• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Agama Islam bagi Anak a. Pengertian pendidikan agama Islam

ءاَعْدَج

B. Kajian Teori

1. Pendidikan Agama Islam bagi Anak a. Pengertian pendidikan agama Islam

Pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tarbiyah yang berasal dari kata kerja rabba yang berarti mendidik.22 Dari segi istilah pendidikan diartikan sebagai usaha untuk membimbing anak yang belum dewasa menuju ketingkatan kedewasaan agar mereka dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmani maupun rohaninya.23

Sehingga pendidikan dapat diartikan sebagai usaha dalam rangka membimbing anak untuk mengembangkan potensinya sehingga menjadi bekal di masa depan agar mempunyai kepribadian serta dapat menjadi anak yang beriman, bertakwa dan mempunyai akhlak yang mulia.

Agama merupakan aturan bagi umat manusia yang telah ditentukan dan dikomunikasikan oleh Allah SWT. melalui orang-orang pilihan-Nya.24 Menurut istilah agama berarti peraturan yang dijadikan pedoman hidup bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya.25

Sedangkan, Islam berarti agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui rasul-Nya yang berisi hukum-hukum yang mengatur

22 Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 25.

23 Zuhairini dkk, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 92.

24 Aat Syafaat Dkk, Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Kenalan Remaja (Juvenile Delinquency) (Jakarta: PT Raja Grafindi Press, 2008), 14.

25 Rois Mahfud, Al-Islam Pendidikan Agama Islam (Palangkaraya: Penerbit Erlangga, 2011), 2.

suatu hubungan segitiga yaitu manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia, serta hubungan manusia dengan lingkungan.26

Dengan demikian, pendidikan agama Islam adalah suatu usaha sadar untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Islam, yang bersifat inklusif, rasional dan filosofis dalam rangka menghormati orang lain serta menjalin kerukunan dan kerja sama antar umat beragama.27

Dari pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha untuk membina anak dengan tujuan agar dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT., dalam menjalakan kehidupan sehari-harinya baik dari segi hablumminallah, hablumminnas maupun hablumminal’alam.

Sedangkan tujuan dari pendidikan agama Islam adalah untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan anak tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt serta berakhlak mulia dalam keidupan pribadi, dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.28

Oleh karena itu, pendidikan agama Islam tujuannya haruslah mengacu pada pendidikan moral yang sesuai dengan syariat Islam dan yang tidak melupakan moralitas sosial yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

26 Mahfud, Al-Islam Pendidikan Agama Islam, 4.

27 Aminuddin, Membangun Karakter dan kepribadian, 186-187.

28 Ramayulis, Metologi Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2012), 22.

Sehingga ajaran Islam secara garis besar yang harus diajarkan kepada anak meliputi pendidikan akidah, ibadah, serta akhlak.29 Pokok ajaran Islam tersebut diberikan secara beriringan serta pendidikan Islam itu harus tertanam dalam diri anak agar menjadi pedoman ketika berinteraksi dalam kehidupannya. Pokok-pokok ajaran Islam yang harus diberikan kepada anak yaitu sebagai berikut.30

b. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam 1) Pendidikan Akidah

Akidah menurut etimologis berawal dari kata aqada ya’qidu aqdan-‘aqidatan. Sedangkan menurut terminologis, akidah adalah suatu keimanan, kepercayaan dan keyakinan.31 Sehingga Islam menempatkan pendidikan akidah pada posisi yang paling mendasar sekaligus sebagai kunci untuk membedakan antara orang Islam dengan non Islam.32 Pendidikan akidah diajarkan pertama kepada anak sebab kedudukan akidah sangatlah penting, karena akidah meliputi keyakinan dalam hati tentang keberadaan dan keesaan Allah SWT., serta dasar dari keimanan seseorang yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Keyakinan ini tidak dapat dialihkan karena akan menyebabkan kemusyrikan.

29 Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), 115

30 M. Nipan Abdul Halim, Anak Shaleh Dambaan Keluarga (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2001), 92.

31 Muniron, dkk, Studi Islam Di Perguruan Tinggi (Jember: STAIN Jember Press, 2010), 45.

32 Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini, 116.

Dalam kehidupan sehari-hari akidah berpengaruh terhadap semua aktifitas yang dilakukan manusia sehingga setiap apa yang dilakukannya bernilai ibadah. Berikut beberapa kajian tentang akidah.33

1) Iman kepada Allah SWT

Allah itu Zat yang Maha Mutlak dan segala yang mengenai Tuhan disebut dengan keTuhanan. Sedangkan menurut akidah Islam, konsepsi tentang KeTuhanan Yang Maha Esa disebut dengan Tauhid.

Manusia wajib mengimani Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, mengimani keesaan Allah, sifat-sifat-Nya Allah, dan perbuatan-Nya Allah serta mengimani bahwa Allah lah yang patut disembah. Pokok dari iman kepada Allah swt yaitu terkandung dalam kalimat “la illaha illallah”.34

Namun, iman kepada Allah tidak hanya melalui ucapan saja, tetapi disertai keyakinan dalam hati dan melalui perbuatan yang menunjukkan bahwa kita sebagai muslim beriman kepada Allah swt. Dalam lingkungan keluarga, anak harus ditanamkan untuk beriman kepada Allah sebagai Sang Penciptanya dengan

33 Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Rajawali Press, 2008), 202.

34 Mahfud, Al-Islam Pendidikan Agama, 12.

konsekuensinya harus mematuhi dan memenuhi segala perintah- Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

2) Iman kepada Malaikat

Malaikat merupakan makhluk ghaib yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia.35 Malaikat makhluk Allah yang taat dan patuh terhadap perintah Allah SWT., Beriman kepada malaikat berarti percaya akan adanya malaikat yang selalu mengawasi kehidupan manusia. Itulah sebabnya kenapa manusia wajib mengimani adanya makhluk Allah yang bertugas untuk mengembangkan dan menumbuhkan rohani manusia.

Dengan adanya penanaman iman kepada malaikat pada anak sejak usia dini, maka anak akan selalu ingat bahwa selain Allah SWT yang mengawasi kita ada juga malaikat yang selalu mencatat amal buruk dan baik dimanapun dan kapanpun kita berada.

3) Iman kepada kitab-kitab Allah SWT

Beriman kepada kitab-kitab suci merupakan rukun iman ketiga. Kitab suci ini memuat wahyu Allah. Kitab berasal dari kata kerja kataba yang memiliki arti telah menulis yang memuat wahyu Allah. Sedangkan wahyu berarti suara, bisikan, isyarat.36 Dengan demikian kitab merupakan firman Allah yang

35 Daud Ali, Pendidikan Agama, 209.

36 Ibid., 213.

mengandung ajaran, petunjuk, pedoman bagi kehidupan manusia dalam hidupnya di dunia untuk menuju ke akhirat.

Kitab-kitab Allah ada empat yaitu kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud, Taurat diturunkan kepada Nabi Musa, Injil diturunkan kepada Nabi Isa, dan yang terakhir Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.37

4) Iman kepada Rasul

Iman kepada Rasul dan Nabi merupakan rukun iman yang keempat. Dalam pengertian Rasul dan Nabi memiliki perbedaan, Nabi merupakan utusan Allah yang diberi wahyu, namun tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia. Sedangkan Rasul memiliki arti utusan Allah yang menerima wahyu dan menyampaikannya kepada umat manusia.38

Manusia dengan segala keterbatasannya tidak mungkin mengetahui segala tentang Allah, sehingga diutuslah Rasul untuk menyampaikan risalah yang diterima dari Allah SWT., Rasul pembawa berita dari Allah SWT., Rasul tidak berbicara atas pemikirannya, namun atas wahyu yang diberikan oleh Allah mengenai petunjuk bagi umat manusia.

37 Mahfud, Al-Islam Pendidikan Agama, 17.

38 Ibid., 221

Dengan demikian, Rasul dan Nabi memiliki peranan untuk memberitahukan kepada manusia tentang siapa Tuhan nya dan bagaimana aturan-aturan Tuhan nya. Dengan orang tua bercerita tentang Nabi dan Rasul-Nya kepada anaknya, maka tanpa disadari orang tua telah mendidik anak-anaknya untuk beriman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT.

5) Iman kepada hari akhir

Iman kepada hari akhir merupakan kepercayaan bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal kecuali Allah SWT., pada hari akhir atau kiamat semua isi dunia ini akan hancur. Selanjutnya seluruh umat manusia akan memasuki kehidupan alam akhirat.39 Dan perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah swt.

Keyakinan kepada hari akhir dan adanya kehidupan setelah mati mendorong manusia untuk selalu menyesuaikan diri sesuai dengan syariat Islam dalam kesehariannya.

6) Iman kepada Qadha dan Qadar

Allah sebagai Maha Pencipta telah mengatur ukuran yang pasti terhadap semua makhluk-Nya dimana ukuran tersebut menjadi suatu hukum tersendiri bagi alam. Sehingga alam menjadi

39 Aminuddin, Membangun Karakter dan kepribadian, 62.

harmonis dan seimbang sesuai dengan rencana yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Qadha merupakan rencana Allah atas alam dan semua makhluk-Nya. Sedangkan Qadar merupakan realisasi dari segala perencanaan yang telah ditetapkan Allah.40 Allah menetapkan qada dan qadar semua makhluk-Nya yang tiada seorangpun mengetahuinya. Akan tetapi, manusia dapat berusaha untuk mendapatkan takdir yang sebaiknya, karena Allah Maha Adil sehingga Allah memberikan penghargaan bagi hamba-Nya yang berusaha memperbaiki takdirnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rad ayat 11.









































































Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah SWT., Sesungguhnya Allah SWT., tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah SWT., menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum,

40 Sofyan Sauri, Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Agama Islam (Bandung:

Afabeta, 2004), 58.

Maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.41

Dari ayat di atas dapat disimpulkan, bahwa takdir yang telah ditentukan oleh Allah bisa berubah dengan cara kita berusaha dan berdo’a. Hal ini orang tua juga bisa mengusahakan agar anaknya menjadi seseorang yang berkepribadian baik karena anak mendapatkan pendidikan pertama dari lingkungan keluarga.

Anak menjadi seorang muslim yang baik atau tidak itu tergantung dari pendidikan yang diajarkan ke anak sejak usia dini.