• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONFLIK ANTARA AL-AMIN DAN AL-MAKMUN PADA TAHUN 810-813 M

Dalam dokumen NUANSA KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA ISLAM (Halaman 51-56)

REVIU ARTIKEL JURNAL

5

KONFLIK ANTARA AL-AMIN DAN AL-MAKMUN

Artikel ini menjelaskan, bahwa Masa kejayaan Umat Islam selama masa kekuasaan Dinasti Abbasyiah terjadi pada pemerintahan Harun Ar-Rasyid dan anaknya, Al-Makmun.

Akan tetapi di tengah masa kejayaan umat Islam nyatanya terjadi pula konflik antara kedua anak Harun Ar-Rasyid yaitu Al-Amin dan AlMakmun. Konflik antara kedua anak Harun Ar-Rasyid ini menyebabkan perang saudara antara keduanya, pada akhirnya Al-Amin terbunuh. Terbunuhnya Al-Amin berdampak sangat buruk yang mengakibatkan menurunnya kedudukan Dinasti Abbasiyah dan muncul berbagai pemberontakan-pemberontakan.

B. Deskripsi Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini, penulis mendeskripsikan sejumlah penelitian terdahulu yang mengkaji “Konflik al-Amin dan al-Makmun 810-813 M”. Sejumlah penelitian terdahulu diberikan oleh Faizal Amir di dalam jurnalnya yang di kutip dari buku karya Hasan Ibrahim, A Syalabi, Susmihar, sejumlah penelitian terdahulu ini, penulis deskripsikan sebagai berikut:

Pertama, Hasan Ibrahim, dalam buku yang berjudul Sejarah Budaya Islam. Dalam penelitian terdahulu ini penulis menjelaskan mengenai perjalanan yang dilalui Harun di luar Baghdad mengalami beberapa hal. Pada saat Harun berada di Tus, yang posisinya ketika itu berada di ladang pertanian, harun ditimpa sakit yang bertambah parah. Kemudiaan ia memanggil orang- orang Bani Hasyim yang ada di sekitarnya. Ia menyampaikan tiga pesan kepada mereka yang berisi: menjalankan wasiat yang telah Harun Ar-Rasyid berikan kepada kedua anaknya tersebut, menyatukan pandangan mereka ketika mereka berbeda pendapat, dan menjalankan wasiat yang telah Harun Ar-Rasyid sampaikan apabila diantara mereka didapati telah melanggar wasiat yang diberikan, maka luruskan mereka kembali.24

Kedua, dalam buku berjudul Sejarah dan Kebudayaan Islam 3 karya A. Syalabi pada tahun 2008. Penulis mejabarkan tentang wasiat Harun ketika terasa akan tiba ajalnya, ia lantas berpesan kepada menterinya Al-Fadhl ibn Ar-Rabi’ yang

24 Hasan Ibrahim, Sejarah Budaya Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), 74-75.

42 Nuansa Kajian Sejarah dan Budaya Islam (Vol. 1)

menggantikan Khalifah setelah saya adalah Al-Amin dan setelah Al-Amin yang menggantikannya adalah Al-Makmun.

Tidak lama setelah itu Harun Ar-Rasyid pun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Beliau meninggal pada tahun 809 M ketika berusia lebih kurang 44 tahun.25

Ketiga, dalam buku yang berjudul Sejarah Peradaban Islam karya Susmihara, 2013. Penulis menjelaskan mengenai Al-Fadl ibn Ar-Rabi’ sebagai menteri di masa pemerintahan Harun dan Al-amin telah mengkhianati pesan Harun Ar- Rasyid supaya mencopot kekuasaan Al-Makmun di Khurasan.

Inilah awal konflik yang terjadi antara Al-Amin dan Al- Makmun, yang mengakibatkan kemunduran dalam politik Islam. Kemunduran umat Islam seperti ini juga sudah terjadi pada masa Bani Umayyah, tetapi puncaknya ada pada pemerintahan Abbasiyah, yang diawali dengan konflik yang dilakukan kedua anak Harun Ar-Rasyid dan konflik ini terus terjadi pada masa kekhalifahan Abbasiyah dalam periode selanjutnya. 26

C. Pembahasan Reviu

Artikel jurnal yang ditulis oleh Faizal Amir ini membahas mengenai konflik antara Al-Amin dan Al-Makmun pada tahun 810-813 M yang menjelaskan peristiwa konflik Putra Harun Ar-Rasyid. Hasan Ibrahim menjelaskan didalam bukunya yang berjudul “Sejarah Budaya Islam” yang membahas mengenai pesan yang disampaikan oleh Harun, Ia menyampaikan tiga pesan kepada orang-orang Bani Hasyim yang dipanggilnya pada saat ajal nya akan tiba yang berisi:

menjalankan wasiat yang telah Harun Ar-Rasyid berikan kepada kedua anaknya tersebut, menyatukan pandangan mereka ketika mereka berbeda pendapat, dan menjalankan wasiat yang telah Harun Ar-Rasyid sampaikan apabila

25 A. Syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam 3 (Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru, 2008), 111.

26 Susmihara, Sejarah Peradaban Islam (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2013), 302.

diantara mereka didapati telah melanggar wasiat yang diberikan, maka luruskan mereka kembali.

Pemaparan A. Syalabi dalam bukunya “Sejarah dan Peradaban Islam 3” memiliki persamaan dengan apa yang telah Hasan Ibrahim paparkan juga kesesuaian dengan apa yang Faizal Amir jelaskan di dalam artikel. A. Syalabi memaparkan kesesuaian wasiat yang diberikan oleh Harun Ar-Rasyid dalam pesannya terhadap Al-Fadhl ibn Ar-Rabi’

yang menggantikan posisinya sebagai khalifah adalah Al- Amin, dan setelah Al-Amin yang menggantikannya adalah Al- Makmun. Tidak lama setelah itu Harun Ar-Rasyid pun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Beliau meninggal pada tahun 809 M ketika berusia lebih kurang 44 tahun.

Akan tetapi, pada saat al-Amin naik tahta kekhalifahan, Al- Amin menyalahi wasiat yang diberikan ayahnya, ia mencopot kekuasaan saudaranya yaitu Al-Qasim di Semenanjung Jazirah Arab. Hal ini ditentang oleh Al-Makmun, sehingga ia mencoba untuk menasehati Al-Amin terkait keputusannya, namun Al-Amin tidak menghiraukan nasehatnya, sebaliknya Al-Amin malah membenci Al-Makmun.

Penjelasan tersebut sesuai dengan pemaparan Susmihara di dalam bukunya yang berjudul “Sejarah Peradaban Islam”

pada tahun 2013, mengenai awal kehancuran dinasti Abbasiyah dikarenakan pengkhianatan seorang Al-Fadl ibn Ar-Rabi’ sebagai menteri di masa pemerintahan Harun dan al- Amin yang telah memprovokasi al-Amin agar mencopot kekuasaan Al-Makmun di Khurasan. Dari sinilah awal konflik yang terjadi antara Al-Amin dan Al-Makmun, yang mengakibatkan kemunduran dalam politik Islam.

Kemunduran umat Islam seperti ini juga sudah terjadi pada masa Bani Umayyah, akan tetapi puncaknya ada pada pemerintahan Abbasiyah, yang diawali dengan konflik yang dilakukan kedua anak Harun Ar-Rasyid dan konflik ini terus terjadi pada masa kekhalifahan Abbasiyah dalam periode selanjutnya.

44 Nuansa Kajian Sejarah dan Budaya Islam (Vol. 1)

D. Kontribusi Artikel bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Novelty yang diberikan oleh artikel ini memberikan kontribusi pada bidang politik. Kontribusi hasil dari penelitian ini bagi pengembangan ilmu pengetahuan adalah sebagai sumber wawasan baru yang dapat digunakan oleh mahasiswa, masyarakat umum, serta tenaga pendidik agar dapat mendalami serta memahami sejarah kebudayaan Islam, khususnya pada bidang politik tersebut.

REVIU ARTIKEL JURNAL

6

PERJANJIAN 7 JANUARI 1681 DAN IMLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL POLITIK

EKONOMI DI KERAJAAN CIREBON

Dalam dokumen NUANSA KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA ISLAM (Halaman 51-56)