REVIU ARTIKEL JURNAL
14
INTEGRASI BKI DALAM PERANAN SEJARAH
90 Nuansa Kajian Sejarah dan Budaya Islam (Vol. 1)
A. Deskripsi Artikel
Artikel ini mendeskripsikan integrasi BKI dalam peranan sejarah kebudayaan Islam. Artikel ini ditulis oleh Asriyanti Rosmalina dan diterbitkan oleh Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, volume 4 nomor 2, 2016, halaman 129-141, https://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/tamaddun/articl e/view/1182
Artikel ini menjelaskan, Islam adalah sebuah din yang sempurna. Sejak diturunkan empat belas abad silam, Islam telah dirancang oleh Sang Khalik dengan seperangkat aturan- Nya yang utuh dan menyeluruh, mampu menjawab setiap masalah yang sudah, sedang dan akan dijalani oleh manusia.
Allah SWT. dalam hal ini berfirman dalam al-Qur’an yang artinya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa. Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(Q.S. al-Maidah: 3).
Sebagai pedoman yang dirancang oleh Allah SWT, tentu saja Islam mampu memecahkan setiap permasalahan yang terjadi pada dewasa ini, sekaligus relevan diterapkan pada ilmu bimbingan dan konseling serta sejarah peradaban yang saling berintegrasi mewujudkan kedamaian.
B. Deskripsi Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini, penulis mendeskripsikan sejumlah penelitian terdahulu yang mengkaji persoalan “Bimbingan Konseling dan Sejarah Kebudayaan Islam.” Sejumlah penelitian terdahulu diberikan oleh Fuad Anwar dan M. Solikhin. Sejumlah penelitian terdahulu ini penulis deskripsikan sebagai berikut.
Pertama, karya Fuad Anwar dengan judul “Landasan Bimbingan dan Konseling Islam,” memberikan penjelasan tentang pengertian Konseling dalam Islam bahwa konseling Islam ini merupakan salah satu tugas manusia dalam membina dan membentuk manusia yang ideal dan bisa dikatakan bahwa konseling ini merupakan amanah yang diberikan Allah kepada
semua Rasul dan Nabi-Nya. penulis juga menjelaskan manfaat dari adanya konseling Islam ini.
Kedua, karya M. Solikhin dengan judul “Sejarah peradaban Islam” menjelaskan perkembangan kebudayaan Islam sejak zaman Rasulullah SAW yang mengalami resonansi terus menerus sesuai dengan jalan perkembangan pemikiran dan meluasnya kekuatan politik daerah penganut Islam, dan juga tentang lembaga lembaga politik sosial dan macam-macam kebudayan yang lainnya. Dan perkembangan tersebut yang mendorong dari keterbelakangan kebudayaan bangsa Arab yang hidup terpencil di gurun pasir kini memiliki wawasan berpikir yang luas.41
Ketiga, karya Dudung Abdurrahman dengan judul “Metode Penelitian Sejarah” Dudung Abdurrahman mengutip pernyataan Anwar Sanusi yang menjelaskan bahwa dalam Sejarah terdapat Fakta Sejarah, yang menyatakan bahwa: pertama, fakta adalah apa-apa yang benar-benar terjadi dan kedua fakta sebagai bukti-bukti dari apa yang telah benar-benar terjadi. Namun menurut Patrick Gerdiner menyalahkan kedua pengertian tersebut karena menurutnya bukti-bukti tersebut belum merupakan suatu kebukatan gambaran kejadian dimasa lalu akan tetapi bukti tersebut merupakan data berserakan yang menyebabkan manusia sering ragu apakah hak tersebut salah atau benar. 42 C. Pembahasan Reviu
Artikel jurnal yang ditulis oleh Asriyanti Rosmalina ini membahas integrasi BKI dalam peranan sejarah kebudayaan Islam yang dapat mewujudkan kedamaian bagi manusia jika keduanya saling berintergrasi. Penulis menjelaskan bahwa kedatangan Islam mempunyai makna kemanusiaan yang tinggi, cita-cita dan semangat Islam adalah peneguhan kemanusiaan, memperteguh kesetiaan manusia terhadap tugas dan kewajibannya sebagai wakil Allah di muka bumi. Menurut Taqiyudin, bahwa Islam sesungguhnya lebih dari sekedar agama, Ia adalah dien
41 M. Solikhin, Sejarah Peradaban Islam (Semarang: Rosail, 2005).
42 Anwar Sanusi, Pengantar Ilmu Sejarah (Cirebon: Syekh Nurjati Press, 2013).
123.
92 Nuansa Kajian Sejarah dan Budaya Islam (Vol. 1)
(agama) sekaligus ideologi darinya timbul suatu peraturan lengkap dan menyeluruh, yang bertujuan untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Karena yang menjadi pokok kekuatan dan sebab timbulnya kebudayaan adalah agama Islam, kebudayaan yang ditimbulkannya dinamakan kebudayaan atau peradaban Islam.
Dari penjelasan mengenai bimbingan konseling Islam dan sejarah kebudayaan Islam ternyata keduanya memiliki keterkaitan dan berkesinambungan satu sama lain yakni fokus pada pemberdayaan manusia sekaligus mengikutsertakan manusia sebagai subjek dan objek perubahan. Kedua pembahasan tersebut menghasilkan integrasi yang mendalam dan menyeluruh untuk dapat dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Seperti halnya penjelasan oleh Fuad Anwar dalam bukunya yang berjudul “Landasan Bimbingan dan Konseling Islam”
menjelaskan mengenai konsep yang ada dalam Islam merupakan konsep yang menyeluruh dan signifikan bagi kehidupan. Konsep yang mampu membawa kebahagiaan, ketenangan, dan keridhaan bagi manusia. Konsep yang mampu mengarahkan manusia menuju jalan terbaik sekaligus penuh dengan cobaan dan rintangan yang mampu mengantarkan manusia pada kedewasaan dalam berpikir dan bersikap. Selain itu penulis juga menjelaskan secara rinci mengenai Konseling dalam Islam ialah salah satu dari berbagai tugas manusia dalam membina dan membentuk manusia yang ideal. Bahkan dapat dikatakan, bahwa konseling merupakan amanah yang diberikan Allah kepada semua Rasul dan Nabi-Nya. Dengan adanya amanah konseling inilah, maka manusia menjadi demikian berharga dan bermanfaat bagi manusia yang lain, baik dalam urusan agama, dunia, pemenuhan kebutuhan, pemecahan masalah dan banyak hal lainnya.
Konseling pun akhirnya menjadi satu kewajiban bagi setiap individu muslim, khususnya para alim ulama.
Berbeda dengan buku yang ditulis oleh M. Solikhin yang berjudul “Sejarah peradaban Islam,” dia mengutip penjelasan dari Anwar Sanusi bahwa dalam sejarah terdapat fakta sejarah, yang menyatakan bahwa: pertama, fakta adalah apa-apa yang benar-benar terjadi dan kedua fakta sebagai bukti-bukti dari apa yang telah benar-benar terjadi. Menurut Patrick Gerdiner,
kedua pengertian itu adalah salah. Menurut Gerdiner, bukti- bukti dari apa yang telah terjadi di masa lalu itu belum merupakan suatu kebulatan gambaran tentang peristiwa masa lalu. Hal ini lebih bersifat sebagai data berserakan yang menyebabkan manusia sering ragu, apakah itu benar-benar bukti dari peristiwa yang dicari.
Selanjutnya pada buku yang berjudul “Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah” menyimpulkan bahwa fakta sejarah merupakan keterangan baik itu lisan, tertulis, atau berupa benda-benda peninggalan sejarah yang diperoleh dari sumber-sumber sejarah setelah disaring dan diuji dengan kritik sejarah.
Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling Islam dengan sejarah kebudayaan Islam memiliki integrasi yang kokoh. Keduanya saling menopang dan menghasilkan suatu nilai kemanfaatan untuk dapat diterapkan pada lingkungan masyarakat sehingga akan tercipta lingkungan yang damai, harmonis dan dinamis.
D. Kontribusi Artikel bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Novelty yang diberikan oleh artikel adalah bimbingan dan konseling Islam memiliki integrasi yang kokoh dengan sejarah kebudayaan Islam. Keduanya saling menopang dan menghasilkan suatu nilai kemanfaatan untuk dapat diterapkan pada lingkungan masyarakat.
Bimbingan konseling Islam dan sejarah kebudayaan Islam juga memiliki hubungan dan berkesinambungan satu sama lain yang memfokuskan pada pemberdayaan manusia sekaligus menyangkutpautkan manusia sebagai subjek dan onjek perubahan sehingga dari keduanya menghasilkan integrasi yang mendalam dan menyeluruh yang dapat dipraktikan dalam kehidupan masyarakat