VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2025 – 2045
5. Penurunan Emisi GRK menuju Net Zero Emission
Pembangunan berjalan selaras dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Dalam rangka menjaga keselarasan pembangunan jangka panjang Kabupaten Cirebon dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Nasional, maka perlu untuk dilakukan harmonisasi visi pembangunan beserta sasaran visi pembangunan yang terkandung pada masing-masing visi. Secara umum, nomenklatur visi Pembangunan Kabupaten Cirebon dapat dikatakan telah selaras dengan visi pembangunan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Hal tersebut ditunjukkan dengan telah diakomodirnya substansi pembangunan yang dimandatkan, khususnya pada aspek daya saing daerah, kemajuan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Berikut merupakan matriks keselarasan visi pembangunan jangka panjang masing-masing level pemerintahan.
Tabel 4.1
Keselarasan Visi Nasional, Jawa Barat dan Kabupaten Cirebon Visi RPJPN
2025-2045
Visi RPJPD Provinsi 2025-2045
Visi RPJPD Kabupaten Cirebon 2025-2045 Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju dan
Berkelanjutan
Termaju, Berdaya Saing Dunia, dan Berkelanjutan
Kabupaten Cirebon Berdaya Saing, Maju dan
Berkelanjutan
Keselarasan visi pembangunan akan lebih jelas jika dilihat dari pemetaan terhadap substansi yang tercermin dalam sasaran visi pembangunan RPJPN, RPJPD Provinsi Jawa Barat dan RPJPD Kabupaten Cirebon. Seluruh sasaran visi dapat dimuat pada sasaran visi Kabupaten Cirebon tentunya dengan sedikit penyesuaian sesuai dengan kewenangan yang diampu. Berikut merupakan matriks penyelarasan visi pembangunan yang dimaksud.
Tabel 4.2
Penyelarasan Sasaran Visi RPJPD Kabupaten Cirebon dengan Sasaran Visi RPJPD Provinsi Jawa Barat dan RPJPN Tahun 2025-2045
No
RPJPN 2025-2045 RPJPD PROVINSI 2025-2045 RPJPD KAB/KOTA 2025-2045
Sasaran Visi Indikator Baseline 2025
Target
2045 Sasaran Visi Indikator Baseline 2025
Target
2045 Sasaran Visi Indikator Baseline 2025
Target 2045 1 Pendapatan per
kapita setara negara maju
a. GNI Per Kapita (US$)
5,500- 5,520
30,300 Peningkatan Pendapatan per kapita
a. PDRB per kapita (Rp Juta)
57,14 - 57,42
273,17 - 325,25
Peningkatan Pendapatan per kapita
a. PDRB Perkapita (Rp Juta)
27,75-
28,11 56,11- 109,19 b. Kontribusi PDB
Maritim (%)
8,1 15 b. Indeks Ekonomi
Biru Indonesia (IBEI)
54.65 495.56 b. Kontribusi PDRB
Industri
Pengolahan (%)
20,39 20,47
c. Kontribusi PDB Manufaktur (%)
20.8 28 c. Kontribusi PDB
Industri
Pengolahan (%)
41,15 – 41,38
46,43 – 47,60 2 Kemiskinan
Menurun dan ketimpangan berkurang
a. Tingkat
Kemiskinan (%)
7,0 - 8,0 0,5 - 0,8 Pengentasan kemiskinan dan
ketimpangan
a. Tingkat
Kemiskinan (%)
5,35 - 5,85
0,09 - 0,34
Pengentasan Kemiskinan dan
Ketimpangan
a. Tingkat
Kemiskinan (%)
9,20 -
10,16 0,14 – 0,93 b. Rasio Gini
(indeks)
0,379 - 0,382
0,290 - 0,320
b. Rasio gini (Indeks)
0,419 – 0,425
0,357 – 0,380
b. Rasio gini (Indeks)
0,348 -
0,355 0,321 - 0,344 c. Kontribusi
PDRB KTI (%)
21,4 28.5 c. Kontribusi PDRB
Provinsi (%)
12.54 10.77 c. Kontribusi PDRB
Kabupaten/ Kota (%)
2,32 2,36
d. Pertumbuhan Ekonomi (%)
4,82 -
5,32 4,92 – 6,12 3 Kepemimpinan
dan pengaruh di dunia
internasional meningkat
Global Power Index (peringkat)
34 (2023) 15 besar
Kepemimpinan daerah di dunia Internasional meningkat
Indeks Daya Saing Daerah (poin)*
3,87 5;00 Kerjasama Daerah skala regional dan dengan Dunia Internasional Meningkat
Jumlah Kerjasama Regional dan Internasional
2 10
4 Daya saing sumber daya manusia meningkat
Indeks Modal Manusia (indeks)
0,56 0.73 Peningkatan daya saing sumber daya manusia
Indeks Modal Manusia
0.56 0.69 Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia
Indeks
Pembangunan Manusia
72,57 78,36
5 Intensitas emisi GRK menurun menuju net zero emission
a. Penurunan Intensitas Emisi GRK (%)
38.6 93.5 Penurunan emisi GRK menuju net zero emission
a. Penurunan Intensitas Emisi GRK (%)
6.61 75.84 Penurunan Emisi GRK menuju Net Zero Emission
a. Penurunan Intensitas Emisi GRK (Ton CO2eq/2010 IDR Milyar)
5,37 12,73
b. Indeks Kualitas Lingkungan
76,49 83,00 b. Indeks Kualitas
Lingkungan
56,27 57,68 b. Indeks Kualitas
Lingkungan
63,08 68,12
4.2 Misi
4.2.1 Misi (Agenda) Pembangunan Nasional 2045
Berdasarkan dari visi yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 ditetapkan 8 misi (agenda) pembangunan yang terdiri atas:
transformasi sosial, transformasi ekonomi, dan transformasi tata kelola yang ditopang oleh 2 agenda landasan transformasi, yaitu: supremasi hukum, stabilitas dan kepemimpinan Indonesia, dan ketahanan sosial budaya dan ekologi yang diimplementasikan secara menyeluruh melalui 3 agenda kerangka implementasi transformasi, yaitu: pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan; sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan serta kesinambungan pembangunan, sebagaimana ditunjukan pada gambar berikut.
Gambar 4.4
Delapan Misi (Agenda) Pembangunan 2045
Sumber: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045
Delapan misi (agenda) pembangunan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Mewujudkan transformasi sosial untuk membangunan manusia yang sehat, cerdas, kreatif, sejahtera, unggul, dan berdaya saing;
2. Mewujudkan transformasi ekonomi untuk meningkatkan produktivitas melalui peningkatan inovasi IPTEK, ekonomi produktif (termasuk industri manufaktur, ekonomi dan keuangan syariah, pertanian, ekonomi biru dan bioekonomi, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM dan koperasi, tenaga kerja, serta BUMN), penerapan ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik dan global, serta pembangunan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi;
3. Mewujudkan transformasi tata kelola untuk membanguna regulasi dan tata kelola yang berintegritas dan adaptif;
4. Memantapkan supremasi hukum, stabilitas, dan kepemimpinan Indonesia dengan memantapkan stabilitas ekonomi, politik, hukum dan keamanan nasional, serta
memperkuat ketangguhan diplomasi Indonesia di tingkat global dan membangun kekuatan pertahanan berdaya gentar kawasan;
5. Memantapkan ketahanan sosial budaya dan ekologi dengan memperkuat ketangguhan individu, keluarga, komunitas, masyarakat, pembangunan karakter, dan lingkungan yang mampu menyeimbangkan hubungan timbal balik antara sosial budaya dan ekologi, serta mengoptimalkan modal sosial budaya untuk tahan menghadapi berbagai bencana, perubahan dan guncangan serta dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam;
6. Pembangunan kewilayahan diwujudkan untuk meningkatkan pemerataan dan keadilan pembangunan melalui penerjemahan agenda transformasi sosial, ekonomi, dan tatakelola yang dilengkapi dengan landasan transformasi supremasi hukum, stabilitas dan kepemimpinan Indonesia serta ketahanan sosial budaya dan ekologi. Penerjemahan tersebut dilakukan sesuai karakteristik masing-masing wilayah;
7. Dukungan sarana dan prasarana yang berkualitas dan ramah lingkungan menjadi faktor kunci pengembangan wilayah sekaligus sebagai pilar pendukung agenda transformasi; dan
8. Kesinambungan pembangunan untuk mengawal pencapaian Indonesia Emas yang diwujudkan melalui kaidah pelaksanaan yang efektif serta pembiayaan pembangunan.
Dalam proses pencapaian misi, dibutuhkan nilai-nilai ideal bagaimana misi tersebut dilaksanakan. Hal utama yang harus diperhatikan adalah kesesuaian dalam mewujudkan transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola yang inovatif, ditopang oleh supremasi hukum, stabilitas, dan kepemimpinan Indonesia serta ketahanan sosial budaya dan ekologi. Mewujudkan misi juga harus didampingi dengan nilai proporsional yang berkaitan dengan karakter dan akar budaya yang terus dipegang sebagai identitas nasional.
Indonesia telah memiliki nilai dan kualitas yang luar biasa dalam mencapai misi pembangunan nasional. Nilai-nilai luhur Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial menjadi landasan kokoh dalam memenuhi agenda pembangunan nasional. Oleh sebab itu, berkaitan dengan misi yang mewujudkan Indonesia Emas 2045 terdapat satu nilai penting yang harus selalu dijunjung tinggi yaitu Kedaulatan Rakyat.
4.2.2 Misi Kabupaten Cirebon 2045
Dalam mewujudkan visi Pembangunan daerah diperlukannya misi Pembangunan.
berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan tindakan nyata bagi segenap stakeholder penyelenggaran pemerintahan tanpa mengabaikan mandat yang telah diberikan. Terdapat 8 misi Pembangunan yang mendukung tercapainya visi pembangunan daerah Kabupaten Cirebon yakni antara lain: