• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM PESANTREN BERBASIS MODERN DI SMAIT DARUL QURAN MULIA

Rubiko Ihsan1*, Hasyim Asya’ari2, dan Sita Ratnaningsih3

123Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

*E-mail: [email protected] Abstrak

Pendidikan Islam sampai saat ini dinilai masih belum mampu melahirkan manusia-manusia yang kompetitif.

Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan antara pendidikan agama dan teknologi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pola implementasi manajemen kurikulum pondok pesantren berbasis modern di SMAIT Darul Quran. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa implementasi manajemen kurikulum pesantren berbasis modern di SMAIT Darul Quran Mulia terbagi menjadi tiga bidang studi yaitu tahfidz, bidang umum dan ulum syar’i yang telah dikemas secara baik sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Proses pembelajaran dilakukan menggunakan alat belajar sehingga dapat memmbatu siswa untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran, disisi yang berbeda terdapat beberapa kendala seperti padatnya kegiatan pembelajaran dan pemberlakuan kurikulum darurat, Sehingga pengelolaan manajemen kurikulum pesantren berbasis modern di SMAIT Darul Quran ini perlu dikemas dengan baik dan ditata kembali sesuai dengan visi pesantren modern serta di implentasikan secara optimal.

Kata kunci: Manajemen, Kurikulum, dan Pondok Pesantren Modern.

Abstract

Islamic education is currently considered still not able to produce competitive human beings. Islamic education needs to integrate religious education and technology. The purpose of this study was to determine the implementation of modern-based Islamic boarding school curriculum management at SMAIT Darul Quran. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the implementation of modern-based pesantren curriculum management at SMAIT Darul Quran Mulia is divided into three fields of study, namely tahfidz, general fields and ulum syar'i which have been packaged well according to the needs and demands of the times. The learning process is carried out using learning tools so that it can help students to maximize learning activities, on the other hand there are several obstacles such as the density of learning activities and the implementation of an emergency curriculum. with the vision of a modern boarding school and implemented optimally.

Keywords: Management, Curriculum, and Modern Islamic Boarding School.

PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini telah mengalami perubahan dan peningkatan yang sangat signifikan.

Peningkatan ini telah telah memberikan efek besar dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan (Bahriah, 2015). Pendidikan merupakan salah satu aspek dalam membangun suatu bangsa.

Pendidkkan bertujuan untuk menggali ilmu pengetahuan dan membuka wawasan seseorang. Berkembang atau tidak suatu kesatuan dapat diamati melalui keberadaan bidang pendidikan, keberadaan itu muncul jika

suatu negara mampu menerapkan manajemen kurikulum yang tepat dan sesuai serta dapat memacu rasa ingin tahu peserta didik.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik maka diperlukan adanya sistem yang tepat. Sistem manajemen yang tepat menjadi faktor aktif dalam kemajuan dan keberhasilan perubahan baik suatu lembaga pendidikan (Kokom & Suryana 2019).

Manajemen sangat dibutuhkan agar suatu lembaga pendidikan dapat terkoordinir efisien serta dapat mengarah pada kepentingan bersama pendidikan. Hal ini sesuai dengan rumusan visi pendidikan nasional yang tertuang dalam undang-undang yang

mengaturnya.

Perkembangan ini berbanding lurus dengan perkembangn zaman tanpa menghilangkan nilai karakter suatu bangsa, salah satu karakter itu adalah karakter religius.

Pendidikan islam digadang dapat menciptakan pelajar yang memiliki keunikan positif atau karakter yang kuat dalam melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. tidak sedikit pihak yang menilai bahwa karakter yang diharapkan itu mulai sulit di cari pada pelajar sekolah pada umumnya. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan salah satu guru ulum syar’i SMA IT Darul Quran Mulia yang menyebutkan bahwa pendidikan karakter atau akhlak saat ini sudah mulai terdegradasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang lain. hal ini juga ditandai dengan banyaknnya peserta didik yang terlibat aktivitas buruk seperti tawuran, penggunaan obat terlarang, pergaulan bebas dan sebagainya. Selaras dengan yang terjadi beberapa tahun terakhir KPAI merilis data mengenai kekerasan didunia pendidikan yang tersebar di banyak daerah sebanyak 127 kasus, diantaranya adalah tawuran antar pelajar. sesuai dengan berita yang di rilis oleh detik news (2021) sejumlah kasus tawuran pelajar berujung maut kerap terjadi beberapa bulan terakhir di sukabumi.

Fenomena yang terus berkembang serta menurunnya moral pelajar sekarang dan krisis multidimensional yang sedang dihadapi, Berdasarkan kajian diberbagai ilmu kedisiplinan, memiliki kesamaan perspektif yaitu krisis ini berpangkal dan berujung pada akhlak dan moral (Ihsan & Chusnul, 2020).

Dibutuhkan kesadaran tingkat tinggi bagi seluruh stakeholder pendidikan dalam menangani dan membuat terobosan baru untuk pendidikan berbasis religius, lembaga pendidikan tersebut dirasa mampu menjadi contoh bagi lembaga lain karena eksintensinya di masyarakat yang berfokus pada bidang tersebut ialah pesantren. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki berbagai jenis program yang sesuai dengan pembinaan karakter yang sangat kuat dan religius.

Pesantren memiliki fungsi untuk meningkatkan kecerdasan ataupun kontrol moral. Kontrol moral dan ilmu agamalah yang menjadi pembeda dibandingkan dengan

sekolah umum lainnnya, fungsi kontrol inilah yang menjadikan pondok pesantren sebagai lembaga penting yang dipercaya sampai saat ini oleh masyarakat setempat dalam mendidik dan mempersiapkan peserta didik menghadapi derasnya kemajuan Ilmu pengatauan dan teknologi atau IPTEK dan arus informasi diera globalisasi. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah berperan dan membuktikan diri sebagai salah satu wadah terpenting dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat terutama yang terintergrasi dengan ilmu keagamaan (Ulfah, Novianni, &

Fithriyah, 2021).

Eksistensi dan kualitas lembaga pesantren perlu dibina secara khusus dan terus menerus kearah yang lebih baik agar secara terus menerus juga dapat mencetak para generasi muslim yang berakhlak atau bermoral, bertaqwa, dan memiliki karakter yang tanggung jawab. Disisi yang beberda banyak juga masyarakat yang menilai pondok pesantren sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Perkembangan teknologi informasi menuntut lembaga pendidikan islam untuk bergerak cepat dan dinamis agar mampu beradaptasi dengan segala dinamika perubahan. Para stakeholder lembaga pendidikan harus mampu melakukan berbagai terobosan dalam mengembangkan pembelajaran agar mampu mengembangkan bakat dan minat siswa, sehingga lulusan lembaga pendidikan islam memiliki kompetensi atau kualitas yang dibutuhkan untuk hidup di zamannya (Ilham & Suyatno 2020).

Menyadari bahwa dari masalah yang dihadapi mengharuskan pondok pesantren untuk berbenah diri dengan mencari cara atau alternatif solusi dengan mengadakan inovasi atau pembaharuan serta melakukan pengembangan disetiap aspek pendidikan, agar pesantren tidak terisolasi dari dunia pendidikan. Menurut Tolkhah dan Barizi dalam Hakim (2018) bahwa kurikulum pendidikan Islam, selain adanya kelemahan yang telah disebutkan sebelumnya, masih terdapat beberapa kekurangan atau titik lemah jika dihadapkan oleh perkembangan modernisasi, diantara kelemahan tersebut adalah: 1).

Pendidikan Islam dianggap sudah tidak relevan dizaman yang penuh modernitas dan

Implementasi Manajemen Kurikulum Pesantren Berbasis Modern SMAIT Darul Quran Rubiko Ihsan1*, Hasyim Asya’ari2, dan Sita Ratnaningsih3

93

dipenuhi oleh pengetahuan teknologi dan reformasi diberbagai sektor, disebabkan hanya lebih fokus terhadap urusan agama saja, (2).

Pendidikan Islam sampai saat ini dinilai masih belum mampu melahirkan manusia-manusia yang kompetitif yang penuh dengan teknologi dan informasi, sehingga yang menjadi tantangan adalah bagaimana pendidikan Islam mampu mengintegrasikan antara pendidikan agama dan teknologi, (3). sistem pendidikan Islam yang sampai saat ini hanya mengarahkan peserta didiknya hanya untuk menghafal (memorizing) sudah tidak sesusai perkembangan zaman saat ini. Dari sekian banyaknya perubahan dan tuntutan masyarakat, pesantren harus segera berbenah dan mengembankan berbagai aspek terkmasuk kurikulum.

Kurikulum merupakan sebuah alat pendidikan untuk mencapai mencapai perkembangan dan kemajuan kualitas sumber daya (SDM). Kurikulum sebagai alat penyedia berbagai bentuk pilihan yang beragam bagi pelajar untuk dapat merasakan kegiatan atau proses belajar mengajar atau pendidikan untuk mencapai tujuan nasional. Kurikulum merupakan aspek yang paling berpengaruh terhadap kualitas pendidikan, Dengan hal ini lembaga pendidikan islam atau pondok pesantren perlu mengembangkan kurikulum modern yang dapat memfasilitasi segala bentuk perubahan dan tuntutan yang ada.

erkembangan kurikulum modern merupakan bentuk ikhtiar dalam mengkombinasikan atau mengintergrasikan kultur pesantren tradisional terhadap perubahan zaman. Integrasi kurikulum pendidikan pesantren dan pendidikan nasional perlu ditata ulang sebagai upaya untuk mengkolaborasikan konsep pendidikan Islam berbasis Al-Quran dan Sunnah dengan pendidikan modern. Dengan demikian, dengan pendidikan integratif ini siswa mampu terbuka dengan ilmu alam, sosial, humaniora, serta IPTEK yang berbasis budaya. (Ilham & Suyatno, 2020).

Kurikulum pesantren perlu ditata ulang dan diperbaiki serta didasari oleh beberapa pertimbangan seperti: (1) lembaga pesantren memiliki kekurangan dari segi kepemimpinan, manajemen dan adanya disorientasi

pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi. Berakibat kepada konsumen atau komite berasal dari golongan ekonomi kelas bawah. (2) Program pesantren, oleh sebagian konsumen dianggap kurang berkualitas sehingga ketertarikan untuk memasukkan anak kedalam pesantren menurun, (3) manajemen kurikulum yang belum terealisasi dengan baik di lingkungan pesantren (Muhtifah, 2016). Penataan dan pengembangan kurikulum modern bisa menjadi solusi bagi lembaga pendidikan islam.

Selain penataan ulang dalam mengembangkan kurikulum pondok pesantren modern, pimpinan sekolah perlu mempunyai kualtitas atau pendekatan manajemen yang baik. Pendekatan manajemen kurikulum di bidang pendidikan merupakan upaya dalam terselenggara kurikulum dalam mencapai visi yang dicita-citakan. Syamsuddin (2017) menyebutkan jika umumnya pada manajemen merupakan proses merancang perencanaa, target dan visi serta menentukan pilihan jalan dan sumber untuk digunakan dalam mencapai visi.

Merujuk pada Fathurrochman et al.

(2021) yang menyebutkan bahwa di indonesia dari 34 provinsi terdapat 26.974 pondok pesantren dan 12.668 satuan pendidikan sejenis. Aplikasi dalam implemetasi manajemen kurikulum sangat perlu dilakukan.

Fokus Manajemen terhadap pilihan-pilihan yang diambil oleh eksekutor pendidikan dalam memastikan bahwa pendidikan dapat diterapkan sesuai rencana atau rancangan yang sudah ditentukan. Langkah-langkah itu secara umum adalah Penerapan fungsi manajemen diantaranya adalah merencanakan, melakukan organisasi, penerapan dan memberikan kontrol dalam organisasi agar mengarah terhadap tujuan yang diharapkan (Syamsuddin, 2017).

Salah satu fungsi manajemen utamanya adalah implementasi, pelaksanaan kegiatan kurikulum harus dapat di eksekusi dengan tepat dan sesuai rencana. Khususnya pada lembaga pendidikan islam seperti pondok pesantren modern yang memliki kurikulum yang lebih kompleks dibandingkan dengan sekolah umum. Harus memadukan

pelajaran umum dan pelajaran pesantren yang memilikin karakteristik masing-masing. Sesuai dengan uraian singkat yang disajikan di paragraf-paragraf sebelumnya peneliti ingin mengkaji dan menetapkan tujuan penlitian yaitu untuk mengetahui implementasi manajemen kurikulum pesantren berbasis modern di SMAIT Darul Qur’an Mulia.

METODEPENELITIAN

Tempat penelitan yang dipilih dan di resa tapat untuk membahas atau mengkaji penelitian ini adalah SMAIT Darul Qur’an Mulia yang beralamat di Jl. Puspitek Pembangunan Kp. Cikarang, Gunung Sindur, Bogor. Waktu pelaksanaan penelitan ini dilakukan dalam kurun waktu satu minggu, 6- 11 Desember 2021. Target dalam penelitian ini adalah bagian-bagian strategis manajer kurikulum pondok pesantren SMAIT Darul Quran Mulia. Dengan sampel yang diambil yaitu Pimpinan Sekolah, Bidang Kurikulum dan Kesiswaan, serta beberapa tenaga pengajar Pondok pesantren SMAIT Darul Quran Mulia.

Metode dan pendekatan penelitian ini menggunakan digunakan penelitian deskriptif- kualitatif yang berfungsi untuk menerangkan atau membuat deskripsi suatu situasi objek dan subjek penelitian Dan metode pendekatan penelitian kualitatif merupakan langkah- langkah penelitian yang inputnya adalah data deskriptif seperi kata-kata tertulis atau lisan dari orang yang diamati prilakunya. Ditambha dengan penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan pada kondisi alamiah atau natural. (Sugiyono, 2009). Data pada penelitian ini diadaptakan melalui alat yang meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

HASILDANPEMBAHASAN Manajemen kurikulum merupakan suatu bentuk pengelolan program yang sistematis dan tersusun berdasarkan pertimbangan-pertimbangan, kooperatif, komprehensif dan sistemik mewujudkan tercapaian tujuan kurikulum. Manajemen kurikulum juga merupakan sebuah perangkat kemampuan dalam mengelola kurikulum, yang diawali perencanaan sampai kepada

evaluasi kurikulum yang bertujuan untukk seluruh program kegiatan pembelajaran terlaksana secara berhasil dan berdaya fungsi dalam Pendidikan (Ibrahim, 2017).

Manajemen merupakan seni dalam mengatur segala bentuk pelaksanaan kegiatan kurikulum. Salah satunya adalah implementasi. implementasi harus dapat dieksekusi dengan tepat dan sesuai rencana.

Khususnya pada lembaga pendidikan islam seperti pondok pesantren modern yang memliki perencanaan kurikulum yang lebih kompleks.

Pesantren Modern

Pesantren modern berfokus pada mengintegrasikan secara penuh sistem sekolah lama (klasikal) dan sekolah baru (umum) ke dalam sartuan pokok program pondok pesantren. Mebahas kitab-kitab klasik tidak lagi menjadi yang utama, bahkan hanya menjadi tambahan saja, melainkan dilengkapi atau menjadi mata pelajaran atau bidang studi. Pesantren modern memuat banyak sekali bidang studi, dalam merancang kurikulum, perancang kurikulum harus dapat mengkaji atau menganalisis segala bidang studi untuk memperoleh, mengeliminasi ataupun mengadaptsi bidang studi yang tepat.

Pesantren modern kerap membuat terobosan- terobosan baru diantaranya menurut asmani dalam Tolib (2015) adalah adanya pengembangan kurikulum berdasarkan kebutuhan ataupun keinginan, melengkapi sarana penunjang proses pembelajaran dan memberi keleluasaan kepada pelajar yang ingin mengembangkan talentanya sesuai dengan keinginan atau bakatnya serta memfasilitas wadah aktualisasi diri di lingkungan sekitar atau masyarakat.

Implementasi Kurikulum Pesantren Modern Smait Darul Quran

Implementasi kurikulum salah satunya adalah kegiatan pembelajaran di kelas.

Pembelajaran di kelas merupakan aplikasi utama kurikulum dan dapat menguji kurikulum itu berlangsung. Pembelajaran selalu berkaitan dengan konsep, prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan, yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata.

Dalam implementasi kurikulum, guru menjadi pelaku utama yang menerapkan

Implementasi Manajemen Kurikulum Pesantren Berbasis Modern SMAIT Darul Quran Rubiko Ihsan1*, Hasyim Asya’ari2, dan Sita Ratnaningsih3

95

secara nyata perencanaan pembelajaran.

Guru bertindak sebagai perencana, pelaksana, dan penilai serta pengembang kurikulum yang sebenarnya (Rusman, 2009, hal. 74).

Perencanaan atau penataan kurikulum di bidang pembelajaran di SMAIT Darul Quran Mulia tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan pondok pesantren modern lainnya. Setiap pondok pesantren modern memiliki ciri khas masing-masing berdasarkan analisis kebutuhan internal maupun eksternal lembaga pendidikannya.

Secara umum implementasi pembelajarannya terbagi menjadi tiga bidang studi yaitu tahfidz, bidang umum dan ulum syar’i. Ketiga bidang tersebut telah dikemas secara baik agar sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Seperti pada kasus bidang studi umum dan pesantren ada beberapa bidang yang dieliminasi untuk menyesuaikan beban belajar yaitu Penjasorkes dan Tashawuf.

Eliminasi tersebut tidak mengurangi nilai-nilai yang ada pada kurikulum pesantren maupun umum.

Melalui hasil wawancara dengan pimpinan sekolah, menyebutkan bahwa bagian yang paling esensial dalam pengembangan kurikulum modern adalah dengan tetap menjaga nilai-nilai ataupun karakteristik dari pesantren itu sendiri, Menurut Ardi wibowo dalam Abdurrahman (2017) pesantren mempunyai peran utama yaitu sebagai bagian dari pendidikan yang mempunyai kekhasan atau keuinikan.

Pesantren memiliki budaya/tradisi keilmuan yang tidak sama dengan budaya/tradisi keilmuan yang ada pada lembaga pendidikan umumya, diantaranya adalah madrasah atau sekolah.

Pada tahun ini SMAIT Darul Quran Mulia sedikit merancang dan menata ulang kurikulum berdasarkan kurikulum yang di sesuaikan yaitu kurikulum darurat yang digunakan di kondisi khusus pandemi yang diterbitkan oleh satuan pendidikan. Pilihan yang dipilih oleh sekolah adalah dengan melakukan penyederhanaan capaian belajar atau kompetensi dasar. Sehingga guru tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan

seluruh kompentensi dasar dan hanya menyesuaikan dengan kompetensi dasar dalam kurikulum darurat yang sudah disepakati dalam forum MGMP daerah sekitar.

Melalui observasi yang dilakukan ditemukan beberapa hal diantaranya adalah proses pembelajaran terlaksana dengan baik, pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan smart classroom (TV) dengan alat belajar tab untuk masing-masing siswa dan guru selalu menyiapkan administrasi kegiatan belajar mengajar seperti RPP dan bahan ajar yang sesuai dan telah diverikiasi oleh bagian kurikulum. Melalui hasil wawancara yang dilakukan dengan bagian bidang kurikulum, menyampaikan bahwa tenaga pendidik dalam melaksanakan tugasnya atau prosesnya dibebaskan untuk berkreasi dan berinovasi sesuai dengan bidangnya masing-masing, bagian kurikulum hanya memverifikasi dan menentukan kriteria untuk membantu mengarahkan guru agar tetap sesuai dengan visi dan perencanaan sekolah. Guru berperan menjadi perencana, pelaku, penilai serta pengembang program kurikulum yang senyatanya di kelas (Rusman, 2009, hal. 74).

Berdasarkan hasil pengamatan aktifitas siswa dan wawancara yang dilakukan secara random, sebagian siswa yang merasa jenuh akibat dari padatnya kegiatan formal maupun non formal. Salah satu faktor penyebabnya adalah kegiatan yang dilakukan setiap pekan sama dan monoton. berkenaan dengan jawaban yang diberikan oleh bagian kesiswaan yang merangkap tugas sebagai guru bahwa kegiatan pembelajaran yang perlu ditempuh oleh siswa cukup padat.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan program kegiatan yang diterapkan cukup padat diantranya adalah kehgiatan pembelajaran umum, ulum syari dan tambahan kewajiban menghafal quran, sehingga jadwal padat setiap harinya sudah menjadi branding bagi SMAIT Darul Quran.

Hal ini sudah menjadi konsekuensi bagi siswa untuk tetap melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran tersebut. Rencana kegiatan pembelajaran sudah dirancang sebaik

mungkin oleh sekolah dan bagian mutu pesantren dengan tetap memperhatikan banyak aspek.

PENUTUP

Melalui kajian dan data yang didapatkan serta penelitian yang telah dilakukan dapat hasil penelitian dapat di deskirpsikan yaitu pola implementasi manajemen kurikulum pesantren berbasis modern di SMAIT Darul Quran Mulia terbagi menjadi tiga bidang studi yaitu tahfidz, bidang umum dan ulum syar’i yang telah dikemas secara baik agar sesuai dengan perkembangan zaman. Proses pembelajaran yang terlaksana sudah sangat baik, dimana pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan smart classroom (TV) dengan alat belajar tab untuk masing-masing siswa.

Namun ditemukan beberapa hal yang menjadi perhatian khusus diantaranya yaitu terlalu padatnya kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun di pesantren yang menyebabkan siswa merasa jenuh. Sehingga manajemen kurikulum pesantren berbasis modern di SMAIT Darul Quran ini perlu dikemas dengan baik dan ditata kembali sesuai dengan visi pesantren modern.

REFERENCES

Abdurrahman. 2017. “Implementasi Manajemen Kurikulum Pesantren Berbasis Pendidikan Karakter”. Jurnal At-Turas, IV(2), 279-297.

Bahriah, E. S. 2015. “Peningkatan Literasi Sains Calon Guru Kimia pada Aspek Konteks Aplikasi dan Proses Sains”. EDUSAINS, 7(1), 11-17.

Fathurrochman, I., et. Al. 2021. “Theoretical Review of The Implementation Islamic Boarding School Curriculum Management in Indonesia”. IJERD: International Journal of Education Research and Development, I (1), 1-15.

Hakim, A., & Hani H. 2018. “Manajemen Kurikulum Terpadu di Pondok Pesantren Modern Daarul Huda Banjar”. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 6(1).

Ibrahim, N. 2017. “Manajemen Kurikulum: Sebuah Kajian Teoritis”. Jurnal Idaarah, I (2), 318- 330.

Ihsan, Z., & Chusnul, M. 2020. “Manajemen Kurikulum Kitab Kuning di Pondok Pesantren”. Indonesian Journal of

Educational Management, 2(2), 123-135.

Ilham, D., & Suyatno, S. 2020. “Pengembangan Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran di Pondok Pesantren. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidkan, 8(2), 186-195.

Kokom, E., & Yaya, S. 2017. “Manajemen Kurikulum di Pesantren”. Jurnal Islamic Education Manajemen, 2(1), 39-48.

Muhtifah, L. 2016. Pola Pengembangan Kurikulum Pesantren Kasus Al-Mukhlishin Mempawah Kalimantan Barat. Jurnal Pendidikan Islam, 2.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22

Tentang Standar

Isi. Tahun 2006.

Rusman. 2009. Manajemen Kurikulum. Jakarta:

Rajawali Press.

Sugiyono. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitaif. Bandung: Alfabeta.

Syamsuddin. 2017. “Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”. Jurnal Idaarah, I (1), 60-73.

Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2013). Kurikulum dan Pembelajaran Cetakan Ke-3. Jakarta: PT.

RajaGrafindo Persada.

Tolib, Abdul. 2015. “Pendidikan di Pondok Pesantren Modern”. Jurnal Risaalah, 1(1).

Ulfah, Y., F., Novianni, A., & Fithriyah, N., H. 2021.

“Strategi Pengembangan Kurikulum Pondok Pesantren Modern Islam Assalam Surakarta.

Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 67-75.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2010. Bandung: Fokus Media.

SEMINAR NASIONAL ILMU PENDIDIKAN KE-1 FKIP Universitas Lampung

ALTERNATIF PEMBIAYAAN PENDIDIKAN: PENGELOLAAN

Dokumen terkait