• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga jam’ah tabligh di Dusun Dawuhan Desa Suco Lor Kecamatan Maesan

ءاَعْدَج

B. Penyajian dan Analisis Data

3. Implementasi pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga jam’ah tabligh di Dusun Dawuhan Desa Suco Lor Kecamatan Maesan

Pendidikan ibadah terhadap anak dalam jama’ah tablig dijelaskan melalui praktek-praktek serta mencontohkan kepada anak karena dengan begitu anak akan lebih mudah memahami dan merasa tidak terbebani dengan ajaran Islam sehingga mereka melakukan ibadah bukan karena orang tua akan tetapi ridho karena Allah SWT. Serta memberikan fadilah-fadilah terhadap ibadah yang dikerjakan sehingga anak merasa tertarik dan giat dalam beribadah.

3. Implementasi pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga jam’ah

Sedangkan menurut Pak Samhari yaitu:

“Saya mengajak anak saya untuk sholat jama’ah di masjid dan selalu istiqomah dalam mengerjakan kebaikan. Ketika saya yang lagi khuruj ya ibunya yang selalu mengingatkan. Saya juga mengajarkan untuk selalu bersyukur kepada Allah terhadap apa yang telah Allah berikan kepada kita”.114

Bahwasanya orang tua mengajak anak untuk beribadah kepada Allah itu merupakan salah satu akhlak baik terhadap Allah swt. Hal tersebut menunjukkan ketaqwaan kita terhadap Allah swt. Dengan memberikan contoh, anak juga akan mengikuti dengan begitu orang tua berperan penting walaupun ada salah satu orang tua yang lagi khuruj.

Seorang anak tidak hanya didik untuk memiliki akhlak baik terhadap Allah saja, akan tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik terhadap sesama, lingkungan dan akhlak terhadap diri sendiri.

Dari wawancara terkait dengan pendidikan akhlak, Bu Lutfi mengatakan bahwa:

“Ya itu mbak, saya memberi nasihat ke anak-anak agar selalu menghormati orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda. Ya intinya selalu menghargai itu, kalau misalnya lagi bermain terus anak saya mau pinjam mainan tapi sama yang punya mainan gak boleh ya kita gak boleh maksa mau pinjem. Kalau minjam ataupun meminta harus izin terlebih dahulu walaupun barang itu milik saudara kita sendiri”.115

114 Samhari, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.

115 Lutfi, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.

Terkait pendidikan akhlak ini Ibu faizah menambahkan:

“Kita liat teman pergaulannya, kita jaga. Sebelum main ya anak kita di nasehati dulu kalau barang milik orang lain ya jangan di ambil kalau mau minjem ya gak apa-apa kalau dikasih pinjem”.116

Dari hasil wawancara dengan Bu Lutfi dan Bu Faizah mengatakan bahwasanya perilaku anak harus selalu di awasi dan dinasehati serta ketika hendak meminjam ataupun meminta sesuatu seharusnya kita meminta izin terlebih dahulu. Dari observasi dilapangan, dalam pendidikan akhlak para jama’ah tabligh mengajarkan ke anak-anaknya untuk selalu menghormati orang lain serta mengajarkan kepada anaknya untuk selalu bergaul dengan siapapun.117

Pak Samhari pun mengatakan bahwa:

“Pendidikan buat Robit ini saya hanya menjaga apa yang sudah diketahui yang tidak sesuai ya di buang, apalagi zaman sekarang banyak pengaruhnya orang tua harus pandai menjaga, jaga jarak dengan orang tapi saya mengajarkan siapa saja temenmu taskil maksudnya ajaklah ke perbuatan yang baik, tidak apa-apa berbaur dengan siapa saja tapi ya itu pikirannya harus mengajak ke jalan yang benar, misalnya waktu sholat ya ajaklah sholat kalau tidak mau ya saya bilang doakan saja mereka semoga dapat hidayah”.118

Dan Pak Samhari menyampaikan bahwa pendidikan anak dimulai dengan mencontohkan hal yang baik kepada anak sedini mungkin dan menanamkannya dengan ilmu tentang Islam, dalam kesehariannya pak Samhari mengajarkannya anaknya dengan berbagai materi. Berikut adalah ungkapannya.

116 Faizah, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.

117 Observasi, Dawuhan, 14 Juni 2017.

118 Samhari, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.

“Pendidikan agama untuk anak itu sebetulnya saya hanya mencontohkan sholat, ketika ada ta’lim saya ajak yang isinya ta’lim itu membahas tentang fadilah amal, fadilah shodaqah, kisah nabi rasul dan sahabat nabi. Ketika ta’lim dikasihkan ke anak-anak yang baca itu ya anak-anak. Yang penting ada bacaan tentang ilmu dirumah. Pendidikan sebenarnya ya pada masa ketika kita berhubungan ada adab-adabnya dan amalan-amalannya”.119

Salah satu yang terpenting yang harus dipelajari adalah tentang adab- adab yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari, bila kita menerapkan adab yang telah diajarkan oleh Nabi maka akan terhindar perbuatan tercela, baik kepada orang lain maupun kepada makhluk lain.

Haji Ibad juga berpendapat sebagai berikut.

“Dalam ta’lim yang diajarkan kepada anak juga mengajarkan adab- adab yang diajarkan baginda rasul. Jadi setiap aktivitas harus sesuai sunnah rasul, misalnya hendak ke WC membaca doa selama sehari 24 jam itu aktivitas yang kita lakukan harus sesuai dengan aturan allah dan sunah rasul. kan semuanya sudah diajari dalam ta’lim rumah itu, bagaimana memuliakan sesama islam, bagaimaana muliakan ulama, menghormati yang lebih tua menyayangi yang lebih muda, menghargai yang sebaya diungkap semua di ta’lim rumah”.120

Dengan membiasakan meneladani Rasulullah, maka akan membiasakan anak untuk bersikap dengan akhlak yang mulia, mengutamakan akhlak kepada Allah dan Rasul Nya dengan mengamalkan adab-adab yang diajarkan oleh Nabi dan saling menghormati kepada orang lain, tidak gampang untuk saling menyakiti. Bagaimana harus ta’dzim kepada guru dan ulama, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, dan

119 Samhari, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.

120 Ibad, Wawancara, Dawuhan, 13 Mei 2017

menghargai teman sebaya. Hal ini akan mengurangi pertentangan didalam masyarakat.

Selanjutnya pak Samhari berkata.

“Saya selalu menumbuhkan sifat mahabbah sifat kasih sayang sesama makhluk dan sesama manusia seperti apapun orangnya tetaplah di hormati, misalnya ada orang berbuat jelek doakan saja ya Allah berikanlah orang ini hidayah-Mu kalau gak mampu mengajak ke jalan yang benar ya doakan saja semoga mendapat hidayah. Karena kalau orang tidak memiliki rasa kasih sayang ya gimana lawong di dunia ini kita hidup berdampingan dunia hanya sementara akhirat selama- lamanya”.121

Pak Samhari menanamkan kepada anaknya untuk memiliki sifat kasih sayang terhadap makhluk, terutama kepada manusia dan tidak memiliki perilaku dendam terhadap orang lain, bila ada orang yang berbuat jelek maka seyogyanya dibalas dengan doa kepada Allah agar mendapatkan petunjuk, karena dengan kita menyayangi sesama makhluk didunia maka Allah akan memelihara kita suatu saat nanti di akhirat.

Dari hasil observasi, mereka mengajarkan pendidikan akhlak kepada anaknya dengan berlemah lembut terhadap orang lain, mereka selalu bersifat positif terhadap orang disekitarnya. Untuk akhlak terhadap Allah SWT, mereka mengusahakan untuk selalu tepat waktu dalam menjalankan ibadah.

Sedangkan untuk akhlak terhadap lingkungan, mereka mengajarkan kepada anaknya dengan tidak merusak lingkungan sekitar.122

121 Samhari, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017

122 Observasi, Dawuhan, 13 Mei 2017.

Seperti yang dipaparkan oleh H. Ibad bahwa:

“Saya mengajarkan kepada anak saya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kan disini pegunungan jadi kalau kita tidak menjaganya dan lingkungan kita tercemar ya kita sendiri yang rugi, misalnya dalam membuang sampah, saya sama istri membiasakan anak kita untuk membuang sampah ketempatnya kan biasanya orang sini kalau membuang sampah disungai ini, kan ya kasian sama orang-orang yang lain yang bergantung dengan air sungai itu”.123

Bahwa dalam implementasi pendidikan akhlak bagi anak yaitu dengan memberi contoh yang baik kepada anak, menjaga pergaulan anak serta mengawasi dan menasehati kalau ada akhlak anak yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Mereka membebaskan anak untuk berteman dengan siapa saja asalkan anak bisa menjaga diri. Dan untuk akhlak terhadap lingkungan mereka membiasakan menjaga lingkungan sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan dan dengan begitu kita juga ikut menjaga lingkungan agar tidak tercemar.

123 Ibad, Wawancara, Dawuhan, 13 Mei 2017.

Tabel 4.4 Temuan

No. Fokus Penelitian Temuan

1. Bagaimana implementasi pendidikan akidah bagi anak dalam keluarga Jama’ah Tabligh di Dusun Dawuhan Desa Suco Lor kecamatan Maesan kabupaten Bondowoso tahun 2017?

Implementasi pendidikan akidah bagi anak di keluarga jama’ah tabligh ini dimulai saat mereka mencari pasangan pada periode pra-konsepsi, pre- natal, dan periode post- natal. Untuk iman kepada Allah SWT, disaat anak baru lahir sudah diajarkan mengucapkan lafadz Allah. Serta memberikan cerita-cerita dan pembiasaan untuk menumbuhkan rasa keimanan. Ketika salah satu dari orang tuanya yang lagi menjalankan khuruj pendidikan anak tidak terabaikan.

2. Bagaimana implementasi pendidikan ibadah bagi anak dalam keluarga Jama’ah Tabligh di Dusun Dawuhan Desa Suco Lor kecamatan Maesan kabupaten Bondowoso tahun 2017?

Implementasi pendidikan ibadah bagi anak di keluarga jama’ah tabligh dengan pembiasaan serta mencontohkan sholat, puasa, zakat dan haji.

Serta selalu mengajarkan sholat tepat waktu.

3. Bagaimana implementasi pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga Jama’ah Tabligh di Dusun Dawuhan Desa Suco Lor Kecamatan Maesan kabupaten Bondowoso tahun 2017?

Implementasi pendidikan akhlak bagi anak di keluarga jama’ah tabligh dengan mengajarkan akhlak kepada Allah SWT, sesama manusia dengan berlemah lembut dan mengasih sayangi, serta berakhlak kepada lingkungan.

88