• Tidak ada hasil yang ditemukan

BALM

3. Hasil Uji Aktivitas Antioksidan

Pengaruh senyawa antioksidan pada ekstrak kulit buah naga merah yang ditambahakan dalam formula tinted lip and cheek balm dapat diketahui dengan melakukan uji aktivitas antioksidan. Pengujian aktivitas antioksidan formula tinted lip and cheek balm ekstrakkulit buah naga merah dilakukan dengan metode DPPH. Standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah standar asam askorbat .

Tabel 2. Kurva kalibrasi asam askorbat Konsentra

si

Absorbansi % Inhibisi Persamaan Regresi Linear

IC50(ppm)

0,5 0,525 -2,53 y = 24,428 x – 15,922

R2 = 0,998

2,698

1 0,467 8,78

2 0,356 30,46

4 0,088 82,81

Persamaan regresi linier tersebut diperoleh dari plot sumbu x dan y, yang disajikan dalam grafik berikut:

Gambar 3. Grafik kurva kalibrasi asam askorbat

Dari persamaan yang diperoleh maka IC50 pada formula tinted lip and cheek balm yaitu sebagai berikut :

Tabel 3. Hasil Aktivitas antioksidan formula tinted lip and cheek balm Formula Rerata

Absorbansi

Rerata % inhibisi

Persamaan Regresi Linear

IC50(ppm) F1(0%) 0,208 59,37 y = -6,64x + 69,33

R2 = 1

2,911 F2(5%) 0,115 77,43 y = -0,19x + 77,72

R2 = 1

145,8

F3(10%) 0,151 70,5 y = -0,78x + 71,67

R2 = 1

27,78

F4(20%) 0,21 58,97 y = -0,39x+ 59,56

R2 = 1

24,51

Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan asam askorbat diperoleh nilai IC50 sebesar 2,698 ppm. Nilai IC50 pada formula 1 sebesar 2,911 ppm tergolong antioksidan sangat kuat, formula 2 sebesar 145,8 ppm tergolong antioksidan lemah, formula 3

56

sebesar 27,78 ppm tergolong antioksidan sangat kuat, formula 4 sebesar 24,51 ppm tergolong antioksidan sangat kuat.

Nilai IC50 yang semakin kecil maka aktivitas antioksidannya akan semakin kuat, hal tersebut menunjukkan bahwa sampel memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat (Molyneux,2004). Nilai IC yang dihasilkan formula 2, formula 3 dan formula 4 memiliki nilai IC lebih tinggi dibandingkan dengan IC asam askorbat, seharusnya semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka aktivitas antioksidannya juga semakin tinggi.

Hal ini mungkin disebabkan karena proses pemanasan saat memformulasikan ekstrak yang menyebabkan rusaknya zat aktif pada ekstrak.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) dapat dimanfaatkan dalam pembuatan sediaan lip and cheek balm. Perbedaan penambahan konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah mempengaruhi warna yaitu semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan maka semakin gelap warna yang dihasilkan, Hasil uji organoleptis warna pada Formula 1,2,3, dan 4 berturut-turut bewarna putih, magenta terang, magenta dan magenta gelap.

Formula lip and cheek balm pada ke-empat formula bertekstur lembut, beraroma segar khas grapefruit, homogen sera mempunyai daya oles yang baik karena dapat menempel dikulit. Hasil uji titik leleh pada formula 1, 2, 3, dan 4 berturut-turut yaitu 57, 55, 54 dan 52°C. Hasil uji aktivitas antioksidan Formula 1,2,3, dan 4 berturut-turut 2,911 ppm (aktivitas antioksidan sangat kuat); 145,8 ppm (aktivitas antioksidan sedang); 27,78 ppm (aktivitas antioksidan sangat kuat); dan 24,51 ppm (aktivitas antioksidan sangat kuat)

DAFTAR PUSTAKA

ATSDR, 1992. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. Toxicological Profile for Antimony. U.S. Department of Health and Human Services, Public Health Service, Atlanta, USA.

BPOM RI. 2015. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor 18 Tahun 2015 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Jakarta

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. (1981). Daftar Komposisi Bahan Makanan:

Jakarta

Handayani, A.P dan A. Rahmawati. 2012. Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Dragon Fruit) sebagai Pewarna Alami Makanan Pengganti Pewarna Sintetis. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. Vol 1 :19-24

Handayani, S. 2014. Kandungan Kimia Beberapa Tanaman dan Kulit Buah Bewarna Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

Herman, 2010. Identifikasi Pewarna Rhodamin Pada Minuman Ringan Tanpa Merk yang Dijual Di Pasar Sentral Kota Makasar. Vol.1, No.1, Mei 2010, Hal 33-36 IARC, International Agency for Research on Cancer, 1990. Chromium, Nickel and

welding. Vol. 49. IARC, Lyon, France.

Kooyers, TJ., and W.W. (2004). Toxicological aspects and health risk associated with hydroquinone in skin bleaching formula. Nederlands Tijdschrift Voor Geneeskunde, 148, 768-771.

Kristianto, 2008. Buah Naga Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Jakarta : Penebar Swadaya

57

Molyneux P. 2004. The Use of the stable Free Radical Diphenylpicryl-Hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. Songklanakarin Journal of Science and Technology (26 December 2003): 211-19

Oktaviani, E. P., E. Purwajatiningsih, dan F. S. Pranata. 2014. Kualitas dan Aktivitas Antioksidan Minuman Probiotik dengan Variasi Ekstrak Buah Naga Merah (Hyloreceus polyrhizus). Jurnal Teknobiologi 1(1):1-15

Oktiarni, Dwita, Devi Ratnawati, Desy Zahra Anggraini. 2012. “Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus sp.) Sebagai Pewarna dan Pengawet Alami Mie Basah”. Jurnal Gradient. Vol. 8(2): 819-824

Panjuantiningrum, F. 2009. Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Naga Merah Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih. Tesis Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Park, H., and K.K (2011). Association of blood mercury concentrations with atopic dermatitis in adults: A population-based study in Korea. Environmental Research, 111, 573-578

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republic Indonesia Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor Hk.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Cemaran Mikrobaa Dan Logam Berat Dalam Kosmetika

Retno Iswari Tranggono, Fatma Latifah. 2007. Buku Pegangan Pengetahuan Kosmetik.

Jakarta: Pt Gramedia Pustaka Utama

Retno Iswari Trenggono DR, Fatma Latifa. 2007. Kosmetika Jakarta : PT Gramedia Pustaka Umum

Rostamailis, 2005., Perawatan Badan, Kuit Dan Rambut, 120-121, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Rostamailis. 2005. Penggunaan Kosmetik. Dasar Kecantikan dan Berbusana yang Serasi. Jakarata : PT Rineka Cipta

Thyssen, J.P., Johansen, J.D., Menne, TT., 2007. (2007). Contact allergy epidemics and their controls. Contact Dermatitis, 56, 185-195.

Tranggono dan Latifah. 2007. Buku Pengangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Editor : Jhosita Djadjadisastra. Jakarta : Penerbit Pustaka Umum

Wahyuni, Rekna. 2011. “Pemanfaatan Kulit Buah Naga Supermerah (Hylocereus Costaricencis) Sebagai Sumber Antioksidan dan Pewarna Alami Pada Pembuatan Jelly”. Jurnal Teknologi Pangan. Vol. 2 No.1, hlm 68-85

Wiedersberg, S., C.S Leopold, and R.H.G (2008). Bioavailability and bioequivalence of topical glucocorticoids, European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics, 68, 453-466.

Wu, Li-Chen, Hsu, Hsiu-Wen, Chen, Yun-Chen, Chiu, Chih-Chung, Lin, Yu-In and Annie Ho, Ja-An. 2006. Antioxidant and antiproliferative activities of red pitaya. Food Chemistry, 95: 319-327

Yulyuswarni. (2018). Formulasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) sebagai Pewarna Alami dalam Sediaan Lipstick. Jurnal Analis Kesehatan, Vol. 7 No. 1.

58

PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP