah

14 FRA 76 Rendah

15 FH 77 Rendah

16 FLN 68 Rendah

17 G 84 Sedang

18 HA 77 Rendah

19 LM 72 Rendah

20 MNH 92 Sedang

21 MSS 93 Sedang

22 OY 74 Rendah

23 PSA 77 Rendah

24 R 76 Rendah

25 RS 75 Rendah

26 RMA 81 Sedang

27 RR 74 Rendah

28 RM 93 Sedang

29 SAP 77 Rendah

30 SRN 76 Rendah

Dari tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki pemahaman arah pilihan karier kategori sedang berjumlah 5 orang, dan kategori rendah berjumlah 25 orang. Frekuensi skor pre-test adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5

Frekuensi Skor Pre-test

Kategori Jumlah Siswa Presentase

Sangat Tinggi (≤ 113) 0 0%

Tinggi (96-112) 0 0%

Sedang (78-95) 5 17%

Rendah (61-77) 25 83%

Sangat Rendah (60 ≤) 0 0%

Total 30 100%

Berdasarkan tabel 4.5 diatas, dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki arah pilihan karier dengan kategori sedang (78-95) sebanyak 5 orang dengan presentase 17%, dan siswa dengan kategori rendah (61-77) sebanyak 25 orang dengan presentase 83%.

Gambar 4.1 Kategori Pretest

17%

83%

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Berdasarkan gambar 4.1 diatas, dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki arah pilihan karier dengan kategori sedang dengan presentase 17%, dan siswa dengan kategori rendah dengan presentase 83%.

Berdasarkan hasil data pre-test tersebut, peneliti dapat mengetahui siswa yang memiliki skor sedang dan rendah. Langkah selanjutnya, peneliti memberikan layanan informasi dengan media ICT kepada sampel yang telah diberikan angket pre-test untuk melihat apakah ada atau tidak adanya peningkatan pemahaman arah pilihan karier siswa setelah diberikan layanan informasi dengan media ICT.

Setelah diberikannya perlakuan (layanan) sebanyak 6 kali pertemuan secara online, peneliti melakukan post–test, dengan memberikan soal tes yang sama pada saat pre-test.

c. Deskripsi Post-test

Tabel 4.6 Hasil Skor Post-test

No Kode Siswa Skor Post-test Kategori Skor

1 AP 106 Tinggi

2 ASP 95 Sedang

3 AA 112 Tinggi

4 APS 111 Tinggi

5 BS 111 Tinggi

6 CE 110 Tinggi

7 DA 112 Tinggi

8 DDS 109 Tinggi

9 EPR 112 Tinggi

10 FH 111 Tinggi

11 FJS 110 Tinggi

12 FN 112 Tinggi

13 FAA 98 Tinggi

14 FRA 112 Tinggi

15 FH 100 Tinggi

16 FLN 95 Sedang

17 G 109 Tinggi

18 HA 106 Tinggi

19 LM 100 Tinggi

20 MNH 112 Tinggi

21 MSS 110 Tinggi

22 OY 111 Tinggi

23 PSA 101 Tinggi

24 R 105 Tinggi

25 RS 112 Tinggi

26 RMA 105 Tinggi

27 RR 110 Tinggi

28 RM 112 Tinggi

29 SAP 111 Tinggi

30 SRN 101 Tinggi

Hasil pengolahan pada tabel 4.6, skor post-test menunjukkan bahwa nilai skor termasuk kategori tinggi berjumlah 28 orang dikarenakan siswa tersebut lebih mampu memahami arah pilihan kariernya secara mendalam, dan kategori sedang berjumlah 2 orang dikarenakan siswa sudah cukup memahami arah pilihan kariernya.

Tabel 4.7

Frekuensi Skor Post-test

Kategori Jumlah Siswa Presentase

Sangat Tinggi (≤ 113) 0 0%

Tinggi (96-112) 28 93%

Sedang (78-95) 2 7%

Rendah (61-77) 0 0%

Sangat Rendah (60 ≤) 0 0%

Total 30 100%

Berdasarkan tabel 4.7 diatas, dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki arah pilihan karier dengan kategori tinggi (96-112) sebanyak 28 orang dengan presentase 93%, dan siswa dengan kategori sedang (78-95) sebanyak 2 orang dengan presentase 7%.

Gambar 4.2 Kategori Post-test

93%

7% 0%

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Berdasarkan gambar 4.2 diatas, dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki arah pilihan karier dengan kategori tinggi dengan presentase 93%, dan siswa dengan kategori sedang dengan presentase 7%.

Jika nilai rata-rata post-test termasuk dalam kategori tinggi maka terdapat pengaruh peningkatan pemahaman arah pilihan karier siswa setelah diberikan layanan informasi dengan media ICT.

d. Perbandingan Skor Pre-test terhadap Post-test

Perbandingan skor sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) diberikan layanan informasi dengan media ICT dapat dilihat pada gambar 4.3 berikut:

Gambar 4.3

Perbandingan Skor Pre-test dan Post-test

Berdasarkan gambar 4.3 diatas terlihat kenaikan skor peningkatan pemahaman arah pilihan karier siswa yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan mengenai arah pilihan karier juga berbeda-beda. Berikut tabel untuk melihat perbandingan skor pre-test dan post-test pada diagram diatas:

0 20 40 60 80 100 120

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29

Skor Pre-test Skor Post-test Kenaikan

Tabel 4.8

Perbandingan Skor Pre-test dan Post-test No Kode

Siswa

Pre-test Post-test

Kenaikan Skor Kategori Skor Kategori

1 AP 77 Rendah 106 Tinggi 29

2 ASP 66 Rendah 95 Sedang 29

3 AAG 69 Rendah 112 Tinggi 43

4 APS 70 Rendah 111 Tinggi 41

5 BS 77 Rendah 111 Tinggi 34

6 CE 69 Rendah 110 Tinggi 41

7 DA 75 Rendah 112 Tinggi 37

8 DDS 73 Rendah 109 Tinggi 36

9 EPR 77 Rendah 112 Tinggi 35

10 FH 74 Rendah 111 Tinggi 37

11 FJS 73 Rendah 110 Tinggi 37

12 FN 74 Rendah 112 Tinggi 38

13 FAA 71 Rendah 98 Tinggi 27

14 FRA 76 Rendah 112 Tinggi 36

15 FH 77 Rendah 100 Tinggi 23

16 FLN 68 Rendah 95 Sedang 27

17 G 84 Sedang 109 Tinggi 25

18 HA 77 Rendah 106 Tinggi 29

19 LM 72 Rendah 100 Tinggi 28

20 MNH 92 Sedang 112 Tinggi 20

21 MSS 93 Sedang 110 Tinggi 17

22 OY 74 Rendah 111 Tinggi 37

23 PSA 77 Rendah 101 Tinggi 24

24 R 76 Rendah 105 Tinggi 30

25 RS 75 Rendah 112 Tinggi 37

26 RMA 81 Sedang 105 Tinggi 24

27 RR 74 Rendah 110 Tinggi 36

28 RM 93 Sedang 112 Tinggi 19

29 SAP 77 Rendah 111 Tinggi 34

30 SRN 76 Rendah 101 Tinggi 25

Jumlah 2287 3221 925

Tertinggi 93 Sedang 112 Tinggi 43

Terendah 66 Rendah 95 Sedang 17

Rata-rata 76,2 Rendah 107,4 Tinggi 30,8

Berdasarkan tabel 4.8, 30 siswa yang telah diberikan perlakuan berupa layanan informasi dengan media ICT mengalami kenaikan skor pada hasil post-test. Terlihat pada tabel pre-test rata-rata siswa memiliki pemahaman

arah pilihan karier yang tergolong dalam kategori rendah dengan rata-rata skor 76,2. Namun setelah diberikan perlakuan mengalami kenaikan skor terlihat pada tabel post-test rata-rata siswa memiliki pemahaman arah pilihan karier yang tergolong dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor menjadi 107,4. Hal itu dikarenakan siswa lebih memahami arah pilihan kariernya setelah diberikan layanan informasi dengan media ICT.

2. Hasil Uji Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh layanan informasi dengan media ICT untuk meningkatkan pemahaman arah pilihan karier siswa kelas X IPS SMAN 4 Kota Bengkulu.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan bantuan Statistical Packages For Social Science (SPSS) metode statistic compare means dengan rumus Paired Samples T Test dikarenakan untuk melihat perbedaan nilai pre-test dan post-test. Kriteria pengujian hipotesis menggunakan uji-t jika nilai Sig (2-tailed) < 0,05 maka (Ho) ditolak dan (Ha) diterima.

Hipotesis yang tersusun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha : Terdapat pengaruh layanan informasi dengan media ICT untuk meningkatkan pemahaman arah pilihan karier siswa kelas X IPS SMAN 4 Kota Bengkulu.

Ho : Tidak terdapat pengaruh layanan informasi dengan media ICT untuk meningkatkan pemahaman arah pilihan karier siswa kelas X IPS SMAN 4 Kota Bengkulu.

Dokumen terkait