• Tidak ada hasil yang ditemukan

HasilUjiStatistik

Dalam dokumen faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan (Halaman 71-82)

BAB V HASIL PENELITIAN

5.3. HasilUjiStatistik

Tabel 5.3.1.

Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu tentang Ikterus di Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)

Pengetahuan Kurang 8 26,7%

Pengetahuan Cukup 20 66,7%

Pengetahuan Baik 2 6,7%

Total 30 100%

Sumber : Data Sekunder

Berdasarkan tabel 5.3.1. hasil penelitian diatas memaparkan, dari 30 respondenbahwasebagian besar responden memilikipengetahuanyang cukup yaitu sebanyak 20 responden (66,7%), namun ada yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 8 responden(26,7%), dan sebagian kecil memiliki pengetahuan baik yaitu 2 responden (6,7%) . Hal tersebut menunjukkan proporsi terbesar

tingkat pengetahuan responden tentang Ikterus Neonatorum adalah berpengetahuan cukup.

5.3.2. Umur Ibu

Tabel 5.3.2.

Distribusi Frekuensi Umur Ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Sumber : Data Sekunder

Berdasarkan tabel 5.3.2. hasil penelitian diatas memaparkan, dari 30 responden bahwa sebagian besar responden berusia 20-35 tahun yaitu sebanyak 24 responden (80%), dansebagiankecilrespondenberusia>35 tahun yaitu sebanyak

Umur Ibu Frekuensi Persentase (%)

Umur <20 tahun 2 6,7%

Umur 20-35 tahun 24 80%

Umur >35 tahun 4 13,3%

Total 30 100%

4 responden (13,3%)dan berusia <20 tahun yaitu sebanyak 2 responden (6,7%).

Hal ini menunjukkan proporsi terbesar usia responden adalah 20-35 tahun.

5.3.3. Pendidikan

Tabel 5.3.3.

Distribusi Frekuensi Pendidikan Ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Pendidikan Ibu Frekuensi Presentase (%)

SD 2 6,7%

SMP 9 30%

SMA 17 56,7%

Perguruan Tinggi 2 6,7%

Total 30 100%

Sumber : Data Sekunder

Berdasarkan tabel 5.3.3. hasil penelitian diatas memaparkan, dari 30 responden bahwa lebih dari setengahnya responden memiliki latar belakang SMA sebanyak 17 responden (56,7%), SMP sebanyak 9 responden (30%) dan sebagian

kecil responden dengan latar belakang pendidikan SDsebanyak 2 responden (6,7%). dan Perguruan Tinggisebanyak 2 responden (6,7%). Hal ini menunjukkan proporsi terbesar pendidikan terakhir responden adalah SMA.

5.3.4. Paritas

Tabel 5.3.4.

Distribusi Frekuensi Paritas di Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Paritas Frekuensi Persentase (%)

Primipara 11 36,7%

Multipara 17 56,7%

Grandemultipara 2 6,7%

Total 30 100%

Sumber : Data Sekunder

Berdasarkan tabel 5.3.4. hasil penelitian diatas memaparkan, dari 30 responden bahwa lebih dari setengahnya responden adalah multipara sebanyak 17 responden (56,7%), primipara sebanyak 11 responden (36,7%) dan sebagian kecil

responden dengan grandemultipara yaitu sebanyak 2 responden (6,7%). Hal ini menunjukkan proporsi terbesar paritasresponden adalahmultipara.

5.3.5. HubunganAntara Pengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan UmurIbudi Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019- Januari 2020

Tabel5.3.5.

HubunganAntara Pengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan UmurIbudi Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Umur Ibu

Pengetahuan Ibu tentang Ikterus Neonatorum Nilai P

Nilai R

Pengetahuan kurang (%)

Pengetahuan cukup (%)

Pengetahuan Baik (%)

Total (%)

<20 tahun 0 (0%) 2 (6,7%) 0 (0%) 2 (6,7%) 0,668 -0,082 20-35

tahun

7 (23,3%) 15 (50%) 2 (6,7%) 24 (80%)

>35 tahun 1 (3,3%) 3 (10%) 0 (0%) 4

(13,3%) Total 8 (26,7%) 20 (66,7%) 2 (6,7%) 30

(100%)

Sumber : Data Sekunder

Berdasarkan tabel 5.3.5. diatas menunjukkan dari 30 responden terdapat lebih banyak yang yang berumur 20-35 tahun yaitu 24 responden (80%) memiliki pengetahuan yang cukup, yaitu 15 orang (50%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 7 orang (23,3%),dan berpengetahuan baik sebanyak 2 orang (6,7%).

Dan dari 4 responden (13,3%) ibu yang berumur >35 tahun memiliki pengetahuan cukup sebanyak 3 orang (10%) dan sebagian kecil berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 1 orang (3,3%), tidak ada yang memiliki pengetahuan baik (0%).Sedangakan dari 2 responden(6,7%) ibu yang berumur <20 tahun memiliki pengetahuan yang cukup, yaitu 2 orang (6,7%), tidak terdapat yang memiliki pengetahuan kurang (0%) dan tidak ada yang memilikipengetahuan baik (0%).

Hasil uji korelasi Spearman Rank dengan α = 5% (0,05) diperoleh nilai p sebesar 0,668 (> α 0,05) sehingga p > 0,05dimana Ho diterima artinya tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang pengetahuan tentang ikterus neonatorum dengan umur ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat.Diperoleh nilai R (koefisien korelasi) sebesar -0,082 , nilai R (koefisien korelasi) tidak bermakna karena tidak ada hubungan sehingga tidak ada korelasi antara pengetahuan dan umur ibu di Puskesmas Kecamatan Senen atau tidak sesuai dengan teori yang menyatakan adanya hubungan kedua variabel diatas.

5.3.6. HubunganAntara Pengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan PendidikanIbudi Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Tabel5.3.6.

HubunganAntara Pengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan PendidikanIbudi Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020 Pendidikan

Ibu

Pengetahuan Ibu tentang Ikterus Neonatorum Nilai P

Nilai R

Pengetahuan Kurang (%)

Pengetahuan Cukup (%)

Pengetahuan Baik (%)

Total (%)

SD 1 (3,3%) 1 (3,3%) 0 (0%) 2 (6,7%) 0,788 0,051

SMP 2 (6,7%) 7 (23,3%) 0 (0%) 9 (30%)

SMA 4 (13,3%) 11 (36,7%) 2 (6,7%) 17

(56,7%) Perguruan

Tinggi

1 (3,3%) 1 (3,3%) 0% (0%) 2 (6,7%)

Sumber : Data Sekunder

Daritabel5.3.6. diatasdapatdiketahuibahwadari 30 responden terdapat lebih dari setengahnya yang memiliki pendidikan SMA yaitu 17 responden (56,7%) lebih banyak yang memiliki pengetahuan cukup yaitu 11 orang (36,7%) dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 4 orang (13,3%) dan yang memiliki pengetahuan baik yaitu 2 orang (6,7%). Dari 9 responden (30%) dengan pendidikan SMPsebagian besar yang memiliki pengetahuan cukup yaitu 7 orang (23,3%) dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 2 orang (6,7%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan baik (0%). Dari 2 responden (6,7%) denganpendidikan SD yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 1 orang (3,3%), pengetahuan cukup 1 orang(3,3%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan baik (0%). Dan dari 2 responden (6,7%) yang memiliki pendidikan tinggi yaitu perguruan tinggi terdapat yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 1 orang (3,3%), pengetahuan cukup 1 orang (3,3%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan baik (0%).

Hasil uji korelasi Spearman Rank dengan α = 5% (0,05) diperoleh nilai p sebesar 0,788 (> α 0,05) sehingga p > 0,05dimana Ho diterima artinya tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan pendidikan ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat.Diperoleh nilai R (koefisien korelasi) Total 8 (26,7%) 20 (66,7%) 2 (6,7%) 30

(100%)

sebesar -0,051 , nilai R tidak bermakna karena tidak ada hubungan sehingga tidak ada korelasi antara pengetahuan dan pendidikan ibu di puskesmas kecamatan senen atau tidak sesuai dengan teori yang menyatakan adanya hubungan kedua variabel diatas.

5.3.7. HubunganAntara Pengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan Paritasdi Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Tabel5.3.7.

Paritas Pengetahuan Ibu tentang Ikterus Neonatorum Nilai P

Nilai R

Pengetahuan kurang (%)

Pengetahuan cukup (%)

Pengetahuan baik (%)

Total (%)

Primipara 1 (3,3%) 8 (26,7%) 2 (6,7%) 11

(36,7%)

0,088 -0,317

Multipara 7 (23,3%) 10 (33,3%) 0 (0%) 17

(56,7%) Grande

Multipara

0 (0%) 2 (6,7%) 0 (0%) 2 (6,7%)

Jumlah 8 (26,7%) 20 (66,7%) 2 (6,7%) 30

HubunganAntara Pengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan Paritasdi Puskesmas Kecamatan Senen Periode November 2019-Januari 2020

Sumber : Data Sekunder

Dari tabel 5.3.7. diatas menunjukkan dari 30 responden terdapat 17 ibu yang multipara (56,7%) memiliki lebih banyak yang berpengetahuan cukup yaitu 10 orang (33,3%), pengetahuan kurang 7 orang (23,3%) dan tidak ada ibu yang memiliki pengetahuan baik (0%). Dan dari 11 (36,7%) ibu yang primipara terdapat lebih banyak yang berpengetahuan cukup yaitu 8 orang (26,7%) dibandingkan dengan yang berpengetahuan baik yaitu 2 orang (6,7%) dan berpengetahuan kurang yaitu 1 orang (3,3%). Sedangkan dari 2 (6,7%)ibu yang grandemultiparayang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 2 orang (6,7%) dan tidak ada yang berpengetahuan kurang (0%) maupun pengetahuan baik (0%).

Hasil uji statistik korelasi Spearman Rank dengan α = 5% (0,05) diperoleh nilai p = 0,088 (> α 0,05) sehingga p > 0,05dimana Ho diterima artinya tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan paritas ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Diperoleh nilai R (koefisien korelasi) sebesar -0,317 , nilai R tidak bermakna karena tidak ada hubungan sehingga tidak ada korelasi antara pengetahuan dan paritas di Puskesmas Kecamatan Senen atau tidak sesuai dengan teori yang menyatakan adanya hubungan kedua variabel diatas.

(100%)

66 BAB VI PEMBAHASAN

Hasil penelitian mengenai“Pengetahuan Ibu tentang Ikterus Neonatorum Berdasarkan Umur, Pendidikan dan Paritas di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat Periode November 2019-Januari 2020” akan dibahas pada bagian ini. Pada bagian ini akan diuraikan tentang kesesuaian antara teori dengan hasil penelitian yang telah dilakukan.

6.1. KeterbatasanPenelitian

Dalammelakukanpenelitian,penelitimengalamibeberapakendala

diantaranya keterbatasan waktu yang diberikan untuk melakukan penelitian, dan dalam pengambilansampel.

6.2. Pembahasan HasilPenelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada BAB ini akan diuraikan pembahasan sesuai dengan variabel dengan analisa bivariat sebagai berikut :

6.2.1.HubunganAntaraPengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan Umur Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi Spearman Rank untuk analisis bivariat yaitu hubungan pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan umur ibu.

Didapatkan hasil yang bermakna secara statistik dengan nilai p sebesar 0,668 sehingga p > 0,05bahwa tidak ada hubungan antarapengetahuan ibu

tentang ikterus neonatorum dengan umur ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat Periode November 2019-Januari 2020.

Pada hasil tabulasi silang dari tabel 5.2.2.1. diatas dapat diketahui bahwaibu yang berumur <20 tahun memiliki pengetahuan yang cukup, yaitu 2 orang (6,7%) tidak ada yang memiliki yang memiliki pengetahuan kurang (0%) maupun pengetahuan baik (0%). Sedangkan ibu yang berumur >35 tahun yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 3 orang (10%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 1 orang (3,3%), tidak ada yang memiliki pengetahuan baik (0%).Sehingga dari hasil tabulasi silang didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan umur ibu. Berarti ibu yang berumur muda maupun dewasa tidak berpengaruh terhadap pengetahuan ibu.

Menurut Aulia (2012) umur merupakan salah satu faktor yang dapat menggambarkan kematangan seseorang baik fisik, psikis maupun sosial, sehingga membantu seseorang dalam pengetahuannya. Semakin bertambah umur, akan semakin berkembang daya tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik/bertambah.

Berdasarkan hasil penelitian dan teori yang dikemukakan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan umur ibu. Hal ini sesuai dengan penelitian (Budiani, 2010) yang mengatakanbahwa semakin tua umur ibu, maka akan semakin sulit dalam menerima suatu hal yang baru. Namunpenelitian ini tidak sesuai dengan

teoriAriani (2014) bahwa jika seseorang itu memiliki umur yang cukup maka akan memiliki pola pikir dan pengalaman yang matang pula. Umur akan sangat berpengaruh terhadap daya tangkap sehingga pengetahuan diperolehnya akan semakin baik.Kesenjangan dengan teori ini mungkin disebabkan kemungkinan olehfaktor lain yang mempengaruhi pengetahuan ibu yang tidak diteliti dalam penelitian ini antara lain pengalaman, sumber informasi, dan pekerjaan.

6.2.2.HubunganAntaraPengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan Pendidikan Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi Spearman Rank untuk analisis bivariat yaitu hubungan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan pendidikan didapatkan hasil yang bermakna secara statistik dengan nilai p sebesar 0,788 ( > α 0,05) sehingga p > 0,05bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan pendidikan ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat Periode November 2019-Januari 2020.

Pada hasil tabulasi silang dari tabel 5.2.2.2.diatas dapat diketahui bahwapendidikan SD yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 1 orang (3,3%), pengetahuan cukup yaitu 1 orang(3,3%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan baik (0%). Dan pendidikan perguruan tinggi yaitu Diploma/Sarjana terdapat yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 1 orang

(3,3%), pengetahuan cukup 1 orang (3,3%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan baik (0%).Dilihat dari pendidikan ibu yang mempunyai pendidikan dasar danpendidikan tinggi mempunyai kecenderungan yang tidak berbeda. Pada ibuyang mempunyai pendidikan dasar maupunpendidikan tinggi keduanya memiliki pengetahuan yang kurang dan cukup. Sehingga dari hasil tabulasi silang didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan pendidikan.Berarti pendidikan rendah atau tinggi tidak berpengaruh terhadap pengetahuan ibu.

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori bahwa menurut pendapat Maulana (2009) pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup. Oleh sebab itu makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan.Kesenjangan dengan teori ini mungkin selain tingkat pendidikan seseorang terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang misalnya dari media sosial,sosial budaya dan lingkungan.

6.2.3. HubunganAntaraPengetahuan Ibu Tentang Ikterus Dengan Paritas

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil uji statistik dengan menggunakan korelasi Spearman Rank untuk analisis bivariat yaitu hubungan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan paritas didapatkan hasil yang bermakna secara statistik dengan nilai p sebesar 0,088 sehingga p > 0,05bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan pendidikan ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat Periode November 2019-Januari 2020.

Pada hasil tabulasi silang dari tabel 5.2.2.3. diatas menunjukkan ibu yang primipara terdapat lebih banyak yang berpengetahuan cukup, yaitu 8 orang (26,7%) dibandingkan dengan yang berpengetahuan baik, yaitu 2 orang (6,7%) dan berpengetahuan kurang, yaitu 1 orang (3,3%). Dan dari 17 ibu yang multipara terdapat lebih dari setengah ibu yang berpengetahuan cukup, yaitu 10 orang (33,3%), berpengetahuan kurang 7 orang (23,3%) dan tidak ada ibu yang memiliki pengetahuan baik (0%). Sehingga dari hasil tabulasi silang didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan paritas ibu. Berarti paritas ibu primipara, multipara maupun grandemultipara tidak berpengaruh terhadap pengetahuan ibu. Adanya beberapa faktor mungkin bisa menjadi salah satu penyebab tidak adanya hubunganantara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan paritas ibu.

Paritas adalah keadaan wanita yang pernah melahirkan bayi hidup.

Dimana para wanita memperoleh pengetahuan dari pengalaman pribadi.

Pengalaman merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Baik diperoleh secara langsung ataupun tidak langsung, namun tidak semua pengalaman pribadi dapat menuntun seseorang untuk menarik kesimpulan dengan benar.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Sri Pipi Arma pada tahun 2018 di RSUD Dewi Sartika didapatkan 14 orang ibu nifas multipara (45,2%). Ibu multipara biasanya dipandang lebih ahli daripada primipara, seseorang yang ahli biasanya memiliki pengetahuan yang lebih banyak, hal ini dapat dilihat dari sikap dan perilakunya, wanita dengan paritas yang rendah terutama terhadap pengetahuannya (Nursalam dan Pariani, 2006).

Penelitian ini juga tidak sesuai dengan teori bahwa menurut pendapat Winkjosastro (2010) multipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu kali. Pada umumnya semakin banyak paritas yang dimiliki oleh seseorang maka semakin banyak pula tingkat pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang dalam perawatan bayi.Kesenjangan ini kemungkinan informasi tentang ikterus bisa berasal dari lingkungan, cerita yang didengar ataupun pengalaman orang lain.

Namun, penelitian ini tidak sesuai dengan teori (Supriasih,2001 Dalam Eka Mardiana, 2013) yang menyatakan bahwa hamil primi

cenderung memiliki pengetahuan yang baik dibanding ibu hamil multi, dikarenakan ibu hamil primi selalu mencari tahu informasi dan selalu ingin tahu keadaan dalam dirinya dan bayinya.

73 BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan penelitian yang berjudul Pengetahuan Ibu tentang Ikterus Neonatorum Berdasarkan Umur, Pendidikan dan Paritas di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat Periode November-Januari 2020., yang telah di lakukan analisis secara univariat dan bivariat diketahui bahwa : 7.1.1. Pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum di Puskesmas Kecamatan

Senen Jakarta Pusat periode November 2019-Januari 2020 menunjukkan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan yang cukup yaitu sebanyak 20 responden (66,7%).

7.1.2. Karakteristik ibu berdasarkan dari umuryang paling mendominasi yaitu umur 20-35 tahun sebanyak 24 responden (80%).

7.1.3. Karakteristik ibu berdasarkan dari pendidikan yang paling mendominasi yaitu pendidikan SMA sebanyak 17 responden (56,7%).

7.1.4. Karakteristik ibu berdasarkan dari paritas yang paling mendominasi yaitu multipara sebanyak 17 responden (56,7%).

7.1.5. Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan umur ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat periode November 2019-Januari 2020 dengan nilai p = 0,668 ( > α 0,05)

7.1.6. Tidak ada hubunganantara pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum dengan pendidikan ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat periode November 2019-Januari 2020 dengan nilai p = 0,788 (> α 0,05) 7.1.7. Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ikterus

neonatorumdengan paritas ibu di Puskesmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat periode November 2019-Januari 2020 dengan nilai p = 0,088 (> α 0,05)

7.2. SARAN

7.2.1. Bagi InstitusiPendidikan

Diharapkan dapat lebih melengkapi referensi seperti buku-buku, sumber, majalah kesehatan, jurnal serta bahan-bahan yang menunjang penulisan Karya Tulis Ilmiah ini guna meningkatkan mutu pendidikan menyarankan agar mahasiswa sebelum menentukan judul sebaiknya menentukan masalah yang layak dan relevan untuk diteliti.

7.2.2. Bagi Peneliti

Diharapkan lebih tepat waktu dalam mengerjakan penelitiannya dan lebih memahami konsep penelitian yang akan diteliti.

7.2.3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Agar lebih mengembangkan dan lebih menyempurnakan penelitian ini dan menggunakan variabel-variabel lain dengan metode yang berbeda yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang ikterus neonatorum.

DAFTAR PUSTAKA

Ainun, Safira.2017.Pengaruh Metode Ceramah Dan Metode Brainstorming (CEBRA) Terhadaap Tingkat Pengetahuan dam Sikap Penanganan Dysmenorhea pada Remaja Putri Kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri Surabaya. Surabaya: Universitas Airlangga

Ariani,A.P.2014.AplikasiMetodologiPenelitianKebidananKesehatanReproduks i. Yogyakarta: NuhaMedika

Arikunto, Suharsimi (2009). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta ________________.(2012). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

________________.(2015). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arma, Sri Pipi. 2018. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas tentang Bounding Attachment di RSU Dewi Sartika Tahun 2018. Halaman 50-52. Pada tanggal 16 Mei 2019

Aulia.,A. (2012). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang Bounding Attachment di RB Yulita Grogol Sukoharjo Tahun 2012. Jurnal.Surakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada.

Azwar,Saifuddin.2010. Realibilitas dan Validitas. Yogyakarta:Pustaka Pelajar Bryon J. Lauer dan Nancy D. Spector. 2011. Hyperbilirubinemia in the Newborn.

Dalam https://pedsinreview.aappublications.org/content/32/8/341. Agustus 2011

BKKBN. (2013). Pedoman Kebijakan Teknis KB Dan Kespro. Kantor Menteri Negara Kependudukan:Jakarta.

Budiman dan Riyanto, A. 2013. Kapita Selekta Kuesioner: Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Salemba Medika,Jakarta.

Dahlan, Sopiyudin., 2011. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Edisi 5.Jakarta, Salemba Medika.

Daniel L. Preud'Homme, MD. 2012. Neonatal Jaundice.American College of Gastroenterology Advancing gastroenterology, improving patient care.

Dalam https://gi.org/topics/neonatal-jaundice/.Universitas South Alabama, Mobile, AL - Diterbitkan Agustus 2006. Diperbarui Desember 2012.

Depdiknas .2003. Undang-undang RI No.20 tahun 2003.tentang sistem pendidikan nasional.

Dewi, V.N.L.2012. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika

Fitriani, (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Tentang Ikterus Neonatorum Di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie.

Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan U’Budiyah Indonesia. Banda Aceh.

Hidayat, A.Aziz Alimul. 2011.Metode Penelitian Kebidanan & Teknik AnalisaData. Jakarta : Salemba Medika

_______________________.2014. Metode Penelitian Kebidanan & Teknik Analisa Data.Jakarta : Salemba Medika

Kemenkes RI. Profil kesehatan Indonesia tahun 2017.Jakarta: Kemenkes RI;

2017.

Karen E. Muchowski,. MD. 2014. Evaluation and Treatment of Neonatal Hyperbilirubinemia.Dalamhttps://www.aafp.org/afp/2014/0601/p873.html .Naval Hospital Camp Pendleton Family Medicine Residency Program, Camp Pendleton, California Am Fam Physician. Diterbitkan Juni 2014.

Kurniati, Putri Indah Dian.2010. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia Berdasarkan Umur, Pendidikan dan Paritas.

Kusumawardani, Erika. 2012. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Praktik Ibu Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Pada Anak. Semarang: Universitas Dipenogoro

Lissauer, T dan Fanaroff, A. 2009. At a Glance Neonatologi. Jakarta: Erlangga.

Luluk Fajria. Ikterus Neonatorum :PROFESI Vol.10, No.3 September 2013- Februari 2014.

Manuaba. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta: EGC Marmi, Raharjo, K. 2014. Asuhan Neonatus Bayi, Balita dan Anak pra sekolah.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Marmi, Raharjo, K. 2014. Asuhan Neonatus Bayi, Balita dan Anak pra sekolah.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Martilova, Dona. 2009. Pengetahuan Ibu Postpartum tentang Ikterus Pada Bayi Baru Lahir Di RSUD PIRNGADI MEDAN TAHUN 2009. Medan.

Maryunani, A, Sari, E.P. 2013. Asuhan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Trans Info Medika

______________________. 2014. ASUHAN NEONATUS, BAYI, BALITA dan ANAK PRA–SEKOLAH.

Mathindas, Stefry, dkk. Hiperbilirubinemia Pada Neonatus : Jurnal Biomedik.Vol.5, No. 1, S4-10. Maret 2013

M. Sholeh kosim , dkk. Buku Ajar Neonatologi. Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Jakarta . 2012

Myles, Frasher.D. (2009). Buku Ajar Bidan Edisi 14. Jakarta : FKUI

Notoatmodjo.2010.PromosiKesehatandanIlmuPerilaku.Jakarta:RinekaCipta __________ .2012. PromosiKesehatandanIlmuPerilaku.Jakarta:RinekaCipta Nursalam dan Pariani.2006. Dalam Jurnal Hubungan Tingkat Pendidikan,

Pekerjaan, Status Ekonomi dengan Paritas di Puskesmas Bahu Manado.Manado. Diakses bulan Februari 2017.

Nursalam.2013.MetodologiPenelitianIlmu

Keperawatan:PendekatanPraktis.Edisi 3. Jakarta:Salemba Medika

Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT. Bina Pustaka. Halaman:

348 – 353.

Puspitosari, R.D, Sumarno dan B. Susatia. 2013. Pengaruh paparan sinar

matahari pagi terhadap penurunan tanda ikterus pada ikterus neonatorum fisiologis. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 22(3):131-140.

Rahmawati, U. A., Heni H.P. dan Ari W. 2014. Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Ikterus Neonatorum Di Wilayah Kerja Puskesmas NgadirejoKabupaten Temanggung. Artikel. STIKES Ngudi Waluyo,Semarang.

Riwidikdo, H. 2013. Statistik Kesehatan. Yogyakarta : CV. Rihama-

Rochman, Merchedes Naaharani, dkk, Hubungan Inisiasi menyusui Dini DenganIkterus Neonatorum Di RSUD Wates Yogyakarta . Media Ilmu Kesehatan:Vol.4, No.2 Agustus 2015.

Rukiyah, A. Y, Yulianti, L. 2012. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Trans Info Media: Jakarta. Edisi Kedua. 2012.

_____________________. 2013. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Jakarta:

Trans Info Media.

Saepudin, Malik. 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan Masyarakat. Jakarta:

Trans Info Media

SDKI. (2012). Angka Kematian Neonatal, Bayi dan Balita di Indonesia tahun 2012. www.infodokterku.com.Diakses tanggal 21 februari

Setiadi. (2013). Konsep dan praktek penulisan riset keperawatan (Ed.2) Yogyakarta: Graha Ilmu

Setiawan, Adi Tejo. 2017. Berilmu Pengetahuan. Yogyakarta : Relasi Inti Media

Sugiyono.2012.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.Bandung:

Alfabeta.

Susi Wdiawati. Hubungan sepsis neonatorum, BBLR dan asfiksia dengankejadian ikterus pada bayi baru lahir : Riset Informasi Kesehatan. Vol.6,No.1 Juni 2017.

Tando, Naomy Marie. (2016). ASUHAN KEBIDANAN Neonatus, Bayi dan Anak Balita.Jakarta : EGC

Wahyuni, Sari. (2011). Asuhan Neonatus, Bayi & Balita.Jakarta : EGC

WHO. Prevalensi kejadian ikterus pada bayi baru lahir. 2015. Available from:URL:www.who.int/who/data/organisasi-kesehatan-

dunia.html.Diakses tanggal 2 April2018.

Williamson, Kenda. Buku Ajar Asuhan Neonatus. Buku Kedokteran : Jakarta.

2013

Winkjosastro. (2010). Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka : Jakarta

Yunita, L., & Mahpolah. Hubungan Umur dengan Tingkat Kecemasan Ibu

Primipara pada Masa Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kertak Hanyar.

Dinamika Kesehatan Vol.12.No.12 , 84-92, 2013

Yuliawati, Ni Putu Eka Sadiwati,dkk. Studi Komparatif Kadar Bilirubin Pada Bayi Baru Lahir Dengan Fototerapi Yang Diberikan ASI Eksklusif Di RST Malang : Nursing News : Vol.3, No.1, 2018.

LAMPIRAN 1. LEMBAR KONSUL

LAMPIRAN

2. DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Dina Yuliarty

Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta, 03 Juli 1999 Jenis Kelamin : Perempuan

Status Pernikahan : Belum Menikah Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Alamat: Jalan P. Komarudin Rt 06/02 No. 94 / Gg. Umbang Kelurahan Cakung, Kecamatan Cakung Timur Kode pos 13910

Motto: Kesuksesan adalah buah dari usaha-usaha kecil yang diulang hari demi hari

No. Telp : 087847093470

Riwayat Pendidikan :

1. SDN CAKUNG BARAT 07 PAGI, Kota Jakarta Lulus tahun 2011 2. SMPN 168 JAKARTA, Kota Jakarta Lulus tahun 2014

3. SMAN 44 JAKARTA, Kota Jakarta Lulus tahun 2017

4. Mahasiswa Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto tahun 2017-2020

Dalam dokumen faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan (Halaman 71-82)

Dokumen terkait