Susunan Anggota Komite Audit periode April - Desember 2021
Nama Posisi di Komite Jabatan di BCA Periode Jabatan
berdasarkan RUPST Sumantri Slamet Ketua (merangkap sebagai anggota) Komisaris Independen 2021 - 2026
Fanny Sagitadewi Anggota Pihak Independen 2021 - 2026
Rallyati A. Wibowo Anggota Pihak Independen 2021 - 2026
D. Profil dan Kualifikasi Anggota Komite Audit
Sumantri SlametRiwayat pendidikan, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Audit dapat dilihat pada Profil Perusahaan halaman 80 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
Fanny Sagitadewi
Riwayat pendidikan, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Audit dapat dilihat pada Profil Perusahaan halaman 81 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
Rallyati A. Wibowo
Riwayat pendidikan, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Audit dapat dilihat pada Profil Perusahaan halaman 82 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
E. Pendidikan atau Pelatihan
Selama tahun 2021, anggota Komite Audit telah melaksanakan pendidikan atau pelatihan secara virtual sebagai berikut:
Nama Pendidikan / Pelatihan Penyelenggara Tanggal
Sumantri Slamet Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 80 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
Fanny Sagitadewi Audit Firm Culture (The Role of Audit Committee) Financial Reporting Council
22 Juni 2021 Accounting Shenanigans: Peran dan Tanggung
Jawab Manajemen, Komisaris, Auditor, dan Regulator
Ikatan Akuntansi Indonesia
1 Juli 2021
Mitigating Risk In Indonesian Banking PERBANAS 1 Juli 2021 First Year Implementation of Key Audit Matters KPMG Indonesia’s Board
Governance Forum (BGF)
23 September 2021
Indonesia Knowledge Forum X BCA 7 Oktober 2021
Tax Update: Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
Ikatan Akuntansi Indonesia
12 November 2021
KPMG Asia Pasific Board Leadership & Assurance Summit: Insight. Opportunity. Growth
KPMG 16 November
2021 Refreshment dan Sharing Session mengenai ESG &
Climate Change Impact
TSC 14 Desember
2021 Rallyati A. Wibowo Mitigating Risk in Indonesian Banking PERBANAS 1 Juli 2021
Indonesia Knowledge Forum X BCA 7 Oktober 2021
2021 IIA Indonesia National Conference: GRC Forum & Conference
IIA Indonesia 27-29 Oktober 2021
2021 Annual Technical Update PwC 29 Oktober 2021
Enhanced Auditor's Report and Key Audit Matters Deloitte Indonesia 22 November 2021
Sustainability Reporting: An overview of Best Practices in Australia and perspectives from Indonesia landscape
IAI, IAPI, and CPA Australia
29 November 2021
Nama Pendidikan / Pelatihan Penyelenggara Tanggal The Future of Sustainability Reporting and its
Accounting Implications
Deloitte Learning Solutions Indonesia
14 Desember 2021 Refreshment dan Sharing Session mengenai ESG &
Climate Change Impact
TSC 14 Desember
2021
F. Masa Jabatan Anggota Komite Audit
Masa jabatan anggota Komite Audit akan berakhir pada saat berakhirnya masa jabatan Ketua Komite Audit yang juga adalah Komisaris Independen BCA, serta dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya. Masa jabatan anggota Komite Audit pada periode ini akan berakhir pada saat penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.
G. Persyaratan Keanggotaan Komite Audit
Persyaratan Umum1. Ketua Komite Audit hanya dapat merangkap jabatan sebagai Ketua Komite paling banyak pada 1 (satu) komite lainnya di BCA.
2. Anggota Komite Audit yang berasal dari Pihak Independen dapat merangkap jabatan sebagai Pihak Independen anggota komite lainnya di BCA, bank lain, dan/atau perusahaan lain, sepanjang yang bersangkutan:
a. Memenuhi seluruh kompetensi yang dipersyaratkan.
b. Memenuhi kriteria independensi.
c. Mampu menjaga rahasia BCA.
d. Memperhatikan kode etik yang berlaku.
e. Tidak mengabaikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Komite.
3. Anggota Komite Audit wajib memiliki integritas, akhlak, dan moral yang baik.
4. Anggota Komite Audit wajib mematuhi Kode Etik BCA dan Kode Etik Komite Audit yang ditetapkan oleh BCA.
Persyaratan Kompetensi
1. Anggota Komite Audit wajib memiliki kemampuan, pengetahuan, pengalaman sesuai dengan bidang pekerjaannya, serta
3. Anggota Komite Audit bersedia meningkatkan kompetensi secara terus menerus melalui pendidikan dan pelatihan.
4. Komite Audit wajib memiliki paling kurang satu anggota yang berlatar belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi dan/atau keuangan.
Persyaratan Independensi
1. Anggota Komite Audit bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai Publik atau pihak lain yang memberi jasa assurance, jasa non-assurance, jasa penilai dan/atau jasa konsultasi lain kepada BCA dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir.
2. Anggota Komite Audit bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan BCA dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir kecuali Komisaris Independen.
3. Anggota Komite Audit dilarang berasal dari anggota Direksi, baik pada bank yang sama maupun pada bank yang lain.
4. Anggota Komite Audit tidak mempunyai saham langsung maupun tidak langsung pada BCA.
5. Dalam hal anggota Komite Audit memperoleh saham BCA baik langsung maupun tidak langsung akibat suatu peristiwa hukum, maka saham tersebut wajib dialihkan kepada pihak lain dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan setelah diperolehnya saham tersebut.
6. Anggota Komite Audit tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang
menjadi Pihak Independen sebagai anggota Komite Audit sebelum menjalani masa tunggu (cooling off) selama 6 (enam) bulan. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi mantan Direksi atau Pejabat Eksekutif yang tugasnya melakukan fungsi pengawasan.
H. Independensi Anggota Komite Audit
Seluruh anggota Komite Audit adalah pihak independen yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan usaha dengan BCA yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
Aspek independensi anggota Komite Audit periode Januari - Maret 2021 dapat dilihat pada tabel berikut:
Aspek Independen Cyrillus Harinowo Ilham Ikhsan Tjen Lestari Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan
Komisaris dan Direksi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepengurusan di perusahaan, perusahaan anak maupun perusahaan afiliasi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham di perusahaan.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi, dan/atau sesama anggota Komite Audit.
3 3 3
Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik, pejabat, dan pemerintah.
3 3 3
Aspek independensi anggota Komite Audit periode April - Desember 2021 dapat dilihat pada tabel berikut:
Aspek Independen Sumantri Slamet Fanny Sagitadewi Rallyati A Wibowo Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan
Komisaris dan Direksi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepengurusan di perusahaan, perusahaan anak maupun perusahaan afiliasi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham di perusahaan.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi, dan/atau sesama anggota Komite Audit.
3 3 3
Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik, pejabat, dan pemerintah.
3 3 3
I. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit
Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:Laporan dan Informasi Keuangan
1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan BCA kepada publik dan/atau pihak otoritas, dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan BCA.
2. Menelaah dan memberikan saran/
rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya rencana transaksi afiliasi/
transaksi pihak berelasi yang material.
3. Menelaah dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan BCA.
Audit Internal
1. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai pengangkatan dan pemberhentian Kepala DAI.
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait penyusunan rencana audit, ruang lingkup, dan anggaran DAI.
3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas persetujuan Piagam Audit Internal.
4. Memantau dan mengkaji efektivitas pelaksanaan audit internal BCA.
5. Mengevaluasi kinerja DAI dalam aspek kecukupan dan efektivitas fungsi audit internal di BCA serta memastikan DAI menjunjung tinggi integritas dalam pelaksanaan tugas; serta memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait pemberian remunerasi tahunan DAI secara keseluruhan serta penghargaan kinerja.
6. Memastikan DAI melakukan komunikasi dengan Direksi, Dewan Komisaris, Auditor Eksternal, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Indonesia (BI).
7. Memastikan DAI bekerja secara independen.
Audit Eksternal
1. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris berdasarkan hasil evaluasi mengenai penunjukan, penunjukan kembali, dan pemberhentian atau penggantian Kantor Akuntan Publik (KAP) dan/atau Akuntan Publik (AP) yang akan mengaudit laporan keuangan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan, serta imbalan jasa.
2. Melakukan monitoring atas pelaksanaan audit KAP, terhadap aspek:
a. Kesesuaian pelaksanaan audit oleh KAP dengan Standar Audit yang berlaku.
b. Kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi yang berlaku.
c. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan KAP atas jasa yang diberikannya.
Proses/Sistem Pengendalian Internal
1. Memastikan Direksi mengambil tindakan yang diperlukan secara cepat atas hasil temuan DAI, AP dan hasil pengawasan OJK serta BI.
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk pengendali mutu independen dari pihak eksternal dengan tujuan melakukan kaji ulang terhadap DAI.
3. Melakukan penelaahan atas kepatuhan BCA terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perbankan, Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan serta ketentuan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha BCA.
4. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi BCA.
Menjalankan tugas-tugas lain yang relevan dengan fungsi Komite Audit atas permintaan Dewan Komisaris.
J. Wewenang Komite Audit
Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit mempunyai wewenang sebagai berikut:
1. Mendapatkan laporan dari Kepala DAI, meliputi antara lain rencana kerja DAI, laporan pelaksanaan audit internal dan laporan hasil audit internal.
2. Mengakses dokumen, data, dan informasi BCA tentang karyawan, dana, aset, dan sumber daya yang diperlukan.
3. Dapat berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko, dan akuntan terkait tugas dan tanggung jawab Komite Audit.
4. Jika diperlukan, dapat melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan tugasnya.
5. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.
K. Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat Komite Audit
Komite Audit mengadakan rapat sedikitnya 4 (empat) kali dalam setahun, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Dewan Komisaris No.
117/SK/KOM/2019 perihal Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) PT Bank Central Asia, Tbk. Rapat hanya dapat diselenggarakan apabila dihadiri oleh paling sedikit 51% (lima puluh satu persen) dari jumlah anggota komite, termasuk Komisaris Independen dan Pihak Independen.
b. Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam rapat komite wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat beserta alasan perbedaan pendapat tersebut.
Data kehadiran anggota Komite dalam rapat Komite Audit periode Januari - Maret 2021 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Cyrillus Harinowo 6 6 100%
Ilham Ikhsan 6 6 100%
Tjen Lestari 6 6 100%
Data kehadiran anggota Komite dalam rapat Komite Audit periode April - Desember 2021 adalah sebagai berikut:
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Persentase
Sumantri Slamet 22 21 95%
Fanny Sagitadewi 22 22 100%
Rallyati A. Wibowo 22 22 100%
Agenda pelaksanaan rapat Komite Audit sepanjang tahun 2021 adalah sebagai berikut:
No. Tanggal Agenda
1 19 Januari 2021 BCA Performance 2020
2 20 Januari 2021 Realisasi Audit 2020 dan Rencana Audit 2021 3 20 Januari 2021 Audit Clearence Meeting (PwC)
4 10 Februari 2021 Evaluasi dan Rekomendasi Penunjukkan KAP Tahun Buku 2021 5 17 Februari 2021 Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris periode Triwulan IV 2020 6 3 Maret 2021 Rapat Rutin Komite Audit dengan DAI
7 28 April 2021 Pertemuan Awal Komite Audit 2021 dengan DAI 8 5 Mei 2021 Rapat Rutin Komite Audit dengan DAI
9 18 Mei 2021 Meeting Internal Komite Audit
10 19 Mei 2021 Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris periode Triwulan I 2021 11 27 Mei 2021 Introduction Meeting PricewaterhouseCoopers (PwC) with Audit Committee 12 31 Mei 2021 Rencana Kerja dan Cakupan Pemeriksaan DAI 2021
13 30 Juni 2021 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit Bulan Juni 2021 14 15 Juli 2021 Bank Wide Performance per Juni 2021
15 21 Juli 2021 Laporan Realisasi Kerja Semester I DAI kepada Dewan Komisaris 16 18 Agustus 2021 Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris periode Triwulan II 2021 17 31 Agustus 2021 Jasa Implementasi LIBOR Transition Program Phase II
18 6 September 2021 Audit Plan PwC Tahun Buku 2021 19 8 September 2021 Rapat Rutin DAI per September 2021
20 9 September 2021 Diskusi terkait Penunjukkan PwC Sebagai Konsultan LIBOR
21 16 September 2021 Diskusi Perbandingan KPMG vs PwC sebagai Konsultan LIBOR Transition Phase II 22 19 Oktober 2021 Bank Wide Performance per September 2021
23 22 Oktober 2021 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit bulan Oktober 2021
24 17 November 2021 Pelaporan Komite kepada Dewan Komisaris periode Triwulan III 2021 25 7 Desember 2021 Rapat Rutin DAI dengan Komite Audit bulan Desember 2021
No. Tanggal Agenda 26 13 Desember 2021 Interim Meeting dengan PwC
27 13 Desember 2021 Private Meeting KA dengan PwC 28 29 Desember 2021 Diskusi Penunjukkan KAP
L. Realisasi Program Kerja dan Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit Selama Tahun 2021
Realisasi Program Kerja Komite Audit BCA selama tahun 2021 adalah sebagai berikut:a. Mengevaluasi dan merekomendasikan kepada Dewan Komisaris penggunaan kembali KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan (firma anggota jaringan global PwC) untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan BCA tahun buku 2021.
b. Melakukan pertemuan dengan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) untuk membahas rencana dan cakupan audit atas Laporan Keuangan BCA tahun buku 2021.
c. Melakukan pertemuan dengan Divisi Keuangan dan Perencanaan untuk mengkaji Laporan Keuangan BCA yang akan dipublikasikan setiap triwulan.
d. Melakukan pertemuan dengan DAI sebanyak 10 (sepuluh) kali untuk:
i. Mengevaluasi perencanaan tahunan.
ii. Mengevaluasi pelaksanaan audit internal setiap semester.
iii. Melakukan diskusi atas hasil audit yang dipandang cukup signifikan.
e. Mengkaji laporan-laporan hasil audit internal dan memantau tindak lanjutnya.
f. Komite Audit meminta unit kerja memberikan penjelasan terkait rencana penunjukkan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) sebagai konsultan yang membantu BCA dalam implementasi LIBOR Transition Program Phase II. Hal ini untuk menghindari conflict of interest, karena PwC juga ditunjuk sebagai auditor Laporan Keuangan BCA Tahun 2021.
g. Mengkaji kepatuhan BCA terhadap ketentuan, peraturan, dan hukum yang
j. Melakukan kajian atas:
i. Hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan dan tindak lanjutnya.
ii. Management Letter dari KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) beserta tindak lanjutnya.
k. Melaporkan hasil kajian dan evaluasi rutin atas aspek governance, manajemen risiko, kepatuhan, dan pengendalian kepada Dewan Komisaris setiap triwulan.
l. Menghadiri secara virtual RUPST, Analyst Meeting dan Rapat Kerja Nasional BCA Tahun 2021.
m. Memberikan penilaian terhadap DAI yang hasilnya disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk diteruskan kepada Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) sesuai POJK No. 1/ POJK.03/2019.
n. Melakukan pertemuan dengan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) untuk membahas hasil akhir audit Laporan Keuangan BCA tahun buku 2021 beserta Management Letter.
II. KOMITE PEMANTAU RISIKO (KPR)
Komite Pemantau Risiko (KPR) dibentuk untuk membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tanggung jawab pengawasan risiko sesuai dengan peraturan yang berlaku.
A. Dasar Hukum
Dasar hukum pembentukan KPR mengacu pada:
• POJK No. 55/POJK.03/2016 tanggal 7 Desember 2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
• SE OJK No. 13/SEOJK.03/2017 tanggal 17 Maret 2017 tentang Penerapan Tata Kelola
• Surat Keputusan Direksi No. 079/SK/DIR/2021 tanggal 29 April 2021 tentang Pengangkatan dan Perubahan Anggota Komite Pemantau Risiko.
• Pedoman Tata Kelola BCA tanggal 30 Juni 2021.
B. Piagam KPR
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, KPR memiliki pedoman kerja yang ditetapkan dalam Piagam Komite Pemantau Risiko, yang telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 172/SK/KOM/2019 tanggal 7 November 2019 perihal Piagam Komite Pemantau Risiko (Risk Oversight Committee Charter).
Cakupan yang diatur dalam Piagam KPR antara lain:
• Struktur Keanggotaan.
• Persyaratan Keanggotaan.
• Masa Tugas.
• Rangkap Jabatan.
• Tugas dan Tanggung Jawab.
• Wewenang.
• Mekanisme Kerja.
• Etika Kerja.
• Waktu Kerja.
• Rapat Komite.
• Penyelengaraan Rapat.
• Pengambilan Keputusan Rapat.
• Risalah Rapat.
Piagam KPR telah diunggah dalam situs web BCA pada bagian Tata Kelola Perusahaan (https://www.
bca.co.id/id/tentang-bca/tata-kelola/Struktur- Organisasi).
C. Struktur dan Keanggotaan KPR
Susunan keanggotaan KPR BCA telah memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai POJK No. 55/
POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum serta sebagaimana yang diatur dalam Piagam KPR. Pada tahun 2021, KPR memiliki 3 (tiga) orang anggota yang telah diangkat oleh Direksi melalui Surat Keputusan Direksi No. 079/SK/
DIR/2021 tanggal 29 April 2021 dan berdasarkan keputusan dalam Risalah Rapat Dewan Komisaris No.21 /RR/KOM/2021 tanggal 28 April 2021.
Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko periode Januari - Maret 2021
Nama Posisi di Komite Jabatan di BCA Periode Jabatan Berdasarkan RUPST Sumantri Slamet Ketua
(merangkap sebagai anggota)
Komisaris Independen 2016 - 2021 Endang Swasthika
Wibowo
Anggota Pihak Independen 2016 - 2021
Ernawati Soegito Anggota Pihak Independen 2020 - 2021
Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko periode April - Desember 2021
Nama Posisi di Komite Jabatan di BCA Periode Jabatan Berdasarkan RUPST Cyrillus Harinowo Ketua
(merangkap sebagai anggota)
Komisaris Independen 2021 - 2026 Endang Swasthika
Wibowo
Anggota Pihak Independen 2021 - 2026
Subianto Rustandi Anggota Pihak Independen 2021 - 2026
D. Profil dan Kualifikasi Anggota KPR
Cyrillus HarinowoRiwayat pendidikan, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Pemantau Risiko dapat dilihat pada Profil Perusahaan halaman 78 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
Endang Swasthika Wibowo
Riwayat pendidikan, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Pemantau Risiko dapat dilihat pada Profil Perusahaan halaman 83 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
Subianto Rustandi
Riwayat pendidikan, keahlian, jabatan, dan pengalaman kerja anggota Komite Pemantau Risiko dapat dilihat pada Profil Perusahaan halaman 84 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
E. Pendidikan atau Pelatihan
Selama tahun 2021, anggota KPR telah melaksanakan pendidikan atau pelatihan secara virtual sebagai berikut:
Nama Pendidikan / Pelatihan Penyelenggara Tanggal Cyrillus Harinowo Dapat dilihat pada Bab Dewan Komisaris - Bagian Program Pelatihan dalam Rangka Meningkatkan
Kompetensi Anggota Dewan Komisaris halaman 364 Laporan Tahunan BCA 2021 ini.
Endang Swathika Wibowo
Loan COVID Restructuring After Implementation of POJK 48 2020
Bankers Association for Risk Management
5 Agustus 2021 Mengelola Risiko Siber dalam Industri Digital LPPI 23 September 2021
Indonesia Knowledge Forum X BCA 7 Oktober 2021
Transformasi SDM di Era Digital Perbanas Institute 8 Desember 2021 Refreshment dan Sharing Session mengenai
ESG & Climate Change Impact
TSC 14 Desember 2021
Subianto Rustandi Loan COVID Restructuring After Implementation of POJK 48 2020
Bankers Association for Risk Management
5 Agustus 2021 Mengelola Risiko Siber dalam Industri Digital LPPI 23 September 2021
Indonesia Knowledge Forum X BCA 7 Oktober 2021
Local Currency Settlement (LCS) Framework of Indonesia Japan (Knitting The Hope of National Economic Recovery with Local Currency Settlement)
BI 10 November 2021
Refreshment dan Sharing Session mengenai ESG & Climate Change Impact
TSC 14 Desember 2021
F. Masa Jabatan Anggota KPR
Masa jabatan Anggota KPR akan berakhir pada saat berakhirnya masa jabatan Ketua KPR yang juga adalah Komisaris Independen. Masa jabatan anggota KPR pada periode ini akan berakhir pada saat penutupan RUPS Tahunan 2026.
G. Persyaratan Keanggotan KPR
Untuk memastikan KPR dapat memenuhi tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris, KPR harus memenuhi persyaratan keanggotaan KPR sebagai berikut:
Persyaratan Umum dan Kompetensi
a. Ketua KPR hanya dapat merangkap jabatan sebagai Ketua Komite paling banyak pada 1 (satu) komite lainnya di BCA.
b. Anggota KPR yang berasal dari Pihak Independen dapat merangkap jabatan sebagai Pihak Independen anggota komite lainnya di BCA, bank lain, dan/atau perusahaan lain, sepanjang yang bersangkutan:
Persyaratan Independensi
a. Anggota KPR dilarang berasal dari anggota Direksi, baik pada bank yang sama maupun pada bank yang lain.
b. Anggota KPR dari Pihak Independen harus berasal dari pihak di luar BCA yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/
atau pemegang saham pengendali, atau hubungan dengan BCA yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
c. Mantan anggota Direksi atau Pejabat Eksekutif BCA, atau pihak-pihak lain yang mempunyai hubungan dengan BCA yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen, perlu menjalani masa tunggu (cooling off) selama 6 (enam) bulan sebelum menjadi Pihak Independen sebagai anggota KPR BCA. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi mantan Direksi atau Pejabat Eksekutif yang tugasnya melakukan fungsi pengawasan.
Aspek independensi KPR dijelaskan pada tabel berikut:
Aspek Independensi Anggota KPR periode Januari - Maret 2021
Aspek Independen Sumantri Slamet Endang Swasthika
Wibowo Ernawati Soegito Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan
Komisaris dan Direksi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepengurusan di perusahaan, anak perusahaan, maupun perusahaan afiliasi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham di perusahaan.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi, dan/atau sesama anggota Komite Pemantau Risiko.
3 3 3
Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik, pejabat, dan pemerintah.
3 3 3
Aspek Independensi Anggota KPR periode April - Desember 2021
Aspek Independen Cyrillus Harinowo Endang Swasthika
Wibowo Subianto Rustandi Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan
Komisaris dan Direksi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepengurusan di perusahaan, anak perusahaan, maupun perusahaan afiliasi.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham di perusahaan.
3 3 3
Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi, dan/atau sesama anggota Komite Pemantau Risiko.
3 3 3
Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik, pejabat, dan pemerintah.
3 3 3
I. Tugas dan Tanggung Jawab KPR
Tugas dan Tanggung Jawab KPR antara lain adalah:
a. Membantu dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pengawasan dan tanggung jawab di bidang manajemen risiko dan memastikan bahwa kebijakan manajemen risiko dilaksanakan dengan baik.
b. Dalam kaitannya dengan proses untuk dapat memberikan rekomendasi, KPR harus melakukan:
1) Evaluasi atas konsistensi antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut.
2) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko, Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Pengarah Teknologi Informasi.
c. Menyusun dan/atau memperbarui pedoman dan tata tertib kerja KPR.
d. Menjalankan tugas-tugas lain yang relevan dengan fungsi KPR atas permintaan Dewan Komisaris.
J. Wewenang KPR
Dalam melaksanakan tugas pengawasannya, KPR memiliki wewenang sebagai berikut:
a. Menerima laporan dari Direksi dan manajemen terkait masalah pengelolaan risiko yang signifikan untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.
b. Melakukan aktivitas lain sesuai dengan Piagam KPR.