• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Kerangka Fikir

konteks sosial budaya bagi pendidikan nasional. Dengan demikian, pengembangan pendidikan dalam perspektif etnopedagogi sesungguhnya tidak mengubah struktur dan program yang telah ada, namun lebih pada pembaharuan praktik pendidikan yang selama ini kurang optimal dalam implementasinya. Oleh karena itu, sifat dari pembaharuan dalam etnopedagogi lebih menekankan pada budaya pendidikan dan pendidikan yang berbudaya.

Definisi Operasional :

a. Kesadaran Multikultural adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang dianut mereka.

b. Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

c. Sikap Kedaerahan/Sukuisme adalahsuatu paham yang memandang bahwa suku bangsanya lebih baik dibandingkan dengan suku bangsa yang lain, atau rasa cinta yang berlebihan terhadap suku bangsa sendiri.

d. Egosime Individu berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta a. Sikap

kedaerahan/Sukuism e

b. Egoisme Individu c. Solidaritas

a. Menciptakan perubahan b. Mempererat

persatuan kelompok

Terciptanya suasana damai bagi civitas akademik

Unismuh Makassar

tidak peduli dengan penderitaan orang lain.

e. Solidaritas sesama Mahasiswa yaitu mempererat persatuan kelompok sehingga mampu menciptakan perubahan yang baik.

f. Menciptakan perubahan berartimampu menciptakan perubahan baik pada individu maupun organisasi dan apabila dimanajemen dengan baik akan mempererat persatuan kelompok.

29 A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma pengetahuan berdasarkan pandangan konstrutivis atau pandangan advokasi partisipatori, atau keduanya. Dalam Pendekatan ini menggunakan pendekatan Naratif dimana peneliti mengumpulkan data penting secara terbuka terutama dimaksudkan untuk mengembangkan tema-tema dari data.Kualitatif yang dimaksud adalah suatu proses kegiatan penelitian yang dilakukan secara wajar dan natural sesuai dengan kondisi objektif di lapangan, tanpa adanya manipulasi atau rekayasa. Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah bersifat deskriptif dimana data yang di kumpulkan dalam bentuk kata-kata, gambar dan bukan angka.

Pendekatan Kualitatif Menurut Cresswel dalam bukunya yang berjudul Research Design (2017:4) metode-metode untuk mengeksplorasikan dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang yang di anggap berasal dari masalah social atau kemanusiaan. Dalam Penelitan ini menggunakan Pendekatan Fenomenologi dimana Penelitian ini adalah sebuah Fenomena yang sedang terjadi.Pendekatan Fenomenologi ini, dimana Peneliti menentukan Problem atau pertanyaan terbaik untuk para Narasumber nantinya.Dalam Pendekatan ini, Peneliti memerlukan beberapa individu yang mengerti atau terkait mengenaiKesadaran Multikultural terhadap konflik Mahasiswa melalui pendekatan Etnopedagogi.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi

Lokasi penelitian ini bertempat di kotaMakassar tepatnya di Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam kurung waktu dua bulan.Selama dua bulan itu kurang lebih peneliti melaksanakan tugasnya untuk menganalisis Kesadaran Multikultural terhadap konflik Mahasiswa melalui pendekatan Etnopedagogi.

C. Informan Penelitian

Informan penelitian dalam penelitian ini adalah Mahasiswa sebagai pelaku konflik .Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja dimana peneliti memiliki informan secara variatif berdasarkan alasan wawancara dengan mengadakan Tanya jawab langsung kepada informan.

Informan yang sudah memberikan berbagai informasi selama proses penelitian berlangsung. Adapun klasifikasi dari Informan penelitian diantaranya:

1. Informan kunci, Yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki informasi pokok. Hal ini mahasiswa yang memicu terjadinya konflik .

2. Informan Ahli, Yaitu mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti. Hal ini adalah mahasiswa yang terlibat langsung dalam konflik mahasiswa.

3. Informan Tambahan, Yaitu mereka yang dapat memberikan berbagai jenis informasi yang peneliti butuhkan terkait apa yang diteliti walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang sedang diteliti. Hal ini mahasiswa yang menyaksikan terjadinya konflik .

Berdasarkan hasil analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwa tujuannya adalah agar peneliti dapat memperoleh informan yang akurat dan benar-benar memenuhi persyaratan karena informan tersebut mengetahui secara lengkap tentang lapangan atau daerah penelitian tersebut.

Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi dari hasil penelitian yang dilakukan sehingga subjek penelitian yang telah tercermin dalam fokus penelitian ditentukan secara sengaja. Subjek penelitian akan menjadi informan yang akan memberikan berbagai macam informasi yang diperlukan selama proses penelitian. Informan penelitian ini meliputi tiga macam, yaitu informan kunci (key informan), informan utama, informan tambahan.

D. Jenis dan Sumber Data Penelitian

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif. Dimana data primer adalah data yang didapatkan dari hasil observasi atau wawancara. Sedangkan sekunder adalah data yang didapatkan dari hasil telaah buku refrensi atau dokumentasi.Sumber data terdiri dari sumber informan kunci, informan utama, dan informan tambahan.

Data yang diperlukan dalam penelitian bersumber dari data primer serta data sekunder :

1. Data Primer

Data yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung pada suatu obyek.Untuk melengkapi data, maka melakukan wawancara secara langsung dan mendalam dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebagai alat pengumpulan data.Dalam hal ini sumber data utama

(data primer) diperoleh langsung dari setiap informan yang diwawancara secara langsung di lokasi penelitian.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data-data yang dapat diperoleh dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya terdiri dari surat-surat pribadi, buku harian, hasil rapat perkumpulan.Data sekunder juga dapat berupa majalah, lampiran-lampiran, hasil-hasil studi, tesis, hasil survey, dan sebagainya.

Peneliti menggunakan data primer sekaligus data sekunder ini untuk memperkuat berbagai penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dan wawancara tidak langsung.

E.

Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2018:308) Instrumen Penelitian merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapakan. , diantaranya:

1. Observasi

Menurut Nasution dalam Sugiyono (2018:310) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.

2. Wawancara

Menurut Rahardjo (2011) wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antar peneliti dengan informan atau subjek penelitian. Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian.

Atau, merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya. Karena merupakan proses pembuktian, maka bisa saja hasil wawancara sesuai atau berbeda dengan informasi yang telah diperoleh sebelumnya.

3. Dokumentasi

Dokementasi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang berupa dokumen baik dokumen tertulis maupun hasil gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.

F. Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Semua data yang diperoleh tentang konflik mahasiswa dikumpulkan dan dicatat secara objektif kemudian diperiksa, diatur, kemudian di urutkan secara sistematis. Penulis mengumpulkan data baik dari observasi yang dilakukan dan wawancara dengan beberapa informan tersebut dikumpulkan, serta diperkuat dengan adanya kumpulam dokumentasi dijadikan satu sehingga memudahkan peneliti dalam penyajian data.

1. Observasi

Observasi disini digunakan untuk mengamati atau mencari informasi dari mahasiswa yang akan diamati dan sebagai salah satu alat penting untuk mengisi data. Aspek yang akan diamati yaitu latar belakang terjadinya knoflik dan bagaimana kesadaran multikultural mahasiswa tersebut terhadap konflik.

2. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk menjawab pertanyaan dari hasil yang sudah diobservasi, pertanyaan yang diberikan kepada informan bertujuan untuk memahami dan menjawab dari rumusan masalah. Agar wawancara efektif, maka terdapat berapa tahapan yang harus dilalui, yakni 1) mengenalkan diri, 2) menjelaskan maksud kedatangan, 3) menjelaskan materi wawancara, dan 4) mengajukan pertanyaan .

Instrument ini digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai fakta, keyakinan, perasaan, niat dan sebagainya.Wawancara memiliki sifat yang luwes, pertanyaan yang diberikan dapat disesuaikan dengan subjek, sehingga segala sesuatu yang ingin diungkapkan dapat digali dengan baik.Wawancara terbagi atas dua jenis yaitu wawancara berstruktur dan Semi terstrukturatau wawancara tidak berstruktur.Dalam wawancara berstruktur, pertanyan dan alternatif jawaban yang diberikan kepada subyek telah ditetapkan terlebih dahulu oleh peneliti.

Pengumpulan data melalui wawancara Peneliti menggunakan wawancara (Semistructure Interview).Sugiono (2010:223) Wawancara

Semi terstruktur adalah jenis wawancara dalam kategori in-dept interview.Dimana dalam pelaksanaannys lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara Terstruktur.Tujuan wawancara dari jenis ini adalah untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak dimintai pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan informan.

Berdasarkan Penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan wawancara diperlukan teknik wawancara yang akurat untuk mendapatkan informasi secara detail dan maka digunakan teknik wawancara yang terstruktur maupun tidak berstruktur dalam proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang di wawancarai.

3. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data dalam bentuk mencatat hasil wawancara langsung, rekaman dan foto atau gambar-gambar di lapangan yang dapat lebih mengakuratkan data penelitian yang berkaitan dengan penelitian Kesadaran Multikultural terhadap Konflik Mahasiswa melalui Pendekatan Etnopedagogi.

Tehnik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti salah satunya adalah dokumentasi karena sebelumnya peneliti telah mengetahui bahwa data penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia,

melalui observasi dan wawancara, serta terdapat pula sumber hukum manusia, terdiri dari dokumen, foto dan bahan statistik sehingga melakukan dokumentasi dalam penelitian kualitatif sangat menunjang berjalannya proses penelitian itu sendiri.

37 A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Letak Geografis Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar atau biasa disebut dengan Unismuh Makassar adalah salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan tinggi.Universitas Muhammadiyah Makassar sekarang ini sudah menjadi salah satu kampus yang memiliki daya tarik tersendiri dimasyarakat. Itu terbukti dengan banyaknya peminat yang mendaftarkan dirinya untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Makassar, baik dari Sulawesi Selatan maupun daerah lain khususnya kawasan Indonesia bagian timur. Universitas Muhammadiyah Makassar juga terkenal dengan mahasiswa terbanyak yang ada di Sulawesi Selatan.

2. Sejarah Berdirinya Universitas Muhammadiyah Makassar

Universitas Muhammadiyah Makassar didirikan pada tanggal 19 Juni 1963 sebagai cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.Pendirian Perguruan Tinggi ini adalah realisasi dari hasil Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara ke-21 di Kabupaten Bantaeng.

Pendirian tersebut didukung oleh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan pengajaran dakwah amar ma’ruf nahi munkar, lewat surat nomor : E-6/098/1963 tertanggal 22 Jumadil Akhir 1394 H/12 Juli 1963 M. Kemudian akte pendiriannya dibuat oleh notaries R. Sinojo

Wongsowidjojo berdasarkan akta notaries Nomor : 71 tanggal 19 Juni 1963.

Universitas Muhammadiyah Makassar dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi Swasta terdaftar sejak 1 Oktober 1965.

Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengemban tugas dan peran yang sangat besar bagi agama, bangsa dan negara, baik di masa sekarang maupun di masa depan.

Selain posisinya sebagai salah satu PTM/PTS di Kawasan Timur Indonesia yang tergolong besar, juga padanya tertanam kultur pendidikan yang diwariskan sebagai amal usaha Muhammadiyah. Nama Muhammadiyah yang terintegrasi dengan nama makassar memberikan harapan terpadunya budaya, keilmuan dan nafas keagamaan.

Pada awal berdirinya, Universitas Muhammadiyah Makassar membina dua fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Seni jurusan Bahasa Indonesia, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Umum (PU), dan Pendidikan Sosial (PS) yang dipimpin oleh rektor Dr. H. Sudan. Pada tahun yang sama (1963) Universitas Muhammadiyah Makassar telah berdiri sendiri dan dipimpin oleh rektor Drs. H. Abdul Watif Masri.

Perkembangan berikutnya Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 1965 membuka fakultas baru yaitu: Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah (FIAD), Fakultas Ekonomi (Fekon), Fakultas Sosial Politik, Fakultas Kesejahteraan Sosial, dan Akademi Pertanian. Selanjutnya tahun 1987 membuka Fakultas teknik, tahun 1994 Fakultas pertanian, tahun 2002 membuka program Pascasarjana, dan tahun 2008 membuka Fakultas Kedokteran, dan sampai saat ini, Universitas

Muhammadiyah Makassar telah memiliki 7 Fakultas 34 Program Studi dan Program Pascasarjana yang telah terkareditasi BAN-PT.

Universitas Muhammadiyah Makassar pada Tahun 2003 mengalami tahapan transisi sejarah perkembangan, berupa perubahan formasi kepemimpinan dengan bergabungnya generasi muda dan generasi tua. Pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar bertekad untuk memelihara hasil capaian para pendahulu dan mengembangkannya kepada capaian yang lebih baik, serta berkomitmen: (1) memelihara kepercayaan masyarakat, (2) mencapai keunggulan dalam kompetisi yang semakin ketat, dan (3) mewujudkan kemandirian dalam pengelolaan dan pengembangan diri. Dari ke tiga komitmen tersebut diharapkan dapat mengantar Universitas Muhammadiyah Makassar untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka.

1. Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Makassar

Visi Universitas Muhammadiyah Makassar ialah menjadi perguruan tinggi Islam terkemuka, unggul, terpercaya, dan mandiri pada tahun 2024.

Pengertian:

Visi ini menjadi pedoman dalam penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar untuk kurun waktu hingga 2024. Dengan penjelasan sebagai berikut:

Perguruan Tinggi Islam

Dimaknai sebagai amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. Dengan demikian Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai lembaga pendidikan tinggi dalam

mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni senantiasa berorientasi pada pengembangan nilai-nilai Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Terpercaya

Sebagai perguruan tinggi yang bernaung dibawah perserikatan Muhammadiyah, maka Universitas Muhammadiyah Makassar selalu berusaha memelihara citra Muhammadiyah khususnya dibidang pendidikan yaitu menunaikan amanah masyarakat dalam penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah sehingga Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi pilihan utama masyarakat.

Unggul

Pengertian unggul memiliki makna substansif yang bernilai kompetitif tinggi. Keunggulan Universitas Muhammadiyah Makassar akan dibangun melalui kegiatan-kegiatan akademik yang bersifat substansial yang dapat dikompetisikan baik dalam ranah nasional maupun internasional. Keunggulan yang dikembangkan mengarah kepada enam bidang keunggulan yaitu; (1) Pendidikan, (2) Penelitian, (3) Pengabdian kepada Masyarakat, (4) Kemahasiswaan, (5) Kelembagaan, dan (6) Al Islam Kemuhammadiyahan.Masing-masing bidang didorong untuk memiliki keunggulan spesifik berupa kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Islam ke dalam seluruh bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya sehingga mempunyai nilai kompetitif yang tinggi.

Mandiri

Kepercayaan masyarakat dan keunggulan diberbagai bidang merupakan modal utama dalam menggapai kemandirian. Ada dua kemandirian yang dimaksud yaitu; (1) Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai lembaga yang mampu mandiri dalam pengelolaan dan pengembangan diri/institusi, dan (2) mandiri dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh civitas akademika, alumni, masyarakat, bangsa dan negara.

Terkemuka

Visi terkemuka bagi Universitas Muhammadiyah Makassar memiliki makna sebagai cita-cita mulia yang terencana dan terarah untuk (1) memelihara kepercayaan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar, alumni, dan masyarakat luas bahwa Universitas Muhammadiyah Makassar adalah tempat yang tepat untuk: menuntut ilmu, mengembangkan, dan menyebarluaskannya, sekaligus sebagai tempat mengabdi da\n beribadah kepada Allah SWT. (2) meraih keunggulan dalam proses pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan (3) mewujudkan kemandiriaan dalam pengelolaan dan pengembangan diri, serta mampu mensejahterakan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar, alumni, masyarakat, bangsa, dan negara.

MISI

1. Menyelenggarakan proses pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan;

2. Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan;

3. Menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan penelitian yang inovatif, unggul dan berdaya saing;

4. Menumbuhkembangkan kewirausahaan berbasis kemitraan dan ukhuwah;

5. Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan civitas akademika, alumni, dan masyarakat.

Pernyataan Tujuan

Mengacu pada Visi dan Misi di atas, maka tujuan Universitas Muhammadiyah Makassar dirumuskan sebagai berikut:

1. Menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, cakap, profesional, bertanggung jawab dan mandiri;

2. Meningkatnya mutu proses dan hasil pembelajaran yang bermuara pada kualitas lulusan;

3. Meningkatnya kuantitas dan kualitas hasil penelitian;

4. Terwujudnya unit-unit usaha yang berbasis ekonomi syariah;

5. Meningkatnya kuantitas dan kualitas pengabdian dan pelayanan pada masyarakat untuk mencapai kesejahteraan.

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi informan Penelitian

Semua data dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara

terhadap informan yang berjumlah 7 orang. Informan tersebut dipilih karena merupakan pihak yang pernah terlibat konflik di kampus Unismuh Makassar. Seluruh subjek merupakan mahasiwa di Kampus dan mengambil pandangan dari salah satu dosen di Unismuh Makassar. Berikut ini profil dari masing-masing responden:

No Informan Umur Jabatan

1 AA 22 Mahasiswa

2 AB 25 Mahasiswa

3 KH 35 Dosen

4 MAZ 23 Mahasiswa

5 MI 22 Mahasiswa

6 RM 22 Mahasiswa

7 AQT 22 Mahasiswa

Salah satu cara pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi dan wawancara, berikut merupakan hasil reduksi data wawancara penelitian. Hasil reduksi data sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui latar belakang terjadinya konflik antar Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar, dan gaya manajemen apa saja yang diterapkan oleh para Mahasiswa dalam menghadapi konflik, serta dampak dari pemilihan gaya manajemen konflik terhadap pelaku konflik.

1) Latar Belakang Terjadinya Konflik

Konflik sosial dalam bentuk tawuran mahasiswa dan kelompok masyarakat telah mewarnai perjalanan sejarah di Indonesia. Demikian halnya yang terjadi di Makassar, khususnya konflik mahasiswa yang dilakukan antar kelompok mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar yang berujung pada tindakan kekerasan. Fenomena sosial tersebut, tampaknya mengalami perkembangan peningkatan konflik mahasiswa baik dilakukan antar kelompok organisasi, fakultas, antar perguruan tinggi dan bahkan antar etnis mahasiswa yang semuanya berakhir dengan tindakan kekerasan. Peristiwa tersebut dapat digambarkan secara sistematis dan kronologis berdasarkan peristiwa secara periodik.

Seperti yang diungkapkan oleh MAZ dalam wawancara tentang latar belakang terjadinya konflik mahasiswa di Kampus Unismuh Makassar sebagai berikut :

“Konflik yang sering terjadi pasti tidak terlepas dari kepentingan- kepentingan person atau kelompok-kelompok mahasiswa tertentu, sehingga terjadinya konflik itu demi kepentingan tertentu”(Wawancara, 25 Desember 2019).

Hal serupa juga dikatakan oleh RM selaku mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar ialah :

“jadi kalau konflik di Unismuh itu untuk keseluruhannya ya, saya sebenarnya kurang tau cuman karena di lapangan hampir setiap minggulah itu terjadi konflik. Entah itu berawal dari konflik internal lalu menjadi konflik antar jurusan antar lembaga-lembaga yang ada di Unismuh.”(Wawancara, 28 Desember 2019).

Dari pemaparan oleh informan RM dapat kita lihat bahwa tidak hanya satu konflik yang terjadi di kampus Unismuh Makassar melainkan ada beberapa konflik

dengan masalah dan kepentingan-kepentingan yang berbeda.Hal ini tentu sangat memprihatinkan jika dibiarkan begitu saja, dan itu sangat mengganggu lingkungan sekitar, karena tindakan tersebut dapat mengakibatkan kerugian baik dikalangan mahasiswa, masyarakat sekitar, hingga kampus juga ikut tercoreng nama baiknya dan perilaku tersebut sangat merugikan.

Hal ini juga ditanggapi oleh keterangan AA sebagai informan yang menilai bahwa konflik berawal dari kepentingan internal .

“Sebenarnya itu kembali lagi ke kepentingan kampus.Karena biasanya itu ada konflik begitu ada orang yang melatarbelakangi di belakangnya. Sebagai contoh bentrok antar daerah, ukm itu tidak mungkin terjadi kalau tidak ada seseorang yang melatarbelakangi, jadi seharusnya ini ada pihak kampus yang bertanggung jawab untuk meminimalisir terkait akan konflik yang terjadi di kampus”

(Wawancara, 23 Desember 2019).

Seperti yang telah dikatakan oleh ketiga informan diatas mereka memandang bahwa Konflik yang sejauh ini terjadi di Kampus Unismuh Makassar masih banyak diliputi oleh konflik perorangan yang membesar dan melibatkan kelompok-kelompok mahasiswa sehingga turut memiliki andil dalam kemunculan konflik di dalam kampus Unismuh Makassar. Kelompok-kelompok tersebut biasanya memberikan intervensi yang memicu terjadinya konflik.

Sementara disisi lain salah satu mahasiswa Unismuh Makassar AB memiliki perbedaan pandangan tentang latar belakang terjadinya konflik di Unismuh Makassar ialah:

“Sebenarnya kalau kita bicara tentang konflik yah otomatis ada plus minusnya ya dari sudut pandang saya, karena kita tau konflik pasti endingnya sekarang ya bentrok khususnya di Unismuh itu sendiri, jadi mungkin kalau ya dibilang negatifnya , ya lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Mungkin walaupun awalnya mereka

berawal dari oh saya ingin membela diri tapi endingnya yang terlihat dimasyarakat terlihat negatif” (Wawancara, 24 Desember 2019).

Seperti yang telah dikatakan oleh informan tersebut memandang bahwa selama ini konflik dilihat dari sisi positif dan negatifnya dimana sisi positifnya bisa menyuarakan aspirasi mahasiswa, dan negatifnya citra kampus akan tercoreng.

Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan.Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik.

Seperti yang dikatakan oleh informan MI ialah :

“saya sebagai Mahasiswa Unismuh Makassar merasa sangat resah karena mengapa, seharusnya Unismuh Makassar adalah tempat kita untuk belajar, tempat kita mencari ilmu pengetahuan , tapi konflik di unismuh sangat mengganggu proses aktivitas proses belajar mengajar . kalau berbicara tentang konflik ya ada dua, konflik yang baik dan buruk. Sehingga sangat penting dilakukan agar mungkin ada kepentingan-kepentingan tertentu yang harus dilakukan”

(Wawancara, 27 Desember 2019).

Dari penjelasan para informan diatas dapat disimpulkan bahwa mereka memandang konflik memiliki plus dan minus tergantung apa yang akan diselesaikannya.

Berbeda dengan pendapat yang peneliti temukan tentang latar belakang terjadinya konflik mahasiswa, oleh AQT mengemukakan bahwa :

“Latar belakang terjadinya konflik di Makassar, selain karena tidak seriusnya birokrasi dalam menanggapi permasalahan kemahasiswaan, juga karena persoalan tidak ditekankannya spirit keBhinnekaan. Karena, spirit keBhinnekaan itu bisa menjadi sesuatu yang meminimalisir konflik. Konflik di Unismuh Makassar dalam beberapa hal sesungguhnya sangat merugikan selain berpotensi dapat merugikan fasilitas umum, juga melunturkan intelektual mahasiswa.”(Wawancara, 13Januari 2020).

Dari uraian diatas Informan AQT selalu mengaitkan jiwa Nasionalisme untuk melahirkan sebuah kesadaran bagi setiap anak bangsa. Dengan pandangan seperti itu, maka berbagai perbedaan yang memicu terjadinya konflik dapat diselesaikan,

Dokumen terkait