• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2018:308) Instrumen Penelitian merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapakan. , diantaranya:

1. Observasi

Menurut Nasution dalam Sugiyono (2018:310) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.

2. Wawancara

Menurut Rahardjo (2011) wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antar peneliti dengan informan atau subjek penelitian. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian.

Atau, merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya. Karena merupakan proses pembuktian, maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya.

3. Dokumentasi

Dokementasi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang berupa dokumen baik dokumen tertulis maupun hasil gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.

F. Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Semua data yang diperoleh tentang konflik mahasiswa dikumpulkan dan dicatat secara objektif kemudian diperiksa, diatur, kemudian di urutkan secara sistematis. Penulis mengumpulkan data baik dari observasi yang dilakukan dan wawancara dengan beberapa informan tersebut dikumpulkan, serta diperkuat dengan adanya kumpulam dokumentasi dijadikan satu sehingga memudahkan peneliti dalam penyajian data.

1. Observasi

Observasi disini digunakan untuk mengamati atau mencari informasi dari mahasiswa yang akan diamati dan sebagai salah satu alat penting untuk mengisi data. Aspek yang akan diamati yaitu latar belakang terjadinya knoflik dan bagaimana kesadaran multikultural mahasiswa tersebut terhadap konflik.

2. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk menjawab pertanyaan dari hasil yang sudah diobservasi, pertanyaan yang diberikan kepada informan bertujuan untuk memahami dan menjawab dari rumusan masalah. Agar wawancara efektif, maka terdapat berapa tahapan yang harus dilalui, yakni 1) mengenalkan diri, 2) menjelaskan maksud kedatangan, 3) menjelaskan materi wawancara, dan 4) mengajukan pertanyaan .

Instrument ini digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai fakta, keyakinan, perasaan, niat dan sebagainya.Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkapkan dapat digali dengan baik.Wawancara terbagi atas dua jenis yaitu wawancara berstruktur dan Semi terstrukturatau wawancara tidak berstruktur.Dalam wawancara berstruktur, pertanyan dan alternatif jawaban yang diberikan kepada subyek telah ditetapkan terlebih dahulu oleh peneliti.

Pengumpulan data melalui wawancara Peneliti menggunakan wawancara (Semistructure Interview).Sugiono (2010:223) Wawancara

Semi terstruktur adalah jenis wawancara dalam kategori in-dept interview.Dimana dalam pelaksanaannys lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara Terstruktur.Tujuan wawancara dari jenis ini adalah untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak dimintai pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan informan.

Berdasarkan Penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan wawancara diperlukan teknik wawancara yang akurat untuk mendapatkan informasi secara detail dan maka digunakan teknik wawancara yang terstruktur maupun tidak berstruktur dalam proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang di wawancarai.

3. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data dalam bentuk mencatat hasil wawancara langsung, rekaman dan foto atau gambar-gambar di lapangan yang dapat lebih mengakuratkan data penelitian yang berkaitan dengan penelitian Kesadaran Multikultural terhadap Konflik Mahasiswa melalui Pendekatan Etnopedagogi.

Tehnik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti salah satunya adalah dokumentasi karena sebelumnya peneliti telah mengetahui bahwa data penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia,

melalui observasi dan wawancara, serta terdapat pula sumber hukum manusia, terdiri dari dokumen, foto dan bahan statistik sehingga melakukan dokumentasi dalam penelitian kualitatif sangat menunjang berjalannya proses penelitian itu sendiri.

37 A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Letak Geografis Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar atau biasa disebut dengan Unismuh Makassar adalah salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan tinggi.Universitas Muhammadiyah Makassar sekarang ini sudah menjadi salah satu kampus yang memiliki daya tarik tersendiri dimasyarakat. Itu terbukti dengan banyaknya peminat yang mendaftarkan dirinya untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar, baik dari Sulawesi Selatan maupun daerah lain khususnya kawasan Indonesia bagian timur. Universitas Muhammadiyah Makassar juga terkenal dengan mahasiswa terbanyak yang ada di Sulawesi Selatan.

2. Sejarah Berdirinya Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar didirikan pada tanggal 19 Juni 1963 sebagai cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.Pendirian Perguruan Tinggi ini adalah realisasi dari hasil Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara ke-21 di Kabupaten Bantaeng.

Pendirian tersebut didukung oleh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan pengajaran dakwah amar ma’ruf nahi munkar, lewat surat nomor : E-6/098/1963 tertanggal 22 Jumadil Akhir 1394 H/12 Juli 1963 M. Kemudian akte pendiriannya dibuat oleh notaries R. Sinojo

Wongsowidjojo berdasarkan akta notaries Nomor : 71 tanggal 19 Juni 1963.

Universitas Muhammadiyah Makassar dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi Swasta terdaftar sejak 1 Oktober 1965.

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengemban tugas dan peran yang sangat besar bagi agama, bangsa dan negara, baik di masa sekarang maupun di masa depan.

Selain posisinya sebagai salah satu PTM/PTS di Kawasan Timur Indonesia yang tergolong besar, juga padanya tertanam kultur pendidikan yang diwariskan sebagai amal usaha Muhammadiyah. Nama Muhammadiyah yang terintegrasi dengan nama makassar memberikan harapan terpadunya budaya, keilmuan dan nafas keagamaan.

Pada awal berdirinya, Universitas Muhammadiyah Makassar membina dua fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Seni jurusan Bahasa Indonesia, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Umum (PU), dan Pendidikan Sosial (PS) yang dipimpin oleh rektor Dr. H. Sudan. Pada tahun yang sama (1963) Universitas Muhammadiyah Makassar telah berdiri sendiri dan dipimpin oleh rektor Drs. H. Abdul Watif Masri.

Perkembangan berikutnya Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 1965 membuka fakultas baru yaitu: Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah (FIAD), Fakultas Ekonomi (Fekon), Fakultas Sosial Politik, Fakultas Kesejahteraan Sosial, dan Akademi Pertanian. Selanjutnya tahun 1987 membuka Fakultas teknik, tahun 1994 Fakultas pertanian, tahun 2002 membuka program Pascasarjana, dan tahun 2008 membuka Fakultas Kedokteran, dan sampai saat ini, Universitas

Muhammadiyah Makassar telah memiliki 7 Fakultas 34 Program Studi dan Program Pascasarjana yang telah terkareditasi BAN-PT.

Universitas Muhammadiyah Makassar pada Tahun 2003 mengalami tahapan transisi sejarah perkembangan, berupa perubahan formasi kepemimpinan dengan bergabungnya generasi muda dan generasi tua. Pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar bertekad untuk memelihara hasil capaian para pendahulu dan mengembangkannya kepada capaian yang lebih baik, serta berkomitmen: (1) memelihara kepercayaan masyarakat, (2) mencapai keunggulan dalam kompetisi yang semakin ketat, dan (3) mewujudkan kemandirian dalam pengelolaan dan pengembangan diri. Dari ke tiga komitmen tersebut diharapkan dapat mengantar Universitas Muhammadiyah Makassar untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka.

1. Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Makassar

Visi Universitas Muhammadiyah Makassar ialah menjadi perguruan tinggi Islam terkemuka, unggul, terpercaya, dan mandiri pada tahun 2024.

Pengertian:

Visi ini menjadi pedoman dalam penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar untuk kurun waktu hingga 2024. Dengan penjelasan sebagai berikut:

Perguruan Tinggi Islam

Dimaknai sebagai amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. Dengan demikian Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai lembaga pendidikan tinggi dalam

mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni senantiasa berorientasi pada pengembangan nilai-nilai Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Terpercaya

Sebagai perguruan tinggi yang bernaung dibawah perserikatan Muhammadiyah, maka Universitas Muhammadiyah Makassar selalu berusaha memelihara citra Muhammadiyah khususnya dibidang pendidikan yaitu menunaikan amanah masyarakat dalam penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah sehingga Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi pilihan utama masyarakat.

Unggul

Pengertian unggul memiliki makna substansif yang bernilai kompetitif tinggi. Keunggulan Universitas Muhammadiyah Makassar akan dibangun melalui kegiatan-kegiatan akademik yang bersifat substansial yang dapat dikompetisikan baik dalam ranah nasional maupun internasional. Keunggulan yang dikembangkan mengarah kepada enam bidang keunggulan yaitu; (1) Pendidikan, (2) Penelitian, (3) Pengabdian kepada Masyarakat, (4) Kemahasiswaan, (5) Kelembagaan, dan (6) Al Islam Kemuhammadiyahan.Masing-masing bidang didorong untuk memiliki keunggulan spesifik berupa kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Islam ke dalam seluruh bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya sehingga mempunyai nilai kompetitif yang tinggi.

Mandiri

Kepercayaan masyarakat dan keunggulan diberbagai bidang merupakan modal utama dalam menggapai kemandirian. Ada dua kemandirian yang dimaksud yaitu; (1) Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai lembaga yang mampu mandiri dalam pengelolaan dan pengembangan diri/institusi, dan (2) mandiri dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh civitas akademika, alumni, masyarakat, bangsa dan negara.

Terkemuka

Visi terkemuka bagi Universitas Muhammadiyah Makassar memiliki makna sebagai cita-cita mulia yang terencana dan terarah untuk (1) memelihara kepercayaan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar, alumni, dan masyarakat luas bahwa Universitas Muhammadiyah Makassar adalah tempat yang tepat untuk: menuntut ilmu, mengembangkan, dan menyebarluaskannya, sekaligus sebagai tempat mengabdi da\n beribadah kepada Allah SWT. (2) meraih keunggulan dalam proses pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan (3) mewujudkan kemandiriaan dalam pengelolaan dan pengembangan diri, serta mampu mensejahterakan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar, alumni, masyarakat, bangsa, dan negara.

MISI

1. Menyelenggarakan proses pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan;

2. Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan;

3. Menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan penelitian yang inovatif, unggul dan berdaya saing;

4. Menumbuhkembangkan kewirausahaan berbasis kemitraan dan ukhuwah;

5. Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan civitas akademika, alumni, dan masyarakat.

Pernyataan Tujuan

Mengacu pada Visi dan Misi di atas, maka tujuan Universitas Muhammadiyah Makassar dirumuskan sebagai berikut:

1. Menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, cakap, profesional, bertanggung jawab dan mandiri;

2. Meningkatnya mutu proses dan hasil pembelajaran yang bermuara pada kualitas lulusan;

3. Meningkatnya kuantitas dan kualitas hasil penelitian;

4. Terwujudnya unit-unit usaha yang berbasis ekonomi syariah;

5. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pengabdian dan pelayanan pada masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi informan Penelitian

Semua data dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara

terhadap informan yang berjumlah 7 orang. Informan tersebut dipilih karena merupakan pihak yang pernah terlibat konflik di kampus Unismuh Makassar. Seluruh subjek merupakan mahasiwa di Kampus dan mengambil pandangan dari salah satu dosen di Unismuh Makassar. Berikut ini profil dari masing-masing responden:

No Informan Umur Jabatan

1 AA 22 Mahasiswa

2 AB 25 Mahasiswa

3 KH 35 Dosen

4 MAZ 23 Mahasiswa

5 MI 22 Mahasiswa

6 RM 22 Mahasiswa

7 AQT 22 Mahasiswa

Salah satu cara pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan wawancara, berikut merupakan hasil reduksi data wawancara penelitian. Hasil reduksi data sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui latar belakang terjadinya konflik antar Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar, dan gaya manajemen apa saja yang diterapkan oleh para Mahasiswa dalam menghadapi konflik, serta dampak dari pemilihan gaya manajemen konflik terhadap pelaku konflik.

1) Latar Belakang Terjadinya Konflik

Konflik sosial dalam bentuk tawuran mahasiswa dan kelompok masyarakat telah mewarnai perjalanan sejarah di Indonesia. Demikian halnya yang terjadi di Makassar, khususnya konflik mahasiswa yang dilakukan antar kelompok mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar yang berujung pada tindakan kekerasan. Fenomena sosial tersebut, tampaknya mengalami perkembangan peningkatan konflik mahasiswa baik dilakukan antar kelompok organisasi, fakultas, antar perguruan tinggi dan bahkan antar etnis mahasiswa yang semuanya berakhir dengan tindakan kekerasan. Peristiwa tersebut dapat digambarkan secara sistematis dan kronologis berdasarkan peristiwa secara periodik.

Seperti yang diungkapkan oleh MAZ dalam wawancara tentang latar belakang terjadinya konflik mahasiswa di Kampus Unismuh Makassar sebagai berikut :

“Konflik yang sering terjadi pasti tidak terlepas dari kepentingan- kepentingan person atau kelompok-kelompok mahasiswa tertentu, sehingga terjadinya konflik itu demi kepentingan tertentu”(Wawancara, 25 Desember 2019).

Hal serupa juga dikatakan oleh RM selaku mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar ialah :

“jadi kalau konflik di Unismuh itu untuk keseluruhannya ya, saya sebenarnya kurang tau cuman karena di lapangan hampir setiap minggulah itu terjadi konflik. Entah itu berawal dari konflik internal lalu menjadi konflik antar jurusan antar lembaga-lembaga yang ada di Unismuh.”(Wawancara, 28 Desember 2019).

Dari pemaparan oleh informan RM dapat kita lihat bahwa tidak hanya satu konflik yang terjadi di kampus Unismuh Makassar melainkan ada beberapa konflik

dengan masalah dan kepentingan-kepentingan yang berbeda.Hal ini tentu sangat memprihatinkan jika dibiarkan begitu saja, dan itu sangat mengganggu lingkungan sekitar, karena tindakan tersebut dapat mengakibatkan kerugian baik dikalangan mahasiswa, masyarakat sekitar, hingga kampus juga ikut tercoreng nama baiknya dan perilaku tersebut sangat merugikan.

Hal ini juga ditanggapi oleh keterangan AA sebagai informan yang menilai bahwa konflik berawal dari kepentingan internal .

“Sebenarnya itu kembali lagi ke kepentingan kampus.Karena biasanya itu ada konflik begitu ada orang yang melatarbelakangi di belakangnya. Sebagai contoh bentrok antar daerah, ukm itu tidak mungkin terjadi kalau tidak ada seseorang yang melatarbelakangi, jadi seharusnya ini ada pihak kampus yang bertanggung jawab untuk meminimalisir terkait akan konflik yang terjadi di kampus”

(Wawancara, 23 Desember 2019).

Seperti yang telah dikatakan oleh ketiga informan diatas mereka memandang bahwa Konflik yang sejauh ini terjadi di Kampus Unismuh Makassar masih banyak diliputi oleh konflik perorangan yang membesar dan melibatkan kelompok-kelompok mahasiswa sehingga turut memiliki andil dalam kemunculan konflik di dalam kampus Unismuh Makassar. Kelompok-kelompok tersebut biasanya memberikan intervensi yang memicu terjadinya konflik.

Sementara disisi lain salah satu mahasiswa Unismuh Makassar AB memiliki perbedaan pandangan tentang latar belakang terjadinya konflik di Unismuh Makassar ialah:

“Sebenarnya kalau kita bicara tentang konflik yah otomatis ada plus minusnya ya dari sudut pandang saya, karena kita tau konflik pasti endingnya sekarang ya bentrok khususnya di Unismuh itu sendiri, jadi mungkin kalau ya dibilang negatifnya , ya lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Mungkin walaupun awalnya mereka

berawal dari oh saya ingin membela diri tapi endingnya yang terlihat dimasyarakat terlihat negatif” (Wawancara, 24 Desember 2019).

Seperti yang telah dikatakan oleh informan tersebut memandang bahwa selama ini konflik dilihat dari sisi positif dan negatifnya dimana sisi positifnya bisa menyuarakan aspirasi mahasiswa, dan negatifnya citra kampus akan tercoreng.

Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan.Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik.

Seperti yang dikatakan oleh informan MI ialah :

“saya sebagai Mahasiswa Unismuh Makassar merasa sangat resah karena mengapa, seharusnya Unismuh Makassar adalah tempat kita untuk belajar, tempat kita mencari ilmu pengetahuan , tapi konflik di unismuh sangat mengganggu proses aktivitas proses belajar mengajar . kalau berbicara tentang konflik ya ada dua, konflik yang baik dan buruk. Sehingga sangat penting dilakukan agar mungkin ada kepentingan-kepentingan tertentu yang harus dilakukan”

(Wawancara, 27 Desember 2019).

Dari penjelasan para informan diatas dapat disimpulkan bahwa mereka memandang konflik memiliki plus dan minus tergantung apa yang akan diselesaikannya.

Berbeda dengan pendapat yang peneliti temukan tentang latar belakang terjadinya konflik mahasiswa, oleh AQT mengemukakan bahwa :

“Latar belakang terjadinya konflik di Makassar, selain karena tidak seriusnya birokrasi dalam menanggapi permasalahan kemahasiswaan, juga karena persoalan tidak ditekankannya spirit keBhinnekaan. Karena, spirit keBhinnekaan itu bisa menjadi sesuatu yang meminimalisir konflik. Konflik di Unismuh Makassar dalam beberapa hal sesungguhnya sangat merugikan selain berpotensi dapat merugikan fasilitas umum, juga melunturkan intelektual mahasiswa.”(Wawancara, 13Januari 2020).

Dari uraian diatas Informan AQT selalu mengaitkan jiwa Nasionalisme untuk melahirkan sebuah kesadaran bagi setiap anak bangsa. Dengan pandangan seperti itu, maka berbagai perbedaan yang memicu terjadinya konflik dapat diselesaikan,

sehingga itu semua menjadi perekat serta pemersatu bengsa yang paling fundamental.

Sementara disisi lain salah satu dosen Unismuh Makassar KH memiliki pandangan yang sama tentang latar belakang terjadinya konflik di Unismuh Makassar ialah :

“Kalau konflik yang terjadi di kampus ini, itu sebenarnya menjatuhkan martabat kampus itu sendiri, yang kedua memperlihatkan wajah mahasiswa yang kurang pendidikannya , dan kalau saya ya seharusnya itu tidak terjadi di lingkungan kampus konflik yang seperti itu. Karena nilainya disini bahwa kampus itu adalah wilayah intelektual yang selalu mengedepankan yang namanya pertimbangan, fikiran jernih, dalam hal melakukan sebuah tindakan dan aksi.Kalau yang melatarbelakanginya kejadian konflik adalah ketidakdewasaan dalam berfikir” (Wawancara 24 Desember 2019).

melihat konflik memiliki peran penting karena dapat membuat pengurus himpunan ataupun pengurus organda mengetahui sisi lain dari setiap divisi maupun pengurus. Seperti yang dikatakan oleh AA selaku mahasiswa Unsimuh Makassar menganggap peran konflik ialah :

“kalau menurut saya itu ada dua yang dimana positifnya itu bisa menyuarakan aspirasi sedangkan negatifnya itu bisa menciptakan citra kampus itu tercoreng dimasyarakat”(Wawancara, 23 Desember 2019).

Hal serupa juga dikatakan oleh informan MI adalah sebagai berikut :

“Kalau berbicara tentang peran konflik yaitu ada dua, konflik yang baik dan konflik yang buruk sehingga sangat penting dilakukan agar mungkin ada kepentingan-kepentingan mahasiswa yang dapat terselesaikan”(Wawancara, 27 Desember 2019).

Kemudian disusul oleh RM mengenai peran konflik di Unismuh Makassar ialah:

“Kalau saya sebagai orang yang pernah berlembaga, konflik ya sangat penting untuk membentuk satu kepribadian apalagi kita ini yang berproses di lembaga konflik itu sangat penting jadi tidak semua konflik ada negatifnya”(Wawancara, 28 Desember 2019).

Kemudian tidak jauh berbeda dari pernyataan informan diatas, seperti yang diungkapkan oleh MAZ tentang peran konflik selaku mahasiswa Unismuh Makassar ialah :

“peran konflik penting sekali untuk jalannya roda kepemimpinan kampus karna ada memang beberapa kebijakan-kebijakan yang diterapkan harusnya melewati manajemen konflik dulu misalnya dibenturkan hal yang satu dengan hal yang lainnya untuk bisa menerapkan sebuah kebijakan”(Wawancara, 25 Desember 2019).

Serupa dengan yang dikatakan oleh informan AQT tentang apa peran konflik mahasiswa di Unismuh Makassar ialah :

“Konflik sebenarnya penting tapi dalam hal gagasan, bukan dalam bentuk fisik. Itu sebenarnya adalah sesuatu yang dapat membuat pihak-pihak yang berkonflik menghasilkan kebijakan kedua belah pihak.”(Wawancara, 13Januari 2020).

Sementara itu salah satu dosen Unsimuh Makassar KH memiliki pandangan yang berbeda tentang peran konflik mahasiswa di Unismuh Makassar ialah :

“kalau menurut saya peran konflik itu tidak mempunyai nilai positifnya bagi mereka yang berkonflik walaupun itu ada sebuah ketersinggungan. Karena misalnya ada mahasiswa yang dipukul anggotanya, setelah terjadi konflik maka anggota yang lain juga akan kena imbasnya akhirnya bertambahlah sebuah korban. Karena konflik yang positif itu adalah konflik yang bisa dikelola, bisa diarahkan, bisa diatur dan tidak menjatuhkan korban , dan bisa menyatukan sebuah organisasi-organisasi yang pernah berkonflik menjadi satu”(Wawancara, 24 Desember 2019).

Hal serupa juga dikatakan oleh AB selaku mahasiswa Unismuh Makassar yaitu sebagai berikut :

“Menurut saya peran konflik itu mungkin kalau di zaman sekarang kalau yang saya lihat sudah tidak sesuai dengan kebutuhan di lingkungan sekitar justru konflik sekarang dicap sebagai hal yang memang efeknya negatif tidak ada lagi positif walaupun alasannya tentang dari sebuah kebaikan atau membela diri justru masyarakat melihat arahnya pasti kurang baik”(Wawancara, 24 Desember 2019).

Informan memandang bahwa selama ini konflik yang terjadi di Unismuh Makassar rata-rata dipicu oleh konflik Organda atau faktor eksternal. Seperti yang diungkapkan oleh AB selaku mahasiswa Unismuh Makassar ialah :

“kalau untuk tahun ini saya lihat atau beberapa tahun terakhir kebanyakan mendominasi itu adalah konflik antar organda atau organisasi daerah yang masuk ke dalam kampus. Mungkin awalnya internal kampus, Cuma saya lihat beberapa oknum ataupun yang terlibat adalah eksternal atau organda sudah ikut masuk kedalam kampus itu sendiri”(Wawancara, 24 Desember 2019).

Hal serupa juga diungkapkan oleh MAZ selaku mahasiswa Unismuh Makassar sebagai berikut :

“Konflik organda yang biasa terjadi orang-orang dari luar masuk dilingkungan kampus dengan berkedok sebagai mahasiswa”(Wawancara, 25 Desember 2019) .

Hal serupa kemudian ditanggapi oleh MI selaku mahasiswa Unismuh Makassar sebagai berikut :

“seperti yang kita lihat bersama sebagai mahasiswa Unismuh Makassar mungkin sering melihat konflik ya perang antar organda, antar lembaga, antar fakultas itu yang sering kita lihat. Tetapi yang paling mendominasi bar-bar atau perang antar organda mahasiswa”(Wawancara, 27 Desember 2019).

Keterangan MI ini sesuai dengan informan RM yang menyatakan :

Dokumen terkait