ءاَعْدَج
B. Penyajian dan Analisis Data
1. Implementasi pendidikan akidah bagi anak dalam keluarga Jama’ah Tabligh di Dusun Dawuhan Desa Suco Lor Kecamatan Maesan
Kabupaten Bondowoso tahun 2017
Dari pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam sangatlah penting bagi kebutuhan anak dari sejak dini serta pendidikan yang utama dan pertama itu terletak dilingkungan keluarga yakni ayah dan ibu. Disini ibu memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan bagi si buah hati salah satunya pendidikan akidah.
Terkait dengan pendidikan agama Islam yang menyangkut pendidikan akidah bagi anak Ibu Faizah selaku dari keluarga jama’ah tabligh mengatakan bahwa:
“Pendidikan untuk anak sebenarnya dimulai saat memilih pasangan hidup. Boleh mencari pasangan hidup yang kaya dan tampan tapi yang lebih utama taat agamanya. Selanjutnya sesuai dengan sunnah Rasulullah saw, misalnya saat kehamilan sebagai seorang ibu selalu membiasakan hal-hal yang baik dalam beribadah seperti sholat juga ditingkatkan serta perbanyak baca Al-Qur’an dan dzikir-dzikir, membiasakan agar tidak menonton TV, menghindari mendengarkan music-musik yang tidak islami, berusaha selalu bersikap baik terhadap suami karena anak yang di dalam kandungan juga merekam apa yang dilakukan ibunya”.88
Menurut Bu Faizah bahwa pendidikan kepada anak dimulai sejak kita mencari pasangan, dari sini kita diharuskan memilih pasangan yang sesuai dengan tuntunan Islam. Begitu juga ketika ibu sedang hamil diharuskan untuk selalu menjaga keseharian dengan aktifitas ibadah seperti meningkatkan
88 Faizah, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.
sholat, mengaji dan sebagainya, dan sebisa mungkin menghindari aktifitas yang kurang bermanfaat seperti menonton tv, mendengarkan musik dan sebagainya.
Terkait dengan pendidikan akidah bagi anak Bapak Ibad, selaku jamaah tabligh di Dusun Dawuhan memaparkan bahwa:
“Pendidikan agama bagi anak dimulai saat masih dalam kandungan bahkan sebelumnya orang tua juga harus mempersiapkan seperti ketika memilih pasangan, ketika berhubungan karena sejatinya sesuatu yang dimulai dengan hal yang baik sesuai aturan Allah swt dan sesuai dengan sunnah Rasul saw maka akhirnya pun akan mendapatkan hal yang baik pula. Dan soal mendidik anak terutama dalam hal agama Islam ibu yang berperan sangat besar sedangkan saya hanya membantu serta membimbing saja”.89
Dari hasil wawancara, Pak haji Ibad menambahkan bahwa ketika melakukan hubungan suami istri sebaiknya mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, karena hal tersebut akan berdampak pada si buah hati ketika istri mengandung.
Sedangkan menurut Ibu Lutfi selaku anggota jama’ah tabligh yang masih memiliki anak bayi, pendidikan akidah dimulai pada saat bayi diadzani oleh suaminya, karena secara tidak langsung menanamkan iman kepada Allah.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembiasaan dengan membiasakan mengenalkan lafadz-lafadz Allah kepada anak pada kegiatan setiap hari, agar anak dapat mengenal Allah sejak dini meskipun pelafadzannya masih salah.
“Saya mendidik anak itu sejak dalam kandungan, ketika baru lahir suami saya mengadzani dan mengiqomahkan di telinga kanan kiri anak
89 Ibad, Wawancara, Dawuhan, 13 Mei 2017.
saya, secara tidak langsung kami sudah mengajarkan tentang beriman kepada Allah swt. Setiap harinya saya serta suami selalu mengenalkan Allah dengan cara membiasakan berbicara Allah Allah Allah, sehingga sering kali anak saya bilang Allah Allah Allah juga, walaupun belum jelas kosakatanya. Serta agar anak mengimani Rasul ya saya memberikan cerita tentang Nabi dan Rasul itu dah”.90
Ketika bayi baru lahir, hal pertama yang dilakukan adalah mengadzani anak tersebut, secara tidak langsung menanamkan kepada anak untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Selanjutnya ketika anak mulai tumbuh, hal yang dilakukan adalah mengenalkan anak pada lafadz-lafadz Allah yang Agung, karena pada masa itu memori anak akan cepat menangkap apa yang ia dengar disekitarnya.
Menurut pak Samhari mengatakan bahwa:
“Kalau saya sendiri ingin mencetak anak menjadi sukses, sukses yang bagaimana? Sukses yang diridhoi Allah. Dari kecil dikenalkan dulu iman yakin yaitu kalau ada pembicaraan ya mengenalkan dulu sama Allah yang menciptakan seperti ketika berbicara sama Daud terus menyebut Allah Allah Allah sampai pertamanya Daud menyebut nama Allah sampai dia tau dan anak ini harus dicetak sebaik mungkin jangan dikenalkan dengan makhluk dulu nanti tau sendiri kalau tentang makhluk karena Allah itu gak nampak jadi agar dihatinya sudah tertanam kebesaran Allah.”
“Setelah itu ketika lisan sudah bisa menyebut Allah lalu dikenalkan dengan kitab Allah karena daud mau saya jadikan sebagai seorang hafiz al-Qur’an tidak disekolahkan seperti kakak-kakaknya. Dan ibu nya yang berperan banyak dalam pendidikan agama anaknya serta ibu itu jangan mengenalkan yang ada di tv kayak upin-ipin dan lainnya nanti ya memorinya isinya ya kayak di tv. Sebetulnya kalau anak ingin pinter dan ingin apa-apa itu ya tergantung orang tuanya karena anak- anak lebih dekat sama orang tua terutama ibunya jadi harus dijaga betul.”91
90 Lutfi, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.
91 Samhari, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.
Dari hasil wawancara, Bapak Samhari mengatakan bahwa Pada pendidikan anak yang terpenting adalah mengenalkannya terhadap penciptanya terlebih dahulu, jangan mengenalkan kepada anak tentang makhluk sebelum khaliknya karena untuk mengenal makhluk cukup dengan pengalaman sehari-hari anak tersebut. Pengenalan anak terhadap Allah SWT dimulai dengan membiasakan menyebut nama Allah SWT sehingga tertanam dalam hatinya tentang keagungan dan kebesaran Allah SWT. Sebaiknya anak juga dihindarkan terhadap tayangan-tayangan televisi yang kurang mendidik.
Kecenderungan terhadap televisi juga disampaikan oleh pak Munawir mengatakan bahwa:
“Sebenarnya ketika seorang anak sejak kecil memiliki kecenderungan terhadap televisi maka akan terbiasa terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan akidah, ya seperti halnya adegan-adegan berantem dan sebagainya. Jadi kalau sudah seharian liat tv itu dalam menyebut nama Allah itu ya sedikit atau bahkan tidak sama sekali maka disini itu tidak ada tv soalnya membiasakan anak agar tidak sering melihat tontonan yang tak pantas, lebih baik di isi dengan aktifitas mengaji, berdzikir ataupu ta’lim”.92
Pengaruh yang sangat besar pada psikologi anak adalah tayangan yang adalah di TV, banyak tontonan yang tidak pantas untuk dilihat oleh anak-anak usia dini, sehingga alangkah baiknya orang tua mengontrol tayangan yang dilihat oleh anak atau melaranag mereka untuk melihat tayangan yang ada di TV. Kemudian pak Munawir melanjutkan perkataannya:
“Kalau disini itu biasanya sudah diajarkan bagaimana harus beriman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada Rasul, iman kepada
92 Munawir, Wawancara, Dawuhan, 22 Juli 2017.
kitab Allah, hari kiamat maupu Qadha dan Qadhar. Hal tersebut bisa melalui ketika kita ta’lim bersama, mendongengkan kisah-kisah para Nabi dan Rasul ketika mau tidur jadi kalau disini tidak diceritakan tentang kancil mbak, itukan cerita khayalan”.93
Dari hasil observasi, salah satu metode yang dilakukan oleh jama’ah tabligh untuk menanamkan pendidikan akidah kepada anaknya yaitu dengan mendongengkan cerita-cerita yang menarik tentang Nabi dan Rasul, karena pada masa itu sangatlah suka dengan cerita-cerita yang menakjubkan.94 Haji Ibad pun memaparkan bahwasanya:
“Untuk menanamkan pendidikan akidah bagi anak ya setiap aktivitas itu anak dituntun imannya selalu kepada Allah, siapa yang ngasih makan? Allah. juga mengajarkan adab-adab yang diajarkan baginda Rasul. Jadi setiap aktivitas harus sesuai sunnah rasul, misalnya hendak ke WC membaca doa, selama sehari 24 jam itu aktivitas yang kita lakukan harus sesuai dengan aturan Allah dan sunah Rasul, jadi tidak ada kesyirikan sama sekali, seperti yang ngasih makan? Bukan ibu, karena ibu tidak bisa ngasih makan dan yang mengenyangkan itu adalah Allah bukan karena makanan”.95
Pemahaman bahwa yang memberikan rezeki adalah Allah memungkinkan untuk anak mempelajari tentang akidah sejak dini, dan membiasakan diri untuk hidup sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Nabi. Hasil observasi bahwa pendidikan anak pada keluarga jama’ah tabligh lebih mengutamakan pada pendidikan keluarga, jadi sebagian keluarga merasa
93 Munawir, Wawancara, Dawuhan , 22 Juli 2017.
94 Observasi, Dawuhan, 22 Juli 2017.
95 Ibad, Wawancara, Dawuhan , 13 Mei 2017.
sudah cukup menanamkan pendidikan anak dalam keluarganya tanpa harus melibatkan pendidikan diluar.96
Salah satu pendidikan akidah dalam keluarga yaitu ta’lim rumah (dapat dilihat pada gambar no 2 dan 3). Kemudian pak Ibad melanjutkan perkataannya:
“Jika ketika saya tidak ada di rumah atau Khuruj maupun ketika saya di rumah maka diadakan ta’lim rumah dimana keluarga menghidupkan rumah, kami setiap malam meluangkan waktu 1 jam setengah, ibu dan anak serta keluarga yang lain mengadakan ta’lim menjelaskan 5 amal yang pertama pembacaan ta’lim kitabi kedua fadilah sedekah keetiga halaqoh tajwid jadi tidak hanya membaca al-qur’an saja tapi anak juga harus mengerti tajwidnya”.97
Dari hasil wawancara 2 anggota jama’ah tabligh diatas bahwa dalam implementasi akidah salah satunya dengan cara yang disebut ta’lim rumah yang diadakan setiap malam hari sekitar 1 jam setengah. Tidak hanya membaca dan mempelajari al-Qur’an saja akan tetapi juga mempelajari tajwidnya serta menanamkan keimanan kepada anak. Serta dalam kesehariannya anak di arahkan ke hal-hal yang positif yang sesuai anjuran Allah SWT dan sunnah Rasul SAW.
Dari hasil observasi, untuk pendidikan akidah anak dalam keluarga jama’ah tabligh ini ketika salah satu dari orang tuanya yang lagi menjalankan khuruj, pendidikan tetap berjalan sesuai dengan apa yang telah mereka rencanakan. Ketika ayah yang lagi menjalankan khuruj, ibunya lah yang
96 Observasi, Dawuhan, 13 Mei 2017.
97 Ibad, Wawancara, Dawuhan , 13 Mei 2017.
mendidik anak karena ibu menjadi madrasatul ula. Namun ketika ibunya yang lagi menjalankan khuruj, anaknya akan dititipkan ke neneknya ataupun ke anggota jama’ah tabligh yang lain.98
Hal serupa juga dikatakan oleh Khumairoh selaku anak dari keluarga jama’ah tabligh tentang implementasi pendidikan akidah,
“Kalau Abi lagi khuruj ya biasanya Ibu ngasih dongeng tentang kisah Nabi dan Rasul ketika mau tidur, cerita tentang sahabat Nabi gitu mbak. Abi hanya mengingatkan dan membimbing, kalau Abi lagi dirumah juga selalu mengingatkan bahwa masakan Ibu itu tidak bisa mengenyangkan yang bisa mengenyangkan kita itu hanya Allah SWT.
kalau soal mendidik ya ibu, kan di rumah juga ada ta’lim rumah mbak, di ta’lim rumah itu biasanya kita sebagai anak yang membaca kitab ya seperti kitab tentang kisah-kisah sahabat itu mbak. Dari kecil kami di rumah juga sering di puterkan lagu-lagu tentang nama-nama Nabi dan Rasul, nama-nama malaikat ya itu wes mbak, saya jadi hafal dan tau tentang nama-nama malaikat”.99
Sama halnya dengan pendidikan akidah yang berkaitan iman kepada Rasul, iman kepada malaikat serta iman kepada kitab, pendidikan iman kepada hari kiamat dan iman Qadha dan Qhadar juga penting bagi anak. Hal ini dipaparkan oleh Ustad Ilyas seorang bapak yang memiliki tiga anak, beliau mengatakan bahwa:
“Saya mengajarkan tentang iman kepada hari kiamat kepada anak ya dengan bercerita juga tapi saya tidak langsung bercerita tentang kejadian hari kiamat yang menyeramkan soalnya nanti malah mereka ketakutan kan mereka masih anak-anak ya saya hanya menceritakan kejadian-kejadian sebelum hari kiamat itu seperti apa, misalnya tanda- tanda hari kiamat itu kalau tidak ada lagi orang baik di dunia ini serta kejadian-kejadian alam yang lain kayak banjir dimana-dimana agar kita bisa mengambil hikmahnya. Dan untuk iman kepada Qadha dan
98 Observasi, 13 Mei 2017.
99 Khumairoh, Wawancara, Dawuhan, 14 Juni 2017.
Qadhar saya juga bercerita tentan ketetapan Allah swt yang kita harus menerima dengan sabar. Pokoknya banyak bercerita dah mbak, soalnya itu yang membuat anak tertarik”.100
Dari beberapa pendapat dan penuturan para informan yang merupakan hasil yang sudah dilampirkan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam implementasi pendidikan akidah diterapkan mulai seseorang mencari suami atau istri, selanjutnya mengamalkan sunnah dalam berkeluarga, ketika hamil istri dan suami harus melakukan hal-hal yang baik saja dan meningkatkan ibadahnya. Ketika melahirkan sampai beranjak dewasa anak dikenalkan kepada sunnah-sunnah Nabi dan kegiatan keagamaan.
Dalam keluarga jam’ah tabligh metode diterapkan adalah dengan menggunakan cerita-cerita tentang kisah para Nabi, Rasul, malaikat, tentang hari kiamat serta menanamkan bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan merupakan kehendak Allah SWT dan sudah ketetapan Allah swt. Serta tidak hanya teori yang mereka tanamkan kepada anak-anaknya akan tetapi juga dalam prakteknya. Dengan diadakan ta’lim rumah setiap hari maka dengan begitu akan tertanam keimanan dalam diri anak apalagi jika ditanamkan sejak anak usia dini. Dan mereka tidak mengabaikan pendidikan untuk anaknya terutama pendidikan akidah yang merupakan pendidikan yang utama bagi anak.
100 Ilyas, Wawancara, Dawuhan , 13 Mei 2017.
2. Implementasi pendidikan ibadah bagi anak dalam keluarga Jama’ah