• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

B. Indeks Gini

No. Kabupaten/Kota Persentase Penduduk Miskin 2020 2021 2022 2023 12. Kabupaten Indramayu 12,70 13,04 12,77 12,13

13. Kabupaten Subang 9,31 10,03 9,75 9,52

14. Kabupaten Purwakarta 8,27 8,83 8,70 8,46

15. Kabupaten Karawang 8,26 8,95 8,44 7,87

16. Kabupaten Bekasi 4,82 5,21 5,01 4,93

17. Kabupaten Bandung Barat 10,49 11,30 10,82 10,52 18. Kabupaten Pangandaran 8,99 9,65 9,32 8,98

19. Kota Bogor 6,68 7,24 7,10 6,67

20. Kota Sukabumi 7,70 8,25 8,02 7,50

21. Kota Bandung 3,99 4,37 4,25 3,96

22. Kota Cirebon 9,52 10,03 9,82 9,16

23. Kota Bekasi 4,38 4,74 4,43 4,10

24. Kota Depok 2,45 2,58 2,53 2,38

25. Kota Cimahi 5,11 5,35 5,11 4,66

26. Kota Tasikmalaya 12,97 13,13 12,72 11,53

27. Kota Banjar 6,09 7,11 6,73 6,14

Provinsi Jawa Barat 7,88 8,40 8,06 7,62 Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat Tahun 2024

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menurunkan kemiskinan adalah dengan cara berkoordinasi dan melakukan penanganan langsung. Adapun koordinasi dilakukan melalui pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Jawa Barat. Sedangkan penanganan langsung dilakukan pada kegiatan aspek kesejahteraan masyarakat yang mencakup upaya dalam bidang ekonomi non pertanian, ekonomi pertanian, pendidikan, kesehatan, dan program keluarga berencana, serta prasarana pendukungnya. Kegiatan koordinasi penanganan kemiskinan di Kabupaten Cirebon juga dilakukan dengan TKPKD Kabupaten Cirebon.

Upaya yang dilakukan mulai dari penanggulangan kemiskinan secara mikro (substantif) maupun secara makro (preventif).

Gambar 2.22

Perbandingan Indeks Gini Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat dan Nasional Tahun 2020-2023

Sumber: Kabupaten Cirebon Dalam Angka 2024, BPS; Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2024, BPS; Statistik Indonesia 2024, BPS

2.2.1.3. Tingkat Pengangguran Terbuka

Pengangguran terbuka didefinisikan sebagai orang yang sedang mencari pekerjaan atau yang sedang mempersiapkan usaha atau juga yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin lagi mendapatkan pekerjaan, termasuk juga mereka yang baru mendapat kerja tetapi belum mulai bekerja. Pengangguran terbuka tidak termasuk orang yang masih sekolah atau mengurus rumah tangga, sehingga hanya orang yang termasuk angkatan kerja saja yang merupakan pengangguran terbuka. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dapat mencerminkan besarnya jumlah penduduk dalam kategori usia kerja yang termasuk dalam pengangguran.

Gambar 2.23

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat dan Nasional Tahun 2020–2023 (Persen)

Sumber: BPS Kabupaten Cirebon dalam Angka Tahun 2024; BPS Jawa Barat dalam Angka Tahun 2024; Statistik Indonesia 2024, BPS

Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa TPT di Kabupaten Cirebon selama periode Tahun 2020 sampai dengan Tahun 2023 menunjukkan penurunan. Bahkan pada Tahun 2022 pernah berada di bawah Provinsi Jawa Barat. Selain tahun tersebut, TPT Kabupaten Cirebon selalu lebih tinggi dibandingkan TPT Provinsi Jawa Barat dan Nasional. Posisi TPT Kabupaten Cirebon di Wilayah Ciayumajakuning, masih lebih baik

0,338 0,339 0,336 0,361

0,403 0,412 0,417 0,4250,385 0,384 0,381 0,388

2020 2021 2022 2023

Kab. Cirebon Prov. Jawa Barat Nasional

11,52

10,38

8,11

7,65 10,46

9,82 8,31

7,44

7,07 6,49

5,86 5,32

2020 2021 2022 2023

Kab. Cirebon Prov. Jabar Nasional

(lebih rendah) dibandingkan Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon, namun lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Indramayu dan Majalengka.

Tabel 2.18

Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2020-2023

No. Kabupaten/Kota Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2020 2021 2022 2023

1. Kabupaten Bogor 14,29 12,22 10,64 8,47

2. Kabupaten Sukabumi 9,60 9,51 7,77 7,32

3. Kabupaten Cianjur 11,05 9,32 8,41 7,71

4. Kabupaten Bandung 8,58 8,32 6,98 6,52

5. Kabupaten Garut 8,95 8,68 7,60 7,33

6. Kabupaten Tasikmalaya 7,12 6,16 4,17 3,89

7. Kabupaten Ciamis 5,66 5,06 3,75 3,52

8. Kabupaten Kuningan 11,22 11,68 9,81 9,49

9. Kabupaten Cirebon 11,52 10,38 8,11 7,65

10. Kabupaten Majalengka 5,84 5,71 4,16 4,12

11. Kabupaten Sumedang 9,89 9,18 7,72 6,94

12. Kabupaten Indramayu 9,21 8,30 6,49 6,46

13. Kabupaten Subang 9,48 9,77 7,77 7,65

14. Kabupaten Purwakarta 11,07 10,70 8,75 7,72

15. Kabupaten Karawang 11,52 11,83 9,87 8,95

16. Kabupaten Bekasi 11,54 10,09 10,31 8,87

17. Kabupaten Bandung Barat 12,25 11,65 9,63 8,11

18. Kabupaten Pangandaran 5,08 3,25 1,56 1,52

19. Kota Bogor 12,68 11,79 10,78 9,39

20. Kota Sukabumi 12,17 10,78 8,83 8,53

21. Kota Bandung 11,19 11,46 9,55 8,83

22. Kota Cirebon 10,97 10,53 8,42 7,66

23. Kota Bekasi 10,68 10,88 8,81 7,90

24. Kota Depok 9,87 9,76 7,82 6,97

25. Kota Cimahi 13,30 13,07 10,77 10,52

26. Kota Tasikmalaya 7,99 7,66 6,62 6,55

27. Kota Banjar 6,73 6,09 5,53 5,43

Provinsi Jawa Barat 10,46 9,82 8,31 7,44 Sumber: BPS Jawa Barat Tahun 2024

2.2.2 Kesejahteraan Sosial Budaya 2.2.2.1. Indeks Pembangunan Manusia

Pembangunan daerah merupakan pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara vertikal (menyeluruh di semua lapisan masyarakat) maupun horizontal (kehidupan lebih baik di segala bidang). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks komposit untuk melihat keberhasilan pembangunan manusia yang dapat diperbandingkan di seluruh wilayah Indonesia. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM adalah tolak

ukur utama evaluasi pelaksanaan otonomi daerah, khususnya indikator kinerja makro daerah.

Berdasarkan metode penghitungan terbaru, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar yang mencakup angka harapan hidup (kesehatan), harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah (pendidikan) serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan (standar hidup layak/ekonomi). Capaian IPM Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat dan Nasional tahun 2020 - 2022 dapat dilihat pada grafik berikut ini:

Gambar 2.24

Capaian IPM Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat dan Nasional Tahun 2020–2023

Sumber: Cirebon dalam angka Tahun 2024, BPS; Provinsi Jawa Barat Dalam Angka Tahun 2024, BPS; Indonesia dalam Angka 2024, BPS

Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa IPM Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan dari tahun ke tahun mencapai 69,91 pada tahun 2020 dan terus meningkat menjadi 71,81 pada tahun 2023. Meskipun terus mengalami peningkatan, namun angka IPM pada tahun 2023 masih lebih rendah dibandingkan dengan angka nasional yang mencapai 74,39 dan IPM Provinsi Jawa Barat yang mencapai 74,24.

Data IPM selama 3 (tiga) tahun terakhir menunjukkan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan. Terdapat 10 daerah yang memiliki IPM di atas nilai provinsi, yaitu: Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya.

Dari data 4 tahun terakhir peringkat IPM Kabupaten Cirebon yaitu tahun 2020 sampai tahun 2023 tidak banyak berubah yaitu peringkat 18 tahun 2020, sampai tahun 2023, sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:

Tabel 2.19

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2020-2023

No. Kab/Kota IPM

2020 2021 2022 2023

NASIONAL 71,94 72,29 72,91 74,39

JAWA BARAT 72,09 72,45 73,63 74,24

1. Kabupaten Bogor 70,40 70,60 72,45 73,02

2. Kabupaten Sukabumi 66,88 67,07 68,87 69,71

69,91 69,99 70,92 71,81

72,09 72,45 73,63 74,24

71,94 72,29 72,91 74,39

2020 2021 2022 2023

Kab. Cirebon Prov. Jawa Barat Nasional

No. Kab/Kota IPM

2020 2021 2022 2023

4. Kabupaten Bandung 72,39 72,73 73,46 74,03

5. Kabupaten Garut 66,12 66,45 68,51 69,22

6. Kabupaten Tasikmalaya 65,67 65,90 68,45 69,38

7. Kabupaten Ciamis 70,49 70,93 72,52 73,12

8. Kabupaten Kuningan 69,38 69,71 70,44 70,99

9. Kabupaten Cirebon 69,91 69,99 70,92 71,81

10. Kabupaten Majalengka 67,59 67,81 70,18 70,76

11. Kabupaten Sumedang 71,64 71,80 73,53 74,02

12. Kabupaten Indramayu 67,29 67,64 69,52 70,19

13. Kabupaten Subang 68,95 69,13 70,54 71,42

14. Kabupaten Purwakarta 70,82 70,98 72,89 73,43

15. Kabupaten Karawang 70,66 70,94 72,64 73,25

16. Kabupaten Bekasi 74,07 74,45 75,60 76,13

17. Kabupaten Bandung Barat 68,08 68,29 69,82 70,33

18. Kabupaten Pangandaran 68,06 68,28 70,21 70,57

19. Kota Bogor 76,11 76,59 77,68 78,36

20. Kota Sukabumi 74,21 74,60 76,24 77,16

21. Kota Bandung 81,51 81,96 82,75 83,29

22. Kota Cirebon 74,89 75,25 76,89 77,45

23. Kota Bekasi 81,50 81,95 82,52 83,06

24. Kota Depok 80,97 81,37 82,02 82,53

25. Kota Cimahi 77,83 78,06 79,01 79,69

26. Kota Tasikmalaya 73,04 73,31 74,84 75,47

27. Kota Banjar 71,70 71,92 73,93 74,45

Sumber: Jawa Barat Dalam Angka Tahun 2024, BPS; Kabupaten Cirebon Dalam Angka 2024, BPS

2.2.2.2. Pendidikan