• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penilaian Komite-Komite di bawah Direksi 1. Asset and Liability Committee (ALCO)

Dalam dokumen Tata Kelola Perusahaan (Halaman 87-90)

13. Laporan Pelaksanaan Tugas dan Penilaian Komite Eksekutif Direksi

Komite Eksekutif Direksi merupakan komite-komite yang dibentuk oleh Direksi untuk memberikan kontribusi kepada pemenuhan kebutuhan bisnis BCA sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab Direksi.

Saat ini terdapat 7 (tujuh) Komite Eksekutif di bawah Direksi yaitu:

f. Menginformasikan penyelenggaraan produk bank terkait sistem pembayaran dimana Bank diwajibkan untuk mempunyai persetujuan dari kedua belah pihak baik OJK maupun BI sehingga membutuhkan waktu dalam proses persetujuan tersebut.

3. Komite Manajemen Risiko Terintegrasi (KMRT) KMRT dibentuk untuk memastikan kerangka kerja manajemen risiko telah memberikan perlindungan yang memadai terhadap seluruh risiko yang dihadapi BCA dan Perusahaan Anak secara terintegrasi.

Realisasi Program Kerja KMRT Selama Tahun 2021 Sepanjang tahun 2021, KMRT telah merealisasikan program kerja sebagai berikut:

• Menginformasikan mengenai hasil stress test terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA tahun 2021.

• Menginformasikan mengenai Laporan Profil Risiko Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA Semester II tahun 2020.

• Menginformasikan mengenai Laporan Profil Risiko Terintegrasi Konglomerasi Keuangan BCA Semester I tahun 2021.

• Menginformasikan update case ransomware/

malware.

• Menginformasikan mengenai SE OJK No. 7/SEOJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah, serta SE OJK No. 8/SEOJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi dan Perusahaan Reasuransi Syariah.

• Menginformasikan mengenai perhitungan ATMR untuk risiko operasional dengan menggunakan pendekatan standar bagi bank umum.

• Menginformasikan mengenai POJK Manajemen Risiko dalam penggunaan Teknologi Informasi oleh Lembaga Jasa Keuangan Non Bank.

• Menginformasikan mengenai Integrated IT and Security Infrastructure for Subsidiaries.

4. Komite Kebijakan Perkreditan (KKP)

KKP dibentuk untuk mengarahkan pemberian kredit melalui perumusan kebijakan perkreditan dalam rangka pencapaian target perkreditan yang prudent.

Realisasi Program Kerja KKP Selama Tahun 2021 Sepanjang pelaksanaan tugas kepengurusannya di tahun 2021, KKP telah melaksanakan program kerja, yakni memberikan rekomendasi terkait

“Penyesuaian/Tambahan Kebijakan Restrukturisasi Kredit Debitur Terdampak COVID-19”.

5. Komite Kredit (KK)

Komite Kredit (KK) dibentuk untuk membantu Direksi dalam mengevaluasi dan/atau memberikan keputusan kredit sesuai batas wewenang yang ditetapkan Direksi, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BCA dan dengan memperhatikan pengembangan bisnis dan melakukan prinsip kehati-hatian (prudent).

Realisasi Program Kerja KK Korporasi dan KK Komersial Selama Tahun 2021

Sepanjang tahun 2021, KK telah memberikan keputusan atau rekomendasi atas pemberian kredit (baru, tambahan, penurunan dan/atau perpanjangan, restrukturisasi dan restrukturisasi COVID-19) sesuai limit kewenangan, termasuk penetapan/perubahan struktur kredit.

6. Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI) KPTI dibentuk untuk memastikan penerapan sistem teknologi informasi (TI) sejalan dengan rencana strategis BCA serta meningkatkan keunggulan bersaing BCA melalui pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna.

Realisasi Program Kerja KPTI Selama Tahun 2021 Sepanjang tahun 2021, KPTI telah merealisasikan program kerja antara lain:

• Mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan proyek strategis TI yang selaras dengan strategic corporate objective BCA serta arah bisnis BCA.

• Mengevaluasi implementasi proses dan teknologi yang digunakan dalam pengembangan proyek TI.

• Mengkaji dan mengawasi langkah-langkah strategis untuk meminimalkan risiko investasi TI, menurunkan biaya operasional, serta meningkatkan service level TI.

• Melakukan pemantauan atas penggunaan anggaran TI tahun 2021.

• Mengkaji dan mengevaluasi proyek-proyek strategis TI yang baru, yaitu:

a) Always On, dengan pemanfaatan teknologi cloud, improvement dari sisi incident dan problem handling, serta high availability untuk berberapa layanan transaksi nasabah, serta implementasi teknologi parallel sysplex pada pada mainframe.

b) Pengembangan aplikasi dengan teknologi baru, antara lain digital signature.

c) Rencana pemindahan system dari platform mainframe ke open system (offloading)

d) Penerapan cloud technology yang memungkinkan pengaturan kapasitas infrastruktur secara cepat, fleksibel dan efisien sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

• Mengevaluasi dan mengawasi inisiatif TI yang dilaksanakan untuk mendukung delivery proyek-proyek strategis TI, sebagai berikut:

a) Strategi offloading aplikasi backend dari mainframe ke open system, untuk mendukung system architecture yang lebih agile, flexible dan efisien.

b) Improvement layanan transaksi yang dapat diakses 24/7 oleh nasabah.

c) Implementasi tanda tangan digital sebagai sarana pendukung work from anywhere.

d) Improvement incident response dan problem management review, yang berdampak pada waktu penanganan incident yang lebih cepat, serta untuk meningkatkan system availability.

e) Improvement problem review blameless post mortem, yakni proses pengelolaan problem yang berfokus pada penemuan root cause suatu problem dan pemantauan progres implementasi solusi untuk mitigasi pengulangan problem yang sama.

f) Review pengembangan myBCA pada 2021 dan rencana pengembangan myBCA 2022.

g) Penerapan cloud technology untuk development environment, serta review atas aspek risk, compliance dan security pada penyedia layanan cloud.

h) Review inisiatif citizen development yang dapat mempercepat automasi dan/

atau inovasi pada unit kerja.

7. Komite Pertimbangan Kasus Kepegawaian (KPKK) KPKK dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Direksi. Pembentukan KPKK memiliki misi untuk memberikan rekomendasi yang independen kepada Direksi mengenai penyelesaian kasus yang memenuhi prinsip keadilan dan kesetaraan melalui penelaahan kasus pelanggaran dan/atau kejahatan yang dilakukan pekerja.

Realisasi Program Kerja KPKK selama tahun 2021 KPKK telah merealisasikan program kerja yang mencakup pemberian masukan berupa informasi, analisis, dan pertimbangan untuk membuat rekomendasi kepada Direksi atas beberapa kasus tindak pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja yang memerlukan keputusan Direksi untuk tindak lanjut penyelesaiannya berupa pengenaan sanksi dan/atau pembenahan sistem dan prosedur operasional dan/atau pemrosesan kasus secara hukum.

Penjelasan terkait Komite Eksekutif Direksi dipaparkan secara rinci pada Bab Komite-Komite Eksekutif Direksi di halaman 440 pada Laporan Tahunan ini.

14. Laporan Pelaksanaan Tugas Direksi

Laporan Pelaksanaan Tugas Direksi selengkapnya disajikan pada halaman 26 bagian Laporan Direksi pada Laporan Tahunan ini.

Kebijakan dan pelaksanaan rapat Direksi, termasuk rapat bersama Dewan Komisaris, dan tingkat kehadiran rapat masing-masing anggota Direksi selengkapnya disajikan pada halaman 397-404 bagian Rapat Dewan Komisaris, Direksi, dan Rapat Gabungan pada Laporan Tahunan ini.

15. Penilaian Kinerja Anggota Direksi

Penilaian terhadap Kinerja Anggota Direksi yaitu terkait prosedur pelaksanaan penilaian kinerja, kriteria yang digunakan, dan pihak yang melakukan penilaian dapat dilihat pada halaman 409-410 bagian Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi pada Laporan Tahunan ini.

RAPAT DEWAN KOMISARIS, DIREKSI

Dalam dokumen Tata Kelola Perusahaan (Halaman 87-90)