• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTRUMEN NONTES

Dalam dokumen PEMBELAJARAN (Halaman 53-58)

PEN ILAIAN

E. INSTRUMEN NONTES

2. JenisJenis Teknik Nontes

Berikut penjelasan mengenai beberapa jenis

teknik

nontes.

a. Pengamatan(Obsertasi)

Secara

umum,

pengertian observasi adalah cara

untuk

menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan cara pengamatan dan pencatatansecarasistematis, terhadap berbagai fenomenayangdijadikan sasaran pengamatan. Observasi dapat dilakukan secara

partisipatif

dan

nonpartisipatif.

Pada observasi

partisipatif,

observer

melibatkan diri di

tengah-ten gah observe. Sedangkan pada observasi

nonpartisipatif,

observer bertindak sebagai Penonton saja. Observasi iuga dapat bersifat eksperimental, yang dilakukan dalam situasi buatan atau yang dilakukan dalam situasi yang wajar. Sedangkan observasi sistematis dilaksanakan dengan perencanaan yang sangat matang.

Kelebihan dari observasi adalah data observasi didapatkan langsung

dari

lapangan. Data yang demikian bersifat

objektif

dalam melukiskan berbagai aspek kepribadian peserta

didik menurut

kenyataannya. Data observasi mencakup berbagai aspek kepribadian

dari

masing-masing

individu

peserta

didik.

Sedangkan kelemahan dari observasi adalah

jika pendidik kurang memiliki

keahlian dalam melakukan observasi maka observasinya menjadi kurang dapat

diyakini

kebenarannya; kepribadian

dari

observer

atau

evaluator sering

kali

memengaruhi

penilaian

yang dilakukan dengan cara observasi; dan data yang diperoleh dari observasi biasanya hanya menggambarkan "permukaan luarnya" saja.

b.

Penugasan

Penilaian dengan penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menun-

tut

peserta

didik untuk

melakukan kegiatan

tertentu di luar

kegiatan pembelajaran kelas. Penilaian dengan penugasan dapat diberikan secara

individual atau kelompok.

Penilaian dengan Penugasan dapat berupa tugas atau proyek.

Tugas adalah kegiatan

yang dilakukan oleh

Peserta

didik

secara

terstruktur di

luar kegiatan kelas. Misalnya, tugas membuat cerita ten- tang matematikawan, menulis puisi matematika, mengamati suatu obiek,

48

EvaluasiPembelajaran

dan lain-lain. Hasil pelaksanaan tugas

ini

bisa berupa hasil karya, seperti karya puisi, cerita; serta dapat pula berupa laporan seperti laporan peng_

amatan.

Pelaksanaan pemberian tugas perlu memperhatikan har-hal berikut.

r)

Banyaknya tugas pada setiap mata pelajaran diusahakan agar

tidak

memberatkan peserta

didik. Hal itu karena memerlukan

waktu

untuk

istirahat, bermain, belajar mata pelajaran rain, bersosialisasi dengan teman, dan lingkungan sosial lainnya.

z)

Jenis dan

materi

pemberian tugas harus didasarkan kepada

tujuan

pemberian tugas,

yaitu untuk melatih

peserta

didik

dalam mene_

rapkan atau menggunakan hasil pembelajarannya dan memperkaya wawasan pengetahuannya.

Materi tugas dipilih

secara esensial sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan hidup yang sesuai dengan bakat,

minat,

kemampuan, perkembangan, dan ling_

kungannya.

3)

Pemberian tugas diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan rasa tanggung jawab serta kemandirian.

c. Proyek

Proyek merupakan suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara

tertulis

maupun lisan dalam

waktu

tertentu. Beberapa contoh proyek adalah melakukan pengamatan pertum_

buhan dan perkembangan tanaman, percobaan fotosintesis

tumbuhan dan

perkembangan tanaman, serta mengukur

tinggi pohon

dan lebar sungai menggunakan klinometer.

Contoh keterampilan yang

dinilai

dalam pelaksanaan suatu proyek adalah

berikut ini.

r)

Tahap persiapan, yaitu kemampuan membuat perencanaan, meran_

cang kegiatan, dan mengembangkan suatu ide.

z) Tahap produksi, yaitu kemampuan memilih dan

menggunakan bahan, peralatan, dan langkah-langkah kerja.

)

Tahap pelaporan,

yaitu

kemampuan melaporkan hasil pelaksanaan proyek, kendala yang dihadapi, kelengkapan, dan keruntutan laporan.

Bab

4

Teknik dan Bentuk Tes sebagaiAlat

penilaian

49

d. Wawancara (Interview)

Secara

umum

pengertian wawancara adalah cara

menghimpun

kete- rangan yang

dilakukan

dengan cara tanya jawab

lisan

secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah

ditentukan.

Dua jenis wawancara yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi adalah

berikut ini.

r)

Wawancara

terpimpin

(guided inter-view) dikenal pula dengan wa- wancara

berstruktur

atau wawancara sistematis. Pada wawancara sistematis, evaluator melakukan tanya jawab lisan dengan peserta

didik dan

orangtua peserta

didik untuk menghimpun

keterangan

yang dibutuhkan unruk

proses

penilaian

terhadap peserta

didik

tersebut. Wawancara ini dipersiapkan dengan matangdan berpegang pada panduan wawancara.

z)

Wawancara

tidak terpimpin

(unguided interview)

dikenal

pula de-

ngan

wawancara bebas, wawancara sederhana,

atau

wawancara

tidak

sistematis. Dalam wawancara

ini,

pewawancara selaku eva-

luator

mengajukan berbagai pertanyaan kepada peserta

didik

atau orangtua peserta

didik

tanpa mengacu oleh pedoman tertentu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pendidik sebagai pewawancara adalah

berikut ini.

r)

Pendidik yang akan mengadakan wawancara harus

memiliki latar

belakang mengenai apa yang akan ditanyakan.

z)

Pendidik harus menjalankan wawancara dengan baik sesuai maksud wawancara tersebut.

)

Harus menjaga hubungan yang baik.

4

Pendidik harus

memiliki

sifat yang dapat dipercaya.

5)

Pertanyaan hendaknya dilakukan dengan hati-hati,

teliti,

dan meng- gunakan kalimat yang jelas.

6) Hindarkan

berbagai hal yang dapat mengganggu jalannya wawan- cara.

7) Pendidik harus

mengunakan bahasa sesuai

kemampuan

peserta

didik

yang menjadi sumber data.

8)

I-{indari kevakuman pembicaraan yang terlalu lama.

50

EvaluasiPembelajaran

g)

Pendidik harus mengobrol dalam wawancara.

ro)

Batasi waktu wawancara.

u) Hindari

penonjolan "aku" sebagai pendidik.

Contoh dari wawancara adalah sebagai

berikut.

r)

"Bagaimana cara Anda menghitung luas dari gambar trapesium ini?',

z)

"Mengapa Anda menggunakan cara tersebut?"

)

"Dari mana Anda mengetahui cara tersebut?"

Kelebihan dari wawancara adalah sebagai

berikut.

r)

Pewawancara dapat berkomunikasi langsung dengan peserta

didik

sehingga

dapat

menghasilkan

penilaian yang lebih lengkap

dan mendalam.

z)

Peserta

didik

dapat mengeluarkan isi pikirannya secara lebih bebas.

3)

Data yang diperoleh dapat berupa data

kualitatif

dan

kuantitatif.

d

Pertanyaan yang kurang jelas dapat diulang dan dijelaskan kembali, serta jawaban yang

belum

jelas dapat

diminta lagi

penjelasannya agar Iebih terarah.

5)

Wawancara dapat dilengkapi dengan alat bantu agar data yang dida- pat bisa dicatat dengan lebih lengkap.

Berdasarkan kelebihan wawancara

di

atas maka kelemahannya pun sangat

terlihat

jelas. Wawancara

yang

bebas

ini

dapat

membuat

per- tanyaan dan jawaban lebih beraneka ragam dan cenderung

tidak

fokus.

e. Angket (Kuesioner)

Angket merupakan suatu alat evaluasi yang digunakan

untuk

mengung- kap latar belakang peserta didik atau orangtua peserta

didik,

menemukan berbagai kesulitan yang

dialami

peserta

didik

dalam

mengikuti

proses pembelajaran,

motivasi

belajar,

fasilitas

belajar,

dan lain-lain.

Angket dapat berbentuk pilihan ganda maupun berupa skala sikap (skala

likert),

Kelebihan angket

dibandingkan

wawancara

dan

observasi adalah pengumpulan data yang

jauh lebih praktis

dan juga dapat menghemat waktu dan tenaga. Sedangkan kekurangan angket adalah adanya jawaban yang

mungkin tidak memiliki

kesesuaian dengan kenyataan. Selain

itu,

pertanyaan yang ada juga kurang tajam sehingga jawaban yang didapat- kan pun kurang komprehensif.

Bab

4

Teknik dan Bentuk Tes sebaoai Alat

Penilaian

5'l

f. Pemeriksaan Dokumen (Documentary Analysis)

Evaluasi mengenai kemajuan, perkembangan, atau keberhasilan belajar peserta

didik

tanpa

menguji (teknik

nontes) juga dapat dilengkapi atau diperkaya dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap berbagai do-

kumen.

Misalnya,

dokumen yang memuat tentang infomasi

menge-

nai

riwayat

hidup (autobiografi).

Riwayat

hidup

merupakan gambaran

tentang

keadaan seseorang selama

masa hidupnya. Dengan

mem- pelajari riwayat

hidup

maka subjek evaluasi akan dapat menarik suatu pemeriksaan dokumen lainnya. Misalnya, dokumen yang memuat

infor- masi

mengenai kapan peserta

didik itu diterima di

sekolah tersebut, apakah ia pernah meraih kejuaraan sebagai peserta didikyang berprestasi di sekolahnya, apakah

iamemiliki

keterampilan khusus, apakah iapernah

meraih

kejuaraan atau penghargaan khusus atas keterampilannya

itu, dan lainJain.

Kesimpulannya mengenai

kepribadian,

kebiasaan, atau sikap dari obyek yang

dinilai.

Berbagai informasi baik mengenai Peserta

didik,

orangtua, dan lingkungannya

itu

bukan tidak mungkin pada saat- saat

tertentu

sangat

diperlukan.

HaI

itu

sebagai bahan pelengkap bagi pendidik dalam melakukan evaluasi hasil belajar terhadap peserta

didik.

52

EvaluasiPembelajaran

Dalam dokumen PEMBELAJARAN (Halaman 53-58)