• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Adapun saran yang penulis dapat berikan sehubungan dengan penulisan skripsi ini :

1. Perlunya pihak rektorat memberiakan saksi yang jelas dan tegas bagi mahasiswa yang melakukan pelanggaran dalam kampus baik sanksi administrasi maupun akademik dan penanganan secepat mungkin pada kasus yang melibatkan mahasiswa sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang berdampak negatif. Memperikan tempat belajar mahasiswa yang ideal dan kegiatan yang dapat melibatkan semua mahasiswa tersebut, jangan sampai ada kecemburuan sosial.

2. Perlu kiranya dilakukan koordinasi secara terpaduantara pihak rektorat dan unsur keamanan dan ketikan mahasiswa melakukan tawuran jangan di liburkankan, jika di liburkan maka mahasiswa semakin semangat tawuran.

3. Untuk menumbuhkan Kesadaran Multikultural Mahasiswa bermasyarakat dan bernegara. Perlu yang namanya pemahaman tentang nilai budayadan pemahaman tentang toleransi yang sangat menjunjung tinggi kemampuan untuk menghormati sifat dasar, keyakinan dan perilaku yang dimiliki oleh sesama Mahasiswa. Dengan kesadaran Multikultural ini dapat menumbuhkan sikap saling mengerti, memahami, dan menghormati adanya perbedaan- perbedaan demi tercapainya kerukunan antar umat bermasyarakat dan bernegara.

76

Alatas, Ali. (2018).Konflik Antar Mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (Studi terhadap Mahasiswa Syariah dan Saintek 2016). Diss.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar.

Ali, Abdullah. (2017). Studi Deskriptif tentang Nilai-Nilai Multikultural dalam Pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Jurnal Ilmiah Pesantren, 1(1 Januari).

Cresswell, J. W. (2018). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Furqon,.(2009). Etnopedagogi : Pendekatan Pendidikan Berbudaya dan Membudayakan.

Fluerentin, E. (2012). Latihan Kesadaran Diri (Self Awareness) Dan Kaitannya Dengan Penumbuhan Karakter. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 1(1).

Gustiani, Witri, Ruhaliah, and Dedi Koswara. 2011."Perbandingan Novel Lain Eta Karya Moh. Ambri dengan Djeumpa Atjeh Karya HM Zainuddin (Kajian Struktural dan Etnopedagogik)." LOKABASA 9.2: 200.

Irwandi, I., & Chotim, E. R (2017). Analisis Konflik Antara Masyarakat, Pemerintah dan Swasta. JIPSO: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(2), 24- 42

Jahid , Jamaluddin. (2013). Ruang Public dan Resolusi Konflik. UIN Alauddin Makassar.

Khiyarah, Miftahul. (2017). Genealogi dan Politik Identitas (Studi terhadap Konflik Mahasiswa Palopo dan Bone di Universitas Muslim Indonesia.

Lingard, B. (2010). Towards a sociology of pedagogies. The Routledge international handbook of the sociology of education, 167-178.

Maarif, M. A. (2019). Pendidikan Multikultural Sebagai Pembentukan Karakter Peserta Didik Ta'lim : Jurnal Studi Pendidikan Islam, 2(2),

Mahadi Dias , T. (2016) : Konflik Antar Mahasiswa Asal Indonesia Timur di Kota Malang. Universitas Airlangga.

Moleong, J. (2013). Lexy.(2010): Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi.

Bandung: Cetakan ke-28. Remaja Rosdakarya.

Oktavianti, Ika. (2018). Etnopedagogi Dalam Pembelajarandi Sekolah Dasar Melalui Media Berbasis Kearifan Lokal.Jurnal Refleksi Edukatika 8(2) . Panggarra, R. (2014). Konflik Kebudayaan Menurut Teori Lewis Alfred Coser dan

Relevansinya Dalam Upacara Pemakaman (Rambu Solo’) di Tana Toraja.

Jurnal Jaffray, 12(2), 291-316.

Pruitt, D.G & Rubin, J.Z. (2011). Teori Konflik Sosial. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Rapanna, P. (2016). Peran dan Penataan Konflik dalam Organisasi. Jurnal Ilmiah Bongaya, 10(1), 191-205.

Rahardjo, M. (2011). Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Rahmatia, I. (2014). Mahasiswa Jago Tawuran : kajian antropologi tentang konflik mahasiswa di Kampus Universitas Hasanuddin”. Skripsi.

Rahmawati, D. (2017). Gaya Manajemen Konflik Mahasiswa Aktivis Organisasi Himpunan Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Rasimin, R. 2016. "Pengembangan Karakter Multikultural Mahasiswa dalam Pembelajaran Civic Education (Studi pada Mahasiswa Jurusan Kpi Fakultas Dakwah Iain Salatiga)." INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) 1.2 : 145-164.

Rettobjaan, I. (2013). Peranan Humas dalam Merespon Konflik Internal pada Universitas Sam Ratulangi Manado. JURNAL ACTA DIURNA, 2(4).

Rivai, V . & Mulyadi, D (2012). Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.

Rois, Achmad. (2013). Pendidikan Islam Multikultural : Telaah Pemikiran Muhammad Amin Abdullah.Episteme : Jurnal Pengembangang Ilmu Keislaman, 8(2), 301-322.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif. Pendekatan: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulton, Ahmad. (2015). KURIKULUM PESANTREN MULTIKULTURAL: Nilai- nilai Multikultural dalam Kurikulum Pondok Pesantren Sunan Drajat Banjarwati Paciran Lamongan. Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA).

Wailenury, S. (2010). Membongkar Konspirasi dibalik Konflik Maluku. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Wardhana, E., Lengkong, V. P., & Taroreh, R . N.(2019). Analisis Lingkungan Kerja, Konflik Kerja, Komunikasi Kinerja Karyawan di TVRI Manado.

Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 7(1).

Wibowo. (2013). Perilaku Dalam Organisasi . Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.

Wirawan. (2009). Konflik dan Manajemen Konflik Teori , Aplikasi dan Penelitian.

Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.

Wirawan. (2010). Konflik dan Manajemen Konflik Teori , Aplikasi dan Penelitian.

Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.

Wirakristama, R. C., & SUHARNOMO, S. (2011). Analisis pengaruh konflik peran ganda (work family conflict) terhadap kinerja karyawan wanita pada PT Nyonya Meneer Semarang dengan stress kerja senagai variable intervening (Doctoral Dissertation , Universitas Diponegoro).

Yunus, Hadi. (2010). Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Pustaka Pelajar.

L A M P

I

R

A

N

PEDOMAN OBSERVASI

Nama : Nur Ilma Wati. D

Nim : 105430019715

Judul Penelitian : Kesadaran Multikultural Terhadap Konflik Mahasiswa melalui Pendekatan Etnopedagogi

1. Identitas observasi

a. Informan yang diamati : Mahasiswa Aktivis b. Hari, tanggal :

c. Waktu :

2. Aspek yang diamati :

No Aspek yag diamati Hasil observasi

1 Apa yang melatar belakangi terjadinya koflik di Unismuh Makassar

 Etnis/budaya

 Persaingan antar kelompok mahasiswa misalnya organda, ukm maupun fakultas

 Adanya perbedaan pandangan

 Konflik yang terjadi di masa lampau yang tidak terselesaikan

2 Penyebab mendasar terjadinya konflik

 Solidaritas sesama mahasiswa yang saling mempengaruhi untuk memperjuangkan kepentingan individu ataupun kepentingan kelompok sehingga terjadi konflik.

3 Konflik yang mendominasi  Konflik organda/ faktor eksternal yang masuk ke dalam lingkungan kampus

 Konflik antar lembaga

 Konflik antar fakultas

 Konflik internal/

personal yang menjadi masalah besar.

4 Peran konflik bagi diri

mahasiswa yang terlibat konflik

 Dari segi positifnya untuk menyuarakan aspirasi dan dari segi negatif membuat citra kampus dapat tercoreng

 Memperjuangkan kepentingan mahasiswa dalam berlembaga

 Membentuk kepribadian mahasiswa dalam berproses

5 Kesadaran multikultutal

mahasiswa dalam menyelesaikan konflik melalui pendekatan etnopedagogi

 Kurangnya nilai-nilai kultural dan standar perilaku yang mereka bawa dari daerah masing-masing

 Adanya ketidakselarasan antra proses pendidikan dan eksistensi budaya Makassar 2019

Peneliti

Nur ilma wati.D

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA Nama : Annas Akis

Program Studi : Bahasa Inggris

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana pandangan anda tentang konflik di Unismuh Makassar ?

Sebenarnya itu kembali lagi ke kepentingan kampus. Karena biasanya itu ada konflik begitu ada orang yang melatarbelakangi di belakangnya. Sebagai contoh bentrok antar daerah, ukm itu tidak mungkin terjadi kalau tidak

ada seseorang yang

melatarbelakangi, jadi seharusnya ini ada pihak kampus yang bertanggung jawab untuk meminimalisir terkait akan konflik yang terjadi di kampus.

2 Seberapa penting peran konflik menurut anda ?

mengatakan bahwa “kalau menurut saya itu ada dua yang dimana positifnya itu bisa menyuarakan aspirasi sedangkan negatifnya itu bisa menciptakan citra kampus itu tercoreng dimasyarakat

3 Konflik seperti apa yang paling mendominasi selama ini menurut anda ?

kalau konflik yang mendominasi dalam kampus itu pasti yang pertama itu tentang kepentingan dan eksistensi

4 Bagaimana cara anda untuk menyelesaikan konflik tersebut ?

Yang tadinya untuk menyuarakan aspirasi kemudian menjadi untuk kepentingan pribadi

5 Kendala apa yang ditemui dalam menyelesaikan konflik ?

kendala yang paling utama ketika terjadinya konflik itu susahnya mengarahkan massa karena ketika sudah terbawa aspirasi dan emosi, otomatis tujuan konflik ini berubah yang tadinya untuk menyampaikan aspirasi menjadi konflik

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA Nama : Ayyub Baharuddin

Program Studi : Bahasa Inggris

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana pandangan anda tentang konflik di Unismuh Makassar ?

Sebenarnya kalau kita bicara tentang konflik yah otomatis ada plus minusnya ya dari sudut pandang saya, karena kita tau konflik pasti endingnya sekarang ya bentrok khususnya di Unismuh itu sendiri, jadi mungkin kalau ya dibilang negatifnya , ya lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Mungkin walaupun awalnya mereka berawal dari oh saya ingin membela diri tapi endingnya yang terlihat dimasyarakat terlihat negatif”.

2 Seberapa penting peran konflik menurut anda ?

Menurut saya peran konflik itu mungkin kalau di zaman sekarang kalau yang saya lihat sudah tidak sesuai dengan kebutuhan di lingkungan sekitar justru konflik sekarang dicap sebagai hal yang memang efeknya negatif tidak ada lagi positif walaupun alasannya tentang dari sebuah kebaikan atau membela diri justru masyarakat melihat arahnya pasti kurang baik 3 Konflik seperti apa yang paling

mendominasi selama ini menurut anda ?

kalau untuk tahun ini saya lihat atau beberapa tahun terakhir kebanyakan mendominasi itu adalah konflik antar organda atau organisasi daerah yang masuk ke dalam kampus. Mungkin awalnya internal kampus, Cuma saya lihat beberapa oknum ataupun yang terlibat adalah eksternal atau organda sudah ikut masuk kedalam kampus itu sendiri 4 Bagaimana cara anda untuk

menyelesaikan konflik tersebut ?

Jika konflik tidak ada sangkut pautnya dengan saya kenapa saya harus ikut serta didalammya

karena pasti akan ada imbasnya kepada diri saya sendiri

5 Kendala apa yang ditemui dalam menyelesaikan konflik ?

kalau dibilang seberapa banyak mengorbankan kepentingan pribadi untuk meredakan konflik mungkin banyak apalagi kan biasanya mahasiswa diaggap menanamkan rasa peduli, solidaritas sesama apa lagi konflik itu berkaitan dengan saudara, teman dan selembaga

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA Nama : Muhammad Agung Zulfikar

Program Studi : Bahasa Indonesia

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana pandangan anda tentang konflik di Unismuh Makassar ?

Konflik yang sering terjadi pasti tidak terlepas dari kepentingan- kepentingan person atau kelompok-kelompok mahasiswa tertentu, sehingga terjadinya konflik itu demi kepentingan tertentu.

2 Seberapa penting peran konflik menurut anda ?

peran konflik penting sekali untuk jalannya roda kepemimpinan kampus karna ada memang beberapa kebijakan-kebijakan yang diterapkan harusnya melewati manajemen konflik dulu misalnya dibenturkan hal yang satu dengan hal yang lainnya untuk bisa menerapkan sebuah kebijakan.

3 Konflik seperti apa yang paling mendominasi selama ini menurut anda ?

Konflik organda yang biasa terjadi orang-orang dari luar masuk di lingkungan kampus dengan berkedok sebagai mahasiswa.

4 Bagaimana cara anda untuk menyelesaikan konflik tersebut ?

banyak kendala yang didapatkan dalam konflik karena memang konflik sengaja disetting untuk tidak bisa diselesaikan. Kalaupun ada pihak yang mau mencoba menyelesaikan misalnya pihak- pihak dari luar lagi yang membuat konflik baru untuk meredam orang-orang yang terlibat konflik.

5 Kendala apa yang ditemui dalam menyelesaikan konflik ?

Banyak yang dikorbankan yang pertama menunda bertemu dengan dosen, masuk diruangan kelas untuk mengikuti perkuliahan dan mengorbankan waktu jika terlibat dalam konflik dengan masalah yang membutuhkan penyelesaian

segera atau hanya hal kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan.

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA Nama : Muhammad Irfan

Program Studi : Bahasa Indonesia

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana pandangan anda tentang konflik di Unismuh Makassar ?

Saya sebagai Mahasiswa Unismuh Makassar merasa sangat resah karena mengapa, seharusnya Unismuh Makassar adalah tempat kita untuk belajar, tempat kita mencari ilmu pengetahuan , tapi konflik di unismuh sangat mengganggu proses aktivitas proses belajar mengajar . kalau berbicara tentang konflik ya ada dua, konflik yang baik dan buruk.

Sehingga sangat penting dilakukan agar mungkin ada kepentingan-kepentingan tertentu yang harus dilakukan.

2 Seberapa penting peran konflik menurut anda ?

Kalau berbicara tentang peran konflik yaitu ada dua, konflik yang baik dan konflik yang buruk sehingga sangat penting dilakukan agar mungkin ada kepentingan- kepentingan mahasiswa yang dapat terselesaikan.

3 Konflik seperti apa yang paling mendominasi selama ini menurut anda ?

Seperti yang kita lihat bersama sebagai mahasiswa Unismuh Makassar mungkin sering melihat konflik ya perang antar organda, antar lembaga, antar fakultas itu yang sering kita lihat. Tetapi yang paling mendominasi bar-bar atau perang antar organda mahasiswa.

4 Bagaimana cara anda untuk menyelesaikan konflik tersebut ?

Berkomunikasi dengan relasi dilembaga tertentu untuk menyelesaikan masalah misalnya ketika lembaga memiliki konflik dengan lembaga lainya tentu kita

hubungi ketuanya untuk menyelesaikan itu.

5 Kendala apa yang ditemui dalam menyelesaikan konflik ?

Semaksimal mungkin kalau untuk meredakan konflik misalnya harus mengorbankan kepentingan pribadi ya harus dikorbankan, kalau ini untuk kepentingan bersama misalnya ya kepentingan pribadi harus dikesampingkan.

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA Nama : Ricky Muhammad

Program Studi : Kehutanan

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana pandangan anda tentang konflik di Unismuh Makassar ?

Jadi kalau konflik di Unismuh itu untuk keseluruhannya ya, saya sebenarnya kurang tau cuman karena di lapangan hampir setiap minggulah itu terjadi konflik.

Entah itu mengenai kekerasan fisik atau konflik antar jurusan dan konflik internal antar lembaga-lembaga yang ada di Unismuh

2 Seberapa penting peran konflik menurut anda ?

Kalau saya sebagai orang yang pernah berlembaga, konflik ya sangat penting untuk membentuk satu kepribadian apalagi kita ini yang berproses di lembaga konflik itu sangat penting jadi tidak semua konflik ada negatifnya.

3 Konflik seperti apa yang paling mendominasi selama ini menurut anda ?

Kalau di Unismuh itu sendiri konflik yang paling bisa dilihat secara umum adalah konflik antar organisasi daerah yang biasanya masalah di luar dibawa ke dalam kampus dan saya juga kurang paham kenapa itu ada di alam kampus. Sebenarnya kan eksternal kampus itu sendiri.

4 Bagaimana cara anda untuk menyelesaikan konflik tersebut ?

Kalau saya pribadi ada lembaga, otomatis pengurus inti yang akan menyelesaikan konflik bersama- sama. Kalaupun ada konflik eksternal yang melibatkan orang luar lembaga , ya saya tidak akan ikut campur masalah yang tidak saya ketahui apa maksud dan tujuannya.

5 Kendala apa yang ditemui dalam menyelesaikan konflik ?

Kalau mengorbankan

kepentingan pribadi ya, saya selalu berbicara mengenai

lembaga yang pernah saya pimpin , waktu yang paling sering saya korbankan karena kita sebagai seorang pemimpin di dalam lembaga haruslah menyikapi itu dengan serius karena kita yang bertanggung jawab.

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA Nama : Kaharuddin

Program Studi : Dosen Unismuh Makassar

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana pandangan anda tentang konflik di Unismuh Makassar ?

Kalau konflik yang terjadi di kampus ini, itu sebenarnya menjatuhkan martabat kampus itu

sendiri, yang kedua

memperlihatkan wajah mahasiswa yang kurang pendidikannya , dan kalau saya ya seharusnya itu tidak terjadi di lingkungan kampus konflik yang seperti itu. Karena nilainya disini bahwa kampus itu adalah wilayah intelektual yang selalu mengedepankan yang namanya pertimbangan, fikiran jernih, dalam hal melakukan sebuah tindakan dan aksi. Kalau yang melatarbelakanginya kejadian konflik adalah ketidakdewasaan dalam berfikir.

2 Seberapa penting peran konflik menurut anda ?

Kalau menurut saya peran konflik itu tidak mempunyai nilai positifnya bagi mereka yang berkonflik walaupun itu ada sebuah ketersinggungan. Karena misalnya ada mahasiswa yang dipukul anggotanya, setelah terjadi konflik maka anggota yang lain juga akan kena imbasnya akhirnya bertambahlah sebuah korban.

Karena konflik yang positif itu adalah konflik yang bisa dikelola, bisa diarahkan, bisa diatur dan tidak menjatuhkan korban , dan bisa menyatukan sebuah organisasi-organisasi yang pernah berkonflik menjadi satu.

3 Konflik seperti apa yang paling mendominasi selama ini menurut anda ?

Yang mendominasi terjadinya konflik itu adalah arogansi, egoisme pada diri mahasiswa akibat hanya ingin dikatakan

memiliki sikap solidaritas yang tinggi tetapi, solidaritas dalam bentuk yang salah.

4 Bagaimana pandangan anda terhadap mahasiswa

menyelesaikan konflik tersebut ?

Sebenarnya bukan dari faktor organda , faktor internal dari dirinya, faktor ketersinggungan, sebenarnya bukan itu. Tetapi, faktor utama yang mengakibatkan lahirnya konflik ini adalah faktor ketidakdewasaan mahasiswa dalam berfikir, bertindak, dan mengambil sebuah kebijakan yang merupakan sebuah keputusan titik akhir.

5 Kendala apa yang ditemui dalam menyelesaikan konflik

Ya tentu ada kendala dalam menyelesaikan konflik tersebut misalnya keamanan yang kurang diperhatikan sehingga dapat merugikan pihak kampus dan mahasiswa baik itu materi ataupun non materi.

LEMBAR INSTRUMEN WAWANCARA Nama : Andi Qadriawan Taufik

Program Studi : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana pandangan anda tentang konflik di Unismuh Makassar ?

Latar belakang terjadinya konflik di Makassar, selain karena tidak seriusnya birokrasi dalam menanggapi permasalahan kemahasiswaan, juga karena persoalan tidak ditekankannya spirit keBhinnekaan. Karena, spirit keBhinnekaan itu bisa menjadi sesuatu yang meminimalisir konflik. Konflik di Unismuh Makassar dalam beberapa hal sesungguhnya sangat merugikan selain berpotensi dapat merugikan fasilitas umum, juga melunturkan intelektual mahasiswa.

2 Seberapa penting peran konflik menurut anda ?

Konflik sebenarnya penting tapi dalam hal gagasan, bukan dalam bentuk fisik. Itu sebenarnya adalah sesuatu yang dapat membuat pihak-pihak yang berkonflik menghasilkan kebijakan kedua belah pihak.

3 Konflik seperti apa yang paling mendominasi selama ini menurut anda ?

yang sering terjadi di Unismuh makassar adalah konflik secara fisik, dan yang mendominasi itu adalah yang bersifat ke Daerahan.

4 Bagaimana cara anda untuk menyelesaikan konflik tersebut ?

Kesadaran Multikultural Mahasiswa harusnya dapat ditekankan melalui mata kuliah pendidikan Kewarganegaraan misalnya semua harus didapatkan sejak awal perkuliahan dan inilah yang harus ditekankan dalam kesadaran kultural dalam penekanan keBhinnekaan.

5 Kendala apa yang ditemui dalam menyelesaikan konflik ?

kendala yang sering dijumpai adalah karena tidak seriusnya

pihak kampus dalam

mengorganisir lembaga-lembaga apa saja yang dapat beraktivitas di dalam internal kampus dan harusnya pihak kampus menciptakan suatu sistem kontroling terhadap lembaga- lembaga kedaerahan.

DOKUMENTASI

Dokumen terkait