• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLIKASI GERAKAN PEMBAHARUAN

Dalam dokumen NUANSA KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA ISLAM (Halaman 118-123)

REVIU ARTIKEL JURNAL

17

108 Nuansa Kajian Sejarah dan Budaya Islam (Vol. 2)

Artikel ini membahasa mengenai Pada awal abad ke 20 merupakan titik tolak transformasi Islam di Indonesia. Berbagai perubahan dan pembaharuan baik sosial, ekonomi, budaya, politik hingga agama yang muncul secaramasif seperti jamur di musim hujan. Inilah yang sering kali disebut sebagai puncak modernisasiIslam. Dalam suasana yang bergelora itulah K.H.

Mas Abdurrahman turut hadir di panggungsejarah Indonesia dengan menyumbangkan tenaga, pemikiran serta jiwanya. K.H.

MasAbdurahman adalah ulama yang terkenal di Banten. Beliau memprakarsai berdirinya madrasah Mathla‟ul Anwar, yang kemudian membuat institusi pendidikan itu berkembang pesat.

B. Deskripsi Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini penulis mendeskripsikan sejumlah penelitian terdahulu yang mengkaji persoalan “Implikasi Gerakan Pembaharuan Islam.” Sejumlah persoalan tersebut diberikan oleh Azyumardi Azra, dan Didin Nurul Rosyidin. Sejumlah penelitian yang di deskripsikan penulis sebagai berikut : Azyumardi Azra dengan artikel Jaringan ulama timur tengah dan kepulauan nusantara abad XVII dan XVIII: melacak akar- akar pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia, Berisi tentang perkembangan Islam tidak lepas dari meningkatnya jumlah kaum Muslim yang berhaji baik hanya sekedar menjalankan rukun lima ini saja atau memutuskan untuk menetap sementara sebelum kemudian kembali ke tanah air, meskipun kelompok kedua ini jumlahnya relatif sedikit. Tidak heran jika berbagai pemikiran baru berkembang seiring dengan peningkatan jumlah mereka yang berhaji35.

Didin Nurul Rosyidin dengan artikel Wajah Baru Islam Indonesia (Kontestasi Gerakan KeIslaman Awal Abad 20) berisi tentang Studi lanjutan yang merupakan kegiatan belajar para pelajar dan ulama muslim Nusantara guna memperdalam pengetahuan agama dan bahkan tidak sedikit yang menjadi

35 Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia (Bandung: Penerbit Mizan,1998), 20.

pengajar di salah satu Universitas di Mesir, Mekah, maupun Madinah. kedatangan ide-ide baru oleh pelajar yang baru lulus membawa angin segar bagi kaum muslim lokal untuk terus meningkatkan wawasan agama Islam36.

C. Pembahasan Reviu

Artikel yang ditulis oleh Agus Kusman ini menjelaskan Pembaharuan yang dilakukan oleh K.H. Mas Abdurahman ternyata berdampak luas pada para alumni madrasah yang beliau dirikan. Para siswa yang pernah belajar pada sang guru memberikan dampak positif terhadap kampung halaman mereka. Di samping itu, banyak santri yang mendirikan madrasah cabang di daerahnya masing-masing dan menginduk pada madrasah pusat.

Proses transformasi Islam di Indonesia tidak datang begitu saja, melainkan melalui berbagai proses yang pastinya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah intensifnya hubungan Nusantara dengan Timur Tengah.

Seperti halnya artikel yang ditulis Ayumardi Azra dengan judul “Jaringan ulama timur tengah dan kepulauan nusantara abad XVII dan XVIII: melacak akar-akar pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia”. “Perkembangan Islam tidak lepas dari meningkatnya jumlah kaum Muslim yang berhaji baik hanya sekedar menjalankan rukun lima ini saja atau ada yang memutuskan menetap sementara sebelum kemudian kembali ke tanah air, meskipun kelompok kedua ini jumlahnya relatif sedikit. Tidak heran, jika berbagai pemikiran baru berkembang seiring dengan peningkatan jumlah mereka yang berhaji”.37

Para haji yang baru pulang baik mandiri maupun kelompok berinisiatif mendirikan berbagai organisasi persyarikatan Islam modern. Sebagian besar gerakan ini diilhami oleh gagasan gagasan Islam modernis dan munculnya tantangan-tantangan baru di tempat asal. Sebagian lagi dilatarbelakangi oleh perbedaan

36 Didin Nurul Rosyidin, Wajah Baru Islam Indonesia (Kontestasi Gerakan KeIslaman Awal Abad 20) (Cirebon:Nurjati Press, 2012), 13.

37 Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah…, 20.

110 Nuansa Kajian Sejarah dan Budaya Islam (Vol. 2)

corak, asal-usul, dan kecenderungan keagamaan mereka.

Seperti pada tahun 1905, masyarakat Arab yang tinggal di Jakarta melihat bidang pendidikan sebagai lahan paling menjanjikan dalam melakukan reformasi kaum Muslim, kemudian mulai mendirikan sebuah organisasi bernama Jami’atul Khair. Sebagai langkah pertama, organisasi ini membuka Sekolah Dasar dengan mata pelajaran di antaranya ialah Aritmatika, Geografi, Sejarah Islam. Bahkan Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa pengantar.

Sekolah ini menerima siswa yang berasal baik anak-anak keturunan Arab maupun non-Arab.38 Selain dari kaum muslim yang berhaji, ada juga ada juga pelajar studi lanjutan yang berpengaruh terhadap transformasi Islam di Indonesia.

Dalam artikel yang ditulis oleh Didin Nurul Rosyidin, dengan judul “Wajah Baru Islam Indonesia (Kontestasi Gerakan Keislaman Awal Abad 20),“ studi lanjutan adalah kegiatan belajar para pelajar dan ulama muslim nusantara yang memperdalam pengetahuan agama dan bahkan tidak sedikit yang menjadi pengajar di salah satu Universitas di Mesir, Mekah, dan Madinah. Kedatangan ide-ide baru oleh pelajar yang baru lulus membawa angin segar bagi kaum muslim lokal untuk terus meningkatkan wawasan agama Islam.”39

D.Kontribusi Artikel Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Hasil penelitian dalam artikel ini adalah menelusuri jejak kehidupan K.H. Mas Abdurrahman di Banten yang mana memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan serta pembaharuan baik sosial, ekonomi, budaya, politik, hingga agama.

38 Sartono Kartodirjo, Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 Dari Emperium sampai Imperium, Jilid I (Jakarta: Gramedia, 1987), 377.

39 Rosyidin, Wajah Baru Islam Indonesia, 13.

Sejak tahun 1909 sejumlah sekolah Islam telah mengadopsi sistem kelas seperti Madrasah Adabiyah dan Sumatra Thawalib di Sumatra Barat. Selain itu, Kiai Abdul Halim dari Majalengka, yang terkeenal dengan modernisasi sistem sekolah di Makkah dan Jeddah, mendirikan organisasi modern yang diberi nama Hayatul Qulub.

Secara akademisi, kajian mengenai Ilmu dakwah di Indonesia telah dimulai sejak 1950, sejak adanya Perguruan Tinggi Agama Islam. kemudian dilanjutkan dengan dibukanya jurusan Dakwah pada Fakultas Ushuludin PTAIN (IAIN) pada tahun 1960. Dan mulai tahun 1970 jurusan Dakwah berubah menjadi Fakultas Dakwah, dengan jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama Islam. Kemudian, pada tahun 1995 Fakultas Dakwah membuka jurusan-jurusan baru sebagai pengembangan jurusan Dakwah, yaitu jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam40

Selain dijadikan rujukan utama untuk studi agama di Madrasah Mathla’ul Anwar, karya-karya beliau juga dapat dijadikan rujukan pembelajaran di universitas berbasis Islam di Indonesia:

1. Al-Jawaiz fi Ahkam al-Janaiz. tentang cara pemakaman jenazah menurut kacamata Islam,

2. `Ilm al-Tajwid. tentang aturan baca al-Qur’an, 3. Al-Takhfif. tentang tata bahasa Arab,

4. Miftah bab al-Salam. tentang hukum Islam, 5. Fi arkan al-Islam wa al-iman. tentang teologi.

Di antara lima buku tersebut, buku yang fenomenal dan masih banyak dibaca sebagai bahan rujukan dan dipakai juga untuk masyarakat umum adalah buku yang berjudulkan Al Jawaiz fi Ahkam al-Janaiz.

40 Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah (Jakarta, Amzah, 2013), 44-45.

REVIU ARTIKEL JURNAL

18

KEPEMIMPINAN PARA PEREMPUAN MUSLIM DARI

Dalam dokumen NUANSA KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA ISLAM (Halaman 118-123)